Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 142. DAVIAN ARJAN RYKER


Di rumah Lintang...


Kini pukul 23 : 00 Ubaydillah dan papi Fendri belum juga usai bermain catur, Lintang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.


Setelah makan malam papinya Lintang meminta tolong agar Ubaydillah menemaninya bermain catur, katanya ia sudah lama ingin mempunyai anak laki laki dan hari ini ter wujud, walaupun hanya menantu itu sama saja.


Ubaydillah sebetul nya sedikit gelisah, tak henti ia melirik pada alroji yang ia kenakan , pukul 1: 30 malam namun Karena papi nya Lintang belum satu kali pun menang dari 5 kali putaran permainan, maka ia minta memulai kembali higga Ubaydillah terpaksa membiarkan ia menang satu kali, rencana Ubaydillah naik naik ke puncak gunung nya bersama Lintang terhambat, bisa saja malam ini ia gagal mendaki menuju puncak dari acara pernikahan tadi siang, belum lagi papinya Lintang terus saja mengajak nya berbincang, ia tak ada alasan untuk menghindar.


"Ceritakan bagaimana kehidupan di pesantren Dav, papi ingin mendengar nya" ucap papi Fendri.


"Kehidupan di pesantren itu luar biasa pih, seru, tenang, bahagia, rasanya nyaman dan damai pih" ucap Ubaydillah.


"Ooohh.. Lain kali papi ingin memperdalam ilmu agama di pesantren kalian, apa masih ada kesempatan Dav, untuk orang se usia papi" tanya Fendri.


"Ya Tidaklah masalah pih, usia tidak mempengaruhi jika ingin belajar dan lebih taat lagi kepada Allah" ucap Ubaydillah.


"Oke oke, wah hebat permainan catur kamu Dav, papi skak, ster lagi dan lagi nih dari kamu, walaupun menang sih satu kali, hehe..


ya sudah tidur saja ayok, besok jangan lupa temani papi Joging, maaf Dav kalau kamu merasa terganggu , papi menikmati sekali punya anak laki laki sekaligus dapat di jadikan teman, boleh ya Dav? " tutur Fendri lalu memelas dan bertanya.


" Hehe papi juga hebat koq permainan catur nya, buktinya Dav juga kewalahan, mm tenang saja pih, Dav tidak merasa keberatan koq, dan Dav akan menjadi anak sekaligus teman untuk papi, Terimakasih papi sudah begitu baik terhadap Dav "


"Ahhaha sama sama Dav, papi bahagia akhir nya punya anak laki laki" ucap Fendri sembari tertawa dan menepuk bahu Ubaydillah


"Alright, let's sleep now son, mentally prepare so that when your wife screams you don't panic, and hold on as hard as possible, don't let her move, let alone move, or you will feel frustrated until morning"(Baiklah, ayo tidur sekarang nak, siapkan mental agar saat istrimu berteriak kau tidak panik, dan dekap lah sekuat mungkin, jangan sampai dia bergeser, apalagi berpindah tempat, atau kau akan merasa frustasi sampai pagi)


bisik Fendri sembari tertawa, Ubaydillah tertunduk malu sembari tersenyum simpul.


"Thanks a lot dad" ucap Ubaydillah singkat.


"Semangat Dav, jangan sampai kalah sama performa papi nih" ucap Fendri saat mereka sudah sama sama berdiri.


"Tentu saja pih, semangat" timpal Ubaydillah.


Ia berfikir mertua nya sedikit senter, pantas saja putri nya juga sedikit senter, namun Ubaydillah merasa bahagia, Karena ia di terima dengan baik oleh keluarga Lintang, terutama papi nya.


Akhir nya permainan catur dan perbincangan mertua antar menantu itu ber akhir, dan mereka kembali ke kamar masing-masing.


Ketika Ubaydillah masuk ke dalam kamar, ia melihat Lintang sudah tertidur pulas.


"Yaaahh di tinggal bobo, bagaimana mau naik naik ke puncak gunung kalau patner nya saja bobo, hmmmm betapa malang nya nasib utun malam ini Abi " gumam Ubaydillah sembari tersenyum.


Lalu Ubaydillah menghampiri Lintang di tempat tidur ,kini kantuk sangat menguasai nya, ia membuka celana panjang nya, dan kini ia hanya mengenakan celana boxer, lalu ia berbaring di samping Lintang, yang tidur miring menghadap nya, dan ia tatap wajah Lintang dengan seksama, ia mengelus pipi Lintang lembut hingga lama kelamaan Ubaydillah terlelap.


