
Setelah di luar ruangan, Hasna masih di dalam pelukan Afnan.
Tak ada yang bicara sepatah katapun, ruang tunggu itu hening, hanya suara gumaman Afnan melantunkan Asmaul Husna, namun masih jelas di telinga Hasna dan Devano yang duduk di dekat nya.
Allah Allah الله
الرحمن
1. Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih)
الرحيم
2.Ar Rahiim (Allah Yang MahaPenyayang)
الملك
3.Al Malik (Allah Yang Maha Merajai) /
(bisa diartikan Raja darisemua Raja)
القدوس
Al Quddus (Allah Yang Maha Suci)
السلام
As Salaam
(Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan)
المؤمن
Al Mu`min
(Allah Yang Maha Memberi Keamanan)
المهيمن
Al Muhaimin (Allah Yang Maha Mengatur)
العزيز
Al `Aziiz (Allah Yang Maha Perkasa)
الجبار
Al Jabbar
(Allah Yang Memiliki Mutlak Kegagahan)
المتكبر
Al Mutakabbir
(Allah Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran)
الخالق
Al Khaliq (Allah Yang Maha) Pencipta
البارئ
Al Baari`
(Allah Yang Maha Melepaskan)/(Membuat,Membentuk,Menyeimbangkan)
المصور
Al Mushawwir
(Allah Yang Maha Membentuk Rupa(makhluknya)
الغفار
Al Ghaffaar (Allah Yang Maha Pengampun)
القهار
Al Qahhaar
(Allah Yang Maha Menundukkan / Menaklukkan Segala Sesuatu)
الوهاب
Al Wahhaab
(Allah Yang MahaPemberi Karunia)
الرزاق
Ar Razzaaq
(Allah Yang Maha Pemberi Rezeki)
الفتاح
Al Fattaah
(Allah Yang Maha Pembuka Rahmat)
العليم
Al `Aliim
(Allah Yang MahaMengetahui)/(Memiliki Ilmu)
القابض
Al Qaabidh
(Allah Yang MahaMenyempitkan) /(makhluknya)
الباسط
Al Baasith
(Allah Yang MahaMelapangkan) /(makhluknya)
الخافض
Al Khaafidh
(Allah Yang Maha Merendahkan, (makhluknya)
الرافع
Ar Raafi`
(Allah Yang Maha Meninggikan, (makhluknya)
المعز
Al Mu`izz
(Allah Yang Maha Memuliakan, (makhluknya)
المذل
Al Mudzil
(Allah Yang Maha Menghinakan, (makhluknya)
السميع
Al Samii`(Allah Yang Maha Mendengar)
البصير
Al Bashiir (Allah Yang Maha Melihat)
الحكم
Al Hakam (Allah Yang Maha Menetapkan)
العدل
Al `Adl (Allah Yang Maha Adil)
اللطيف
30. Al Lathiif (Allah Yang Maha Lembut)
الخبير
Al Khabiir (Allah Yang Maha Mengenal)
الحليم
Al Haliim (Allah Yang Maha Penyantun)
العظيم
Al `Azhiim (Allah Yang Maha Agung)
الغفور
Al Ghafuur
(Allah Yang Maha Memberi Pengampunan)
الشكور
As Syakuur
(Allah Yang Maha Pembalas Budi, (Menghargai)
العلى
Al `Aliy (Allah Yang Maha Tinggi)
الكبير
Al Kabiir (Allah Yang Maha Besar)
الحفيظ
Al Hafizh (Allah Yang Maha Memelihara)
المقيت
Al Muqiit
(Allah Yang Maha Pemberi Kecukupan)
الحسيب
Al Hasiib
(Allah Yang Maha Membuat Perhitungan)
الجليل
Al Jaliil (Allah Yang Maha Luhur) / (besar/tinggi )
الكريم
Al Kaariim (Allah Yang Maha Mulia)/ (Pemurah)
الرقيب
Ar Raqiib (Allah Yang Maha Mengawasi)
المجيب
Al Mujiib (Allah Yang Maha Mengabulkan)
الواسع
Al Waasi` (Allah Yang Maha Luas)
الحكيم
Al Hakiim (Allah Yang Maha Bijaksana)
الودود
47.Al Waduud(Allah Yang Maha Mengasihi)
المجيد
Al-Majiid (Allah Yang Maha Mulia)
الباعث
