Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 236. THE END


Mereka telah sampai di villa Granny.


"Mimma, Biyya!" sambutan hangat dari Twins A, saat melihat Afnan dan Hasan baru tiba.



"Biyya, Mimma... A'a Kha Lindu!"



"Biyya juga, Sayang!" jawab Afnan dengan suara yang keras.


"Ayuk Dedek, kita ke Biyya dan Mimma. Lali...main duyu-duyuan! yang campai duyuan, dapat Cun dari Biyya dan Mimma lebih dulu!" ucap Afkha.


"Iikhh, A'a Kha tidak begini. Jangan pegang tangan Dedek Sha, tolong lepas, lalinya cendiyi caja," pinta Afsha. Dan Afkha sudah melesat berlari menghampiri Afnan serta Hasna.



"A'a, Dedek! tidak boleh lari, nanti jatuh. Semua akan dapat Cun dari Biyya dan Mimma koq," ucap Afnan.



"Biyya Nan! Mom's and Dad's, Acha mana?" tanya Arsya.


"Ada sayang, sebentar lagi tiba, tuh mobilnya sudah terlihat, Dedek Achanya sini, mau Cun dari Biyya Nan dan Mimma Ana tidak?" tanya Afnan.


"Iya, sini Dek!"ajak Hasna.


"Hoyee cun Biyya Nan dan Mimma Ana, eh Dad's and Mom's juga cudah tiba," pekik Kegirangan Arsya.


***


Kini semua sudah berkumpul di ruang keluarga Granny yang luas. Di dalam sudah ada Daddy Dadrick, Mommy Aaralyn, Aby Kyai, Umi serta Ninen dan Kikinya Hasna.


"Alhamdulillah, kalian sudah berkumpul. Pasti kalian bertanya, mengapa Granny mengundang kalian kemari siang ini. Granny hanya ingin bersyukur diiringi doa kalian untuk usia pernikahan Granny dan Grandad yang ke 50. Ya mereka menyebutnya perkawinan Emas." Ujar Granny.


"Masya Allah, selamat ya Granny, Grandad," ucap Hasna dan Afnan.


"Terima kasih," ucap Granny dan Grandad.


"Selamat ya Granny, Grandad," ucap Devano, Elyavira, Ubaydillah dan Lintang.


"Terima kasih cucu-cucuku! Cicit-cicitku." Ucap Granny.


Mereka mengucapkan selamat satu persatu.


ALNAIRA.



Tak selang lama, terdengar sebuah mobil memasuki pekarangan. "Assalamualaikum All," suara khas dari seseorang yang Hasna dan Lintang kenal.


"ANGELA!" pekik Hasna, Lintang dan Elyavira .


"Hai, Nana, Lintang kak Elya! Hai Keponakan Aunty," sapa Angela pada Alnaira dalam gendongan Mommy Aaralyn. Angela baru saja bertemu wujudnya.


"Ange! Adrian galau tuh, dari tadi dia tidak mau bergabung dengan kami," ucap Devano.


"Sekarang dimana dia?" tanya Angela.


"Di atas," Jawab Devano.


"Aku pamit bertemu Adrian ya!" pamit Angela.


"Ajak mbok Piyem, Sayang," pinta Daddy Dadrick.


"Okay Dad!" Angela naik ke lantai dua di temani mbok Piyem.


"Assalamualaikum Ryan!" sapa Angela.



"He... Wa'alaikum salam," tampang Adrian tersenyum namun datar. "Ange, please pergi! aku tak ingin bermimpi dan berhalusinasi," ucap Adrian, menatap sendu Angela.



"Hai Ryan, kamu tidak sedang bermimpi. It' s me, Angela," ucap Angela penuh rasa haru. Hampir tiga tahun Angela dan Adrian LDR-an. Namun menurut Devano, Adrian orang yang betul-betul setia. Bahkan setelah beberapa bulan Angela tak dapat di hubungi, Adrian masih setia menunggu padahal yang suka dengan Adrian itu banyak.



"Alhamdulillah, akhirnya kamu kembali! Aku tidak sedang bermimpi kan Ange?" tanya Adrian. Angela membiarkan Adrian memeluknya.


"Tidak, Ryan Sayang! ini aku, sungguh aku Angela." Angela meyakinkan Adrian.


