
“Sayang tenang ya,kita akan ke rumah sakit!” ucap Afnan berusaha menenangkan Hasna yang masih terisak dalam pangkuan nya. Kini mereka sedang menuju rumah sakit dengan Ubaydillah di balik kemudi.
"Nana takut by!" ucap Hasna lirih.
"Tidak sayang, jangan takut Ada Allah yang akan menolong kita, serahkan segala nya pada Allah ya sayang," Afnan tetap menguatkan Hasna, walaupun sebenarnya ia sendiri pun merasa tak baik baik saja.
"Perut nya sakit tidak sayang?" tanya Afnan.
"Tidak by, hanya seperti nya ini darah nya keluar lagi," ucap Hasna meringis risih.
"SubhanAllah," ucap Afnan dan menarik nafas pelan.
"Byy, kalau darah nya kena celana Byby bagaimana?," tanya Hasna terlihat iba.
"Tidak mengapa sayang, sudah tidak perlu di fikirkan!, sayang ber Istighfar saja ya," ucap Afnan.
"InshaAllah by, dan pasti luka Byby sakit lagi deh, karena mengangkat Nana," Hasna mengecupi pelan luka Afnan yang masih di balut perban.
"Tidak sayang," ucap Afnan, ia membenamkan wajah nya pada rambut Hasna. Jangan di tanya rasa pada lengan nya di bekas jahitan yang terasa linu dan pegal serta berdenyut.
Hasna tahu Afnan berbohong hanya agar ia tak khawatir, maka Hasna pun mengecup kening Afnan berkali kali,lalu memeluk nya erat.
"A,,ini kita ke rumah sakit atau ke rumah nya dr,Anne?" tanya Ubaydillah.
"kita langsung ke rumah sakit saja dek," ucap Afnan.
"Sebentar sayang Byby telepon dulu dr.Anne," ucap Afnan sembari meraba pyama nya.
"Byby kan tidak bawa ponsel, bagaimana mau menelpon dr.Anne! bahkan dompet saja tidak Byby bawa dan lihat itu belum ganti pakaian juga, serta ini Nana tidak memakai kerudung By," ucap Hasna saat sudah menyadari keadaan mereka.
"Astagfirullah Al Adziiim,Byby panik sayang sampai lupa semua nya," ucap Afnan.
"Hehe Byby lucu, sampai teriak teriak tadi saat panggil kak Ubay dan Umi." seringai Hasna di balik kecemasan nya yang menertawakan kepanikan Afnan. Dan Afnan sempat menangis di pelukan Umi saat menunggu Ubaydillah menyiapkan mobil, ia sempat takut kehilangan Twins utun,namun Umi berusaha menenangkan nya. Umi,Abi serta Lintang akan menyusul mereka nanti setelah sholat subuh.
"Sayang apa sih,kok malah tertawa. Byby betul-betul panik!" protes Afnan dengan tersenyum, tangan kanan nya dengan perlahan tak berhenti mengelus perut Hasna.
Dalam hatinya ia terus ber istighfar memohon ampun pada Allah dan memohon agar segala nya di mudahkan.
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
Latin: Astaghfirullah Al Adzim
Arti: aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung.
Rasulullah saw bersabda : "Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari No 6307)
Rasulullah saw bersabdah: "Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas)
Dan Afnan pun tak lupa ,ia menyerukan lafaz Hauqalah. Atau mayoritas umat Muslim lebih mengenal nya dengan kalimah
لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Laten: La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
Arti nya : Tidak ada daya dan upaya kekuatan kecuali atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung.
Kalimat Hauqalah ini harus kita biasakan lafazka dalam kehidupan sehari-hari.
Makna yang terkandung dalam kalimat hauqalah adalah, semua kekuatan yang kita miliki, kekuatan untuk melakukan perintah Allah dan kekuatan untuk menjauhi larangan Allah berasal dari Allah SWT.
Nabi Ibrahim AS menyebut kalimat hauqalah ini dengan sebutan ghirasil jannah yang artinya taman surga, karena begitu indahnya, oleh karena itu hendaklah kita terbiasa untuk mengucapkannya.
Adapun Kalimah-kalimah lain yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Kalimat hamdalah الْحَمدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Segala puji bagi Allah pengatur seluruh alam, dan diucapkan jika mendapat sesuatu yang menggembirakan
Kalimat Tarji انا لله وانا اليه راجعون Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali, dan di ucapkan ketika mendapat sesuatu yang terbilang duka atau kesulitan.