Al Baa`its (Allah Yang Maha Membangkitkan)
الشهيد
As Syahiid (Allah Yang Maha Menyaksikan)
الحق
Al Haqq (Allah Yang Maha Benar)
الوكيل
Al Wakiil (Allah Yang Maha Memelihara)
القوى
Al Qawiyyu (Allah Yang Maha Kuat)
المتين
Al Matiin (Allah Yang Maha Kokoh)
الولى
Al Waliyy (Allah Yang Maha Melindungi)
الحميد
Al Hamiid (Allah Yang Maha Terpuji)
المحصى
Al Muhshii
Allah Yang Maha Mengalkulasi/
(Menghitung Segala Sesuatu)
المبدئ
Al Mubdi` (Allah Yang Maha Memulai)
المعيد
Al Mu`iid
(Allah Yang Maha Mengembalikan Kehidupan)
المحيى
Al Muhyii
(Allah Yang Maha Menghidupkan)
المميت
Al Mumiitu (Allah Yang Maha Mematikan)
الحي
Al Hayyu (Allah Yang Maha Hidup)
القيوم
Al Qayyuum (Allah Yang Maha Mandiri) /(berdiri sendiri)
الواجد
الماجد
Al Maajid (Allah Yang Maha Mulia)
الواحد
Al Wahid (Allah Yang Maha Tunggal/Esa)
الاحد
Al Ahad (Allah Yang Maha Esa/tinggal )
الصمد
As Shaamad
(Allah Yang Maha Dibutuhkan,Tempat Meminta)
القادر
Al Qaadir
(Allah Yang Maha Kuasa/maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan)
المقتدر
Al Muqtadir (Allah Yang Maha Berkuasa)
المقدم
Al Muqaddim (Allah Yang Maha Mendahulukan)
المؤخر
Al Mu`akkhir
(Allah Yang Maha Meng akhiri)
الأول
Al Awwal (Allah Yang Maha Awal/kuasa)
الأخر
Al Aakhir (Allah Yang Maha tiada Akhir)
الظاهر
Az Zhaahir
(Allah Yang Maha Nyata/zhahir kekuasaan nya)
الباطن
Al Baathin (Allah Yang Maha Ghaib/tak terlihat Dzat nya)
الوالي
Al Waaliyy (Allah Yang Maha Memerintah)
المتعالي
Al Muta`aaly (Allah Yang Maha Tinggi)
البر
Al Barru
(Allah Yang Maha Berbuat baik, Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
التواب
At Tawwaab
(Allah Yang Maha Penerima Taubat)
المنتقم
Al Muntaqim
(Allah Yang Maha Pemberi Balasan/siksaan)
العفو
Al Afuww
(Allah Yang Maha Pemaaf)
الرؤوف
Ar Ra`uuf
(Allah Yang Maha kasih sayang)
مالك الملك
Malikul Mulki
(Allah Yang Maha Penguasa Kerajaan) /(Semesta)
ذو الجلال و الإكرام
Dzul JalaaliWal Ikraami
Allah Yang Maha Pemilik Kebesarandan Kemuliaan/keagungan)
المقسط
Al Muqsith
(Allah Yang Maha Pemberi Keadilan/adil)
الجامع
Al Jamii`
(Allah Yang Maha Mengumpulkan)
الغنى
Al Ghaniyy (Allah Yang Maha Kaya)
المغنى
Al Mughnii
(Allah Yang Maha Pemberi Kekayaan)
المانع
90.Al Maani' (Allah Yang Maha Mempertahankan )
الضار
Ad Dhaar
(Allah Yang Maha Penimpa Kemudharatan) /(maha membuat bahaya)
النافع
An Nafii`
(Allah Yang Maha Memberi Manfaat/maha kekal)
النور
An Nuur
(Allah Yang Maha Bercahaya) /(Menerangi,Memberi Cahaya)
الهادئ
Al Haadiiy
(Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk)
البديع
Al Badii’
(Allah Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya) / (maha menciptakan)
الباقي
Al Baaqiiy (Allah Yang Maha Kekal)
الوارث
Al Waarits (Allah Yang Maha Pewaris)
الرشيد
Ar Rasyiid (Allah Yang Maha Pandai)
الصبور
As Shabuur (Allah Yang Maha Sabar)
Hingga terus berulang kali Afnan lantunkan, terdengar merdu di telinga Hasna dan Devano.
