Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 161. PENGANTIN LAWAS


"Sayang jangan marah dong, tolong.. pakaian itu bukan byby yang inginkan sayang sungguh!" seru Afnan membujuk Hasna.


Lalu Hasna duduk di samping tempat tidur, masih dengan selimut menutupi tubuh nya, dan ia meraih tangan Afnan untuk mendekat padanya, lalu denga hanya menatap wajah Afnan, ia buka kancing kemeja Afnan satu persatu hingga terbuka semua, lalu ia melepas nya dan kini tinggal t-shirt putih sebagai dalaman dari kemeja , Afnan yang sudah merasa kalah serta gagal membuat kejutan di bagian akhir ia hanya pasrah mengikuti apa yang sedang di lakukan istrinya.


"Byby mandi sana, Nana pinjam kemeja byby saja" ucap Hasna sembari mengenakan kemeja milik Afnan dan ia hanya menarik bagian depan kemeja tanpa mengancingkan nya, ia mengatupkan kedua sisi agar tubuh bagian depan tertutupi, Afnan meraih nya dan ia kancing kan satu persatu hingga selsai, "Sayang baju byby mungkin kotor dan bau" ucap Afnan, "Tidak by, tidak kotor koq lagipula Nana suka pakaian yang sudah di pakai byby Nana suka wangi nya tubuh byby hehe" ucap Hasna menyeringai.


"Ya sudah kalau sayang mau nya begitu, maafkan byby ya kejutan part terakhir nya gagal" ucap Afnan.


"Iya byby sayang, sudahlah tidak mengapa, lagi pula apalah arti sebuah gaun atau baju, toh nanti juga akan byby lepas hihi" ucap Hasna tersenyum geli akhir nya.


"Ya sudah byby mandi dulu, kamu jangan bobo loh ya, kan kita mau pengantinan lagi" pinta Afnan.


"Iiihh byby masih saja genit, dan mesum nya gak sembuh juga nih, tak malu ya dengan twins nih?" ucap Hasna menunjuk perut nya.


"Ya memang salah jika genit dan mesum dengan istri sendiri, lagi pula penyakit genit ke istrinya sudah akut, obat nya hanya kamu yang akan dapat menyembuhkan nya, masalah twins gampang Nanti twins suruh bobo dulu biar tak mengintip hehe" ucap Afnan tertawa kecil.


"Uuu Biyya cukup!! sana cuci otak nya" teriak Hasna lalu ia me lempar bantal kearah Afnan dan Afnan menangkap nya, " Terimakasih bantal nya ya, Biyya mau nyontoh Mimma berdemo dan bobo di bathtub, Afnan berlalu ke kamar mandi membawa bantal sembari tertawa.


" Ups serius tuh Biyya mau berdemo dan bobo di dalam bathtub?! "gumam Hasna.


Di rumah utama ponpes....


Ubaydillah dan Lintang masih tertidur di ruang keluarga, hingga mereka tak menyadari Abi dan Umi baru saja tiba dan masuk ke dalam rumah setelah sebelum nya mengucapkan Salam,


"Astagfirullah..." Ucap Umi,


"Ada apa Mi?" tanya pak Kyai yang baru saja sampai di ruangan itu, Karena tadi beliau membuka sepatu nya dahulu di teras


"Ini Bi, pengantin baru malah bobo di luar begini" sahut Umi,


"Bangunkan Mi, nanti mereka masuk angin, ini kan ruangan terbuka tuh angin kencang begini masuk dari taman belakang" pinta Abi, "Iya Bi... Dedek.. dek, Nak Lintang, Nak bangun koq bobo di sini nanti masuk angin" ucap Umi lembut, ia berusaha membangunkan mereka.


"Abi masuk ke kamar dulu ya Mi" pamit pak Kyai, "Iya Bi" jawab Umi lirih ,lalu membangunkan kembali Ubaydillah dan Lintang, tak berapa lama Lintang terbangun, ia terduduk masih dalam kantuk dan belum sepenuh nya sadar.


"Ya Allah, saking Rindu nya dengan Umi, sampai terbawa mimpi hehe" gumam nya, ia menunduk dan matanya terpejam, kantuk sangat amat menguasai nya, semalam Lintang tidak tidur hingga waktu shubuh tiba, ia sibuk menghabiskan waktu berdua menari India di atas kasur dengan Ubaydillah.


