Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 103.. Si Mahar keren Sudah beres


Siang itu....


Setelah acara demi acara selsai, Dan para tamu undangan sudah mulai berkurang, Afnan menghampiri Hasna, dan ia membisikan sesuatu..


"Sayang pulang yuk, kita kencan ... Hehmmm" ajak Afnan


"Masih banyak tamu by, ih lagi byby apa sih .." Bisik Hasna kembali..


"Sayang ayo dong byby Sudah Tak tahan nih ingin mojok sama kamu.." ucap Afnan masih berbisik dan berseringai meledek Hasna.


"Byby... Genit ih.." Ucap Hasna kembali berbisik Dan tersenyum malu..


Mereka Tak menyadari, beberpa santri mengabadikan kebersamaan mereka..


Lalu foto Dan vidio mereka di post pada group chat..;


{Hai lihat guys , MasyaAllah.. ustadz Dan ustadzah..


Iya, aaaa..... Ustadz... Udtadzaaahh.


Co cweet,, 😍


Dan isi chat pun bersahutan bla bla bla bla ......}


[Berbicara yang baik tentu nya yaaa]


"A .. Tolong Ajak Nana pulang, kasihan harus berdiri lama nanti cape, ini tamu nya masih banyak," ucap Umi.


"Assiap mi laksana kan ..." Tentu saja afnan Menyambut baik, memang itu yang ia inginkan dari tadi, membawa Hasna pergi dari keramaian.


Kini mereka sudah berada di rumah utama dan sedang menikmati santap siang.


Tak berapa lama muncul Ubaydillah, dengan cool nya...


" Assalamu alaikum A'a bro.." Kata Ubaydillah.


"Waalaikum Salam dedek Sob," jawab Afnan


"Eh dek Nana, assalamu alaikum dek Nana yang SubhanAllah luar biasa, sudah membuat seisi ruang masjid pesantren terkagum kagum Dan menggelegar " ucap Ubaydillah .


"Waalaikum Salam.. Ih kak ubay apaan sih.." ucap Hasna


"Tau nih si dedek apaan coba itu menggelegar segala" . Ucap. Afnan.


"Hehe.. Ya begitu kira kira, tauasiah nya top markotop dek Nana.." ucap Ubaydillah


"Hehe, Terimakasih.. Kan semua berkat kak ubay yang sudah membantu Nana cari materi tauasiah." ucap Hasna tersipu


"Hihi... Ya kak ubay sih cuma kasih gambaran gambaran nya saja, selebih nya kan dari dek Nana juga." ucap Ubaydillah


"Hehe... " Hasna menyeringai


"Sudah dek ayo kamu makan, bareng sama kita" ajak Afnan


"Waaduuuh terimakasih nih A'a bro.. Ana mau berangkat berkemah sama anak2 pramuka, nanti makan nya di sana ngaliwet.. Hehe" Tutur Ubaydillah


"Haaaa..


Gaya mu dek, kemah...


Bukan nya kamu takut gelap ya, sudah lupa nih kejadian terakhir yaa..Hehe" ucap Afnan, sembari menyeringai


"Ya itu. Sudah lama A'a bro, untuk kali ini tidak.. Hehe." "jawab Ubaydillah


" O ya hampir lupa, ini kunci si mahar( Mobil Sport) , Si Mahar Keren sudah beres, sudah di steam pula.. Sudah syanteek luar dalam, So.. Silahkan dek Nana gunakan kembali. "Ucap Ubaydillah seraya menyodorkan kunci Mobil.


" Terimakasih dek, tagihan Di masukan ke pemeliharaan inventaris saja. "Ucap Afnan.


" Iya sama sama.. beres A'a bro, ya sudah kalau begitu Ana berangkat assalamu alaikum." pamit Ubaydillah


" Waalaikum Salam," jawab mereka serempak.


" Sayang byby telpon seseorang dulu ya.." Pamit Afnan dari meja makan menuju halaman belakang untuk menelpon seseorang.