Setelah hampir satu jam menunggu, akhir nya si ibu yang baru saja bersalin itu siuman.
"Alhamdulillah ibu sudah sadar, saya panggilkan dokter sebentar ya bu" ucap suster.
Lalu suster pun keluar ruangan bersalin dan ia lihat Afnan serta yang lain nya masih berada di ruang tunggu.
"Pak Alhamdulillah Ibu yang di dalam sudah sadar" ucap Suster pada Afnan.
"Alhamdulillah sus, lalu sudah dapat menghubungi keluarganya?" tanya Afnan.
"Maaf pak belum dapat di mintai informasi apapun Karena belum sepenuh nya sadar, dan menunggu dokter memeriksa kembali, mohon bersabar ya pak, InshaAllah secepat nya keluarga ibu itu akan dapat kita hubungi" tutur suster itu.
"Oh iya Sus, tidak apa apa, kita akan tetap menunggu!" seru Afnan.
"Saya permisi pak, memanggil dokter " pamit suster.
"Silahkan sus" ucap Afnan ramah
Setelah suster berlalu...
"Sayang mau minum atau mungkin mau maen, seperti nya kamu belum makan sayang" tanya Afnan pada Hasna.
"Tidak By, terimaksih" jawab Hasna lirih
"Iya Dek, kalau mau sesuatu nanti kak ubay belikan" tawar Ubaydillah, ia terlihat khawatir terhadap Hasna yang terlihat sedikit terguncang.
"Tidak Kak, Terimakasih" ucap Hasna pelan
Mereka terdiam, Afnan masih mengelus lembut bahu Hasna, sekali sekali ia mengelus perut Hasna, agar anak anak nya tak terdampak Hasna yang terlihat kacau, mungkin karena ia lihat ibu bersalin.
"Yang, ayo keluar sebentar cari minum untuk Nana dan utuk kita" ajak Ubaydillah pada Lintang.
"Iya ayo Yang" Lintang mengiyakan, dan setelah pamit pada Afnan dan yang lain nya mereka pun pamit keluar sebentar, sebetul nya sikap Ubaydillah dingin kepada Lintang, namun ia tidak mungkin marah atau menghardik istrinya di hadapan khalayak di karena ia bersalah, kemarahan nya ia simpan untuk di rumah.
Di koridor ruang bersalin, dokter dan suster baru saja tiba, dan mereka pun Segera masuk ke dalam ruangan bersalin, 10 menit kemudian suster keluar ruangan membawa secarik kertas , " Maaf sus bagaimana?" tanya Afnan.
"Oh ini pak saya baru saja akan meng hubungi pihak keluarganya, dan menurut ibu itu, ini nomor telepon tetangga nya" ucap suster.
"Di hubungi dari ponsel saya saja Sus" tawar Afnan sembari merogoh ponsel nya dari saku dan memberikan nya pada suster.
