Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps.121. Panggilan kesayangan


Pukul 8 Malam Afnan dan Hasna sampai Di area Ponpes, setelah memasukan Mobil nya di garasi rumah utama, mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Assalamu alaikum..." Ucap nya bersamaan.


"Waalaikum Salam " terdengar sahutan dari dalam.


"Eh Aden dan neng, baru sampai ini teh?" sapa seorang Ambu.


"Iya Ambu baru saja sampai nih, Loh koq Ambu yang buka pintu ? " ucap Afnan, ketika melihat Ambu yang Menyambut mereka pulang, padahal tugas para Ambu itu sebelum maghrib sudah selsai.


"Iya den, Ama Ajengan , Umi nyai, sama den ubay ..sedang berkegiatan di Aula, ada tamu dari luar negeri den, Habib seperti nya sih" tutur Ambu.


"Ooohh begitu mbu..Mmmm.. mungkin Habib yang dari Brunei dan Malaysia, ya Sudah Ambu, Terimakasih, Nanti Afnan nyusul mereka setelah antar Nana ke kamar"


ucap Afnan.


"Iya atuh den, Ambu permisi ke kamar lagi,"


ucap Ambu.


"O iya silahkan Ambu, selamat ber istirahat " ucap Afnan dan Hasna bersamaan.


"Maaf Aden sama Neng tidak santap malam dulu, atau mau Ambu buatkan sesuatu?"


Tanya Ambu kembali, saat ia akan berlalu dan Afnan akan menuju kamar.


"Terimakasih Ambu, kita sudah makan tadi Di jalan, sekalian berhenti untuk sholat maghrib" jelas Afnan.


"Hehe.. Baiklah, ya sudah Ambu permisi ke kamar" Ambu berpamitan ke kamar.


"Iya mbu.. Afnan juga ke kamar ." ujar Afnan.


Akhir nya Ambu ke kamar nya, Afnan dan Hasna pun ke kamar naik ke lantai dua menuju kamar mereka.


Setelah sampai kamar....


"Sayang, mau berjamaah isya dulu atau bagaimana?" tanya Afnan.


" Byby harus ke aula sayang , seperti nya byby kenal dengan para Habib itu, tidak enak juga bila byby Tak menyalami mereka" ucap nya lagi.


"Jika mengimami dulu Nana sholat isya, masalah tidak by?" Hasna balik bertanya.


"seperti nya tidak sayang, ya sudah ayok bersih bersih dan ambil air wudhu dulu,"


Ajak Afnan.


Setelah bersih bersih dan berganti pakaian, Hasna dan afnan pun sholat isya berjamaah.


Setelah selsai, Afnan dzikir sebentar lalu ia berdoa. Maka sholat isya pun selsai.


" Sayang, byby tinggal ke Aula sebentar dan Di kamar sendirian takut tidak?" tanya Afnan.


"Tidak by, byby pergi saja, Nana tidak apa apa koq di kamar sendiri" ucap Hasna.


"By, pakai jubah yang Nana belikan dua minggu lalu dong, itu bagus loh by, belum pernah Di kenakan sama byby kan? " tanya Hasna.


"Belum sayang, oh boleh, mari byby kenakan"


Ucap Afnan.


Dan Hasna pun mengambil jubah yang ia maksud dari dalam lemari, lalu membawakan nya untuk Afnan kenakan, jubah berwarna orange, manis sekali ketika Afnan kenakan.


Setelah Afnan siap.. "ya Sudah ayo sayang byby temani bobo sebentar, nanti kalau sudah bobo baru byby pergi ke aula", ucap Afnan, ia Tak tega membiarkan nya sendiri Di kamar.


"Iya by terimakasih" , lalu Hasna naik ke Atas tempat tidur, ia merebahkan tubuh nya miring, menghadap Afnan yang kini duduk memiringkan tubuh nya setengah berbaring menghadap Hasna, bahu nya bersandar pada kepala dipan, dan ia jadikan sebelah lengan nya yaitu tangan kiri nya menjadi Penyangga bahu nya, dan tangan kanan nya melingkar pada tubuh Hasna, kini ia mengelus punggung Hasna dengan lembut, seraya melantunkan sholawat Nariyah:


أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ


'~Alloohumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman 'alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka~


Artinya:.


“Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW.


Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, tunaikan segala macam hajat, dan tercapai segala macam keinginan dan husnul khotimah.


Dicurahkan air hujan (rahmat) dengan berkah pribadinya yang mulia.


Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat beliau, setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan bagi-Mu."


Tak sampai sepuluh menit Hasna terlelap, dengan perlahan dan hati hati Afnan membawa tubuh nya berdiri, setelah memastikan Hasna betul betul terlelap, maka ia menyelimuti Hasna, mengecup kening nya, lalu ia pun beranjak menuju Aula, Afnan Tak melewati pintu utama, ia keluar melewati balkon kamar nya dan berputar sedikit, maka ia turun melalui tangga putar yang mengarah ke teras rumah,lalu keluar pagar.


Kini Afnan telah berada di Aula, bergabung bersama Abi, Umi dan tentu saja Ubaydillah.


"Assalamu alaikum" , ucap Afnan, lalu menyalami kedua orang tua nya dan para tamu yang terjangkau oleh nya


Semua orang yang berada di dekat Afnan me jawab Salam Afanan.


"Waalaikum Salaam"......


"Syukurlah alhamdulillah A, kamu Sudah sampai dan dapat bergabung bersama kami," ucap pak kyai.


"iya Abi alhamdulillah" ucap Afnan.


"Ayo Abi perkenalkan pada para Habib yang belum kamu kenal dan keluarga nya"


ucap pak kyai.


"Ya Bi" ucap Afnan, "Dek ayo temani kita", ucap Afnan kembali dan mengajak serta Ubaydillah untuk turut bersama mereka.


