Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 208. Melahirkan Caesar


Akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit. Karena sudah reservasi ruangan dan Afnan telah melakukan pembayaran via transfer E-Banking. Maka setelah konfirmasi, mereka dapat langsung masuk ke dalam ruang perawatan kamar VVIP yang terdapat 3 sekat ruang untuk yang dirawat atau yang melahirkan dan untuk yang menemani nya.


"Sayang stay relax ok," ucap Afnan.


"InsyaAllah By," jawab Hasna, yang langsung sudah duduk di tempat tidur


Tidak berapa lama. Dokter Anne beserta dua orang suster pun tiba, lalu ia memeriksa Hasna, tensi darah dan lain-lain nya.


"Ustadz rileks saja ya, ajak dek Nana terus berkomunikasi dan usahakan jangan ada yang panik. Saya sudah memberi obat untuk darah nya agar berhenti. Saya sudah cek semuanya dan saat ini sudah pembukaan dua," tutur dokter Anne. Di depan kamar, saat ia akan pergi meninggalkan kamar itu.


"Insha Allah dokter, saya akan tetap tenang untuk Istri saya! dan apakah dapat di usahakan untuk melahirkan secara normal dok?" Afnan bertanya, karena Hasna bersikeras ingin melahirkan secara normal.


"Heeemmmm. Maaf Ustadz!


seperti nya, saya tidak dapat menjanjikan untuk persalinan secara normal. karena plasenta masih tetap di bawah dan bersaing masuk dengan kepala menuju jalan lahir. kalau hanya satu, mungkin saya dapat usahakan, namun ini dua bayi Ustadz. Saya tidak ingin mengambil resiko lebih untuk Ibu dan Bayi. Sabar ya Ustadz, nanti akan ada suster jaga yang terus memantau keadaan di sini.


"Na'am dokter! terima kasih, lakukanlah yang menurut dokter itu terbaik," Afnan setengah memohon.


Dokter Anne pun bersama dua suster lain nya beranjak dari koridor tersebut, namun ia tetap akan membantu dan mengusahakan persalinan normal, hingga batas waktu yang ia tentukan. karena saat ini saja baru bukaan dua.


"Dokter Anne bicara apa By?" Hasna begitu ingin tahu apa yang dibicarakan Afnan dan dokter Anne. ketika Afnan baru saja kembali dari lura dan menghampiri nya.


"Batas waktu untuk melahirkan sayang! secara normal atau ...." ucapan Afnan ter henti.


"koq Byby diam?" Hasna memandangi Afnan menunggu jawaban.


Afnan menghela nafas, lalu berkata kembali "secara Caesar sayang."


"DEG!"


deg!


deg!


Seketika Hasna terkesiap. Jantungnya berdegup lebih kencang mendengar kata-kata Afnan.


"Memangnya tidak dapat diusahakan dengan normal? Nana ingin melahirkan secara normal By. Dengan jalan operasi berarti Nana tidak dapat merasakan apa yang Mama rasakan dulu ketika melahirkan Nana," ucap Hasna penuh penyesalan.


"Sudahlah sayang, tabahkan hatimu! iklaskan, tawaqal ya sayang. Byby akan tetap ada disamping mu, mendampingi mu, hingga Anak-anak kita lahir ke dunia ini. Insya Allah dengan selamat," suara menenangkan dari Afnan.


"Tapi by! Nana ingin sekali melahirkan secara normal!" nada keras kepalanya Hasna.


Afnan menggenggam erat tangan Hasna untuk tetap menenangkan nya, dengan serta mengingatkan Hasna agar tetap ikhlas apapun yang akan terjadi dan jika menurut dokter Anne harus operasi, itu berarti yang terbaik.