"Baiklah, Terimakasih" suster itu meraih ponsel yang Afnan berikan dan siap pakai , lalu suster menghubungi keluarga ibu bersalin itu.
"Sudah pak, Terimakasih" suster mengembalikan ponsel Afnan, "Sama sama sus" ucap Afnan mengambil ponsel nya, dan itu Berbarengan bersama Ubaydillah dan Lintang yang tiba membawa camilan serta minuman, serta menawarkan pada Afnann, Hasna, Devano dan Angela.
"Na, please minum dulu sedikit saja ya, kasihan keponakan gue Na, dari siang gak masuk apapun" bujuk Lintang.
"Iya dek Nana, minumlah" timpal Ubaydillah
" Minum ya sayang" bujuk Afnan, dan Hasna hanya mengaggukan kepala, lalu ia pun mau minum dan makan sedikit camialan.
Hampir satu jam, tiga orang keluarga si ibu bersalin pun tiba, suami dan kedua orang tuanya, setelah si suami melihat Istrinya, maka ia pun menghampiri Afnan dan yang lain nya, " Nama saya Hakim Den, Hakim memperkenalakan diri pada mereka, Terimakasih banyak atas pertolongan Aden sama Neng ini , suster sudah menceritakan semua nya, maaf merepotkan, Istri bapak sedang mencari pinjaman untuk biaya bersalin di bidan tadi, dan Bapak tidak tahu karena sedang kuli neng, den, gak tahu nya malah sudah terasa mau melahirkan, bapak dan keluarga juga panik den, neng, sudah malam istri bapak tidak pulang, ternyata malah di rumah sakit, sekali lagi terimakasih Neng, den, dan untuk biaya bersalin, ini maaf bapak hanya punya uang 300ribu, dan sisanya akan bapak cicil Den" tutur bapak itu, lalu menyerah kan uang sebesar 300 ribu Rupiah pada Afnan.
" Saya Afnan pak, dan ini Istri saya Hasna, adik saya Ubaydillah, Lintang Devano, dan Angela" Afnan memperkenalkan dirinya dan semua, "Bapak.. yang menolong Istri bapak itu, Istri saya dan kawan kawan nya, saya juga baru tiba pak, setelah mencari Istri saya yang ternyata berada di sini, dan bukan saya yang berhak menerima uang itu pak tapi Istri saya " tutur Afnan kembali dengan suara yang terdengar lembut, sopan dan berwibawa.
Lalu Pak Hakim menyerahkan uang pada Hasna," Bapak uang ini simpan saja ya, masalah biaya persalinan Istri bapak tak usah bapak fikirkan, karena kami tidak meminjakan uang itu, tapi kami secara urunan, tulus memberikan uang itu untuk persalinan istri bapak, anggap saja hadiah untuk putra bapak yang baru lahir " tutur Hasna.
" MasyaAllah Neng, bapak harus berbuat apa untuk ber terimakasih? " tanya pak Hakim
" Bapak tidak harus berbuat Apapun dan ini uang tambahan untuk keseharian bapak ya, selama menemani perawatan istri Bapak" ucap Hasna setelah menggeledah dompet Afnan Karena tas serta dompet nya bearada di dalam mobil Devano, dan ia menemukan uang cash 2,5 juta di dalam dompet Afnan dan ia memberikan kepada bapak Hakim sebanyak 2 juta Rupiah.
" Tidak Neng, jangan buat saya berhutang uang dan budi lebih banyak" ucap pak Hakim.
"Tidak pak, InshaAllah kami ikhlas, mohon di terima pak,itu rezeky bapak dari Allah lewat tangan kami" ucap Afnan.
Dan setelah diam lama, dan Afnan memberikan uang itu pada telapak tangan pak Hakim, akhir nya uang itu pak Hakim terima, dengan ucapan terimaksih berkali kali.
"Kalau begitu , jika Neng dan Aden berkenan, bapak ingin kalian memberi nama untuk putra Bapak," pinta pak Hakim.
