
Pukul 5:30 pagi.
Afnan sudah rapi dan sudah bersiap hendak pergi ke luar kota. Sebelum turun untuk sarapan, Afnan tersenyum dengan memandang Hasna sejenak.
Di Meja makan, saat sarapan.
"Nana enggak ikut sarapan?" tanya Ubaydillah karena melihat Afnan hanya turun seorang diri.
"Enggak! masih bobo syanteekk, Hehe" canda Afnan.
"Aaaiiihh Ustaadddzz! desye bisa ajjah iiikkhh gumuz," ledek Ubaydillah dengan bergaya ngondek.
"Apa coba, ngondek beneran loooh Dek." ledek Afnan balik.
"Aaiihh.... amitta bachaan (amit amit) tinta lahai,"( tidak) ngondek nya lagi Ubaydillah sambil cengar- cengir.
"Yee... malah cengar cengir sengaja." Ujar Afnan. Mereka pun pada akhirnya tertawa bersama.
"Ambu...Am- bu...," Panggil Afnan pada asisten rumahnya dengan nada lucu terdengar manja.
"Sumuhun (iya), Den!"Ambu menjawab panggilan Afnan
"Mbuu tolong buatkan teh manis untuk Nana! nanti biar A'a yang bawa sekalian naik," pinta Afnan kepada Art nya.
"Baik Den, sakedap,"
(sebentar) /sunda. ucap Ambu.
"Mangga!" (silahkan)/ Sunda
Tak berapa lama teh manis hangat pun siap.
"Nih Den teh nya, mau di buatkan apa sarapan nya?" tanya Ambu siti.
"Sumuhun Ambu! hatur nuhun cekap ie Mbu! nasi goreng dan telur dadar," Jawab Afnan. (Iya Ambu! terimakasih cukup ini saja) /Sunda.
"Dek sob. Ana naik dulu,"
pamit Afnan kepada Ubaydillah.
"Tafadhol A'a bro, Ana tunggu di depan." Balas Ubaydillah.
"Na'am." sahut Afnan, lalu ia berjalan menuju kamarnya dengan nampan berisi sarapan untuk Hasna.
***
Di kamar.
"Sayang, Sayang...bangun sebentar!" Afnan memanggil- manggil Hasna.
"Ummm." Yang Di panggil hanya bergumam.
"Sayang...Hai. Ayo buka matanya sebentar," pinta Afnan dengan lembut.
"Euumm... Ustadz ada apa siih? masih pagi! Nana masih mengantuk! kan sekolah nya nanti jam tujuh!" seru malas Hasna dengan suara yang bergumam.
Lalu Hasna pun memaksakan bangun dan terduduk malas, matanya ia berusaha buka namun tertutup lagi. Hasna menengadahkan wajah , sambil memajukan bibirnya manja.
"ya Allah lucu nyaaa...jadi gumush. Heehmmm," batin Afnan.
"Sayang... Aku hendak keluar kota, mungkin pulang malam! kamu baik-baik ya di rumah, pulang sekolah, jangan keluyuran, kalau butuh apa-apa minta tolong pada para Ambu." Ujar Afnan.
"Di rumah ini, ada empat Ambu. Atau kamu minta tolong ke Umi saja, jikalau kamu suntuk. Coba ikut kajian! di Area Mesjid, banyak jadwal kajian di luar sekolah, kitab ataupun kajian tajwid dan lainnya. Setelah pukul satu." lanjut Afnan.
"Atau kamu bisa ke Aula, banyak kegiatan di Sana, o yah kalau kamu suka dengan panahan, di lapangan belakang Aula tempat nya, nanti cari saja Ustadzah Asya Rahma, ada kegiatan berkuda juga. Kalau Ustadzah tidak ada di kantor nya, cari saja di gedung tempat tinggal para Guru pembimbing! Gedung Saffa no. 55." tutur Afnan lagi dengan berbagai macam pesan.
Yang diajak bicaranya, hanya mengangguk lemah tak berdaya, dengan matanya yang masih terpejam karena kantuk.
"Aaa...amm... Ustadz." jawab Hasna dengan mulut di buka lalu di tutup cepat, sembari mengangguk.
"Sarapan, sudah Aku siapkan, di atas meja dekat sofa, baju seragam kamu juga sudah di setrika oleh Ambu, Karena kusut pas tadi aku ambil dari koper, seragamnya Aku gantung di pintu kamar ganti."
(Afnan itu Suami apa Mak nya Hasna yuaa sih??๐ค ๐)
"Iya ustadz, terimaksih." jawab Hasna pelan.
"Ya sudah, aku berangkat,
Assalamua'laikum!" Afnan membalikan tubuhnya hendak pergi setelah mengucap salam dan tanpa interaksi lain lagi.
"Wa'alaikumussalam!" jawab Hasna.
Lalu...
"Ustadz...," panggil lirih Hasna. Ia masih di atas tempat tidur namun kini dengan posisi berdiri bertumpu pada lututnya.
Ia membentangkan kedua tangannya. Lalu Afnan membalikan badan, dan melihat posisi Hasna, Afnan kembali menghampiri Hasna, ia tahu bahwa Hasna ingin memeluknya. Afnan berdiri di samping tempat tidur berhadapan dengan Hasna, lalu Hasna meraih kedua tangan Afnan dan menggenggamnya.
"Cepat pulang! tidak ada yang Nana kenal di ponpes ini," ucapnya mirip rengekan sambil menengadah menatap wajah Afnan, terlihat pandangannya sendu dan menggemaskan.
"Heemm...Inshaa Allah." ucap Afnan sambil tersenyum.
