Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 232. Villa Ubaydillah


"Wa'alaikumsalam, Umi," Afnan pun membuka pintu. "Eh A'a dan Dedek Sha! dari mana sayang? habis pergi dengan Umma ya?" tanya Afnan pada Twins yang berada di atas kereta dorong nya.


Twins begitu sumringah saat melihat Biyya mereka yang membukakan pintu. "Bi..yyah. yaa..yaa..yaah," celoteh Afsha. Afkha cenderung cool, jika di perhatikan, ia hanya mesem. Tak se heboh Afsha.


"Dari mana Mi? tanya Afnan, seraya mengecup punggung tangan kanan Umi dan mengambil kantong belanjaan di tangan nya entah apa isinya. Dan membawa Anak-anaknya masuk di ikuti Umi.


"Habis antar Abi, belanja kebutuhan untuk takjil, berbuka dan sahur A, kan sebentar lagi akan masuk bulan suci Ramadhan," jawab Umi ( ponpes akan ada dapur umum Khusus Ramadhan yang akan menyiapkan hidangan berbuka dan sahur baik untuk para santri maupun warga sekitar), kami juga berbelanja baju Koko, kain sarung serta mukena dan semabako, untuk para pekerja," jawab Umi.


Biasanya Abi dan Umi akan menyuplai semabako lengkap dengan upah yang biasa di dapat tiap pekan, karena para pekerja akan di liburkan selama bulan suci Ramadhan, kecuali para pekerja area pesantren. Alasan Abi meliburkan dan mencukupi kebutuhan mereka dalam satu bulan adalah agar para pekerjanya dapat beribadah dengan tenang. Dan saat nya hari raya tiba maka THR pun tetap Abi berikan.


Afnan dan Ubaydillah pun melakukan hal yang sama. Mereka akan menutup restoran dan Usaha lainnya yang berhubungan dengan makanan, selama satu bulan itu kecuali penginapan karena masih ada saja orang yang ingin menginap saat kemalaman di jalan atau orang yang hendak mudik dan kelelahan di jalan dan mereka akan mencari penginapan seperti hotel milik nya.


Untuk upah para pekerjanya, biasanya mereka membayar di muka saat hari libur tiba, satu bulan gaji full lengkap beserta THR nya.


"Loh, kan biasanya kami yang berbelanja Mi?" tanya Afnan Kembali.


"Kebetulan Abi sedang ada waktu senggang sayang, oh ya Nana mana? ini sudah Umi belikan Nasi bakar pesanan nya.


"Sedang mandi Mi," jawab Afnan sembari mengangkat Twins dari kereta dorong nya, lalu membawa mereka duduk di ruang Tv.


"Oh, ya sudah! Umi siapakan saja di meja makan," ucap Umi. Lalu menyiapkan nasi bakar dan lauk pauk nya yang juga Umi beli. Tak lama Hasna keluar dari kamar, sudah terlihat segar sehabis mandi.


"A'a dan Dedek sudah pulang! Waah senang yah di belikan mainan baru oleh Aba dan Umma?" ucap Hasna lalu ia kecupi pipi gembil kedua Anaknya.


"Sayang, Byby mandi dulu ya!" bisik Afnan karena ia malu jika Umi mendengar. "Iya By, silahkan. Handuk dan pakaian ganti sudah Nana siapakan," ucap Hasna.


"Terimakasih Sayang!" Afnan menarik gemas dagu Hasna. "Umi di dapur," ucap nya lagi.


"Ada Umi? ya sudah Biyya mandi dulu." ucap Hasna, Afnan pun berlalu ke kamar untuk mandi. "A'a dan Dedek, Mimma tinggal sebentar ya, lihat Umma," ucap Hasna. "Ja," Afsha mengangguk dan nyengir. Afkha tak menjawab ia sibuk dengan mainan barunya. "Buumm..


bumm..nguung," itu yang keluar dari mulut Afkha.