"Hehe, Bapak saja pak , nanti nama nya tidak cocok pak" ucap Hasna.
"Tidak Neng, pasti bapak Akan pakai Nama yang Neng berikan " ucap pak Hakim.
"Bailah pak, bagaimana kalau di namai RIZKY LANGIT SENJAYA , karena lahir nya sore hari pak" ucap Hasna.
"Ya bagus Neng nama nya, nanti Bapak beri tahu Ibu nya, Terimakasih Neng" ucap pak Hakim
"Sama sama pak" timpal Hasna.
Setelah di rasa tidak perlu ada yang mereka urus kembali, maka Afnan, Hasna dan lain nya berpamitan pada suster , dokter, dan pasien serta keluarga nya, dan sebelum pergi Afnan sempat memberikan kartu nama nya pada pak Hakim , mungkin pak hakim kelak hari butuh pekerjaan.
Mereka sudah berada di perjalanan pulang, Devano dan Angela di dalam Mobil Devano, dan Afnan serta Hasna berada di mobil yang sama dengan Lintang dan Ubaydillah.
Afnan menghela nafas panjang, dan menyandarkan kepala nya pada kursi Mobil, matanya menatap langit langit mobil.
"By, maaf tadi Nana tidak sopan sudah menggeledah dompet byby untuk pinjam uang byby karena dompet Nana tertinggal di mobil Dev, dan ini Nana kembalikan" ucap Hasna memberikan uang 2 juta Rupiah untuk mengganti uang yang tadi ia pinjam.
"Tidak mengapa, byby faham dan uang ini simpan saja" ucap Afnan pelan.
Hasna mengerti suami nya sedang merasa, cemas dan kecewa.
Lalu mereka hening kembali, Hasna dengan ragu ragu naik ke pangkuan Afnan dan merasa tak ada penolakan, ia duduk di pangkuan Afnan memeluk nya lama dan mengecup dahi Afnan lama, lalu meraih lengan Afnan.
"By, selamat Ulang tahun" , ucap Hasna, seraya melingkar kan Alroji pada tangan Afnan, yang sebelum nya melepas Alroji yang Afnan kenakan.
dan suara Hasna memecahakan ke tegangan serta keheningan dari Afnan dan Ubaydillah.
"Terimakasih sayang, loh memang byby ulag tahun ya?" tanya Afnan.
"Iya by, Nana lihat di buku nikah, lalu Nana list di ponsel dan mengapa Nana keluar, ya untuk mengambil jam tangan ini yang Nana pesan sebagai kado kejutan, dan mobil kurir yang memabawa jam tangan ini mogok, dan mereka menelpon barang tidak dapat di kirim sore ini, ya maka nya Nana da yang lain nya mengambil sendiri ke tempat mobil itu mogok by, karena kita perkirakan paling juga 30 menit kita sudah kembali ke rumah, ternyata kita malah tak tega saat melihat Ibu tadi sedang di kerubungi warga di pinggir jalan Karena kesakitan ingin melahirkan Maafkan Nana by sudah membuat byby cemas " ucap Hasna penuh sesal.
" Hmmm..terimakasih sayang untuk Hadaih nya, dan byby sangat amat terkejut, pintar kalian ya jika membuat kejutan, ya sayang, byby Sudah Memaafkan mu, namun tetap ada hukuman yang harus kamu terima" ucap Afnan datar, dan Hasna hanya mengangguk sembari memikirkan kira kira apa hukuman yang harus ia terima, apa hukum cambuk atau mungkin pukulan, fikir nya.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah utama ponpes.
"Tunggu, tak ada yang boleh masuk ke kamar, kita perlu bicara" panggil Afnan, dan mereka semuapun menurut lalu duduk di sofa.
"Baik, mungkin kesalahan kalian masih saya dapat maafkan, tapi mengapa tidak ada satupun dari kalian yang menghubungi kita, Devano?" tanya Afnan pada Devano.