Dari keluarga mereka terdapat beberapa perempuan juga, namun semua nya bercadar, jadi Afnan dan Ubaydillah hanya melihat mata mereka saja, itupun hanya sekilas, Karena selain takut menimbulkan zinah mata, maka Afnan kini sudah suami orang.


Berbeda dengan Ubaydillah, pandangan matanya beredar kesetiap sudut, hingga ia menangkap pandang sekumpulan perempuan bercadar yang sedang mencuri pandang pada Afnan, serta memperbincangkan nya, Afnan yang sedang berbincang dengan beberapa tamu yang ia kenal, maka Afnan tidak Mengetahui nya.


Ubaydillah menutupi tubuh afnan dengan tubuh nya agar perempuan perempuan itu Tak memandangi kakak nya yang sudah menjadi mahram orang yaitu Hasna, Ubaydillah berusaha menghalangi Afnan dengan berdiri saling memunggungi dengan Afnan.


Afnan yang menyadari gelagat Aneh adik nya itu, ia bertanya...


"dek kamu kenapa sih, dari tadi nempel nempel terus Di punggung A'a?"


"itu A, ada beberapa perempuan sedang memperhatikan A'a, seperti nya sedang berusaha menggoda A'a" ucap Ubaydillah.


"Biarkan saja, yang penting kan A'a nya tidak begitu" ucap Afnan santai.


"gak, dedek gak rela A'a nya yang sudah milik orang Di goda perempuan lain." ucap Ubaydillah.


"ia dek, Terimakasih sudah jaga A'a dari pandangan perempuan perempuan itu" ucap Afnan.


"Iya A Sama sama, lagi A'a pakai jubah nya yang terlihat tambah ganteng, bagaimana mereka gak naksir coba" ucap Ubaydillah


"Hehe.. ini jubah pilihan Nana, ia yang belikan" ucap Afnan.


"Ah..koq Nana gak belikan buat dedek, A'a bro, kan biasa nya kalau Nana beli baju tuh beli dua, buat Ana Satu A " ucap Ubaydillah.


"Ya minta di belikan sama calon istri mu lah dek, maka nya cepat buat dia halal." ucap Afnan.


" oooohh Lilin kapan kamu halal untuk ku," gumam Ubaydillah, namun tetap terdengar oleh Afnan.


"Lilin dek? Maksudnya Lilin lampu dek?". Tanya Afnan .


"Enak aja, Lilin lampu, Lilin Lintang lah A, panggilan kesayangan gitu A'a broo"


"ekhmfff.... Afnan menahan tawa sembari menutup mulut dengan telapak tangan nya.


" Haduduh si dedek berjenggot, udah kayak anak SMP, panggilan sayang nya Lilin, sekalian aja obor.. "Emkehkehkeh, Afnan berbicara dalam hatinya dan lalu mengekeh.


" Sssdtt A'a bro, "ucap Ubaydillah, Afnan mengendalikan tawa nya.


" dek sob , A'a duluan pulang ya, tolong Sampaikan pada Abi dan Umi, dan ingat jangan nakal tuh mata, Anta sudah mengajak Lilin lampu menikah, nanti si Lilin lampu tahu matamu jelalatan, bisa berubah loh dari Lilin jadi obor olimpiade, berkobar dedek, hehe " ledek Afnan.


" aeh si A'a bisa aja, hehe.. Ya sudah sana pulang, nanti Di sampaikan pada Abi dan Umi kalau A'a sudah pulang " ucap Ubaydillah.


" Ya A'a pergi , Terimakasih dek.. Assalamu alaikum " ucap Afnan.


" Waalaikum Salam " jawab Ubaydillah.


Kini Afnan berada di jalan arah pulang ke rumah utama, namun langkah nya terhenti saat seekor Kucing mengikuti nya.


'Meeoow.. Meeoow .." suara Kucing itu.


"Kucing?!!!, kucing siapa ya?!!" gumam Afnan.


"Hai meooww assalamu alaikum" ,


sapa Afnan,


"Maaoooww,, " seakan kucing itu menjawab salam Afnan, lalu Afnan berjongkok meraih kucing yang berwarna kuning itu, " meoew kamu mau ikut saya pulang?" tanya Afnan.


Meeoow suara Kucing itu pelan, seakan mengiyakan.


dan Afnan pun membawa kucing itu pulang, ia berfikir Hasna akan senang bila melihat kucing tersebut.


Kini Afnan Sudah berada di kamar nya, ia bermain main dengan kucing itu, kucing itu begitu menurut, apa yang Afnan katakan seperti yang mengerti..


Hingga Hasna yng tertidur pulas pun terbangun karena suara kucing.


"By... Sudah pulang?" tanya nya


Ia lihat Afnan sedang duduk miring di sofa,


"sayang maaf mengganggu, lihat deh lucu nih ..


" Tidak by, tidak mengganggu koq "


Lalu Hasna duduk Di tempat tidur dan meregangkan kedua tangan nya sembari tersenyum ke arah Afnan.


Aagghh.. Uugghh.. Ucap nya.



" Sayang lihat sini deh lucu nih, ucap Afnan menyeringai ke arah Hasna" , sembari bermain main dengan kucing itu..



"Apa itu by" Hasna turun dari tempat tidur dan menghampiri Afnan, namun saat sudah dekat.


Kucing by??!!!! ... Haccuh.. Aach.. Haacchhih.. Hasna berbangkis.


Sayang kenapa??!!!


Ach.. Haccuhhh.....


*************


Kepingin pakai visual, kelihatan gak nyambung nya... Hihi... Ya, sudahlah, lumayan cuci mata, agar Tak kram otak, kan biasanya cuma lihat tulisan 😁🙏😍💐