Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 174. Naluri Seorang Ayah.


“Ini by Twins nya byby ikut merasakan hangat, di dalam perut ini ada hawa getaran panas menggelitik bergetar seperti agak kram gitu by tapi bukan kram, aahh Nana bingung menjelaskan nya. , hehe” ucap Hasna.


“MasyaAllah, Twins kesayangan Biyya dan Mimma sudah hangat sekarang ya?!” ucap Afnan mengelus perut Hasna,


“Ya sudah ayo mandi dan langsung sholat, mandi di kamar mandi sini saja ya sayang, kalau kamar mandi atas kelamaan nanti waktu shubuh nya ke buru habis” ucap Afnan.


“Iya by, tolong bantu Nana naik by” Afnan membawa Hasna naik ke sisi kolam, memapah nya dengan sabar secara hati hati.


“Sayang kamu koq nekad berenang sendiri, kenapa tidak membangunkan byby?”


Tanya Afnan.


“Heemm, kurang tahu by, Nana seperti ada yang mengajak gitu, keinginan nya buat berenang tuh dari semalam Kepingin sekali dan Nana mimpi ada dua anak kecil nangis minta berenang dan Nana tidak tega melihat dua anak itu menangis, ya sudah pas Nana terbangun langsung ke kolam, dan sudah koq, Nana sudah membangunkan byby, tapi byby malah makin pules gitu, sampai mulut nya menganga daaann encess tuh hihi” bisik Hasna dan ia memang bergurau saja, sebetul nya tidur Afnan itu bersih dan tenang.


“ Ih enak saja encess Hehe, dan kalau tadi byby tidak bangun dan mencari mu lalu bagaimana kamu naik sayang?” tanya Afnan.


“mm.. Itu yaah, eum untuk masala Naik nya bagaimana nanti saja by, itu fikiran Nana, hehe" Hasna menyeringai.


“ Tadi katanya Karena mimpi Anak kecil, apa kamu mimpi buruk lagi?” tanya Afnan.


“Iya anak kecil kembar dan Nana menyimpulkan itu keinginan Twins utun by”


"MASYAALLAH, Naluri seorang ibu sayang, byby jadi ngiri hehe, dan tolong sayang lain kali jangan melakukan apapun sendiri ya, apalagi usia Kehamilan sayang itu makin membesar!, libatkan byby kedalam kesulitan dan kesukaram mu sayang, terutama apapun yang mengenai Twins utun, sayang harus melibatkan byby" tutur Afnan.


“Baiklah Byy dan please Byby jangan punya femikiran iri ya, dari awal Nana hamil byby Sudah memiliki naluri seorang ayah koq, bukti nya byby yang mual mual dan pertama yang Di test urin juga kan urine byby bukan urine Nana hihi” ucap Hasna dan menyeringai


“Ahahhaha astagfirullah, gegara Utuun berjenggot nih, akibat kecerdasan nya harus di beri penghargaan tuh utun berjenggot Hehe” mereka tertawa bersama da kini mereka sudah sampai ruang bilas dekat kolam, dan terdapat mushola kecil di dekat ruang ganti, maka mereka memutuskan untuk sholat di mushola saja, jika naik ke kamar dulu terlalu lama, dan waktu shubuh semakin mepet.


***


Di rumah sakit...


Setelah sholat shubuh Devano, Adrian, Angela, serta Elyavira, berpamitan pada Ubaydillah.


“Bang.. Dev dengan yang lain balik ke ponpes ya, mau ikut kajain wajib pukul 7 di ponpes, Karena nanti siang kita mau lihat kampus yang akan Kita daftar ya kan Yan?” ucap Devano.


“Iya om, kalau Adrian dan Dev akan kuliah di kota S ini, tapi Ange sih daftar di jakarta katanya om” imbuh Adrian.


“Oh angela mendafatar kuliah di jakarta?” tanya Ubaydillah.


“YES brother, because Daddy and Mommy Aaralyn will be stay in Jakarta” jawab Angela


“Oh.. Alhamdulillah, koq Abang tidak tahu Dev?” tanya Ubaydillah.


“Belum memberi tahu mungkin bang, kan kemarin abang sedang kacau Karena Lintang belum siuman” ucap Devano.


“Mungkin juga sih Dev, ya sudah kalau mau ikut kajian wajib, kalian harus bergegas nanti terlambat” ucap Ubaydillah.


“Iya bang, nanti sore kita kesini lagi” ucap Devano


“Iya Dev, Terimakasih semua nya ya, sudah menemani di sini” ucap Ubaydillah.


Lintang baru saja tertidur, Karena pengaruh tak sadar tiga hari, maka semalam ia tidak dapat tidur dan dokter tidak berani memberikan obat tidur karena di khawatirkan akan memicu kinerja pada pembuluh darah yang menuju otak.