"Umiii," pekik Hasna seraya bergelayut manja di lengan Umi yang masih sibuk menata makanan di piring. "Sayang, Umi mengganggu kalian yah? tanya Umi, menoleh sekejap mengecup kilas kening Hasna di sela kesibukan nya.


"Tidak koq Umi," jawab Hasna malu, melingkarkan tangannya pada perut Umi dan membenamkan wajahnya di bahu belakang Umi. Umi hanya tersenyum, ia sudah dapat menebak apa yang terjadi dengan Anak dan mantunya baru saja. "Ya sudah! ini sudah selesai. Ini bubur untuk Twins sayang, tadi A'a Kha menunjuk bubur. Makanya Umi belikan."


"Iya Mi, nanti Nana suapi," jawab Hasna, sembari menyendok nasi bakar yang baru Umi hidangkan lalu menyuapkan ke mulutnya.


"Masya Allah, enak sekali Mi," pekik Hasna. "Ya Syukurlah kalau enak," jawab Umi.


Afnan juga ikut nimbrung di meja makan, setelah ia selesai mandi. "Mau dong sayang," ucap Afnan membuka mulutnya dan Hasna menyuapi nya. "Mmm.. Alhamdulillah enak Mi," ucap Afnan.


"Ya sudah, kalian teruskan ma'em nya. Umi Kembali ke rumah ya, kasihan Dedek Arsya hanya di temani Abi," pamit Umi.


"Loh memang, Neng Lilin dan utun berjenggot kemana Mi?" tanya Afnan.


"Mereka sedang kencan, katanya hendak berkemah di Villa yang baru. Baru saja berangkat! tadi kami berpapasan di jalan," jawab Umi.


"Walah, utun berjenggot nyolong start, kita juga kencan yuk sayang, nyusul utun berjenggot," ucap Afnan pada Hasna. "Apa sih By, biarkan saja mereka ya Mi? ini A'a dengan Adiknya Selalu begitu deh, saingan dalam hal kencan berkencan," ucap Hasna manyun.


"Hehe, ya sudah kalian menyusul saja sana! A'a dan Dedek Twins, antar saja ke rumah. Setelah ma'em bubur dan mimi, biar Umi yang mandikan mereka, kalau hendak berangkat lebih baik sekarang, nanti keburu Maghrib," ujar Umi.


"Baik Umi, kita ma'em dulu, terimakasih Umi Sayang, surganya A'a," Afnan memeluk perut Umi dari samping dan mengecup pipi Umi dan Umi mengacak lembut rambut Afnan.


"Padahal habis mandi basah! masih saja ingin kencan," ledek Umi tersenyum dan berbisik pada Afnan saat ia pegang rambut Afnan masih setengah kering.


"Hehe Umi.." Afnan tersipu. "Ya sudah Umi pulang ya," ucap Umi.


"Iya Mi," Setelah melepaskan diri dari pelukan Afnan dan membelai lembut pipi Afnan Umi berucap salam lalu ia kembali ke rumah utama.


--


Hasna sudah selesai menyuapi bubur pada Afkha dan Afsha. "Sayang, ayo Ma'em dulu sebelum Maghrib! selesaikan dulu apa yang sekiranya nanti mengganggu ke khusyuk an Sholat," panggil Afnan.


"Baik By," tukas Hasna. "A'a Kha dan Dedek Sha, jangan nakal ya, Mimma dan Biyya ma'em dulu," pamit Hasna pada Twins A.


"Mam..mam, ijja," ucap Afsha. "Maa..aa..


maahh," timpal Afkha. Hasna tersenyum gemas lalu ia kecupi keduanya. Setelah itu Hasna menghampiri Afnan di meja makan.


"By.."


"Ya sayang?"


"Memang cara kita ber Khusyuk Ibadah itu bagaimana By?" tanya Hasna yang mulai menyuapkan makanan nya.