"Maaf bang Ustadz, ponsel Dev mati, dan mana ingat menghubungi kalau Dev saja dianiaya mereka, dari dalam Mobil hingga ke rumah sakit, setiap ibu itu berteriak, mereka juga ikut berteriak sembari menyakar dan menjambak rambut, tuh lihat bekas nya, nyetir saja hampir nabarak" penjelasan Devano, dan memperlihatkan luka cakar di lengan nya.
"Angela?" tunjuk Afnan, pada Angela yang sedari tadi diam.
"Sorry brother, I didn't bring phone, my phone was left in the room (maaf kak, saya tidak membawa ponsel, ponsel saya tertinggal di kamar)" jawab Angela.
"Lintang?" tanya Afnan
" Maaf A, Lintang lupa Karena panik dan ponsel nya tertinggal di mobil Dev" jawab Lintang.
"Dan kamu?" tanya Afnan pada Hasna tatapan nya tajam suara nya datar dan dingin
"Nana juga panik dan berakhir ketakutan by, setelah melihat ibu itu berteriak, lalu darah keluar dan ibu itu pingsan, apa Nana akan mengalami hal yang sama by?" tanya balik Hasna
"Hmmmm" Afnan tak membalas, ia hanya menghela nafas.
"Ya sudah, tolong jangan di ulangi walaupun niatan kalian baik, namun tetap salah sudah membuat cemas" ucap Afnan, " Maafkan kami" ucap mereka serempak, " baiklah untuk kali ini saya maafkan, silahkan ber istirahat ini sudah malam, jangan lupa sholat Isya dahulu" pinta Afnan, dan mereka pun membubarkan diri kembali ke kamar masing-masing.
Kini setelah Afnan dan Hasna bersih bersih , mereka pun melaksanakan sholat Isya berjamaah dan setelah sholat selasai Afnan pun mengambil selimut tanpa bicara, ia berjalan ke sofa dan merebahkan diri di sana, Hasna yang faham suami nya sedang menghukum nya, lala ia menghampiri Afnan membawa sebuah ikat pinggang milik Afnan,lalu ia duduk bersimpuh di hadapan Afnan.
"By, deralah Nana, pukulah, cambuklah, Karena Nana pantas mendapatkan nya" ucap Hasna sembari mengangkat ikat pinggang dengan sebelah tangan lalu ia tertunduk.
Afnan membuka matanya, dan ia melihat ke arah Hasna lalu beranjak duduk, " sayang Apa Apa an ini?" tanya Afnan.
"Hukuman untuk Nana " jawab Hasna dengan suara bergetar dan tetap merunduk.
"Tidak sayang, tidak begitu caranya sebersalah apapun kamu" ucap Afnan, lalu meraih Hasna agar berdiri dan ia mendekap nya, " Tidak sayang, tidak" ucap nya lirih.
"Tidak mengapa by, jika itu dapat meringankan dosa Nana karena meninggalkan rumah tanpa seizin byby " ucap Hasna kembali.
"Hmmm.. "Sudahlah ayo bobo sana, jangan menggoda Iman byby tidak akan mempan dengan drama lama , lagi pula pukulan cuma memakai ikat pinggang mana terasa" ucap Afnan, membuat Hasna bergidik.
"Lalu pukulan nya memakai apa by yang terasa ?" tanya Hasna.
"R A H A S I A" jawab Afnan tersenyum sembari membimbing Hasna ke tempat tidur dan menyuruh nya berbaring, myelimutinya dan Afnan kembali ke sofa untuk tidur di sofa, setidak nya untuk tiga hari kedepan.
"Iiihh pakai rahasia rahasian sih by, uuuuumm sudah gitu balik lagi ke sofa, ya sudah bobo nya tanpa Biyya ya dedek, gerutu Hasna dan berbicara pada perut nya yang ia elus.