Deg, jantung Hasna berdebar, biasa nya afnan menelpon seseorang itu di hadapan dirinya, seingat Hasna, saat afnan menelpon jauh dari nya itu ketika ia meminta mahar Di ladhidh rest and food.. Setelah itu tidak pernah lagi, walau pun dalam telepon itu berbicara bahasa turki, Arab, Dan inggris afnan akan menerima atau menelpon Di hadapan dirinya di samping nya.


Entah mengapa kali ini Hasna merasa ada yang menusuk Di dalam dada nya, lalu ia raih kunci Mobil yang baru saja Ubaydillah antar, tanpa fikir panjang Hasna berlalu menuju ke garasi tempat mahar nya biasa di parkirkan.


Kini Hasna sudah berada di balik kemudi, entah akan kemana telapak kakinya menginjak pedal gas, Hasna mengeluarkan mahar nya secara perlahan agar Tak menjadi pusat perhatian saat ia keluar, Hasna celangak celinguk, melihat keadaan, ketika keadaan mulai Di rasa aman, maka Hasna menancap Gas secepat kilat keluar dari area gerbang pesantren.


Saat Hasna sedang memacu mahar nya menuju jalan raya utama, ia melihat Nurmala sedang berjalan bersama dua santriwati (perkiraan Hasna)


Hasna berusaha mengejar Dan berhenti tepat Di samping nurmala Dan kedua santriwati tersebut.


Lalu Hasna membuka kaca Mobil.


"Kak Nur... Asalamu alaikum.. Mau ke mana?" Tanya Hasna ramah.


"Eh ustadzah Hasna, waalaikum Salam ustadzah... Ini mau ke pameran Di lapangan alun alun kota.." jawab Nurmala


"Oh, sekalian saja kak Nur, yuk saya juga ingin kesana," ucap Hasna berbohong, karena memang ia Tak punya tujuan.


Setelah Hasna merayu Nurmala, Dan yang awal nya Nurmala menolak, akhir nya ia Dan kedua santri wati itu mau ikut Hasna, naik Di Mobil Hasna.


Dan mereka pun menuju ke arah alun alun kota.


Di rumah utama_____


Afnan baru saja selsai menelpon Dan ia Kembali ke ruang makan..


"Say... Ang... Loh kok tidak ada, ???!!!"


Seru afnan.


Ketika Hasna ia lihat sudah tidak ada Di meja makan.


"Kemana ya, oh mungkin sudah ke kamar duluan, emm.. Hehe.. Sudah memberi kode si sayang nih, baru juga mau di rayu" Afnan berbicara pada dirinya.


Lalu Ia bergegas ke kamar nya, Karena ia fikir Hasna sudah ke kamar terlebih dahulu.


"Banyak ustadzah, cari alat lukis, buku buku, hijab, keperluan sehari Hari Saja ustadzah." Ucap Nurmala


"oohh... Begitu ya '" ucap Hasna.


Di rumah utama, kini Afnan sudah berada di kamar nya..


"Sayang.. Sayang... Di kamar mandi yaaa..." Ucap Afnan sembari mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban dari dalam.


Afnan mencoba masuk, benar saja Tak ada Hasna di sana, lalu ia berlari menuju balkon, Hasna pun Tak ada Di balkon.


"Nana kamu kemana??" ucap nya, lalu ia mengambil ponsel nya, untuk menghubungi Ubaydillah.


Tuuuuutt Tuuuuutt.. (nada tunggu) Tak lama terdengar Ubaydillah mengangkat tlp nya..


"Assalamu alaikum A.." / Ubaydillah


"Dek, tolong A'a.. Nana hilang.." / Afnan


"Nana, hilang??!!


" kan baru saja aku dari rumah, Nana berasama A'a "/ Ubaydillah.


" Sudah dek, kamu belum berangkat kemping kan? , A'a tunggu di rumah Kayu sekarng. "/ Afnan


" Belum A, iya dedek ke situ.." /Ubaydillah


" OK, Assalamu alaikum dek" /Afnan


" Waalaikum Salam" /Ubaydillah.


Di alun alun kota____


Hasna serta Nurmala Dan kedua santriwati , sudah berada di alun alun kota, mereka berbaur dengan pengunjung lain nya, melihat lihat dan membeli apa yang mereka butuhkan..