Afnan pun melafalkan Istighfar Kembali. Yaitu kalimah Istighfar yang telah di ajarkan oleh Rossululloh SAW agar di lafalkan oleh umat nya, yaitu Sayyidul Istighfar. Yang biasa nya dibaca ketika waktu pagi dan petang.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Laten : "Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wawa'dika mastatha'tu, audzubka min syarrima shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta
Arti nya : Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau."
Keutamaan Sayyidul istighfar disebutkan di dalam hadits riwayat al-Bukhari dari Syaddad bin Aus ra, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
"Barangsiapa mengucapkannya (Sayyidul istighfar) di siang hari dengan meyakininya lalu dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan meyakininya lalu dia mati pada malam itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni surga."
"Lalu bagaimana nih dek?" tanya Afnan pada Ubaydillah.
"Tenang saja A, Ana bawa dompet dan ponsel nih pakai saja!" ucap Ubaydillah,seraya menyodorkan ponsel nya.
"Tapi kan Anta tidak punya nomor telepon dr.Anne dek," ucap Afnan.
"Nomor polisi Imron A'a bro," ucap Ubaydillah.
"Oh iya," ucap Afnan,lalu ia pun menelpon polisi Imron agar memberitahukan Istri nya yaitu dr.Anne tentang Hasna yang mengeluarkan darah haid di saat usia kehamilan nya baru masuk empat bulan.
30 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit,,,
"Bapak Afnan dan Ibu Hasna?" tanya suster jaga yang sudah siap di depan lobby rumah sakit dengan sebuah kursi roda. Dan Afnan baru saja membuka pintu mobil.
"Iya sus," ucap Afnan.
"Dr.Anne menelpon dan memberitahu agar membawa Ibu Hasna ke ruangan nya, agar saya dapat memberikan pertolongan pertama Pak, dan dr.Anne akan segera tiba," ucap suster itu ramah.
"Iya sus Terimakasih," ucap Afnan.
"Sayang,,ayo kita keruangan dr.Ane agar di tangani suster dahulu," ajak Afnan. Namun Hasna tak ingin segera keluar karena saat ini ia tak memakai hijab, untuk pakaian ia mengenakan pyama ber lengan panjang, untuk bawahan nya Afnan membalutnya juga dengan kain sarung milik nya.
"By,,Nana tidak pakai kerudung. Nana merasa tidak sepenuh hati untuk keluar nya," bisik Hasna.
"MasyaAllah sayang," ucap Afnan terharu. Matanya berkaca kaca dan ia kecup lembut kening Hasna, seraya memikirkan cara agar dapat menemukan penutup kepala untuk Hasna kenakan.
"O Iya dek, kalau tidak salah ada sorban di dashboard pemberian jamaah Jum'at, yang baru kembali Umroh dari tanah suci belum sempat Ana bawa pulang," ucap Afnan.
"Coba Ana lihat dulu A," ucap Ubaydillah seraya membuka dashboard mobil, dan ia lihat ada paper bag ukuran sedang yang di lipat dan saat ia raih serta ia buka, maka betul saja terdapat sorban di antara botol air zam zam ukuran keci,kurma,kacang dan tasbih wirid.
"Alhamdulillah!" seru Hasna dan Afnan.
Dan kini Hasna merasa lega karena ia dapat mengenakan sorban milik Afnan untuk menutup kepala nya yang ia gunakan sebagai kerudung.
lalu Afnan memapah nya duduk di kursi roda, Afnan sangat ber syukur dr.Anne telah menyiapkan suster untuk menjemput mereka.
Saat sudah di ruangan dr.Anne Hasna terlebih dahulu di periksa oleh suster, tekanan darah dll nya.
Setelah merasa Hasna ada di tangan yang tepat, Afnan pamit sebentar untuk sholat subuh dan karena celana pyama nya terkena noda darah Hasna maka ia dan Ubaydillah bergantian sholat untuk saling bertukar celana sementara dan Afnan sudah tidak memperdulikan orang lain di mushola rumah sakit yang memandang nya aneh karena pyama yang ia kenakan.
waktu pun sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Setelah sholat subuh,,Ubaydillah mengajak Afnan untuk sarapan bubur ayam dulu di depan rumah sakit.