"Khusyuk adalah kosongnya hati dari hal-hal yang melalaikan dari ingat kepada Allah SWT. Tegasnya, hati dan pikiran kita terfokus hanya kepada Allah SWT, tidak kepada selain-Nya sayang,"


"Dengan cara membebaskan diri dari semua kesibukan hati dan masih mengingat sesuatu, yang akan membuat diri kita lupa kepada Allah SWT. Termasuk lapar itu akan menyibukkan hati dan otak mengingat makan,maka dari itu dahulukan makan sebelum Sholat walaupun Adzan sudah berkumandang. agar konsentrasi dalam ibadah tidak memikirkan urusan perut. Namun tentunya jangan bertele-tele dan berlebihan agar tidak mengakhiri waktu sholat dan mengantuk," jawab Afnan.


"Ouh, iya juga yah By."


"Ada kisah tentang Rosulullah SAW sayang," ucap Afnan kembali.


"Shollu ala Nabi," timpal Hasna.


"Diriwayatkan, pada suatu hari sehabis sholat berjamaah, Rosulullah berdiri begitu saja dengan tergesa berjalan di antara para sahabat, lalu masuk ke dalam kamar Istri beliau, dan hal itu membuat para sahabat terkejut, bukan hal pernah di lakukan Rosulullah, karena biasanya beliau berjalan dengan tenang dan perlahan."


"Setelah keluar dan melihat para sahabatnya itu terkejut, Rasulullah SAW pun menenangkan para sahabat. Beliau memberitahukan hal ihwal yang membuatnya tergesa-gesa seraya bersabda, "Aku ingat sepotong emas dan aku tidak ingin hal itu menahanku (menggangguku dan membuyarkan konsentrasiku dalam tawajuh/menghadap kepada Allah SWT) maka aku menyuruh untuk membagi-bagikannya."


"Sepenggal kisah di atas memberikan pelajaran yang sangat penting kepada kita sayang, berkaitan dengan cara membuat diri kita khusyuk ketika ber-tawajuh (menghadap) Allah. Yakni, dengan cara membebaskan diri dari semua kesibukan hati yang membuat diri kita lupa kepada Allah SWT." ucap Afnan.


"Kekhusyukkan merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati dan landasan utama tegaknya sholat dan zikir. Ketika seseorang memiliki kekhusyukan maka ia akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Alquran surah al-Ahzab (33) ayat 35." lanjut Afnan.


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ


اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَا لْمُسْلِمٰتِ وَا لْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ وَا لْقٰنِتِيْنَ وَا لْقٰنِتٰتِ وَا لصّٰدِقِيْنَ وَا لصّٰدِقٰتِ وَا لصّٰبِرِيْنَ وَا لصّٰبِرٰتِ وَا لْخٰشِعِيْنَ وَا لْخٰشِعٰتِ وَا لْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَا لصَّآئِمِيْنَ وَا لصّٰٓئِمٰتِ وَا لْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَا لْحٰـفِظٰتِ وَا لذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا


innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi'iina wal-khoosyi'aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a'addallohu lahum maghfirotaw wa ajron 'azhiimaa


"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."


(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35).


"Untuk itu, sebelum kita menghadap (tawajuh) kepada Allah SWT, selesaikan terlebih dahulu urusan-urusan yang kiranya dapat mengganggu konsentrasi kita. Buang hal-hal yang dapat membuyarkan konsentrasi kita ketika akan bertawajuh (menghadap) kepada Allah SWT." Hasna setia menyimak.


"Selain itu, senantiasa berdoa kepada Allah agar kita terhindar dari hati yang tidak khusyuk dan bisa meraih kekhusukan sebagaimana doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada kita, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim)." tutur Afnan.


"Perlahan sayang, makan juga harus pakai adab seperti halnya Sunnah Rosululloh," ucap Afnan.


