
Masih dengan Afnan dan Ubaydillah bertelepon'''
“InshaAllah A,dan Ana sudah lacak cctv waktu pagi itu.Yang terlihat di cctv memang santri itu. Huwa bersama teman nya, dan itu salah satu nya santri baru di ponpes kita. Bagaimana kalau kita ajak bertemu dan bicara terlebih dahulu A dengan mereka”_Ubaydillah.
“Lebih baik begitu Dek,agar tak ada keributan lebih jauh di ponpes,sore ini kita pulang ke ponpes dan nanti malam panggil Huma(mereka berdua) dengan baik-baik. Kita bicara di kantor sekretariat saja,pasti santri ini menpunyai alasa melakukan hal itu”_Afanan.
“Baiklah A, semoga semuanya Lancar”_Ubaydillah
“Aamiin Ya Robbal Alamiin”_ Afnan.
Hingga mereka berucap Salam dan sambungan telepon pun ber akhir.
Ubaydillah dan Devano bersiap pulang ke ponpes.
“Sayang bangun!, kita pulang yuk ke rumah utama,” Ubaydillah membangunkan Lintang. Ia duduk di samping Lintang, menghadap nya dan mengelus pipinya lembut.
“Euummm,” Lintang hanya bergumam. Seraya membuka matanya dengan enggan dan saa ia lihat Ubaydillah di samping nya.
Ia pun tersenyum dan bukannya bangun, Lintang malah naik ke dalam pangkuan Ubaydillah dan memeluk nya erat.
“Ayang Dav, sebentar lagi ya,Lilin masih mengantuk. Dan Lilin rindu sekali dengan Ayang Dav,” ucap nya sembari memper erat pelukan nya dan memejamkan matanya kembali.
“Ya sudah sebentar lagi,nanti pulang nya setelah sholat Ashar saja.” timpal Ubaydillah, ia pun sebetulnya merasa lelah. Dan kini ia ikut menyandarkan tubuh serta kepala nya pada sandaran sofa,memeluk Lintang yang berada di pangkuan nya dan ia membuat tubuh nya bersandar senyaman mungkin. Kini tubuh nya terasa sangat pegal dan lelah setelah hampir satu hari berkutat dengan layar komputer dan memecahkan kode-kode yang harus ia retas.
Devano pun melakukan hal yang sama. Setelah ia mengecup kening Elyavira. Dan karena tubuhnya merasa lelah,lalu ia pun memilih membaringkan tubuhnya dan ia tempatkan kepala nya pada pangkuan Elyavira yang masih terlelap bersandar pada sandaran sofa.
kini pasangan kakak beradik itu sama sama terlelap dengan Ubaydillah memeluk Lintang di pangkuannya. Dan Devano tertidur di pangkuan Elyavira, menghadap perut Elyavira dengan tangan nya melingkar pada pinggang Elyavira.
Di rumah kecil...
“Sayang mandinya lama sekali, sudah hampir dua jam kamu berendam di bathtub,apa tidak keriput kulit nya?” tanya Afnan saat menghampiri Hasna yang sedang berendam di buthub , dan ini kesekian kali ia menghampiri Hasna mengajak nya naik dari bathtub.
“Iya,By ini juga sudah selesai koq. Tolong bantu Nana keluar dari sini by,” pintanya. Kehamilan Hasna sudah hampir memasuki 24 pekan dan sudah terlihat membesar dan itu sudah mulai membuat Hasna berhati hati sekali dalam bergerak.
“Iya ayo sayang Byby bantu,” Afnan menghampiri Hasna lebih dekat, melihat perut Hasna tanpa penutup ia tergoda untuk mengelus dan mengecup nya dengan gemas, karena Hasna berendam dengan hanya menggunakan bikini.
“Biyyaa sayaaang,sudaaahh perut Mimma geli dan sakit nih kena patil lele nya,hihi,” ucap Hasna meringis kegelian, karena kumis Afnan yang baru tumbuh setelah di cukur.
“Enak saja patil lele,ini alat penyengat lebah jantan,hehe” ucap Afnan, menimpali candaan Hasna.
“Hoooo pantas saja kelopak putik sari Nana saat ini habis, ternyata suaminya lebah jantan penyengat, hehe” ucap Hasna kembali menimpali candaan Afnan.
“Hehe,,ah si sayang bisa saja,kamu juga sama lebah betina penyengat. Lihat saja nih leher Byby di sengat sampai bulat bulat memerah seperti ini,” ucap Afnan dengan sedikit nada protes.
“Uumm,,maaf” ucap Hasna dengan nada memelas.
“Ya tidak apa apa ,sudah di Maafkan koq!,ayo mandi di shower,kita pulang ke rumah utama. Syukur lah Sayang kita sudah mendapatkan titik terang si penyebar foto dan Vidio Dev” ucap Afnan, sembari memapah Hasna keluar dari bathtub dan menuju Shower di bilik mandi biasa.
“Sudah ketemu By?”