Setelah melepas rindu. Angela pun mengajak Adrian untuk bergabung dengan yang lain. "Mohon perhatian nya!" tiba-tiba suara Angela membuat semua terdiam.


"Tolong kalian menjadi saksi agar Adrian tidak merasa kecewa lagi terhadap ku, karena telah berkali-kali aku tolak, saat mengajakku menikah. Maka dari itu, saat ini aku hendak bertanya pada Adrian." Angela menghadap ke arah Adrian.


"RYAN... Apakah, tawaran menikah itu masih berlaku? dan apakah kamu, bersedia menikahiku?" tanya Angela mantap. Ekspresi Adrian hanya diam, ia tak percaya.



"Terima, Yan!" suara Devano membuat Adrian kembali dalam kesadaran seutuhnya.


"Ayo Yan, bilang iya," timpal Hasna semangat.


Adrian malah salah tingkah, "Ma-masih Ange! dan aku bersedia, serta siap menikahimu walaupun harus detik ini." akhirnya Adrian menjawab pertanyaan Angela dengan mantap.


"Alhamdulillah," ucap yang ada di ruangan itu.


"Tidak detik ini juga Adrian. kita harus melakukan persiapan, Angela ini cucu perempuan Granny dan Grandad satu-satunya. Harus melalui pembicaraan antar keluarga dulu ya Son!" ucap lembut Granny.


"He, he..Baik, Granny! Besok Adrian akan membawa orang tua Adrian untuk melamar Angela secara resmi." Ujar Adrian melirik pada Angela yang membuat Angela tersenyum malu.


"Alhamdulillah, itu kabar baik! mari kita lanjutkan bersantap hidangan," ajak Grandad.


Mereka pun akhirnya bersantap hidangan yang sudah tersedia dengan suasana hangat penuh perbicangan berfaedah.


****"


"A'a dan Dedek bobo ya Mim?" tanya Afnan di balik kemudi.


"Mereka bobo Biy," jawab Hasna.


"Mereka, kelelahan!" ucap Afnan. Tersenyum ke arah Afnan.


"Iya Biy, kalau sudah ada teman bermain, sampai lupa untuk bobo siang juga."


"Pulang ke rumah kecil saja ya! lima menit lagi sampai, kalau ke Ponpes masih butuh dua puluh lima menit," ujar Afnan.


"Bagaimana baiknya, menurut Biyya saja deh! Kalau Mimma sih ikut Biyya tersayang, mau ke lubang semut juga ikut!" celoteh Hasna tersenyum menggoda.


"Bentol dong, memangnya mau bentol-bentol together?" Afnan bertanya, sembari balik menggoda Hasna dengan noel dagu Hasna.


"Genit!" balas Hasna tertawa. Kalau bentol-bentolnya together sih tidak apa-apa, Mimma iklas, asal Biyya yang banyak bentolnya , Mimma Satu saja," Hasna tertawa.


"Waaah.. tetap tidak mau rugi." Afnan pun tertawa. Hamir sepuluh menit mereka sampai rumah kecil karena Afnan melajukan kendaraannya dengan kecepatan rendah, ia ingin menikmati waktu bersama Hasna.


"Tunggu di dalam mobil dulu, sebentar ya, Biyya nyalakan dahulu lampu-lampunya," pinta Afnan.


"Baik By," balas Hasna. Afnan bergegas masuk ke dalam rumah yang sudah dua bulan tak ia sambangi karena kesibukan, walaupun begitu akan ada petugas kebersihan yang ia kirim, untuk membersihkan rumah itu.


"Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis sholihin.


Artinya: "Keselamatan bagi kita semua dan hamba-hamba Allah yang baik prilakunya dan santun tutur katanya." ucap Afnan. Lalu ia masuk ke dalam dan menyalakan semua lampu.


"Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik." (QS. An Nur: 61).


Sedangkan mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorang pun di rumah tersebut tidaklah wajib. Namun, hanya disunnahkan saja.


Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,


"Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah "Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin (salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang sholeh) ( HR : Bukhari ).


Afnan kembali kedalam mobil. "Sudah, Biy?" tanya Hasna.


"Sudah, Mim!" jawab Afnan.


Lalu ia membawa mobil langsung masuk garasi dan setelah mobil terparkir rapi, ia mengangkat Afkha yang tertidur pulas dan Hasna mengangkat Afsha yang juga tertidur pulas.