"Bisa tolong di jelaskan By?" tanya Hasna. "Di episode berikutnya nya ya sayang, kan sekarang kita akan pergi," ucap Afnan.


"Yaaah Byby," terdengar nada kecewa dari Hasna. Afnan hanya tersenyum manis. Hingga Afkha dan Afsha menghampiri mereka.


"Bbbii..yaa..yaaahh," ucap Afkha yang menyodorkan mainan mobil mobilan nya pada Afnan. "Ada apa A? ini mobil mobilan nya kenapa?" tanya Afnan.


"Ca..ca," jawab Afkha. "Iyiih, yii," timpal Afsha. "ouuhh mobilannya, rusak? mari Biyya bantu betulkan," ucap Afnan.


"Mimma sayang, Biyya kan sudah ma'em nya. Bantu A'a dan Dedek betulkan mainan nya dulu yah di teras belakang," pamit Afnan.


"Iya Biyya," jawab Hasna. Afnan pun sudah berada di teras belakang dengan kedua Anaknya. "A'a dan Dedek main berdua dulu ya, Biyya betulkan mainan kalian, tapi ingat! tidak boleh turun ke kolam ikan lagi, kasihan nanti ikan ikan nya mati sayang," pesan Afnan, saat kedua Anak nya mulai berlarian di taman berumput. "Ja" sahut Afsha.


Sepuluh menitpun berlalu. Afnan baru sadar tak mendengar celotehan kedua Anaknya saat sudah selesai membetulkan mainan. "A'a..Dedek..Kalian di mana?" panggil Afnan. Berbarengan dengan Hasna yang baru saja dari dalam.


"Memangnya A'a dan Dedek kemana By?" tanya Hasna yang mendengar Afnan memanggil kedua Anaknya. "Tadi main di sini, tapi koq tiba tiba suaranya hilang sayang," ucap Afnan.


"Seperti nya ada yang membuat mereka terlena By, kala sudah tak bersuara." ujar Hasna. "Apa Sayang?" tanya Afnan. Hasna menaruh jari telunjuk pada bibir nya, sebagai isyarat agar Afnan tak bersuara.


Lalu Hasna menarik tangan Afnan, berjalan perlahan lebih mirip Mengendap. Mereka menuju kolam ikan kecil. "Astagfirullah.. mereka Santuy di situ," ucap Afnan saat melihat kedua Anaknya sedang duduk di dalam kolam ikan yang tak dalam itu.


"A'a dengan Dedek sedang apa? koq asik sekali berduaan?" tanya Hasna lirih. kedua Anaknya menoleh dan menyeringai. "Maamm..mmaa..itan..hihi," ucap Afsha. maksudnya ( Mimma, ikan). Tangan Afkha sibuk menangkap ikan hias walaupun tak ada satupun yang tertangkap.


"Masya Allah, kalian pintar sekali sih A'a dan Dedek! tadi kan sudah Biyya pesan tidak boleh masuk kolam ikan lagi, loh malah berendam di situ. Mandi yuk ganteng, Cantik," ajak Afnan. Afkha dan Afsha hanyalah tertawa lalu mereka berjingkrak dan terjatuh di dalam air, mereka asik tertawa kembali.


"Kan kemarin Byby berkata, hendak membuat pembatas kolam, agar mereka tidak turun kembali," ucap Hasna. "Iya sayang, Byby lupa dan belum sempat cari tukang, ya sudah Mimma siap siap deh untuk kita pergi,ajak serta Dev, neng Elya dan Adrian. Agar seru sayang," ucap Afnan.


"Loh ini A'a dan Dedek?" tanya Hasna. "Biar Byby yang bujuk mereka agar mau mandi, nanti Byby yang mandikan. Mimma tolong siapakan saja pakaian mereka," jawab Afnan.


"Baiklah By," tukas Hasna, lalu ia masuk ke dalam rumah kayu menuju kamar dan Afnan dengan sabar serta penuh perjuangan membujuk anak anak super Aktif nya agar mau mandi.


