Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Bab 15. Apa Peduli Anda?


Di kantor polisi.


"Pak, saya orang tua dari Hasna Aulia Zahrani, dimana anak saya?" tanya Afdal kepada polisi yang tadi menelpon nya.


"Mari, Bapak ikut saya!" ajak polisi tersebut, menuju sebuah ruangan. Terlihat Hasna sedang duduk bersandar di bangku kayu yang panjang.


"Nana, kamu kenapa Nak?" Tanya Afdal sambil memeluk Hasna di ikuti oleh vinny lalu duduk di samping Hasna.


"Nana, tidak apa-apa dan baik baik saja Pah," jawab Hasna.


"Iya tapi kenapa bisa masuk kantor polisi?" tanya Afdal kembali pada Hasna.


"Bapak mari ikut ke meja saya, saya akan menjelaskan kenapa putri Bapak bisa ada di sini," ajak salah satu polisi kepada Afdal.


"Baik, pak," jawab Afdal.


"Kamu temani Nana, di sini Sayang," ucap Afdal pada vinny sebelum ia pergi.


"Baik Mas, biar aku yang temani Nana di sini, Mas pergi saja," sahut vinny, terlihat orang tua berandal-berandal liar lainnya juga berdatangan ke polres tersebut.


Di dalam ruangan Reskrim.


"Begini pak, Anak Bapak terjaring patroli kami dan Anak Bapak tertangkap tengah balapan liar," tutur pak polisi tersebut.


"Balapan liar pak? ah mana mungkin Pak! Putri saya anak yang baik, kalem, penurut, gadis yang lembut dan manja," sanggah Afdal tak percaya.


"Tetapi Pak, ya memang itu yang terjadi pak, Putri Bapak sudah menjadi Incaran kami dari beberapa bulan yang lalu, namun hebatnya dia selalu lolos!" tutur pak polisi kembali.


"Namun, bapak boleh lega, dari pemeriksaan air urin dan sample darah, putri bapak tidak mengkonsumsi obat obatan terlarang, ataupun meminum minuman ber-alkohol," ucap pak polisi.


"Iya pak, lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Afdal.


"Tenang saja pak, Karena ini murni kenakalan remaja, maka malam ini pun putri Bapak bisa bebas bersyarat," ucap pak polisi.


"Silakan pak!" sahut pak polisi, lalu Afdal pun menghubungi pengacaranya.


"Nana Sayang, kamu baik baik saja 'kan?" tanya Vinny, masih di luar ruangan Bareskrim.


"Apa peduli Anda?" jawab Hasna datar tanpa menoleh kearah Vinny yang bertanya.


"Nana Sayang, Mama 'kan sudah berkali kali meminta maaf, sampai kapan kamu bisa menerima keberadaan Mama?" tanya Vinny sedikit memelas.


Hasna hanya diam dengan tatapan dingin ke arah Vinny. Tak lama Afdal keluar dari ruangan reskrim dan menghampiri mereka berdua, begitupun pengacara yang tadi di hubungi Afdal ia baru saja tiba dan langsung bertindak, agar Hasna bisa secepatnya keluar dari kantor polisi.


***


Pukul sembilan pagi, semua proses di polres sudah selsai dan mereka di persilakan pulang. Afdal membawa Hasna pulang kerumahnya, Karena ia tahu jika pulang ke rumah Hasna, maka Anak-anak panti akan merasa terganggu, Karena Hasna di antar oleh pengawalan dua polisi.


Di rumah Afdal.


"Sayang, tolong tlp mbak Nurin, suruh dia kesini, aku mau bicara dengannya," pinta Afdal kepada istrinya Vinny.


"Baik, Mas," balas Vinny seraya menelpon mbak Nurin.


Dua jam kemudian Nurin tiba di rumah Afdal, dengan tergesa ia masuk kedalam rumah Karena tadi Vinny berkata di telepon, bahwa Hasna tertangkap polisi.


"Asalamualaikum ... Pak, Bu ...." Panggil Nurin. Terdengar ada sahutan seseorang dari dalam.


"Waalaikum Salam!" Vinny terlihat baru saja keluar dari arah dapur. Mbak Nurin di persilakan masuk kedalam rumah.


Sedangkan Hasna sudah seperti terdakwa, duduk menunduk di sofa. Dengan tatapan penuh intimidasi dari sang Ayah. Siap melayangkan berbagai pertanyaan yang masih ia tahan, karena menunggu Nurin tidak, bahwa Nurin pun salah satu yang ikut bertanggung jawab atas perilaku Hasna.


***


Bersambung.