Hasna melepaskan genggamannya, lalu menelusupkan tangannya di antara pinggang Afnan, dan melingkar kan tangannya pada pinggang Afnan, ia memeluk manja pinggang Afnan dengan erat, pipinya menempel pada dada Afnan, ia merasakan kehangatan dari tubuh suaminya itu.
"Hati-hati Ustadz," suara Hasna lirih.
"Iya sayang, Inshaa Allah. terima kasih." Afnan mengusap lembut kepala Hasna. Sebuah kehangatan luar biasa menyeruak di dalam dadanya dan mampu menumbuhkan bahagia, sepertinya saat ini bunga hati Afnan sedang bermekaran.
Afnan tidak menyangka ia akan mendapat pelukan hangat dari sang Istri, walaupun pada awalnya Hasna terlihat seperti tidak menerima kehadirannya. Namun dengan sikap Hasna yang di luar prediksi-nya, ini adalah awal yang sangat baik.
"Baiklah sayang, Kak Ubay sudah menunggu lama di bawah," ucap lembut Afnan, ia masih mengelus kepala dan rambut Hasna. Sebetulnya dengan posisi seperti ini, Afnan enggan sekali beranjak dan melepaskan pelukan itu.
"Iya Ustadz," Hasna melepaskan perlahan lebih ke enggan, tangannya dari pinggang Afnan, lalu ia menatap Afnan dan tersenyum manis.
"Pergilah Ustadz!"
"Ia sayang, ingat! jangan nakal. Hehe."
Afnan menjentikan telunjuk nya, menyentuh ujung Hidung Hasna.
"Enggak koq! janji, Hehe," Hasna tersenyum manja.
Cup
Afanan mengecup lembut dahi Hasna, kedua kelopak mata Hasna, ujung hidung Hasna, dan sekilas bibir Hasna.
"Ah!"
Hasna sedikit terkejut. sedangkan Afnan setelahnya memandang Hasna, ia menanti ekspresi perubahan wajah Hasna saat ia mengecup bibirnya. Tentu saja Hasna malu. Ini kecupan kali pertamanya. (eh kedua ding! itu kecupan pertamanya kan sudah Afnan curi semalam).
Dengan semburat malu Hasna mengecup punggung tangan kanan Afnan.
"Ustadz... Nana boleh membawa mahar Nana ke sekolah?" (Mobil sport). tanyanya.
"Mmm... memangnya tidak harus test drive, dahulu gitu?" tanya Afnan.
"Nana sudah terbiasa bawa koq, punya sahabat Nana yang di jakarta, baru beberapa bulan lalu, seperti nya masih lancar."
"O ya sudah, Hati-Hati! jangan ngebut!"
"Siiaaaapp Boss Ustadz, Hehe."
Afnan menarik dagu Hasna Karena gemas melihat kelakuan Istrinya itu.
"Ya sudah, Aku berangkat, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam...,"
Afanan pun meninggalkan kamar, pamit dulu kepada Abi dan Umi-nya, lalu menuju halaman, dan Ubaydillah sudah menunggunya di dalam Mobil.
"Ya ampun A'a bro, lama amir! ngapain dulu coba?" tanyanya pada Afnan penasaran.
Karena Ubaydillah melihat Afnan, masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sumringah.
"Ah anak kecil kepo... Hehe,"
"Haddeuh Ustadz. Bahasanya, jaman Now." mereka tertawa.
"Ayo jalan, ucap Afnan,"
Tak lupa mereka berdoa sebelum berangkat.
Doa keluar rumah,
ุจูุณูู ู ุงูููู ุชููููููููุชู ุนูููู ุงููููุ ููุง ุญููููู ููููุง ูููููุฉู ุฅููููุง ุจูุงูููู
"Bismillahi, tawakkaltu โalallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah."
Artinya:ย "Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."
Lalu Afnan dan Ubaydillah melanjutkan dengan Doa naik kendaraan darat,
ุณูุจูุญูุงูู ุงูููุฐููู ุณูุฎููุฑูููููุง ููุฐูุง ููู ูุงูููููุงูููู ู ูููุฑููููููู ููุงููููุข ุงูููู ุฑูุจูููุง ููู ูููููููุจููููู
Laten: "Subhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna."
Arti: "Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
***
Pukul 6 : 45. Hasna sudah bersiap berangkat ke sekolah. Ia sudah sarapan dan tidak lupa berpamitan pada Abi serta Umi.
Hasna menutupi kepalanya dengan topi, dan menutup wajahnya dengan masker kesehatan. Hasna berjalan cepat menuju garasi khusus di antara gedung tempat tinggal para Guru pembimbing.
Ia harus melewati dua gedung dari rumah utama, Abinya yang memberi tahu tadi, Hasna berusaha mempercepat langkahnya untuk segera berada di dalam mobil, agar tidak menjadi pusat perhatian.
Bajunya yang ketat walaupun sudah terpadu jacket ala barbie , dan roknya yang mengembang selutut pasti menjadi pusat perhatian santri di ponpes, Karena tampilannya berbeda dengan para santri yang pasti mengenakan hijab.
Namun...
Braakk!!!!
"Aawwshh..."
"Astagfirullah Al Adzim!!"
.
.
.
.
"Nah loh apaan tuh?"
Pokok na mangga di like, vote, rate, komentar-lah yang membahagiakan kangge Author๐คญ. ciieee gak faham yah? buka Kamus gih Readers gemez kesayangan ๐ค kamus jimbabwe ๐ค๐คฅ๐คชPermios! Wassalamu'alaikum.