Setengah jam sudah Afnan membujuk rayu kedua Anaknya agar mau naik kepermukaan. Hingga ia sendiri ikut turun ke dalam kolam ikan untuk menyelamatkan ikan ikan hias miliknya dengan memindahkan nya ke dalam ember.


Namun Afkha Seperti nya malah serasa di ajak main. Ia menyipratkan air ke wajah Afnan lalu tertawa terpingkal. "Awas ya A'a ngeledek Biyya nih, ucap Afnan lalu ia mengelitiki Afkha hingga terpingkal pingkal. Afsha yang melihat kakaknya di dalam pangkuan Afnan ia meraih bahu Afnan. "Bi..yaah, Aca.." ucapnya, entahlah apa maksudnya. Namun yang pasti Afsha ingin berada dalam pangkuan Afnan.


Hasna yang sudah rapi, tinggal mengenakan hijab pun, menghampiri merek. "By..Dev,kak Elya dan Adrian sedang menuju kemari, kita akan naik mobil Dev!" Hasna berkata sebari berjalan menghampiri mereka. "ya ampuun By... di pikir sudah selesai memandikan mereka, loh koq malah ikut ikutan masuk ke dalam kolam," ucap Hasna.


Afnan hanya menyeringai. "Belum, Mimma, habis A'a dan Dedek, masih ingin main," ucap polos Afnan yang terlihat menggemaskan. "Uuum kalian menggemaskan sekali sih," ucap Hasna berjongkok dan meraih pipi Afnan dan menarik nya perlahan. "Ya sudah ayo mandi, Dev keburu sampai lah By," ajak Hasna.


"A'a Kha ..Dek Sha! sudah yuk, mandi dulu. Nanti kalau kita tidak menuruti Mimma, bisa bisa e'e kuping pada loncat," canda Afnan.


"Biyya, mengajari Anak-anaknya yang tidak baik nih!" teriak Hasna. "Ahhah ampun Mimma," ucap Afnan yang sudah kenak jewer Hasna. Afnan menggendong kedua Anaknya menuju kamar mandi belakang dengan diiringi celotehan Twins.


---


Devano, Elyavira dan Adrian sedang di jalan dari villa Granny menuju ponpes untuk menjemput Afnan dan Hasna. Kebetulan Adrian memang sedang menginap di rumah Granny, sudah tiga hari lamanya, maka dari itu Devano tak perlu menjemput Adrian, malah Adrian yang mengemudikan mobil saat ini.


"Dev, gue pulang saja deh! Lo sih enak, sudah berpasangan. Nah gue jadi nyamuk di sana?" ucap Adrian. "Santai saja Yan! lo gak akan jadi nyamuk koq. Lagi pula cepat lo halalkan saja Ange," ucap Devano.


"Sudah kan Dev! lo tahu sendiri, perjuangan gue melamar nya, dan selalu berakhir penolakan, dengan alasan ingin lulus kuliah," ucap Adrian pilu. "Yaaa, gue tahu! sabar Yan, gue yakin Angela tak sekeras kepala itu koq," jawab Devano.


"Semoga Dev."


"Pih, Nai anteng tidak ya? Amih, tinggal?" Elyavira bersuara dari bangku belakang. "Insya Allah sayang, Nai anteng dengan Granny. Terlebih kan saat ini ada Mommy And Dad," mereka pasti akan bergantian merawat dan memanjakan nya," ucap Devano.


"Amih tak tega meninggalkan, Nai!" ucap Elyavira kembali. "Sesekali Amih sayang, hanya untuk satu malam saja, besok kita kembali. Lagi pula jarak Villa Granny ke villa Bang Dav Hanya 30 menit, kalaupun Nai nangis tak berhenti, kita kan dapat segera pulang ya sayang," ucap Devano menenangkan Elyavira.