"Sayang terima kasih atas niat mulia mu, menginginkan cara untuk melahirkan Anak-anak Byby. Tapi ingat sayang, Byby Adalah Ayah dari Anak-anak kita. Byby adalah suami kamu. Byby ingin kalian semuanya selamat dan baik-baik saja, kita dengarkan dokter Anne, Byby tidak ingin terjadi masalah apapun nantinya sayang. Janganlah berkeras kepala," Afnan setengah memohon, matanya berkaca-kaca, mengelus lembut wajah Hasna, meyakinkan agar ia setuju bersalin dengan cara Caesar.


"Izinkan Nana menanti keajaiban dalam semalam ini By, esok pagi jika belum juga dapat melahirkan secara normal. maka Nana menyerah dan akan mengikuti kemauan Byby serta saran dokter Anne. Nana pun harus menyelamatkan Anak-anak Byby. karena Anak-anak ini kebahagiaan sempurna di dalam hidup Byby," permohonan Hasna. Afnan tidak dapat menolak nya.


"Baiklah sayang, tapi Byby tidak tega melihat mu menahan kesakitan dalam semalam ini," Afnan berkata dengan penuh iba.


"Tidak By, izinkan Nana menikmati rasa sakit ini. setidaknya ini membantu dan mengusir kekecewaan karena Nana tidak dapat melahirkan secara normal nanti nya, jika itu tidak dapat diusahakan," Hasna berkata dengan penuh senyuman ikhlas, ia genggam tangan Afnan.


Afnan hanya dapat menyerah kepada keinginan istrinya. saat ini hanya kasih sayang nya lah yang ingin Ia curahkan untuk menenangkan Hasna, membuat nya nyaman.


"Masya Allah sayang. Entah ucapan terima kasih yang mana lagi, harus Byby sampaikan kepadamu," ucap Afnan seraya memeluk Hasna dan ia kecupi pucuk kepala Hasna dengan lembut.


Afnan hanya tersenyum mendapat perlakuan itu. dalam keadaan menahan rasa sakit karena akan melahirkan Hasna masih dapat memperlakukan nya dengan penuh cinta.


"Syukron Ana Uhibbuki Fillah!" balas Afnan seraya mengucap kedua kelopak mata Hasna mendalam.


Umi sudah pulang bersama Abi yang mampir sebentar setelah pulang dari luar kota. Adrian pun berpamitan saat ia merasa tak dibutuhkan lagi. sedangkan Ubaydillah yang sudah sedikit membaik dari sindrom simpatik nya, kini ia yang berada di ruangan rawat inap Hasna dan dari tadi ia berbaring di sebelah ruangan Hasna sembari mendengarkan percakapan Afnan dan Hasna. Ubaydillah begitu perhatian, membelikan Afnan makanan, membuat kan nya kopi, dan ikut terjaga sepanjang malam bersama Afnan.


hingga pukul enam pagi. pembukaan itu belum berubah juga, masih saja pada pembukaan dua dan akhirnya karena sudah melihat Hasna kelelahan menahan rasa sakit dan mulas sepanjang malam, maka dokter Anne memutuskan melakukan operasi dengan sebelumnya Hasna disuruh berpuasa. Afnan tak lepas dari hasna.


Hasna berucap penuh penyesalan "Maafkan Nana by, tidak dapat melahirkan Anak-anak Byby dengan cara normal."


"Tidak mengapa sayang, Byby hanya ingin mendapatkan keselamatan kamu dan bayi kita," ucap Afnan sebelum mereka masuk ruang operasi.


"Dek, Anta pulang lah! Ana hendak mendampingi Nana ikut masuk ke dalam ruang operasi," pinta Afnan kepada Ubaydillah. Ia tidak tega melihat Ubaydillah yang terjaga semalaman menemani nya.


"Tidak A, biarkan Ana disini menemani A'a serta Nana menanti keponakan Ana lahir ke dunia ini," Ubaydillah tetap berkeras hati. Afnan hanya menghela nafas.


"Ya sudah Dek, Anta istirahat Saya di sini, tiga puluh menit lagi, dokter Anne akan membawa Nana ke ruangan operasi dan nanti Ana akan beritahu setelah Anak-anak lahir," ucap Afnan.