Pagi hari, ketika adzan subuh berkumandang, Lintang terjaga dan ia merasakan kehadiran orang lain di samping nya yang sedang memeluk nya, dalam keadaan setengah sadar, Lintang membuka mata lalu ia tatap seseorang di samping nya, namun ketika ia lihat seseorang itu adalah laki laki maka Lintang pun berteriak.


"Aaaaaaaaahhhhhh siapa lo" teriak nya


dan secepat kilat ia dorong laki laki itu hingga menggelinding dan terjatuh ke lantai


"Auuuugghh aawwwss astagfirullah gempaaa" teriak Ubaydillah ketika ia mearasa terjatuh ke lantai.


Teriakan Lintang sampai terdengar ke kamar orang tuanya yang juga sudah terjaga Karena akan melaksanakan sholat subuh.


"Pih itu teriakan Lintang atau bukan pih?" tanya mami Lintang Cemas.


"Seperti nya ia mih, waaw Davian keren juga higga Lintang berteriak se keras itu, terbayang mih sekuat apa Davian" ucap papi Lintang sembari tertawa


"Iya, tapi itu Lintang kasihan pih, apa mungkin Davian sedang menganiaya Lintang pih?" tanya mami Lintang masih dengan nada cemas.


"Sudah ayo mih mandi, nanti sholat subuh nya kesiangan, biarakan Davian menganiaya Lintang, itu sudah hak nya lagi pula itu penganiayaan yang akan Lintang suka" ucap papi Lintang dan memabawa mami Lintang ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.


Di kamar Lintang, setelah Lintang menghidupkan lampu kamar atas maka ia betul betul terkejut ia baru sadar siapa yang ia dorong hingga jatuh, Karena tadi remang dengan hanya lampu malam.


"Hoooo..." Lintang menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Astagfirullah Kak Davi sayang, maaf maaf," ucap nya, ia melihat Ubaydillah masih berbaring di lantai dengan wajah yang meringis menahan sakit.


"Iii iyaa aaa.. aayaaang.. tolong aduuhh pinggang ku.. Aaaahh" ucap Ubaydillah pelan.


Lintang Segera berlari menghampiri Ubaydillah, lalu ia menolong Ubaydillah untuk Bangkit dan memapah nya duduk di sisi tempat tidur, lalu Lintang menyusun bantal untuk Ubaydillah bersandar, dan membawa Ubaydillah bersander pada bantal yang sudah ia susun.


"Kak Davi sayang maaf kak, Lilin lupa kalau Lilin sudah menikah dan semalam Lilin bobo sendiri, tapi koq pas bangun ada laki laki sedang memeluk Lilin, maka nya Lilin terkejut dan reflek mendorong kak Davi, maaf sakit yaaahh "ucap nya memajukan bibir nya, Lintang duduk di samping Ubaydillah yang sedang bersandar, tangan sebelah kanan nya mengelus pipi Ubaydillah dan tangan sebelah nya menggenggam tangan Ubaydillah seraya mengecup nya.


" Tidak apa apa YAANG, "ucap Ubaydillah, kini ia memanggil Lintang dengan sebutan YANG, dan membuat Lintang tersenyum malu.


" Ya sudah kak Davi istirahat sebentar, Lilin ambil air wudhu ya, nanti gantian kita sholat berjamaah ya kak" ucap Lintang.


"Iya yang, sebentar aku menyusul, tapi cun dulu, pinta Ubaydillah, memajukan bibir nya.


" Iihh genit, hihi... " cup akhir nya Lintang mengecup kilas bibir Ubaydillah dan berlari ke kamar mandi.


" Heeee malu malu " ucap Ubaydillah dan tak lama ia mendengar Lintang memanggil nya.


"Kak Dav, tolong dong kak Dav tolong Lilin" teriak Lintang dari kamar mandi


"Ini Kak, kran yang buat ambil air wudhu nya macet" ucap Lintang


Lalu Ubaydillah memeriksa kran air tersebut, dan memang benar macet dan Karena terlalu kuat memutar nya, maka kran itu Malah terlepas dan byuuurr air dari kran yang lepas mengguyur mereka berdua hingga membasahi tubuh dan rambut mereka.


"Upss ouusshh yaaah basah Yang', ucap Ubaydillah, lalu dengan sigap ia putar panel yang dari arah tangki air nya.


" Basah Kak "ucap Lintang


" Iya.. ya sudah ayo mandi ini sudah siang nanti waktu sholat subuh nya tertinggal" ajak Ubaydillah.


