Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 152. Siapkan mental menjadi ratu tega


Angge, Ane, Angela ?!!


"Ryan ?!!"


"Ane, It's you ?!" ๐Ÿ‘ˆ( An itu kamu) ucap Ryan atau Adrian.


"No, not me " ( tidak, bukan aku) gumam Angela.


No.. No... Go .. Teriak Angela.


Angela mundur perlahan dan ia Segera menaiki tangga berlari menuju kamar nya, sembari berteriak dan menangis


"Dev, bitte vertreibe diese Person, ich will es nicht sehen"๐Ÿ‘ˆJerman ( Dev, tolong usir orang ini, aku tak ingin melihat nya) Pinta Angela pada Devano.


"Sicher, mit Vergnรผgen Ane" ๐Ÿ‘ˆJerman (tentu, dengan senang hati Ane) ucap Devano


" Warte Ane, bitte hรถr dir meine Erklรคrung an" ๐Ÿ‘ˆ Jerman ( Tunggu, Ane tolong dengar penjelasanku) teriak Adrian


"Eeehh mau kemana lo? " Tanya Devano, "Matt, qi, san, tolongin gue nih hajar orang ini, dia udah buat adik gue nangis" panggil Devano pada ketiga santri teman main game nya, dan para santri menghampiri, lalu ikut menghadang Adrian.


"Minggir siapa sih loh" ucap Adrian.


"Heh gue brother nya, mau apa lo?" tanya Devano


"Sorry bro., gue cuma mau ketemu dan bicara baik baik dengan adik lo bro" ucap Adrian.


Hasna dan Lintang mendengar ribut ribut, maka Lintang bergegas menghampiri sumber ribut ribut tersebut, "Na ada apa itu ya?" tanya Lintang, " kurang tahu Lin, coba lo lihat dulu, gue menunggu ayam ini di ungkep" ucap Hasna, Hasna masih di dapur, Lintang bergegas ka arah tangga ia melihat Devano sedang menghadang laki laki yang usianya seperti nya sama dengan Devano .


"Dev siapa dia?" tanya Lintang


"Nih, orang yang sudah buat Angela sakit bertahun tahun, dan gue juga baru tahu kalau ini bentuk rupa si lalat itu " jawab Devano


"Maksud lo?" tanya Lintang kembali


"Nanti gue ceritakan , sekarang biar gue hajar dulu nih anak" ucapn Devano


"Sakit apa maksud lo, please beri tahu gue An kenapa? " tanya Adrian pada Devano


Lalu bugh, bukan nya membalas pertanyaan Adrian, Devano malah Menyambut pertanyaan Adrian dengan bogem matang, bogeman Devano mendarat di pipi Adrian, "awwwssh" Adrian menahan sakit, darah segar mengalir dari sudut bibir nya.


"Makan tuh, rasa sakit yang Adik gue rasakan"


Wush dugh, balasan tinju dari Adrian mengenai perut Devano, dan Devano terhuyung memegangi perut nya


Mereka kembali hendak saling bogem, namun Hasna menghentikan nya.


"Hei Devano, Adrian stop, iih kalian berdua gak punya tatak rama ya, kita tuh cuma tamu, yang punya rumah juga sedang tidak ada, pakai dong sopan santun dan adab kalian sebagai tamu, lihat dong ini di rumah siapa, di area apa, ini rumah Kyia, di area Ponpes, koq lo malah pada serang serangan gitu, kalau mau adu Gulat sana tuh di belakang ponpes ini ada tanah lapang" teriak Hasna dan itu menyadar kan mereka.


Lalu Devano mundur dan Adrian naik ke lantai atas masih mengejar angela.


"Ane please open the door๐Ÿ‘ˆinggris ( An tolong buka pintu nya). Pinta Adrian sembari menggedor pintu.


" Please Ane, open the door, pelese"


Adrian duduk lesu, bersandar pada pintu kamar Angela.


" Please Ane"


"Four years I looked for you, after you left, I was desperate to go to the Netherlands to find you, but I didn't find you, I almost died there" ๐Ÿ‘ˆinggris (Empat tahun aku mencari mu, setelah kamu pergi, aku pernah nekad pergi ke Belanda untuk mencari mu, tapi aku tidak menemukan mu, hampir saja aku mati di sana) gumam Adrian lirih, bulir air mata nya mulai berjatuhan, ia acak rambut nya terlihat frustasi.


"Ane, give me a chances, forgive me plese (Ane, beri aku kesempatan, tolong maafkan aku ), Adrian terduduk lama di depan Kamar Angela.