“Iya sama sama, kami pamit ya bang, om, brother dan ustadz, Assalamu'alaikum, mereka saling berpamitan pada Ubaydillah”


“Ya hati hati, Wa'alaikumsalam” jawab Ubaydillah.


Ubaydillah dan mungkin setelah mualaf Mommy and daddy akan stay di jakarta mengawasi perusahaan mereka sebelum Devano rampung kuliah dan Angela akan ikut serta mommy and daddy di jakarta, dan akan LDRan (Long distance relationship \=hubungan jarak jauh) dengan Adrian.


Setelah mereka pergi, kini pengecekan pagi pun berlangsung, tiga orang perawat baru saja masuk ke kamar Lintang.


Ubaydillah sedang memeluk Lintang yang kini tidur di dekapan nya di atas ranjang pasien,karena Lintang yang meminta dan betul saja akhirnya ia dapat terlelap di dekapan Ubaydillah.


“Assalamu'alaikum pak, kami ingin melakukan pengecekan pagi sebelum nanti siang dokter yang akan melakukan pemeriksaan” ucap salah satu perawat.


“Wa'alaikumsalam, Oh ia silahkan Sus, tapi maaf Istri saya nya baru saja tertidur dan ia ingin tidur nya seperti ini, hehe” Ubaydillah berseringai salah tingkah Karena malu.


“Oh tidak mengapa pak, MasyaAllah romantis sekali pak, boleh di contoh nih, teladan yang baik untuk yang sudah menikah Hehe” goda suster lain nya.


“Hehe, ah suster bisa saja” 😊


“Maaf ya pak, tensi darah nya dulu” suster pun memasang alat tensi darah electric, dan Lintang bergerak sedikit dan makin memeluk rapat Ubaydillah.


Suster tersenyum gemas dan lucu, dan mereka mengerti jika Ubaydillah atau Lintang melakukan hal itu selama tiga hari Ubaydillah terlihat kacau dan frustasi, perawat laki laki bahkan sudah mengenal Ubaydillah, Karena mereka sudah sering sholat di mushola rumah sakit dan terkadang mengobrol sebentar saat ia me ngecek keadaan Lintang.


“Ada keluhan baru pak, pusing atau mungkin demam” tanya perawat.


“Mmm.. tidak ada seperti nya, hanya ini semalam susah untuk tidur” ucap Ubaydillah.


“Oh baik pa, nanti kita buat laporan untuk dokter, dan jika tidak ada keluhan lain kami permisi, Assalamu'alaikum” pamit para perawat itu.


“Baiklah Sus, Terimakasih” ucap Ubaydillah.


Dan setelah beberapa menit akahirnya Ubaydillah pun ikut terlelap sambil masih memeluk Lintang.


Di rumah kecil......


Setelah sholat shubuh Afnan keluar, Hasna meminta Bubur ayam yang dekat rumah Ninen nya.


"Pak Bubur satu, bubur nya di pisah, kerupuk nya di pisah dan jumlah nya harus tiga puluh pas tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih dan besar nya harus saling mendekati, air Bubur nya juga di pisah dan harus 15 sendok tidak boleh kurang, ayam nya harus 3 potong bagain sayap tidak boleh di suir pak, lalu...”


“Ya Allah A, ini teh A'a hereuy atanapi lereusan ngagaleh bubur teh?” ( betulan atau main mainan beli bubur nya), tanya si abang bubur karena ia merasa di permainkan, dan memotong kata kata Afnan.


“Muhun pak, lereus kanggo pun Istri, punten pak pun Istri Abi nuju hamil!” (iya pak, betul untuk istri saya, maaf pak istri saya sedang hamil), Ucap Afnan, ia buru buru mengeluarkan uang 600 ribu dan Segera memberikan nya pada si pedagang bubur agar tidak banyak bicara, Afnan pun malu sebetul nya memesan bubur dengan cara aneh begitu, tapi apa daya istri tercinta yang meminta terlebih di atas namkan Twins utun.


“Pak buatkan satu lagi yang komplit , dan ini untuk siapapun yang makan di sini tolong di gratiskan” ucap Afnan berbisik.


“Eleeh ini teh betulan den?”.


“Iya pak, tapi bilang saja ini dari bapak, alasan apa saja pak yang masuk di akal” ucap Afnan pelan.


“Siap Den, Terimakasih” ucap abang bubur


“Sama Sama pak”


Dengan sigap abang bubur itu segera melayani Afnan sesuai pesanan Hasna yang ia lihat di pesan yang Hasna kirim.


*********


Terimakasih banyak sudah membaca 🙏 😍 💐