“Iya sayang, tapi ini sepertinya baru orang suruhan nya saja. Dan malam ini kita harus mengorek informasi dari santri yang menyebarkannya agar dalang nya juga segera kita dapatkan” ucap Afnan.
“Ya ampun Santri By,ah mustahil By” ucap Hasna terkejut .
“Nah itu dia sayang,Byby juga tak percaya,tapi ya sudahlah nanti kita akan tahu apa yang sebetulnya terjadi. Jika kita sudah mendapat keterangan dari santri itu,” tutur Afnan dan kini ia menemani Hasna mandi hingga selesai dan berpakaian.
karena sudah memasuki waktu Ashar,maka Afnan dan Hasna pun melaksanakan sholat Ashar berjamaah terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke ponpes dan rumah utama.
Sore hari dan menjelang waktu Maghrib kini terlihat Abi,Umi ,Afnan,Hasna, Ubaydillah, Lintang, Devano serta Elyavira sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka sedang membicarakan si penyebar foto dan Vidio Devano.
“Alhamdulillah Bi, sudah ada titik terang dari penyebar fitnah dan foto serta vidio,” ucap Afnan.
”Alhamdulillah, A!, lalu siapa pelakunya A,Dek?” tanya pak Kyai.
“Dari hasil pemantauan tiga rekaman cctv hasil nya sama, yaitu mendekati dua orang,salah satunya masih santri lama ponpes ini Bi,dan satu teman nya santri baru di ponpes ini. A'a saja baru tahu tadi dari tata usaha,” tutur Afnan.
“Astagfirullah. Jadi,,masih santri di pesantren ini!” ucap Abi.
“Iya Bi, dan seperti nya ia hanya suruhan Bi.kemungkinan besar ada dalang nya di balik si penyebar,” Sambung Ubaydillah.
“Dan malam ini kita harus mengorek informasi darinya Bi.Minta kantor sekretariat di kosongkan Ba'da Isya.Agar santri itu tidak merasa ketakutan saat di ajak bicara,” pinta Afnan.
“Baiklah A,nanti Abi sampaikan pada staf sekretariat,” ucap Abi.
“Hebat kamu Dek,bisa secepatnya mendapatkan informasi si penyebar,” ucap Umi.
“Hehe terimakasih Umi. Bisa saja nih kalau sudah muji Dedek,” Ubaydillah tersipu salah tingka,dan membuat mereka tertawa melihat Ubaydillah yang salah tingkah.
______
Malam hari Ba'da Isya di kantor sekretariat....
“Silahkan duduk Akhi Nirwan” tawar Afnan pada santri si terduga pelaku penyebar foto dan vidio yang bernama Nirwan.
Kini Afnan dan Nirwan saling berhadapan, Ubaydillah duduk di sisi Afnan.
“Maaf Ustadz, mengapa malam - malam Ana di panggil ke sini?” tanya santri itu. Merasa sedikit takut pada Afnan.
“Akhi Nirwan, saya langsung saja!, Antum pasti sudah mendengar mengenai Fitnah terhadap ponpes baru baru ini,” ucap Afnan dengan nada datar namun tetap berwibawa.
“Dan, Antum tahu mengapa Antum di panggil ke ruangan ini?” tanya Ubaydillah.
“Tt,,**,,ti,,tidak Ustadz” ucap Nirwan gugup,ia tak berani memandang Afnan dan Ubaydillah, keringat dingin mulai membasahi dahi Nirwan.
Afnan menghampiri Nirwan,dan duduk di sebelah nya.
“Akhi Nirwan,mohon untuk bekerja sama dengan Ustadz ya. Tidak perlu takut, Ustadz tidak akan menghukum Akhi Nirwan. Ustadz hanya ingin berbicara dengan Antum mengenai penyebar foto dan Vidio Devano beserta Ustadzah Elyavira tempo hari” ucap Afnan lirih.
Deg!
Deg,,,,Deg,,,Deg.
Mendengar kata foto dan Vidio jantung Nirwan berdebar cepat,dan terasa ada yang menghantam dadanya.
“Mmma,,ma,,maksud Uss,,uusstaddddzz?” tanya Nirwan semakin gugup.Dan kegugupan Nirwan tentu saja membuat Afnan dan Ubaydillah merasa tak salah memanggil orang.
“Tolong Antum jujur terhadap Ustadz dan Ustadz Ubaydillah.Ustadz sudah tahu siapa si penyebar foto. Namun Ustadz hanya ingin pengakuan jujur langsung dari mulut si penyebar”, ucap Afnan.
“Taa..tapi bukan Ana Ustadz,” ucap Nirwan menampik.
“Jujurlah Akhi Nirwan!.Jangan membuat orang tua Antum kecewa, karena kelakuan tidak terpuji Antum.Orang tua Antum itu mendaftarkan Antum mondok di ponpes ini bukan dengan biaya yang sedikit. Jadi selagi ada kesempatan, jujurlah pada Ustadz dan inshaAllah Ustadz tidak akan memberitahukan kelakuan Antum pada orang tua Antum,” ucap Ubaydillah.