Kini Afnan sudah kembali ke ruangan dr.Anne, Hasna sudah di pindahkan ke ruang perawatan khusus ibu hamil dan setelah suster memberi tahukan Hasna di mana,maka ia pun menghampiri Hasna di ruangan nya yang di isi dengan 3 pasien ibu hamil lain nya.
"Sayang bagaimana tadi hasil pemeriksaan nya dan Twins utun?,Byby belum bertemu dr.Ane jadi belum bertanya apapun," ucap Afnan seraya membelai lembut kepala Hasna.
"Alhamdulillah by baik baik, Twins utun juga tidak apa apa! Nana hanya kelelahan saja hingga mengeluarkan darah itu menurut dr.Anne dan katanya itu semacam flek by" ucap Hasna.
"Astagfirullah," ucap Afnan.
"Hmmm,Nanti Byby langsung tanya ke dr.Anne saja agar tak penasaran. Sekarang dr.Anne nya sedang di ruang bersalin," ucap Afnan.
Tak berapa lama Umi,Abi dan Lintang pun tiba .
"Assalamu'alaikum," ucap Abi,Umi dan Lintang.
"Sayang,Nana baik baik saja kan?' tanya Umi.
"Alhamdulillah Nana dan Twins masih baik baik saja koq Mi," jawab Hasna
"Alhamdulillah," timpal Abi.
"A,ini pakaian ganti untuk A'a Ustadz serta Nana. Dan kak Davian mana A?," tanya Lintang menyodorkan paperbag dan itu berisi pakaian Afnan dan Hasna. Ubaydillah tadi menelpon nya agar Lintang membawakan pakaian ganti untuk Afnan dan Hasna.
"MasyaAllah terimakasih dek Lilin, dan kak Davian nya tadi di mobil,coba tolong di telepon dek agar dia kemari A'a minta tolong di bantu berganti pakaian," ucap Afnan.
"Iya A,Lilin telepon dulu," ucap Lintang.
Hampir satu harian Afnan menemani Hasna bersama Umi di tempat yang kurang nyaman menurut Afnan. karena kamar yang sempit dan harus berbagi. Ruangan itu di isi dengan beberapa orang lainnya. Afnan sudah minta pindah kamar,namun suster berkata bahwa mereka tidak akan rawat inap, hanya ingin memasukkan cairan ifus dan memantau keadaan Hasna saja. Abi kembali ke ponpes karena ada beberapa tamu yang akan datang menemui Abi. Ubaydillah dan Lintang pergi ke kantor Ubaydillah.
Siang hari menjelang sore pun tiba saat cairan infus Hasna sudah mulai surut lalu dokter Ane membawa mereka ke ruangan nya.
"Alhamdulillah dek Nana sudah boleh pulang, Istirahat di rumah saja," ucap dr.Anne
"Sebetulnya apa yang terjadi dok,koq Istri saya menstruasi padahal kan sedang mengandung dan baru masuk 4 bulan?, koq bisa keluar darah seperti itu?" tanya Afnan penuh ke ingin tahuan.
"Ini ustadz mari saya jelaskan," ucap dr.Anne
"Iya dok," ucap Afnan.
"Begini ya Ustadz, jadi hal yang paling mendasar dari keluar nya darah itu akibat dek Nana kelelahan! dan ini bukan menstruasi tapi kami menyebutnya flek. Menurut hasil USG pedarahan terjadi karena,,,,," dr. Ane ragu akan kata katanya,dia menghela nafas saat melihat tatapan Afnan dan Hasna sudah siap maka ia berkata kembali.
Menurut hasil USG dek Nana ini mengalami Plasenta previa." tutur Dr.Anne
"Plasenta Previa,apa itu dok? dan apakah itu beresiko dok?" tanya Afnan.
"Apakah saya akan kehilangan janin saya dok?' tanya Hasna,wajah nya begitu bersedih.
"Masih ada solusi kan dok, untuk calon cucu cucu saya agar tetap dapat lahir dengan selamat?" tanya Umi.
"Oh tidak selalu ber akhir begitu dek Nana,maaf ustadz, Umi kehamilan macam ini memang beresiko bahkan setiap kehamilan itu beresiko namun antara resiko besar ataupun kecil dan untuk kasus dek Nana ini kembali kepada pola hidup, istirahat yang cukup,tidak terlalu lelah dan maaf Ustadz seperti nya Ustadz harus berpuasa dulu untuk tidak melakukan hubungan intim," ucap dokter Anne agak mengecilkan suaranya dan tersenyum.
