
Malam hari ba'da Isya,, Umi dan Abi baru saja pulang dari acara tasyakuran pernikahan putri dari sahabat mereka.
"Assalamua'laikum" ucap Abi dan Umi Memang mereka seperti itu baik Ada orang ataupun tidak di dalam rumah, karena berucap salam itu bagi umat muslim hukumnya nya adalah wajib apalagi ketika masuk rumah, Insya Allah ada Malaikat di dalam rumah yang akan siap menjawab salam kita.
Karena salam merupakan doa, baik bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarkan.
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۚ
"Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya), yang artinya juga memberi salam kepada dirimu sendiri” (QS an-Nur [24]: 61).
Jika untuk tamu maka ini sangat amat penting. Betapa pentingnya meminta izin sebelum memasuki sebuah rumah yang bukan milik sendiri. Cara ini merupakan salah satu kaidah dalam bersilaturahim. Dan, begitu indah akhlak seseorang yang selalu mengawali ucapan salam kepada siapa pun yang ditemuinya.
وعن أَبي أُمامة صُدَيِّ بن عجلان الباهِلِي قال: قال رسولُ الله إنَّ أَوْلَى النَّاس باللهِ مَنْ بَدَأهم بالسَّلام
“Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah mereka yang memulai salam.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Selain itu, beberapa kaidah salam yang baik adalah bagi orang yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki. Pejalan kaki memberi salam kepada yang duduk. Orang yang lebih muda memberi salam kepada yang lebih tua. Mereka yang kuat memberi salam kepada yang lemah.
Dan, bagi yang kaya memberi salam kepada yang miskin, begitu seterusnya. Jika seperti itu, secara sendirinya akan mengurangi sifat thagha dalam diri setiap Muslim, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah.
dan apakah itu sifat Tagha. sifat Tagha adalah sifat melampaui batas,Memiliki ilmu sedikit merasa sudah paling ahli, sementara orang lain dianggap bodoh. Menduduki jabatan tertentu merasa diri lebih unggul derajatnya dari orang lain.
“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.” (QS. An-Naba (78) : 21-22).
Sikap tagha sesungguhnya mewarisi karakter asli Fir’aun, dan indikator orang yang menutup diri dari kebenaran (kafir)
Thagha Hanya Milik Allah Swt
Keagungan adalah sarung-KU, kesombongan adalah pakaian-KU, maka siapa yang merebutnya dari-KU niscaya Aku akan menyiksanya.” (HR. Muslim).
"wa'alaikumsalam," jawab Ubaydillah dari dalam.
"Loh Dek, koq Dedek tidur di sini mengapa tidak di kamar?" tanya Umi
"Biasa Mi, Dedek di usir Lintang," ucap Ubaydillah
"Astagfirullah," ucap Umi dan Abi bersamaan.
"Coba di cek Mi, Neng Lilin gelagatnya seperti orang sedang mengandung, coba di test pack Mi, mungkin saja betul-betul hamil," ucap Abi Kyai. menyarankan agar Lintang di test pack.
"Aamiin ya mujibassailin,"
(Kabulkan wahai Yang Maha Mengabulkan (Allah SWT).jawab Ubaydillah
"Iya Bi, biar besok di cek dengan Dedek, test pack nya masih ada koq, yang dulu untuk Nana tidak terpakai," ucap Umi
"Ya sudah Mi, Abi ke kamar ya sudah lelah sekali rasanya," pamit Pak Kyai pada Umi
"Utun Abi ke kamar dulu," pamit pak Kyai pada Ubaydillah
"Oh ya Bi silahkan, Selamat istirahat Abi sayang," ucap Ubaydillah. walaupun ia sudah menikah, namun sifat kemanjaannya terhadap Abi Kyai tidak serta merta menghilang.
"Na'am,,Syukron utun sayang!" timpal pak kyai.
"Afwan," jawab Ubaydillah.
"Sebentar ya Dek,Umi carikan test pack yang dulu Umi simpan," ucap Umi.
sementara Abi Kyai masuk ke dalam kamar, sedangkan Umi Kyai mencari test pack yang dulu ia simpan.setelah test pack itu ia dapat lalu ia menghampiri Ubaydillah kembali.
"Dedek ini test pack nya sudah ketemu,tolong besok pagi pergunakan ini untuk Neng Lilin. Ingat untuk neng Lilin ya, bukan untuk air urin mu dek, nanti seperti dulu A'a mu, yang kamu ambil air urine nya bukan Nana," ucap Umi sambil mengekeh.
"Hehe Insya Allah tidak Umi,Dedek sekarang sudah mengerti!" timbal Ubaydillah mengekeh, ia pun merasa lucu saat mengingat kejadian itu.
"Ya sudah besok pagi test pack itu sudah harus digunakan. Umi tunggu laporannya ya sayang! sekarang Umi istirahat dulu," pamit Umi Kyai.