“Iya Ustadz,tapi.....” Nirwan diam.Dan Afnan tidak kehabisan akal untuk membuat Nirwan mengaku.
“Hmmm,,,begini ya Akhi.Ustadz serta Ustadz Ubaydillah telah menemukan bukti bahwa Antum berada bersama teman Antum yang mengambil foto serta Vidio Devano,dan itu jelas dari bukti tiga cctv yang kita telah periksa.Nah agar Antum percaya,maka lihatlah saja bukti rekaman nya,” tutur Afnan.
Dan Nirwan pun terdiam seribu bahasa.
Ubaydillah membuka laptop yang ia bawa.Lalu ia sodorkan ke arah Nirwan,dan memutar hasil rekaman cctv yang ia dapat.
Ubaydillah memutar ketiga rekaman cctv,dari berbagai sisi dan ketiga rekaman tersebut menunjukkan bahwa Nirwan memang ada di rekaman tersebut bersama satu orang lain nya.
“Bagaimana Akhi Nirwan?,itu Antum kan beserta teman Antum?,” tanya Ubaydillah.
“Ii..iya Ustsdz, Maafkan Ana!, memang Ana yang membantu sahabat Ana mengincar Ustadzah Elyavira dan mencari kesalahan nya. Agar Ustadzah Elyavira di pecat oleh pihak ponpes”, ucap Nirwan mengakui perbuatannya. Dan ia tak dapat mengelak lagi.
“Baiklah,jadi Antum mengakui bahwa Antumlah yang ada di cctv tersebut?” tanya Afnan kembali.
“Na'am (iya) Ustadz” ucap Nirwan.
“Astagfirullah,,,” ucap Afnan dan Ubaydillah bersamaan.
“Lalu tujuan Antum menyebarkan foto itu untuk apa, dan mengapa ingin membuat Ustadzah Elyavira terlihat bersalah lalu di pecat dari guru pembimbing? ” tanya Afnan.
“Afwan Ustadz.Bukan Ana yang menyebarkan nya,tapi Furqon sahabat Ana.Dan Ana hanya membantu mengedit fotonya agar terlihat sedang berciuman. Untuk alasannya pastinya Ana juga kurang faham,” jawab Nirwan.
“SubhAnallah, Ampuni Hamba” ucap Afnan.
“Astagfirullah,, bertaubat lah Akhi.Itu adalah fitnah,dan sebagaimana yang Antum ketahui,bahwa Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.
“Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:”
وَا قْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَ خْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَا لْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِ ۚ فَاِ نْ قٰتَلُوْكُمْ فَا قْتُلُوْهُمْ ۗ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الْكٰفِرِيْنَ
waqtuluuhum haisu saqiftumuuhum wa akhrijuuhum min haisu akhrojuukum wal-fitnatu asyaddu minal-qotl, wa laa tuqootiluuhum 'ingdal-masjidil-haroomi hattaa yuqootiluukum fiih, fa ing qootaluukum faqtuluuhum, kazaalika jazaaa`ul-kaafiriin
"Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 191)
“Astagfirullah Al Adziim.Maafkan Ana Ustadz ,Ana khilaf hikzz hikzz,” Nirwan terisak.
“Meminta ampunlah pada Allah,” ucap Ubaydillah menepuk lembut bahu Nirwan
“InshaAllah Ustadz ,dan maaf Ustadz.Ana melakukan pengeditan didasarkan rasa kasihan terhadap sahabat Ana. karena huwa di ancam seseorang dan selain Ustadzah Elyavira yang menjadi incaran, ini juga ada hubungannya dengan Ustadz Afnan, menurut sahabat saya ,orang itu mempunyai dendam lama yang terpendam terhadap Ustadz,” ucap Nirwan.
“Innalillahi, SubhanAllah, AllahhuAkbar” ucap Afnan. Ubaydillah dan Afnan saling menatap dan mengernyitkan dahi, tanda mereka sedang berfikir.
“Lalu di mana sahabat Antum saat ini?” tanya Ubaydillah.
“Huwa (dia laki-laki) sudah pergi Ustadz dan saat semalam huwa pergi keesokan harinya berita itu muncul” ucap Nirwan.
“Lalu, apakah sahabat Antum itu santri di ponpes ini?” tanya Afanan.
“Iya Ustsdz.Huwa santri baru,huwa masuk ponpes ini berbarengan dengan Ustadzah Elyavira saat sudah resmi menjadi guru pembimbing” jawab Nirwan.
“Baiklah,apa Antum tahu di mana sahabat Antum saat ini?” tanya Ubaydillah.
“Seperti nya,huwa pulang ke rumah nya Ustadz di Desa Dayeh Pasek” jawab Nirwan.
“Desa Dayeh Pasek,itu butuh 1 jam perjalanan. Kita harus menemui santri itu Dek. Baiklah kita berangkat sekarang juga!” ucap Afnan pada Ubaydillah.
“InshaAllah siap A” jawab Ubaydillah mantap .
“Ajak serta Devano!”
*********
Terimakasih banyak sudah membaca🙏😍