Di rumah kayu____


Ubaydillah baru sampai di rumah Kayu,


"Assalamu alaikum A'a bro.." Sapa Ubaydillah


"Waalaikum Salam dek sob.." Jawab afnan


"A.. bagaimana Nana bisa hilang, kan tadi sama A'a.." Ucap Ubaydillah


"Iya dek, A'a tinggal menelpon sebentar, Dan ketika kembali Nana sudah tidak ada di meja makan, dan sudah A'a periksa di kamar juga tidak ada." Tutur Afnan.


"Kunci mahar nya ada tidak A?" Tanya Ubaydillah.


"Oh ia A'a Tak memeriksanya..." Ucap Afnan.


"Dek, jangan Sampai Abi sama Umi tahu tentang hal ini" pinta Afnan.


"Ia A, sebentar dedek cek garasi dulu ya, kalau Mobil ada berarti si gemezzz nackal masih berada di ponpes, tapi kalau tidak ada ya berarti doi keluar dari ponpes ini A," ucap Ubaydillah.


"Ya sudah, A'a tunggu Di sini dek, Terimakasih" ucap Afnan


"Ya sama sama A...ucap Ubaydillah," dan ia berlalu menuju garasi Mobil sport Hasna biasa terparkir.


Tak berapa lama Ubaydillah kembali dengan berlari


"A.. A'a..***... Ss.. Salamu a.. aa... alaikum.. Haaa.. Haaa.." nafas Ubaydillah terengah...


"Waalaikum Salam.. Ada apa dek, Bagai mana dek?" Tanya Afnan bertubi tubi


"Ii.. Itu A... Mobil Nana Tidak ada di garasi.." Ucap Ubaydillah.


"Astagfirullah.. Serius dek??. " Tanya Afnan terkejut.


"Serius A..." jawab Ubaydillah


"Ya Allah, kemana Nana pergi, bawa calon anak ku... Dek apa kejadian itu akan menimpa A'a kembali?" Tanya Afnan


"Tidak A, dedek pastikan kali ini tidak akan terjadi Apa Apa InshaAllah A..." Ucap Ubaydillah menenangakan afnan.


"Lacak Nana dek," pinta Afnan


Ia A... Tunggu Sebentar... " Lalu Ubaydillah mengambil ponsel dan tab nya dari dalam tas kecil milik nya..


Dan meyalakan GPS, untuk melacak Mobil Hasna.


" Dekat Alun Alun A.. Beruntung ada di dalam Mobil, Dari sensor hawa panas tubuh , Hasna Tak sendiri A.. Ada tiga orang lain nya bersama Hasna." tutur Ubaydillah


"Huuuufffsss... Bersama siapa coba dek." ucap Afnan


"Mmm.. Belum bisa di pastikan, tapi ia Tak jauh A, hanya di sekitaran pusat kota.." ucap Ubaydillah


"Ya sudah... Pantau terus dek.." pinta Afnan


"Ia A.. Aa boleh lega, jangan berfikir buruk," pinta Ubaydillah


"Astagfirullah... Aa terlalu khawatir dek," ucap Afnan.


Di dalam Mobil, setelah keluar dari Alun Alun, Hasna mengajak Nurmala dan santriwati mengitari pusat kota, hingga ia melewati lampu merah di persimpangan pertama .. Sebuah alat deteksi sistem tilang elektronikatau E-TLE (electronic traffic law enforcement) CCTV yang terpasang merekam Dan mengidentifikasi data dari mobil Hasna lalu menembuskan nya ke divisi lalu lintas.


Di divisi lalu lintas_____


Dan... Akhir nya penerobos lampu merah dari beberapa bulan lalu muncul, laporan seorang polisi lalu lintas kepada komandan nya.


Konfirmasi ke lapangan, ada kan penilangan..


Siap komandan, ucap polisi itu Dan mengkonfirmaskan kepada polsisi yang bertugas agar melakukan penilangan.


***********


Happy reading.. Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐 vote like Komen 💪 Terimakasih.