"Asiap Umi sayang, besok pagi-pagi dipastikan sudah ada di tangan Umi," ucap Ubaydillah menyeringai. kini ia merasa lega sepertinya memang ini solusi dari keanehan Lintang dalam beberapa hari ini. Dan ia sudah tidak sabar menunggu besok pagi.
"Dek kamu jangan tidur di sini. Di kamar lain saja,nanti masuk angin di sini dingin!" ucap Umi Kyai mengingatkan.
"Tidak Mi,biarkan saja Dedek di sini, mendekati pintu kamar. Biasanya tengah malam nanti, Neng Lilin akan terbangun dan mencari Dedek," sanggah Ubaydillah
"Ya sudah, pakai selimut yang tebal dan pakai jaket juga ya, jangan tidur dibawah! tidurlah di atas di sofa!" ucap Umi. ia begitu perhatian. dan merasa khawatir terhadap anak paling bungsu nya itu.
"Iya Umi sayang, terima kasih," ucapan Ubaydillah.
"Sama sama sayang," ucap Umi. setelah pamit pada Ubaydillah, Umi pun masuk ke kamar menyusul Pak Kyai.
Ubaydillah tertidur di atas sofa yang ditarik mendekati pintu kamar. Namun ia tidak betul-betul tidur karena takut Lintang memanggilnya dan ia tidak mendengar.
Di kamar Afnan,,
"By,,besok bagian Nana kontrol Twins utun loh ke dokter Anne, Byby ada waktu tidak untuk menemani?" tanya Hasna. saat ini ia sedang membantu Afnan mengganti pakaian Koko dengan stelan piyama, setelah pulang dari Masjid shalat Isya berjamaah.
"Oh iya byby lupa sayang, Maaf sepertinya byby tidak dapat menemani. Lalu bagaimana? besok baby harus ke tambak karena akan panen ikan. Biasanya mereka tidak akan memulai panen sebelum Byby datang," ucap Afnan.
"Tidak mengapa by, Nana bisa pergi dengan Umi bersama supir," ucap Hasna.
"Coba tanyakan pada Twins utun jika diantar dengan Unma nya mau atau tudak? nanti jika tidak bicara dulu, ngambek terhadap Biyya Twins nya ," ucap Afnan
"Byby tanyakan saja sendiri, kan yang berkepentingan Biyya, nanti jika Mimma yang tanya, twins utun nya tidak mau menjawab by," tukas Hasna
"Baiklah, mari sini," ajak Afnan. Lalu Afnan membawa Hasna duduk di sisi tempat tidur, dan ia berdiri menggunakan lutut ,berlutut di hadapan Hasna,lalu ia belai perut Hasna dan Ia letakkan telinganya di atas perut Hasna.
Lalu ia berbicara dan berbisik di atas perut bulat nya Hasna. "Twins,, sayang, besok kan kalian akan kontrol ke dokter Anne. Namun Maaf sekali sayang, Biyya tidak dapat menemani Twins, Nanti Twins bersama Mimma di temani Umma ya, keberatan tidak?" tanya Afnan pada calon buah hatinya melalui perut Hasna. Afnan memang ingin membiasakan dirinya berbicara dengan anak-anaknya, jadi saatnya nanti setelah anak-anaknya lahir akan terbiasa dengan segala perundingan perundingan. Agar mereka dapat mengerti hal apapun yang dihadapi orang tuanya.
"Yah kok tidak ada pergerakan Mimma?" ucap Afnan kecewa, karena tidak ada respon apapun dari dalam perut Hasna. Biasanya jika anak-anak nya mengerti, maka mereka akan bergerak.
"Mungkin alasan nya by, Coba deh alasannya di utarakan. Insya Allah mereka akan mengerti," tukas Hasna.
Tak berapa lama terlihat pergerakan yang cukup kuat mirip ombak dan meng gerinjal di dalam perut Hasna. Dan Hasna meringis menahan Linu akibat pergerakan dari anak-anaknya.
"Aahahah,, Linu By," tawa sumringah Hasna
"Tahan sebentar ya Mimma. Baik! Biyya sudah mengerti. Ya sudah sayang Twins bobo lagi, Kasihan Mimma nya merasa Linu, Maafkan Biyya sudah menggangu Twins ya," ucap Afnan saraya terus membelai perut Husna dengan lembut.
"Aduh ini masih kuat sekali loh By. Twins sudah! sudah ya sayang bergeraknya," pinta Hasna menenangkan anak anaknya, dengan ikut membelai perutnya di atas tangan Afnan.
"Berarti itu tandanya mereka setuju kan Mimma? tanya afnan
"Sepertinya iya By mereka setuju dan bahagia mungkin karena kita akan mendapatkan rizky dari hasil ekspor ikan ikan itu,makanya pergerakan nya sangat kuat," ucap Hasna.
"Ya sudah, bobo Ayo! besok Byby harus berangkat pagi-pagi sekali," ucap Afnan.
"Berangkat dengan Kak Ubay kan by?" tanya Hasna.