"MasyaAllah, hehe ngantuk sekali rupanya putri Umi yang satu ini" gumam Umi mengekeh lucu.


"Sayang ini Umi sungguhan" ucap Umi sembari menepuk bahu Lintang perlahan.


Lintang tebelalak "Astagfirullah... Umi" pekik nya " Iya ini Umi" ucap Umi lembut, "maafkan Lintang Umi, habis Lintang masih terasa mimpi, Lintang berdiri dan mengecup tangan Umi serta memeluk nya.


" Tidak apa apa sayang" ucap Umi.


"Umi baru tiba?" tanya Lintang


"Iya sayang, baru saja tiba" jawab Umi.


"Lintang buatkan minuman ya Umi, mau di buatkan minuman apa?" menawarkan diri.


"Terimakasih sayang, tapi tidak perlu ya, Umi sudah banyak minum di jalan, dan sekarang ingin istirahat dulu" ucap Umi.


"Oh bgitu, baiklah.. Umi istirahat saja, pasti Umi lelah" ucap Lintang.


"Iya sayang, lelah sekali, ya sudah Umi ke kamar ya, o ya sebaiknya bangunkan suamimu sayang, suruh pindah ke kamar bobo nya" ucap Umi tersenyum dan pamit lalu berlalu masuk ke dalam kamar.


Lintang membangunkan Ubaydillah dan mengajak nya pindah ke kamar, Ubaydillah berhasil di ajak pindah ke kamar dengan kantuk nya hingga tertidur kembali di dalam kamar.


Kembali ke kamar Hotel, di mana siang ini seperti nya Afnan gagal total menari Black pink bersama Hasna di dalam kamar yang bertabur kelopak mawar, Karena setelah Afnan kembali dari kamar madi, ternyata Hasna tertidur, "Hehe Mimma nya bobo twins" ucap Afnan pada perut Hasna seraya mengelus dan mengecup nya, dan Karena Afnan tidak mengantuk maka ia mengambil pakaian ganti dari lemari yang sudah di persiapakan, dan setelah rapih ia keluar kamar mencari pak Wiranata Ahmad, dan kini Afnan sudah berada di rungan pak Wiranata yang pintu nya terbuka.


"Assalamu alaikum pak Natta" sapa Afnan.


"Waalaikum Salam, pak Afnan masuk pak" tawar Wiranata, saat ia melihat berada di ambang pintu yang terbuka dan mengucap Salam.


"Ada kendala pak?" tanya pak Natta, dan mengajak Afnan duduk di sofa.


"Astagfirullah pak, maaf pak, saya tidak tahu yang tadi mengambil sekretaris saya, dan yang meletakkan nya room gilrs Pak" ucap pak Nata.


" Tidak apa apa pak, kalau saya boleh minta tolong, tolong bawakan kembali yang seperti di gambar ini pak" Afnan menyodorkan ponsel nya memperlihatkan foto yag ada pada ponsel nya.


"Oh tentu saja pak, sekarang pak Afnan tunggu saja di kamar, sebelum maghrib pakaian ini akan tiba, saya pastikan telah steril pak dan InshaAllah saya jamin kali ini tidak akan salah Karena saya yang akan mengambil nya langsung" tutur pak Natta.


"Baiklah pak, maaf saya merepotkan, dan saya kembali ke kamar ya, karena saya meninggalkan istri saya seorang diri" ucap Afnan.


"Oh tidak sama sekali pak tidak merepotkan, maaf mengenai pakain yang tadi, itu murni kelalaian saya pak" ucap pak Natta.


"Sudahlah pak Natta saya pamit ya, Assalamu a'laikum"


"Waalaikum salam".


Kini Afnan sudah kembali ke dalam kamar di dalam hotel, ia merasa ikut mengantuk,saat melihat Hasna masih terlelap, dan akhir nya Afnan ikut tidur memeluk Hasna.


Di rumah utama area Ponpes...


Ubaydillah sudah mandi dan segar kali ini ia sedang meminum kopi, sambil menunggu Lintang selsai berpakaian.


"Yang ayo masih lama ya?" tanya Ubaydillah.