Akhirnya mereka hening. Tak berapa lama mereka sampai di area ponpes, Devano, Elyavira dan Adrian pun memenemui Abi dan Umi terlebih dahulu, kebetulan Afnan sudah di rumah utama mengantarkan Afkha dan Afsha.


"Kami pergi Abi, Umi," pamit mereka. "Hati-hati ya," ucap Umi.


"A'a dan Dedek jangan nakal ya! Biyya dan Mimm pergi dulu, besok kembali. Ya sayang," pamit Afnan pada Twins, begitupun dengan Hasna. Twins seakan setuju, mereka hanya mengecup pipi Afnan dan Hasna. Lalu mengecup tangan kedua orang tuanya seraya tersenyum, kembali fokus pada mainan nya. Arsya yang melihat Afnan, justru sedikit merengek minta di gendong Afnan.


"Dedek Arsya, ingin di gendong Biyya Nan ya?" tanya Afnan dan Arsya membentangakan tangan nya. Lalu Afnan mengambil Arsya dari gendongan Umi dan menggendong nya sebentar seraya membujuknya ia ajak duduk Arsya sembari melantunkan sholawat Nabi dan membercandai Arsya hingga Arsya tertawa terpingkal. 10 menit akhirnya Arsya mau lepas dari gendongan Afnan dan berbaur dengan Twins yang sedang Asik bermain.


***


"Mereka Akhirnya berangkat, menuju Villa milik Ubaydillah.


Hampir masuk waktu Maghrib, mereka sampai di villanya Ubaydillah.



"Masya Allah, Villa nya Antik dan cantik By," pekik Hasna. "Iya Dek, sejuk lagi!" timpal Elyavira.


"Iya sayang, terlihat sederhana kan? rancangan si utun berjenggot ini," ucap Afnan. yang lainnya baru menginjakkan kaki di Villa Ubaydillah, namun tidak dengan Afnan, ia sudah beberapa kali pergi ke Villa ini.


"Ya sudah, ini belanjaan bahan untuk bakar ikan dan lainnya di bawa sekarang saja Bang?" tanya Devano pada Afnan. Rencananya malam ini mereka akan mengadakan kemah bersama di halaman dan di selingi bakar ikan serta ayam bentuk syukur untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.


"Bawa saja Dev, mari Abang bantu. Yang perempuan duluan saja!" pinta Afnan.


"Adrian bawakan sayuran nya Om," tawar Adrian. kini mereka sudah berada di depan pintu.


Took..took.. took..


Assalamualaikum... Assalamua'laikum


Ckleg, pintu pun terbuka, munculah Ubaydillah yang berbalut kain sarung hingga dada dan ia sampirkan kaos pada bahunya.


"Wa'alaikumsalam," ucap Ubaydillah seraya membuka pintu. "Loh kalian?" Ubaydillah nampak terkejut.


"SURPRISE ...."


teriak Devano dan Adrian.


Ubaydillah tambah terkejut di buat nya.


"Assalamualaikum Dedek nya A'a, kita ikut nimbrung kencan ya," ledek Afnan. "Bo-boleh, loh koq. Dek Nana, Neng Elya! Aaaa..masuk A! Ana ke kamar dulu!" Ubaydillah berteriak baru sadar, ia hanya mengenakan kain sarung yang di lilit hingga dada dan kaos sebagai penutup area belakang punggung nya.


Ahahahahah, Adrian dan Devano tertawa paling keras melihat tingkah Ubaydillah. Afnan, Hasna dan Elyavira pun ikut terpingkal pingkal.


"Anta sedang apa Dek? atau sedang main masak- masakan ya Dek? gak ada apron! maka kain sarung pun jadi, wakakak," Afnan masih saja meledek Ubaydillah dengan terpingkal mengingat wajah terkejutnya hingga ia masuk kedalam Villa.


"A'a bro kepo!" Terdengar teriakan Ubaydillah, membuat yang lain nya tambah menertawakan nya lucu.