Trreet.. treet ponsel Adrian berbunyi, ketika ia lihat tertulis * Istrinya Ustadz? * Yaitu Hasna


" Ya Na " Suara Adrian


"Adrian, tolong lo turun dulu, mungkin Angela butuh waktu, gue janji nanti gue bantu bicara" ucap Hasna.


"Iya Na" ucap Adrian dan kini ia telah berada di tangga hendak turun menemui Hasna, dengan telepon masih posisi on dan menempel di telinga nya.


Setelah Adrian sampai bawah, Hasna memberikan sebuah gelas berisi air bening.


"Terimakasih Na" ucap nya.


"Na, lo kenal dengan cowok ini?" tanya Lintang.


"Kenal Lin, dia Adrian sahabat gue semenjak gue sekolah di kota ini" ucap Hasna.


"Ohh" ucap Lintang


"Yan, kenalin nih Lintang sahabat gue yang di jakarta dan yang cowok ini nama nya Devano, sahabat gue juga yang pernah gue ceritakan" ucap Hasna memperkenalkan Lintang dan Devano yang duduk berhadapan dengan Adrian.


"Adrian ucap nya tanpa bersalaman, wajah nya datar dan dingin"


"Lintang" Ucap Lintang


"Dev" ucap Devano singkat dengan nada sinis


"O ya Yan , Lintang ini istri nya kak ubay, yang baru nikah dua minggu lalu, lo juga tahu kan, walaupun lo gak datang di walimatul Urs tapi Kan bokap lo hadir" ucap Hasna.


"Ya Na, gue tahu, selamat ya" ucap Adrian pada Lintang


"Iya terimakasih " ucap Lintang.


"Dan ini Devano, ternyata dia adik kandung nya kak Ubay, dia trpisah selama 23 tahun Yan" ucap Hasna kembali.


"What, adik kandung, koq bisa ?" tanya Adrian


"Iya yan, besok besok gue cerita kan" ucap Hasna


"Oke deh Naa" tukas Adrian mengiyakan.


"O ya, ada apa lo ke sini masih pagi , biasa nya sore atau malam? " tanya Hasna.


"Ini Na, gue di mintain tolong sama bokap, minta tanda tangan om ustadz" ucap Hasna.


"Oh gitu, ya sudah gue juga ke masjid deh, siap siap sholat jum'at" pamit Adrian


"Ya sudah yan, nanti balik lagi ke sini kita makan bersama, dan nanti lo ceritakan ya, koq lo bisa kenal Angela" ucap Hasna.


"Oke Na nanti gue ke sini lagi, Ya sudah gue ke masjid, Assalamu alaikum" pamit Adrian


"Waalaikum Salam" jawab Hasna dan Lintang


"Dev lo gak sholat jum'at?" , tanya Hasna


"Sholat Na, ya sudah gue ke masjid juga" ucap Devano, dan ia pun Bangkit berangkat menuju masjid.


"Na, bau gosong apa ini?" tanya Lintang.


"Ya Allah, ungkep ayam mungkin kering air nya Lin, tadi lupa matiin kompor" ucap Hasna dan mereka pun bergegas ke dapur.


Dan benar saja, ungkep ayam nya Hasna gosong sebelah, ketika tutup panci di buka, asap hitam dan bau gosong menyeruak dari dalam panci.


"Yah Lin, ayam nya gosong" ucap Hasna.


"Hihi, goreng saja Na" ucap Lintang.


"Iya deh, mungkin rasa gosong nya akan hilang, hihi anggap saja masak kerak ayam" gurau Hasna.


"Ahahah ia Na, tapi kira kira bagaimana ya reaksi dari wajah wajah suami kita" ucap Lintang


"Ehehee, siapkan mental Lin, walaupun mereka gak marah namun perasaan gak tega sama rasa bersalah pasti nyerang Kita Lin, pokok nya harus siapkan mental menjadi ratu tega ahaha" tawa Hasna dan Lintang pecah.


Masakan Hasna dan Lintang pun sudah selsai dan sudah terhidang di atas meja, tinggal menunggu suami suami mereka pulang dari sholat jum'at, maka saat pekerjaan benenah dapur dan mencuci piring berpindah ke tangan ambu maka, Hasna dan Lintang pun mandi berganti pakaian dan sholat dzuhur.


"Assalamu alaikum sayang" ucap Afnan, ketika ia masuk dari pintu tempat keluar nya tadi.


"Waalaikum Salam Biyya sayang, Mimma dan Dedek utun inji sudah menanti dengan sejuta rindu nih" lalu Hasna menghampiri Afnan mengecup tangan kanan Afnan dan memeluk serta mengecup bagain wajah Afnan seperti biasanya, dan Afnan pun melakukan Hal yang sama pada Hasna.