"Baik A!"


"Sayang, perut nya makin terasa sakit ya?" tanya Afnan saat Hasna meringis yang tidak seperti biasanya.


"Ia By! semakin gencar sakitnya," ucap Hasna. Ia merasakan sangat sakit sekali pada perut nya. Seperti di putar, di remas, ditarik bahkan kini pinggang nya sudah terasa panas dan sakit luar biasa. tidak ada kenyamanan sama sekali.


Hasna hanya mampu beristighfar, bertasbih di sela-sela ringisan nya yang sesekali terlihat. Afnan begitu salut terhadap istrinya yang manja itu. Di saat keadaan begini, ia tidak menangis, tidak mengeluh, tidak bergaduh. Hasna merasakan nya dengan ikhlas, hanya terlihat sesekali memejamkan matanya menahan mulas luar biasa yang ia rasa. Tasbeh tak lepas dari tangan nya.


Afnan pun tetap membuat Hasna tenang, memeluk nya dengan penuh kehangatan. sembari tak henti dari bersholawat, bertasbih, bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan kemudahan dalam persalinan istrinya. Afnan melafalkan doa, yang dianjurkan dan sunahkan oleh Rasulullah SAW, yaitu;


Ketika Fathimah RA menjelang persalinan, Rasulullah SAW memerintahkan kepada Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin R.A untuk mendampingi putrinya itu. Nabi Muhammad SAW meminta keduanya untuk membaca ayat Kursi (Al-Baqarah: 225), surat Al-A'raf ayat 54 dan Surat Al-Falaq serta An-Nas di dekat Sayidatina Fathimah RA. ( Maaf surat-surat tersebut tidak Thor tuliskan, karena terlalu panjang. InsyaAllah para Readers muslim sudah tahu surat yang Thor sebutkan diatas yaitu, ada di dalam kitab suci Al-Qur'an. jika berkenan silahkan di buka Al-Qur'an nya untuk di baca, terima kasih banyak 🙏).


Setelah bacaan diatas selesai Afnan pun melanjutkan doa menjelang persalinan. Salah satu doa agar melahirkan lancar dan selamat yang diajarkan Rasulullah SAW. Di baca sebagai doa di saat genting.


بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ


La ilaha illallahul 'azhimul halim. La ilaha illallahu rabbul 'arsyil 'azhim. La ilaha illallahu rabbus samawati wa rabbul ardhi rabbul 'arsyil karim. Ya hayyu, ya qayyum, bi rahmatika astaghits 


Artinya: "Tiada tuhan selain Allah yang maha agung lagi maha santun. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan arasy yang megah. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan arasy yang mulia. Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, lagi Maha Jaga. Hanya kasih-sayang-Mu yang kuharapkan." (Imam Syeikh An-Nawawi).


Pukul 10 pagi Hasna masuk ke dalam ruang operasi yang dingin itu, akhirnya setelah berbagai perundingan dan pertimbangan maka diputuskan Hasna melahirkan Caesar.


Sebelumnya dokter Anestesi melakukan anestesi (pembiusan) epidural atau anestesi spinal, penyuntikan nya dari arah belakang tubuh Hasna. sehingga membuat daerah perut menjadi mati rasa saat melakukan proses penyayatan di perut untuk membuka jalan lahir.


Sebelum pukul sembilan tadi Afnan dan Hasna sudah tanda tangan persetujuan operasi dengan isi syarat dan ketentuan dari pihak rumah sakit tersebut.


Awalnya dokter Anne tidak mengizinkan Afnan ikut masuk ke dalam ruang operasi.


Namun karena di ruangan itu hanya Hasna seorang diri yang akan operasi, maka dengan berbagai pertimbangan, kedokter Anne akhir nya mengizinkan Afnan mendampingi Hasna di meja operasi.


"By Nana takut," bisik Hasna.


"Tidak perlu takut,ada Allah juga Byby di sisimu."


Bersambung ....