Afnan dan Hasna meletakkan Twins di atas kasur Kamar mereka, lalu menyelimuti mereka. "Biy, Anak-anak bobo dengan kita yah!" pinta Hasna.


"Iya, Sayang," jawab Afnan dengan memeluk mesra Hasna dari belakang.


"Bersih-bersih dulu Biy," ajak Hasna.


"Mari, Mim!" Afnan mengangkat tubuh Hasna, menggendongnya ke kamar mandi. Lalu ia mengisi bathtub dengan air hangat, dengan sedikit sabun agar busanya tidak terlalu banyak.


"Berendam sebentar, Sayang!" ajak Afnan, dan Hasna menurut saja. Mereka beredam di dalam air hangat yang bertutup busa tanpa berbusana. Dengan tubuh Hasna duduk di pangkuan Afnan, ia sedang menggoda Afnan karena tongkat pusaka Afnan yang sudah berdiri kokoh tak juga di jamah oleh Hasna.


Namun, bukan Afnan kalau tak mampu mengalahkan Istrinya dalam segala hal, se-gahar apapun Istrinya, ia akan dapat menguasai dengan kelembutannya. Seperti saat ini, Afnan sudah membawa Hasna dalam tinju asmaranya sebanyak tiga ronde dengan waktu satu jam di dalam bathtub.


"Haaa...Nana, lemas By!" ucap Hasna, saat sudah berpakaian dan berbaring di atas kasur di sebelah Anak-anaknya.


"Hehe, satu ronde lagi pasti hilang lemasnya," goda Afnan.


"Tidak! dasar genit, Ustadz mesum," pekik Hasna.


"Mesum dengan istri sendiri pahalanya berlipat ganda." Goda Afnan dengan menaik turunkan alisnya.


"Alasan! Byby mau aku bogem ya?"


"Tidak koq Sayang, ampun Nyonya Al-jaris." Afnan bermimik takut. "ya sudah, bobo saja," ucap Afnan pada akhirnya, menarik Hasna ke dalam lekukan antara dada dan lengannya.


"By!"


"Ya, sayang!"


"Nana kan sudah bercadar, kelakuan Nana Sudah lebih baik. Nana juga sudah menjadi Ibu dan menikah dengan Byby sudah tiga tahun lebih. Tapi koq masih saja orang-orang terkejut ketika Byby memperkenalkan Nana, pada seseorang seperti halnya tadi siang, profesor kampus Nana," ucap Hasna.


"Terkejut, bagaimana Sayang?" tanya Afnan tak mengerti.


"Ya itu, saat berkata 'ISTRINYA USTADZ?' tuh begitu By, Nana kan ingin orang-orang kesannya biasa gitu, ketika berkata 'ISTRINYA USTADZ' tanpa penekanan dengan kesan ada tanda tanya di akhir kalimat.


"Ya memang apa bedanya sayang? dengan ada tanda tanyanya atau tidak? toh bagi Byby Sayang tetaplah yang terbaik, Insya Allah... Wanita Surga, Bidadari Dunia. Istri gemez nakal Sholehah, Ibu gaul agamis, dan cewek gahar beriman, jadi biarlah waktu yang menghapus tanda tanya di belakang ISTRINYA USTADZ itu, Sayang." tutur Afnan.


"Syukron katsiran By. Byby memang Imam Nana yang luar biasa. Hasna Aulia Zahrani UHIBBUKAFILLAH Hubby Afnan Al-Jaris,"


"Afwan Sayang, Hubby Afnan Al-Jaris UHIBBUKIFILLAH Zaujatii زوجتي Hasna Aulia Zahrani.


 


انتي حبيبتى انتي 


 


"Antii habiibatii anti


Engkaulah cintaku."


احبك مثلما انتي


"Uhibbuki mitsla maa anti


Aku mencintaimu apapun dirimu."


Ucapan Afnan membuat Hasna terharu dan menangis bahagia dalam dekapannya. Ia mengerti apa yang di ucapkan Afnan, karena Afnan sudah sering mengatakannya, yang selalu saja membuat hatinya meleleh bahagia.


Tangan keduanya saling bertautan. "Ya Rabb! bimbing kami agar menjadi dua insan penuh cinta dalam dekapan-Mu. Jadikan ini cinta segitiga yang seimbang agar bernilai ibadah. Cinta pada-Mu dari kami ya Rabb dan cinta kami berdua."



 


...~ THE END~...