"Assalamu alaikum, sayang nya BIyya dan Mimma, nakal tidak nih ketika Biyya pergi?" tanya Afnan pada perut Hasna, kini ia bertekuk lutut mengelus lembut dan mengecupi perut Hasna.


"Tidak koq Biyya, Utun Inji, ikut masak dengan Mimma dan sukses" ucap Hasna dengan suara yang di kecilkan seperti anak kecil.


Kini Afnan sudah berdiri, " By.. Ganti pakaian dulu yuk, Nana bantu" ajak Hasna.


"Iya ayo, nanti sehabis makan langsung berangkat ke dokter" ucap Afnan.


"Byby tidak istirahat dulu?" tanya Hasna sembari mengambil celana jeans panjang dan t-shirt untuk Afanan kenakan.


"Nanti saja di mobil, siapkan yang perlu di bawa sayang jadi kita tidak bolak balik naik tangga" ucap Afnan


"Iya byy sudah koq" ucap Hasna, tangan nya membantu mengancingkan celana Afnan dan di terus kan memakaikan Afnan t-shirt, lalu ia sisiri rambut Afnan, "Sudah by" ucap Hasna


"Terimakasih sayang" Afnan mengecup kedua telapak tangan Hasna secara bergantian.


Di Lantai bawah, Ubaydillah pun sudah berganti pakaian, " Sini Yang " tarik Ubaydillah pada Lintang, lalau membawa Lintang duduk di pangkuan nya, " A'a rindu sekali Yang " ucap Ubaydillah.


"Sama Yang, Lilin juga rindu" untuk melepas kerinduan maka keduanya menyatukan bibir mereka, walaupun tidak berlanjut ke level mabar, namun setidak nya bibir yang bertautan pun sukses membuat suasana kamar dari cool menjadi Hot.


Tok tok tok.. "Dek ayo makan" terdengar suara Afnan dari balik pintu mengetuk pintu berkali kali, " Iya A, sebentar sedang di uap " ucap Ubaydillah dari dalam kamar asal dengan Lintang masih dalam pangkuan nya dan mereka berusaha menormalkan nafas nya, " Uap, apa yang di uap?!


" Dasar Utun berjenggot " Afnan kembali ke meja makan dan duduk beserta Adrian dan Devano yang telah bergabung, dan Angela dari sejak tadi tak terlihat keluar dari kamar.


.


Tak lama Ubaydillah dan Lintang pun keluar, dan menghampiri mereka di meja makan.


" Ayo makan, berdoa dulu" ucap Hasna.


Lalu Adrian yang mereka tunjuk untuk memimpin doa hendak makan :


ุจูุณู’ู…ู ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽูฐู†ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู


ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู


Arab Latin :โ€œAlaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa โ€˜adzaa bannarโ€


Arti :โ€œYa Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.โ€(HR.Ibnu Sunni).


Maka mereka pun mulai makan, "Dek sob koq wangi makanan nya agak beda ya, kayak wangi karbit gini" bisik Afnan pada Ubaydillah.


" Iya A bro huuuu, ini yang masak istri istri kita kan A?" tanya Ubaydillah


"Ya seperti nya" ucap Afnan.


"Silahkaaaann di santap hidangan nya" tawar Hasna dan Lintang, setelah makanan berpindah ke piring masing masing.


"Bismillah.. Ucap Afnan sembari menyuap capcay ke dalam mulut nya.. aaaappp.. Uommpp.. Brrr.. Afnan menutup mulutnya.


" Kini Ubaydillah Bismillah aaaaamm heeppp.. Oouuusshh.. Heemmm " Ubaydillah menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan miring ke arah Afnan dan saling bertatap muka dengan Afnan sembari merem melek dan menelan ludah, Afnan pun melakukan hal yang sama.


" Deeekk, sehabis makan ini, bisa saja bukan Nana yang kontrol ke dokter obgin, tapi kita dek " ucap Afnan berbisik pada Ubaydillah


"Ia A, yang ada kalau nih makanan masuk ke dalam perut kita, malah gantian kita yang di USG " bisik Ubaydillah.


Betapa tidak rasa makanan yang mereka makan, wangi kembang Api tahun baru, dan rasa arang berlimpahan garam.


Devano dan Adrian hanya saling pandang.


Lintang dan Hasna harap cemas menunggu penjurian dari para si suami.


*************


๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ—๐Ÿ—๐Ÿš๐Ÿฒ๐Ÿ›๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰๐Ÿ™Š๐Ÿ˜น๐Ÿ˜น๐Ÿ˜น๐Ÿ’†๐Ÿ’†๐Ÿ’†๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†


Terimakasih sudah membaca ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜


Terimakasih sudah like vote rate komen ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