"Tergantung keadaan Neng Lilin sayang. Jika besok Neng Lilin tidak seperti Materai, menempel dengan kak Ubay. Mungkin Byby dapat berangkat bersama kak Ubay. kalau tidak Mungkin Byby akan mengajak Devano atau Adrian sayang. Pasti Abi tidak akan mengizinkan Byby berangkat seorang diri. Apalagi membawa mobil sendiri, karena itu jaraknya cukup jauh sayang, yang memakan waktu kurang lebih 2 jam dari sini dan di tangan Byby bisa hanya satu jam lebih sedikit," tutur Afnan menyeringai.
"Ya Byby sih, kalau sudah di balik setir tidak dapat mengontrol diri," ucap Hasna
"Iya maaf! lebih sering nya Byby khilaf sayang, hilang kendali jikalau tidak ada yang mengingatkan," ucap Afnan tersenyum.
"Itu maksudnya apa by? sampai suka lupa kalau sedang membawa mobil?" tanya Hasna
"Ya,, kepingin cepat sampai saja, agar Byby dapat mengejar pekerjaan yang lain hari itu. Dan bisa cepat pulang untuk istirahat," ucap Afnan.
"Uuumm begitu," ucap Hasna memanyunkan bibir nya seraya menganguk anggukan kepala."Ya sudah ,ayo bobo takut nya besok Byby kelelahan karena kurang tidur," ajak Hasna.
"Mari," ucap Afnan.
Akhirnya mereka pun beranjak ke tempat tidur dan tidur dalam saling berpelukan.
---------
keesokan paginya,,
Ubaydillah meminta Lintang untuk menampung air urine guna untuk di test pack. Tengah malam Lintang terbangun dan menangis saat Ubaydillah tidak ada di sisi nya, betul saja perkiraannya semalam, memang biasa nya sekitar tengah malam Lintang akan mencarinya dan mengajaknya untuk tidur bersama di dalam kamar. maka dari itu pagi ini dapat meminta air urin Lintang.
"Sayang tolong tampung air urine Ayang ya," pinta Ubaydillah sebelum mereka sholat Subuh.
"Untuk apa Yang?" tanya Lintang.
"Untuk merendam benda ini," ucap Ubaydillah memperlihatkan salah satu tespek yang belum ia buka.
Lintang pun bergegas ke kamar mandi,ia mandi dan berwudhu dan tak lupa ia tampung air urine yang di pinta Ubaydillah di wadah kecil.
"Nih Yang,, air Urine nya," kata Lintang saat baru saja keluar dari kamar mandi seraya menyerahkan air Urine pada Ubaydillah.
"Iya sayang, taruh di meja rias saja, A'a Dav mandi dulu ya," ucap Ubaydillah. setelah Lintang mengiyakan dan menaruh wadah kecil air urine itu di atas meja rias. Maka Ubaydillah pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi, dan Lintang bersiap-siap dengan mukenanya,karena ia pun akan ikut salat berjamaah ke Masjid.
waktu subuh pun berlalu,, Ubaydillah dan Lintang sudah kembali dari masjid sehabis Sholat berjamaah begitupun dengan Afnan, Pak Kyai dan Umi. kini mereka bertemu di ruang keluarga.
"Dek Sudah kamu gunakan tespek nya?" tanya Umi.
"Belum Mi, tadi kami buru-buru ke Masjid dan baru ditampung saja air urine nya.
"Ya sudah tolong ambil mari kita tes sama-sama," pinta Umi, Ubaydillah pun bergegas ke kamar mengambil sampel air urine yang tadi mereka tampung.
Lintang dengan setia menunggunya di sofa bersama Umi, sedangkan Abi masuk kembali ke dalam kamar. Dan Afnan pamit untuk naik ke kamarnya menemui Hasna.
Setelah Ubaydillah sampai di ruang keluarga, maka ia menyerahkan wadah air Urine itu pada Umi. Beserta tespack yang belum sempat ia buka.
"Bismillah,,"ucap Umi. lalu ia mencelupkan dua buah ujung tespek berbeda ke dalam air urine milik Lintang secara bersamaan.
Dan hasilnya,,,
1
وَاحِدٌ waahidun
2
اِثْنَانِ itsnaani
3
ثَلَاثَةٌ tsalaatsatun
Bismillahirrohmanirrohim,,,
"Dedek, Neng Lilin Lihat!" pekik Umi.
"Ini Artinya apa Mi?" tanya Ubaydillah dan Lintang dengan polos nya. karena waktu test pack milik Hasna. Ubaydillah tidak melihat hasilnya. jadi ya tidak tahu bentuk hasil tespack tersebut.
"Ini Artinya Kalian akan memiliki Bayi," ucap Umi antusias.
"Jadi Lilin hamil Mi?" tanya Lintang dan Ubaydillah bersamaan.
"Iya Neng Lilin hamil, Alhamdulillah," Ucap Umi. Telihat rona bahagia dari wajah Umi.
"Alhamdulillah," ucapan Ubaydillah dan Lintang bersamaan.
*******
terimakasih banyak sudah membaca, belum the end ya🤗