Di kamar Ubaydillah, ia pun melakukan hal yang sama, dari sejak membersihkan diri dan sholat Isya, Ubaydillah merebahkan diri di di sofa, Lintang berusaha membujuk Ubaydillah dengan memakai lingerie setipis mungkin.
"Sudah lah Yang jangan menggoda A'a Dav dengan pakaian jaring ikan itu, gak akan tertarik, tidurlah" ucap nya sembari menahan tawa, lihat Lintang menari India.
"Ya sudah" ucap Lintang, bibir nya melaju, lalu ia kembali ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya penuh, lalu ia raih ponsel nya dan mengirimkan pesan pada Hasna.
Dreett dreeett (Lintang)
Getar ponsel Hasna, dan ia lihat Lintang yang mengirim pesan.
Lintang : Na, sudah tidur ya?
Hasna : belum
Lintang : sama nih, gue di cuekin kak Dav
Hasna : koq sama, gue juga Lin, seperti nya mereka sedang menghukum kita Lin, Karena sudah keluar tanpa Izin.
Lintang : iya Na, gue sudah pakai Lingerie dan nari india tetap tak bergeming, malah lingerie gue di bilang jaring ikan, hihi
Hasna : hihi ada ada saja kak ubay.
Lintang : iya Na, ya sudah malam ini kita pisah rajang.
Hasna : hu' uh Lin pisah ranjang berjamaah hihi.
"Sayaaaaaaannng sudah malam bobo, koq malah mainin ponsel" tiba tiba suara Afnan mengejutkan Hasna.
"Ini kan mau bobo by, siapa yang mainin ponsel " sanggah Hasna.
"Jangan bodohi byby, kamu fikir byby tak melihat ada cahaya di balik selimut mu, dan tidak mungkin kan tubuh mu bercahaya" ucap Afnan.
"Iya by maaf" ucap Hasna.
Hasna : Lin, udah ya message nya gue ketahuan nih sama Ustadz sedang buka ponsel.
Lintang : ok na, good night selamat pisah rajang.
Hasna : okke, sudah jaring ikan nya ganti, di sini dingin tau bobo pakai jaring ikan, hihi
Lintang : okke na, asalamualikum
Hasna : waalaikum salam.
Akhir nya karena lelah, maka mereka pun tertidur dengan tanpa suami mereka memeluk nya.
Malam ini hanya Devano dan Angela yang tidur lelap tanpa pisah ranjang dengan pasangan Karena mereka belum berpasangan.
Sekitar tengah malam Hasna berteriak, seperti nya mimpi buruk, " tolong byyy tolong... tidak mau, tidaak, pergi, pergi" racau Hasna hingga sukses membuat Afnan terjaga.
"Astagfirullah Al adzim" ucap Afnan lalu ia menghampiri Hasna.
"Sayang... Sayang bangun, sayang.. " panggil Afnan menepuk pelan pipi Hasna.
"Aaahh haaaa... Astagfirullah" Hasna pun terjaga dengan nafas ter engah.
"Ada apa sayang?" tanya Afnan.
" Mimpi buruk by, Ada yang mau mengambil anak kita by" ucap Hasna cemas lalu memeluk tubuh Afnan.
" Astagfirullah.. Tenang ya sayang, InshaAllah hanya mimpi sayang " Afnan menenangkan.
أَللَّهُمَّ إِنّىِ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ
Allaahumma Innii A'udzuu Bika Min ‘Amaly Syaitanii, Wasayyi - A'atil Ahlaam.
“Ya Allah, aku berlindung kepad-Mu dari perbuatan Syaitan yang tercela dan mimpi buruk.”
Afnan melafalkan kan doa saat mimpi buruk,
"Aamiin ya robbal a'lamiin " ucap Afnan.
"Aamiin by" ucap Hasna masih memeluk erat tubuh Afnan dengan nafas masih tak beraturan.
*******
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