"Sudah Yang" lalu Lintang keluar dari kamar mandi dan kini ia mematut dirinya di cermin besar, dan setelah ia rasa cukup, maka ia menghampiri Ubaydillah,


"MasyaAllah cantik nya istri ku" ucap Ubaydillah, membuat Lintang tersipu, Lintang menuggunakan hijab segitiga yang ia bentuk dan gamis berwarna pink, terlihat cantik.


"Terimakasih Yang, ya sudah ayo berangkat Yang Dav, Lilin sudah tak sabar ingin tahu siapa siapa saja tenaga pengajar yang baru" ucap Lintang.


" Ya sudah ayo" ajak Ubaydillah.


Kini mereka sudah berada di kantor sekretarit pesantren untuk mengumumkan hasil siapa saja yang di terima sebagai pembimbing yang baru, 9 orang dari 17 orang pelamar yang memenuhi kandidat dan di terima bergabung sebagai guru pembing di pesantren Hubbul Whathan Minal Iman.


"Terimakasih bagi yang sudah melamar dan maaf jika anda harus pulang, bukan tidak bagus namun memamg kuota yang kami butuhkan terbatas, sebagai cendramata maka kami telah menyiapkan kan bingkisan yang dapat di ambil di kantor humas," ucap Ubaydillah dan di sambut ucapan" "Terimakasih kembali Ustadz " jawab mereka serempak.


Dan untuk para kandidat yang lolos maka mereka langsung mendapat kan tempat tinggal di building khusus tenaga pendidik, ELYAVIRA adalah salah satu tenaga pendidik yang keterima , kini mereka sebagai calon tenaga pendidik sedang mengikuti arahan dari pihak humas, apa apa saja peraturan yang ada di ponpes.


Waktupun berlalu tak terasa sudah ba'da Isya, dan di hotel... Afnan serta Hasna baru saja selsai sholat Isya berjamaah dan di lanjutkan dengan makan malam, setelah makan malam selsai ia memberikan bingkisan kepada Hasna.


"Apa ini By? " tanya Hasna.


"Buka saja, Nanti sayang akan tahu" ucap Afnan seraya memeluk Hasna dari belakang.


Masih dengan Afnan di belakang nya, ia buka bingkisan itu dan ketika ia keluarkan ternyata itu lingerie berwarna maroon dan tidak terlalu vulgar, percis seperti di foto yang pernah Afnan tunjukan, Hasna tersenyum lega, "By ini jaring laba laba itu?" tanya nya.


"Iya sayang, kamu suka?" tanya balik Afnan


"Nana suka by kalau yang ini, Terimakasih" ucap Hasna.


"Alhamdulillah kalau kamu suka, kenakan lah sayang" pinta Afnan.


"Iya by, tunggu sebentar Nana kenakan ini dulu" pamit Hasna dan berlalu ke kamar mandi, Afnan menanti dengan setia di atas sofa, ia sudah mengenakan pyama terlebih dahulu, tak berapa lama Hasna keluar dari kamar mandi, "MasyaAllah sayang kamu tambah cantik mengenakan itu" pekik Afnan senang, dan tanpa menunggu Hasna yang menghampirinya, maka ia yang menghampiri Hasna, setelah berhadap-hadapan dengan Hasna, Afnan mengecup kening Hasna, mengangkat tubuh Istri nya dan membawanya ke atas kasur yang sudah di hias bunga mirip kamar pengantin, "Sayang anggaplah ini malam pengantin kita, malam yang tidak dapat kita rasakan dulu, maka aku akan menggantinya malam ini, nikmatilah sayang, Istriku... pengantinku, menarilah bersamaku malam ini" bisik Afnan sembari mencumbu Hasna.


"Iya suamiku pengantinku juga, PENGANTIN LAWAS, ahahha" di balik kata kata romantis dan kamar pengantin hasil rekayasa Afnan, justru Hasna malah merasa lucu mendengar nya.


"Aduuuuhh sayaaanng byby sedang romantis ini, koq malah tertawa, nakal kamu nih, awasss yaaa" protes lembut Afnan lalu mulai mengerjai Istri nya.


"Aw, augh, byy ampuunn pelan pelan dooong"


dan Selanjut nya ada di fikiran Andah, tentang jaring laba laba dan si pengguna ... 👉Hayoo fiktooorr deeehh 😾 🙈


******


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍, mampir juga yuu di SC (satpam cintaku) 👌👍💞