"Baiklah dok. InshaAllah saya akan berpuasa tentang hal itu," ucap Afna tersipu malu dan terlihat raut kekecewaan dari wajah nya.
"Dan InshaAllah,,masih ada solusi nya koq Umi, Ustadz. Plasenta previa dapat terjadi pada 0,5 persen atau 1 dari 200 kehamilan. Walau bisa dialami oleh setiap ibu hamil, tetapi ada beberapa kondisi yang menjadikan ibu hamil lebih berisiko mengalaminya, yaitu: Usia ibu hamil dini macam dek Nana ini di tambah kehamilan kembar pula.
"Tanda yang paling jelas dari plasenta Previa ini adalah terjadinya perdarahan pada kehamilan akhir trimester ke dua ataupun kehamilan trimester ketiga. Namun dek Nana ini mengalami nya lebih awal dan justru itu lebih baik. Kita dapat mengetahui lokasi plasenta sejak awal, termasuk perkembangannya!, dan jika ternyata plasenta bergeser dan tidak lagi menutupi jalan lahir maka dapat kita upayakan dari segi penanganan nya apakah nantinya dapat melahirkan secara normal atau bahkan mungkin sesar, dan untuk saat ini hal pertama yang harus di lakukan yaitu agar kontrol kehamilan secara rutin ya Ustadz, istirahat yang cukup, hindari aktivitas berat agar tidak kelelahan,makan makanan yang bergizi cukup, susu, sayur mayur,daging dan buah buahan agar seimbang dan saya peringatkan sekali lagi untuk tidak melakukan hubungan intim ya Ustadz!" ,tutur dokter Anne.
"Iya dok saya akan mematuhi nya," ucap Afnan, tangan nya saling bertautan bersama tangan Hasna,kini mereka saling menguatkan. Hasna menatap nya sendu dan penuh iba.
"Ini hasil USG nya Ustadz, sepertinya mereka sedang bermain tarung tarungan di dalam Ustadz. Alhamdulillah Twins janin dalam keadaan sehat, detak jantung kedua nya normal , bagus. Usia nya saat ini sudah memasuki 18 pekan itu berarti sudah mau lim bulan," ucap dr. Anne seraya menyodorkan hasil USG dan tersenyum.
"MasyaAllah, lihat sayang Twins utun nya sedang latihan taekwondo,hehe," ucap Afnan dan ia sedikit lega atas penjelasan dokter Anne.
"MasyaAllah by, iikkh Byby masa Twins untun nya sudah di ajarkan latihan taekwondo," ucap Hasna tersenyum.
"Baiklah Ustadz,dek Nana, Umi sudah boleh pulang dan ini saya beri vitamin, obat untuk pendarahan nya dan dua Minggu kedepan kontrol kembali ya," ucap dr.Anne.
"Baiklah dok Terimakasih," ucap Afnan,Hasna, dan Umi.
---------
Malam hari di rumah utama, Afnan dengan keadaan masih sakit ia begitu memperhatikan Hasna dan menjaga nya agar tidak kelelahan.
Tadi siang di sela sela menemani Hasna ia memeriksakan lukanya dan dokter umum telah memberikan nya obat penghilang rasa sakit.
"Sayang di minum dulu nih vitamin dan susu nya," ucap Afnan menyodorkan gelas susu pada Hasna.
"Terimakasih by. Maaf by, Nana sudah menyulitkan Byby," ucap Hasna sedih.
"Sssssttt,, sayang jangan bicara seperti itu, ini kan demi buah cinta kita calon twins utun kita sayang!" ucap Afnan.
"Tapi Nana tak tega pada Byby harus menahan itu,,," Hasna malu dan ia menghentikan kata kata nya seraya tersenyum.
"Hehe sudahlah,,,kan masih banyak cara lain yang penting tuntas," goda Afnan dengan mengangkat alis nya dan tersenyum agak mesum, karena ia faham akan arah pembicaraan Hasna.
"Iiikkhh Byby,,,dasar fiktor," pekik Hasna memukul pelan pangkuan Afnan dan di sambut tawa oleh Afnan sambil mengecup tangan yang sudah memukul nya.
----------
Beberapa hari kemudian,,,, di rumah utama ponpes terlihat ramai karena hari ini akan di adakan syukuran dan pengajian untuk kehamilan Hasna yang sudah memasuki usia 4 bulan dan malah sudah lebih.
********
Terimakasih Readers sudah membaca.