"Mandi berdua kak?" tanya Lintang.


"Iya, biar cepat, kalau sendiri sendiri nanti malah tertinggal waktu sholat" ucap Ubaydillah.


"Tapi.. Lilin malu kak" ucap Lintang merunduk.


"Tak usah malu ayo, waktu di pantai kamu peluk peluk aku dan tak malu, lagi pula aku sudah melihat dan merasakan tubuh mu sekitar delapan puluh persen, hehe" ledek Ubaydillah.


"Iihh kak Daviii.. berarti kak Davi menikmati tubuh Lilin ya waktu itu" tuding Lintang.


"Iya, betul sekali" ucap Ubaydillah dan tanpa aba aba ia mengangkat Lintang ke bawah shower, mereka mandi di bawah shower tanpa melepaskan pakaian, karena hanya mengguyur tubuh saja, setelah selsai lalu mereka berganti pakaian, Ubaydillah masih mengenakan kemeja yang kemarin karena ia lupa membawa baju ganti, dan mereka pun sholat berjamaah shubuh.


Kini Ubaydillah dan Lintang sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama orang tua Lintang , papi dan mami Lintang yang melihat rambut anak anak nya basah maka mereka saling memandang dan melemparc senyum, Karena mereka fikir teriakan Lintang tadi itu pertanda Ubaydillah dan Lintang telah


Memadu kasih pagi pertama.


________________________


Pukul sembilan pagi di rumah Devano...


"Liefje, kom hier, granny wil praten"( sayang kemari lah Nenek ingin bicara) panggil Nenek Devano pada Devano no.


"Ja, heel even"( ya, tunggu sebentar) ucap Devano, lalu ia menghampiri Nenek nya yang duduk di ruang santai.


" Sayang, Granny dengar sahabat mu Lintang menikah kemarin? " tanya Nenek Devano


"Ja, Granny" jawab Devano


"Mmm.. Koq Granny tidak di undang" ucap Nenek Devano.


"Mungkin nanti Granny saat resepsi, kemarin kan baru Nikah saja" penjelasan Devano.


"Ooouu. begitu ..." ucap Nenek Devano


"O ya nih Granny foto foto saat ijab qobul kemarin, Dev mengambil beberapa, barang kali granny ingin melihat" , ucap Devano sembari menyodorkan ponsel nya


Nenek Devano pun memperhatikan foto satu persatu..


Uuumm.. Ja.. ja.. Mooi ( cantik) dan itu ucapan yang keluar dari mulut Nenek Devano


Dan ketika melihat foto Ubaydillah berfoto bersama dengan Devano, maka..


"Huuu.. Knap ( tampan)" lalu dahi Nenek Devano berkerut seakan mengingat sesuatu dan sedang berfikir.


"Dev, ini kah pengantin laki laki nya?" tanya Nenek Devano


"Ja Granny" ucap Devano cuek, matanya tertuju pada televisi, sebuah canel tv cable yang menayangkan siaran pertandingan Basket NBA Philadelphia 76ers vs Chicago Bulls.


"Dev siapa Nama laki laki ini, mengapa mirip sekali dengan mu dan Grandad?" ucap Nenek Devano, ia bertanya dan suara nya bergetar


"Mmm.. Davian kalau tidak salah, ya itu yang membuat Dev bingung, koq mirip sekali Dev dan Grandad" ucap Devano.


"SubhanAllah..Is ze mijn Davian,?!!


**DAVIAN ARJAN RYKER **maar ... Hoe kan dat, een gezicht en een naam die sprankelt, Davian is niet mogelijk om weer op te staan โ€‹โ€‹uit het graf..


(SubhanAllah Apakah dia Davian milik ku?!! ,**DAVIAN ARJAN RYKER** tapi.. Mana mungkin, wajah dan Nama yang percis , tidak mungkin kan Davian bangkit kembali dari alam kubur..)


Gumam Nenek nya Devano, dan Air mata nya mulai berjatuhan.


Devano yang melihat Nenek nya menangis lalu ia menghampiri seraya memeluk nya


"Wat is er mis Granny?" (ada apa Granny?) tanya Devano cemas.


"Tidak, tolong antar Granny menemui anak ini Dev" pinta Nenek Devano.


Devano, merasa bingung namun mengiyakan, dan setelah Bersiap siap Devano mengantar kan Nenek nya ke rumah Lintang untuk menemui Ubaydillah.


***********


Terimakasih telah membaca ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜‡