
Dokter Anne dan team sedang berusaha keras menghentikan pendarahan yang Hasna alami dan berusaha menyadarkan nya.
Sementara di luar ruangan. Afnan Baru saja sampai setelah melaksanakan sholat Dzuhur.
"A,," Umi menghampiri Afnan, Umi mengajak Afnan duduk di bangku ruang tunggu. Dan Afnan tidak mengerti sepertinya ada hal serius yang Umi ingin bicarakan.
"Ada hal penting Mi?" Akhirnya Afnan bertanya.
Umi menghela nafas lalu ia bicara "A,,, lebihkan kesabaran A'a, tabahkan hati A'a ya! saat ini,,,,Nana tidak sadarkan diri. Tadi suster memberitahu kami."
"Tidak sadar bagaimana Mi? 20 menit yang lalu Nana masih baik-baik saja Mi. A'a meninggalkan untuk sholat dan masih bicara seperti biasa mengapa tiba-tiba tidak sadarkan diri?" Afnan hampir tidak percaya. Sedangkan Umi Hanya menggelengkan kepala lesu, Ia pun tidak mendapatkan penjelasan lebih dari suster.
Lalu Afnan berlari menuju ruang bersalin, "Dokter,, suster izinkan saya masuk dok."
"Maaf pak! anda di larang masuk untuk sementara. Biarkan kami menangani istri Anda!" Suster memberitahukan pada Afnan dengan nada penyesalan.
"Bagaimana keadaan Istri saya Sus? tolong suster biarkan saya masuk," Afnan memaksa.
"Banyak berdoa saja pak!" ucap suster itu kembali, sembari menutup pintu rapat-rapat. Afnan merasa tubuhnya luruh lemah seketika,ia merosot dan terduduk lesu di depan pintu kamar bersalin itu, lalu air matanya mengalir begitu saja, Afnan terisak. "Twins,,, Mimma kalian tak sadarkan diri," Gumam Afnan di sela-sela tangisnya.
"A,, Sudahlah mari kita tunggu di sana," bujuk UMi. Ubaydillah pun ikut membujuk Afnan.
"Iya ayo A, biarkan dokter dan suster bekerja, kita yang berdoa di sini," bujuk Ubaydillah.
Afnan pun menurut. Dengan langkah yang gontai ia melangkah ke kursi tunggu dengan tubuhnya dirangkul Ubaydillah.Afnan menghempaskan tubuhnya dengan kasar, duduk bersandar pada dinding dengan tatapan Mata yang Nanar. Abi Kyai, Umi, Kiki serta Ninen dan juga Ubaydillah berusaha membujuk dan menenangkan Afnan. Mereka pun faham keadaan ini. Siapa yang ingin kehilangan istri setelah melahirkan anak anaknya. harusnya waktu ini adalah terukir kebahagiaan, berbingkai senyuman, serta berhiasi canda tawa bersama menggendong baby twins mereka.
"Ya Allah izinkan Hamba egois untuk hal kali ini saja. Ampuni hamba ya Allah. Dengan keegoisan. Hamba mohon kembalikan istriku! kembalikan kepada hamba dan anak-anak hamba, hamba tahu engkau menyayangi dia Ya Allah. Tapi hamba juga menyayanginya dan hamba hanya ingin meneruskan hidup ini bersamanya Ya Allah ya Rob, hingga nanti saat tiba waktunya kami meng hadapmu. izinkan hamba mengisi cerita ini. yang kemarin-kemarin itu baru prolognya saja ya Allah. cerita rumah tanggaku baru saja akan dimulai. Ampuni hamba atas ke kufuran nikmat yang telah engkau berikan. ampuni hamba ya Allah," permohonan Afnan masih dengan tangis nya di dalam dekapan Umi, pak Kyai ikut mengelus punggung nya.
Tak berapa lama terlihat team Dokter lain dengan tergesa mereka baru tiba, lalu masuk ke ruangan Hasna. Tangis Afnan mulai mereda. Fikiran nya berkecamuk berbagai macam hal.
Papa Hasna bersama Vinny dan Almira baru saya tiba. "Assalamualaikum!" Papa Hasna dan Vinny mengucap salam bersamaan.
"Wa'alaikum salam"
Mereka saling bersalaman dan berangkulan, dan setelah ber basa-basi menanyakan kabar Papa Hasna angkat bicara.
"Nana dan Cucu-cucuku di mana?" Afdal mulai menanyakan keberadaan Hasna dan cucunya
"Alhamdulillah papa sudah sampai," ucap Afnan. Lalu ia menghampiri Papa Hasna. Afnan memeluk Papa Hasna. "Nana tidak sadarkan diri Pah,bahkan saya tidak diperbolehkan melihat."
"Astagfirullah Nana,,, Annak ku," ucap Afdal bersamaan dengan Vinny. Papa Hasna ikut lemas. Namun saat ini mereka hanya dapat berdoa tetap tegar dan ikhlas menghadapinya.
Untuk mengusir ketegangan mereka. Maka Umi mempersilahkan Vinny serta Afdal melihat cucu-cucu mereka dengan diantar oleh Ubaydillah.
Hampir masuk waktu Ashar ketika team dokter lainnya keluar dari ruang bersalin. dan suster memperbolehkan Afnan masuk.
"Alhamdulillah Pak! silakan anda diperbolehkan masuk oleh dokter," suster menghampiri Afnan.
"Alhamdulillah,, terima kasih Sus! dengan tergesa Afnan masuk dalam ruang bersalin.
terlihat Hasna masih tergolek lemah di sana ia belum sadarkan diri sepertinya.
"Ustadz Alhamdulillah, masa kritis nya sudah terlewati, tinggal menunggu sadarnya saja Ustadz. Bisa sore ini atau bisa juga malam ini semoga saja secepatnya. Dan kami akan segera memindahkannya ke ruang ICU," ucap dokter Anne.
"Terima kasih banyak Dokter, semoga saja! Amin,,Amin ya mujibassailin," Timpal Afnan.
"Sayang Mimma,, bangun! ini Biyya sayang, tolong bangun. Sayang tidak ingin melihat twins? menggendongnya dan memberikan nya ASI," ucap Afnan dengan lirih.
setelah Afnan diperbolehkan nya melihat maka Hasna pun, dibawa ke ruang ICU. dan Afnan tidak meninggalkannya barang sedetik pun untuk sholat pun dilakukan di dalam sana.
Afnan membaca Doa permohonan untuk kesembuhan Hasna yang sering di baca oleh Rasulullah SAW saat menjenguk orang sakit. ia genggam tangan Hasna:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Laten: Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa'an la yughadiru saqaman.
Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkan lah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA).
Di lanjut dengan Doa di bawah sebanyak 7x:
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Laten: As’alullahal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yassfiyaka.
Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,” ( HR: Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Afnan juga mendoakan kesembuhan dengan menyebut nama Hasna langsung sebanyak 3x .ini pula Doa yang sering di panjatkan Rossululloh SAW saat menjenguk orang sakit .
اللَّهُمَّ اشْفِ حَسْنَاءْ , اللَّهُمَّ اشْفِ حَسْنَاءْ ,اللَّهُمَّ اشْفِ
حَسْنَاءْ
Laten: Allahummasyfi Hasn'a. Allahummasyfi Hasn'a ,Allahummasyfi Hasn'a (HR: Muslim)
Arti: “Ya Allah Tuhanku, sembuhkan Hasna, Ya AllahTuhanku, sembuhkan Hasna, Ya Allah Tuhanku, sembuhkan Hasna,” ( lafal doa ini bisa dibaca sebagai alternatif untuk penyakit apa saja).
Doa memohon kesembuhan, pengampunan, dan perlindungan pada Allah SWT.
شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ
إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afaka findinika wa jismika ila muddati ajalika.
Artinya, “Wahai (Istriku Hasna) semoga Allah mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal Agama serta fisikmu sepanjang usia,” (HR.Ibnu Sunni)
"Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir,"
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”
Lalu seterusnya kalimah dzikir ini yang terus ia ulang baca saat ini. fikirannya kacau ia hanya ingin tetap ber serah diri dan ber tawakal kepada Allah subhanahu Wa ta'ala
----------
Keesokan paginya saat Adzan Subuh berkumandang, Hasna mengerakan perlahan jari-jari nya, ia berusaha mengemmbalikan kesadarannya, lalu dengan perlahan namun pasti ia membuka matanya. untuk beberapa saat ia terdiam.Ia teringat hendak melahirkan, masuk ruang operasi, ia ingat saat mendekap anaknya dan kemudian ia ingat Afnan berpamitan hendak Sholat Dzuhur, setelah itu ia merasa lelah, dan letih sekali hingga tak sadarkan diri.
Kini yang Pertama ia lihat adalah Afnan yang tertidur di sisinya memeluk tubuhnya. Ia tersenyum bahagia dalam keadaan masih sedikit lemah.
"By,, Byby sayang!" ucap halus dari Hasna. Afnan pun membuka mata lalu ia lihat Hasna sedang tersenyum kearahnya.
"Masya Allah sayang,,Alhamdulillah, sayang sudah sadarkan diri!" ucapan bahagia Afnan. Afnan lalu menekan tombol bel yang berada disisi tempat tidur Hasna, agar suster atau dokter jaga memeriksanya.
"By,, mana Baby twins kita?" tanya Hasna lemah. " Sayang,, Baby twins kita ada koq di ruang bayi. Sayang tenang dulu ya biarkan Suster atau dokter memeriksa keadaan sayang. Setelah ini kita lihat sama-sama Baby twins kita."
AFKHA,,, AFSHA" gumam Hasna.
"Terima kasih sudah sadarkan diri Sayang, ucap Afnan sembari mengecupi kening dan kelompok mata Hasna dengan terharu.Air mata bahagianya tak terbendung lagi. Ia menangis dan juga tersenyum.
Tak berapa lama suster pun datang bersama dokter jaga memeriksa Hasna. Afnan pun terlebih dahulu melaksanakan Sholat subuh masih di ruangan tersebut sembari menunggu Hasna diperiksa.
Hampir pukul 6 dokter Anne pun tiba untuk memeriksa Hasna. Setelah dinyatakan semua baik-baik saja Hasna di pindahkan ke ruang perawatan. Setelah Hasna belajar bergerak miring, sedikit duduk lalu akhirnya hingga sore hari Hasna sudah kembali membaik ia sudah mempunyai cukup stamina, dengan memaksa ia meminta izin untuk menemui Anak-anak yang di ruang bayi.
Setelah dokter mengizinkannya,
maka Afnan mengantarkannya ke ruang bayi menggunakan kursi roda.
"By,, Baby Twins kita yang mana?" tanya Hasna setelah berada di depan ruangan yang tertutup dinding kaca besar tersebut.
"Itu sayang ditengah. lihat box berisi 2 baby twins. Itu twins kita.MasyaAllah anak kita cantik dan tampan sayang," Afnan menunjuk ke arah anak-anak mereka.
"MasyaAllah lucu sekali, menggemaskan sekali, Nana ingin memeluk mereka by" ucap Hasna antusias.
"Nanti ya sayang! kita akan memeluk mereka. Biarkan saja mereka di sana, lihat mereka begitu tenang dan damai. inshaAllah mereka tahu Mimma nya telah sadar," Afnan merangkul Hasna dari arah belakang Hasna berpegang pada tangan Afnan.
"By,,,"
"Iya sayang," jawab Afnan.
"Waktu anak-anak kita lahir sepertinya berbarengan dengan Adzan Dzuhur ya by?" tanya Hasna seraya mengecup di telapak tangan Afnan.
"Iya sayang, memangnya kenapa?" tanya Afnan.
"Nana ingin menamai mereka, dengan awalan ADZ," ucap Hasna.
"Ya silahkan sayang! untuk twins boy dahulu sayang," Ucap Afnan.
"BISMILLAH HIRROHMANIRROHIM,"
"ADZRAFFA KHAYRU AL-JARIS dan ADZAWDA NAFSHA AL-JARIS."
"Panggilan sehari-harinya nya AFKHA dan AFSHA , itu gabungan dari nama kita by," ucap Hasna.
"MasyaAllah Nama yang bagus sayang," ucap Afnan.
"Byby boleh tidak setuju!"
"Tidak sayang, Byby setuju sekali."
Akhir nya mereka sama-sama tersenyum bahagia.
------------
Ba'da Maghrib seluruh keluarga berkumpul di ruangan Hasna tidak terkecuali Lintang, Devano dan Elyavira. mereka dijemput Ubaydillah tadi sore, Mama Hasna pun baru tiba tadi sebelum maghrib.
"Iiihh lucunya lihat deh Yang," Ucap Lintang, ketika ia melihat bayi Hasna yaitu Afkha yang sedang digendong Umi. Sedangkan Afsha sedang meminum ASI dari Hasna. Ubaydillah dengan gemas mengecupi keponakan nya itu.padahal sudah di larang.
"Dedek sudah! ih kamu tuh, suster kan sudah mewanti-wanti tidak boleh banyak di sentuh," protes lembut Umi.
"Habis gemas sekali Mi, Dedek Afkha,,Afkha,, ini O'om, Afkha nanti O'om ajarkan main game ya," celoteh Ubaydillah seraya terus mengecupi wajah Afkha.
"Dedek sudah Dek! nanti Afkha nya lecet kena kumis kamu tuh, terus jangan Anta ajari Aneh-aneh ya," protes Afnan dari Samping Hasna. Yang lain hanya tertawa dan tersenyum melihat kelakuan Ubaydillah.
"Lihat tuh A, dia sedang menikmati geli-geli kena kumis landak, sampai senyum-senyum gitu. Kan biar cepat besar A'a bro," bantah Ubaydillah dan memang Afkha sedang senyum senyum dalam tidur nya saat ia kecupi. Tak lama suster pun tiba untuk mengambil kembali baby twins dan membawanya ke ruang bayi.
******
Sudah hampir satu Minggu setelah Hasna melahirkan, kini mereka sudah pulang ke rumah Utama.
"Selamat datang kembali di rumah sayang," ucap Afnan ketika masuk ke dalam kamar mereka. kamar itu di hias sederhana sebagai penyambutan selamat datang untuk Hasna. berbagai buket bunga hampir memenuhi meja dan sofa yang dikirim dari para santri dan orang tua santri yang tidak sempat menjenguk ke rumah sakit. Berbagai ukuran kado untuk twins tersusun rapi di samping Sofa.
Kini Twins mereka berada di bawah bersama Umi, Abi, orang tua Hasna, Ninen dan Kiki serta Ubaydillah, Lintang, Devano dan Elyavira . Mereka dipersilahkan naik ke kamar, Agar Hasna dapat istirahat.
"Iya terima kasih banyak iihh lucu sekali by," ucap Hasna lalu ia memeluk Afnan.
"Ya sudah Sayang istirahat dulu ya nanti Afkha dan Afsha nya biar Umi yang bawa naik," ucap Afnan.
"Loh ini penyekat kamar ini dibuka by?" Hasna melihat penyekat kamar dan ruang kerja Afnan dibuka dan saat ini ruang kerja itu sudah di sulap menjadi kamar Anak-anak mereka.
"Iya sayang agar kita tetap dekat anak-anak kita," ucap Afnan tersenyum, lalu ia angkat Hasna menuju tempat tidur.
"Aw!,, Byby begitu deh,,kalau mau angkat Mima bicara dulu dong," Hasna terkejut karena tiba-tiba saja Afnan menggendongnya.
"Ya kalau bicara dulu tidak romantis dong sayang, Byby sudah rindu ingin menggendong mu. Sudah berapa bulan ya tidak menggendong mu," Afnan
"Mungkin sekitar 5 bulan yah by," ucap Hasna. kini ia dapat nyaman di gendong oleh Afnan karena saat ini sudah tidak ada lagi twins di dalam perutnya.
Afnan menurunkan Hasna dengan hati-hati di sisi tempat tidur, ia tahu luka operasi Hasna belum sembuh apalagi pulih. lalu ia duduk di bangku kecil yang ia sudah siapkan untuk anak-anaknya , posisinya saat ini mereka saling berhadapan.
"Sayang terima kasih banyak telah memberikan kebahagiaan dan telah membuat Byby menjadi Ayah.Terima kasih banyak Sayang sudah sadar dan kembali ke pelukan Byby," ucap Afnan penuh haru dan ia kecup kening Hasna mendalam.
Lalu Afnan mengeluarkan kota kecil, dan itu berisi sebuah cincin.Sebuah Cincin cantik ber initial huruf H ( H untuk Hasna). dan Afnan pun menyematkan cincin itu di jari tengah Hasna.
"MasyaAllah cantik sekali by," Hasna tersenyum dan memeluk Afnan.
"Suka sayang? itu hadiah selamat datang kembali dari ketidak sadaran. Dan hadiah untuk kelahiran nanti ya ada, tapi menunggu sayang betul-betul sehat terlebih dahulu," ucap Afnan.
"Suka sekali by, Mumtaaz (keren) Syukron singa jantan ku," ucap Hasan malu-malu.
"Afwan singa betinaku!" ucap Afnan menatap Hasna tajam lalu ia naik ke tempat tidur.
"Byby mau apa? iiiihhh matanya horor!" pekik Hasna, ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan.
"Mau kamu sayang!" goda Afnan.
"Iiikkhh tidak-tidak Byby jauh-jauh sana!" teriak Hasna, Afnan makin menggoda nya dengan tambah mendekatkan wajahnya ke wajah Hasna.
"Byby jangan macam-macam jangan yang aneh-aneh ya by," ucap Hasna memundurkan wajahnya ketika wajahnya Afnan sudah sangat mendekati.
"Ahahaha, Byby Rindu akan Ekspresi khawatir mu itu sayang, MasyaAllah Istriku ternyata fiktor, orang suaminya hanya ingin sayang sayang saja koq, sampai tegang begitu," Afnan tertawa dan meledek Hasna.
Hasna berteriak sembari memukuli lengan Afnan "Aaaa,,,Byby jahat!, Nana fikir hendak berbuat tidak senonoh pada Istrinya yang sedang masa Nifas ini."
"Hehe tidak sayang, Astagfirullah tidak ada Fikiran ke arah situ koq. Maafkan Biyya ya Mimma sayang," Afnan menyeringai sembri menarik Hasna ke dalam pelukannya.
Pada akhirnya mereka berdua terlibat obrolan hangat dengan dekapan Afnan yang hangat pula, tentu saja di barengi cumbuan kecil sebagai bumbu dari obrolan mereka.
--------
Malam hari sekitar pukul 11 malam.Afnan terbangun karena tangisan Afkha, tak lama Afsha pun ikut menagis. Hasna masih dalam keadaan terlelap. Afnan tidak ingin membangunkannya, maka ia periksa kedua anaknya kira-kira apa yang membuat mereka menangis.
"Assalamu'alaikum sayang Afkha,, Afsha ada apa sayang, koq menangis? haus ya?" celotehan Afnan bertanya pada anak-anak nya.
Lalu ia gendong Afkha terlebih dahulu, keadaan kain popok nya masih kering berarti dia belum pipis. dan mungkin saat ini ia hanyalah merasa haus! sebetulnya Afnan ingin memakaikan diapers pada anak-anak nya. Namun Hasna menolaknya, dengan alasan ia ingin merasakan bagaimana rasanya malam-malam mengganti popok saat twins pipis.
"Mimma sayang, bangun sebentar Afkha haus sayang," Afnan membangunkan Hasna dengan pelan-pelan dan sangat hati-hati sekali. Hasna membuka matanya perlahan, ia lihat Afnan sudah berdiri di hadapannya, lalu Hasna bangun dan menuju sofa.
"sini sayang, ayo Mimi dulu, uuuhh haus ya chayang," Afnan memberikan Afkha kepada Hasna, dan Hasna memberikan Asi pada Afkha dengan penuh kelembutan. sedangkan Afnan kembali ke tempat tidur bayi untuk menggendong Afsha. lalu ia bawa mendekati Hasna. sembari menunggu giliran ASI-nya. Afnan menimang Afsha dengan kasih sayang serta ia senandungkan sholawat.lafazh bacaan shalawat yang paling ringkas dan sesuai dalil-dalil yang shahih : Allahumma shallii wa sallim alaa nabiyyinaa Muhammad. Yang artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami (Muhammad).
"By, Afkha pipis!" ucap Hasna saat ia rasa ada yang hangat pada pangkuan nya.
"Mari Byby ganti pokok nya, dan sekarang Afsha yang Mimi," Ucap Afnan, lalu ia menyerahkan Afsha dan Afnan membawa Afkha ke meja tempat ia akan mengganti popok.
"Uuu pipis, yaahh Mimma nya basah ya sayang! Besok Afkha pakai diapers saja ya sayang, ayo bantu Biyya membujuk Mimma," celoteh Afnan sambil berbisik-bisik. Dan Afkha tersenyum dengan senyuman khas bayi.
"Hayoo, para lelaki bisik-bisik saja, pasti membicarakan Mimma ya?, ayo ngaku," Hasna sudah berdiri di samping Afgan sembari menggendong Afsha.
"Hihi Mimma pendengaran nya tajam," seringai Afnan.
"Ya sudah Biyya mengapa harus menunggu besok untuk memakaikan diapers. Saat ini saja! agar Biyya sedikit rileks bobonya. kan nanti Biyya hendak shalat tahajud," ucap Hasna, sembari membuka kain popoknya Afsha dan kemudian ia pakaikan diapers.
"Hehe,, Mimma. Koq mendengar saja sih Biyya bicara seperti itu," Afnan tersipu malu, ia fikir karena sudah berbisik-bisik maka Hasna tidak akan dapat mendengar. ternyata telinga Hasan jauh lebih tajam dari perkiraan nya.
********
Sudah hampir dua Minggu,,, Prilaku Hasna sedikit berubah ia terlihat aneh. ketika Twins mereka menangis dan kehausan meminta Asi maka tak jarang Hasna pun akan ikut menangis. atau ia akan mendiami begitu saja Twins. Tak jarang Hasna malah akan menghindarinya.
"Mi, mengapa akhir-akhir ini Nana berubah ya, seperti menghadapi tekanan, bahkan ia tidak mau memberikan Asi langsung pada Twins. maka harus selalu menggunakan breast pump, agar twins mendapatkan Asi," sore itu Afnan sedang bercerita pada Umi di ruang keluarga. Abi Kyai, Ubaydillah dan Lintang pun ada di sana.
"Mungkin hanya kelelahan A," Abi kyai ikut bicara.
"Iya mungkin A,atau luka jahitan nya sakit kembali?" tanya Umi.
"Setahu A'a tidak Mi! bahkan Bi, saat ini yang selalu bangun malam itu, A'a untuk menjaga Twins saat mereka terjaga.
"Atau mungkin Nana terkena Syndrome Babby blues A?" Tanya Ubaydillah.
"Babby blues?"
"Iya Syndrome Baby blues, yaitu ketika si ibu mudah menangis,mudah lelah, sehingga tidak mau berbuat apapun, marah-marah tidak jelas." Ubaydillah menjelaskan akan pengetahuan nya tentang Baby blues.
"Oh iya,,Ana pernah mendengar tu Dek, kalau begitu Ana harus konsultasi ke dokter Anne Dek," ucap Afnan.
"Pergilah A, biar Ana yang menjaga Twins dan Nana," pinta Ubaydillah.
"Baiklah dek, sebelum Nana makin tak di mengerti, Kalau begitu A'a pergi sekarang ya Abi, Umi,Dek neng Lilin, tolong titip twins dan Nana sebentar," Afnan berpamitan pada mereka.
"Iya A hati-hati," ucap Umi dan Abi.
"Tenang A'a bro serahkan pada kami," Ucap Ubaydillah.
Akhirnya Afnan pun pergi menemui dokter Anne untuk berkonsultasi mengenai Hasna.
------
Di kamar twins Kini Ubaydillah dan Lintang sedang memandikan twins karena hari sudah sore.
"Aw Astagfirullah,,, yaahh koq wajah O'om di pipisin sih Afkha?" teriak Ubaydillah ketika ia hendak memakaikan diaper ternyata Afkha pipis dan memancur begitu saja pada waja Ubaydillah yang sedang membungkuk di atas Afkha.
"Astagfirullah Dad, ahahahh," Lintang tertawa melihat wajah Ubaydillah basah oleh air pipis Afkha.
"Mimom koq malah menertawakan, nih ya biar adil," Ubaydillah pun mengusapakan air pipis Afkha ke wajah Lintang.
"Dad,sudah cukup. Yaah pakai masker air pipis Afkha deh jadinya hehe," ucap Lintang.
Ubaydillah dan Lintang pun sama-sama tertawa, sembari memakaikan pakaian pada Afkha dan Afsha.
Hasna yang sedang memainkan ponselnya di kamar sebelah,ia mendengar Ubaydillah dan Lintang tertawa dari arah kamar mandi Twins. Lalu ia penasaran apa yang sedang mereka lakukan, dan Hasna pun mengintip dari dekat pintu.
"Astagfirullah Al Adzim," gumam Hasna, ia merasa terenyuh akan ke bersamaan mereka, ada apa dengan dirinya yang merasa takut, gelisah, dan entahlah perasaan terganggu oleh tangisan twins, itu yang membuat nya saat ini menjauhi twins, harus ia tidak boleh begitu sebagai seorang ibu. Hasna berlari ke tempat tidur dan ia kembali menangis yang tidak ia mengerti mengapa harus nangis.
-----------
Di rumah Dokter Anne,,,,
Obrolan hangat sedang berlangsung antara Afnan dokter Anne dan polisi Imron, sebagai suami dokter Anne. Sore itu ia tidak sedang bertugas, maka dari itu polisi mempersilahkan Afnan datang ke rumahnya agar mengobrol bersama.
"O,, jadi seperti itu toh Ustadz," ucap dokter Anne setelah mendengar Afnan menjelaskan apa yang terjadi dengan Hasna.
"Ya begitulah dokter dan saya tidak mengerti. Awalnya semuanya berjalan lancar! Nana baik, hangat, keibuan sekali, saya merasa bahagia atas keutuhan rumah tangga kami. namun entah mengapa akhir-akhir ini ya seperti itu," Afnan menghela nafas. Ia merasa berat menceritakan semuanya, namun setidaknya saat ini ia lebih merasa lega.
"Sabar Akhi Ustadz, yang Ana tahu Biasanya sebentar sih, tidak akan lama jika yang terkena Syndrome itu," timpal polisi Imron.
"Tidak mengapa Ustadz itu bukan keanehan apapun. InsyaAllah itu hanya syndrome Baby blues dan penyembuhannya tidak perlu dokter ataupun obat sebetulnya, itu hanya stress pasca melahirkan karena merasa khawatir yang berlebihan, yang memicu terjadinya untuk menutup diri dari anak-anak.kadang keluarga sendiri dan ia hanya ingin menyaman kan dirinya. nanti
setelah beberapa hari juga akan kembali membaik, lebih bersabar saja Ustadz hadapi dengan keceriaan, ketenangan. dan coba deh jika twins menangis malam-malam. coba Ustadz diam. Tak perlu bangun, Ustadz berpura-pura tidur saja. InshaAllah naluriah seorang ibu itu pasti muncul Ustadz. dan pasti ia akan merasa iba, saat twins menangis tidak ada yang merawatnya
InshaAllah pasti dia perlahan akan menghampirinya. Lihat saja dulu saja tak perlu Ustadz bantu! hanya ingin tahu apa reaksinya. Jika ia mendekati dan menggendong twins berarti itu sudah perkembangan yang baik Ustadz, biarkan saja dulu baru Ustadz membantu perlahan setelah ia untuk betul-betul dekat dengan Twins," tutur Dokter Anne.
"Oh seperti itu ya dokter. Baik saya akan melakukannya, terima kasih banyak dokter atas sarannya," akhirnya obrolan beralih ke hal lain. sore Itu polisi melawan tidak mengijinkan Afgan pulang sebelum makan malam.
-----------
Di rumah utama ponpes,,,,,
Hasna merasa begitu khawatir karena Afnan belum juga pulang hingga selepas sholat Isya. bahkan pergi pun Afnan tidak berpamitan . Ia hanya menitip pesan pada Umi bahwa ada urusan pekerjaan yang penting, namun saat ini teleponnya pun tidak dapat dihubungi.
"Umi, sebetulnya A'a Ustadz kemana Mi? koq belum pulang juga hingga saat ini," tanya Hasna pada Umi yang saat ini sedang menemaninya.
"Loh kan tadi katanya ada pekerjaan penting. Coba di telepon kembali sayang!" pinta Umi
Hasna hanya menggelengkan kepala, lalu ia mencoba menelpon kembali dan meng load speakernya. Namun kembali terdengar nada operator yang menjawab. "Tidak ada Mi. Telepon nya tak dapat dihubungi."
"Mungkin baterai nya habis sayang. sabar saja dulu ya sayang, Umi akan tetap menemanimu hingga A'a pulang!" ucap Umi menenangkan, sembari mengusap punggung Hasna. sedangkan twins baru sajs tertidur.
Setengah jam kemudian Afnan pulang,,,
"Assalamu'alaikum Umi, Mimma," sapa Afnan ketika ia sudah berada dalam kamar. Ia lihat Umi dan Hasna sedang duduk di sofa.
"Wa'alaikumsalam," jawab Hasna dan Umi. lihat Afnan pulang Hasna begitu sumringah.
"Alhamdulillah A'a sudah pulang! kalau begitu Umi pamit ke bawah Ya, kasihan Abi sepertinya sudah pulang dari Masjid Mungkin ia ingin minum teh," pamit Umi.
"Ia Umi. Terima kasih banyak sudah menemani Nana dan Twins," ucap Afnan. Umi pun beranjak dari kamar itu untuk menuju lantai bawah.
"Byby ke mana saja, Nana khawatir!" tendangan nada kecemasan dari Hasna.
"Tadi ada pekerjaan sayang. Lalu bertemu polisi Imron dan ia mengajak makan di rumahnya, ya terpaksa makan Byby terima ajakan nya," ucap Afnan lalu ia berjalan ke arah Hasna dan memeluk Hasna penuh kerinduan. begitupun dengan Hasna, cukup lama mereka berpelukan. Hingga pa*u*an b*b*r mereka yang menjadi akhir dari pelukan tersebut.
Lalu Afnan membuat Hasna duduk di pangkuannya seperti biasa. Ia ingin memanjakan nya seperti dahulu. semoga saat ini syndrome Baby blues Hasna akan sedikit terobati. "Twins sudah bobo Sayang?" tanya Afnan lembut.
"Sudah by, tadi umi yang menidurkan mereka," jawab Hasna. kini ia menempatkan kepalanya di bahu Afan. dapat Afnan dapat merasakan hembusan nafas nya yang membangkitkan kelelakian nya, namun Afnan berusaha menahan nya, karena keadaan Hasns yang masih bernifas, ia tidak mungkin melakukan hal Jauh.
"Iikkh Byby belum mandi ya?" tanya Hasna saat ia mengecupi leher Afnan itu terasa asin.
"Belum Sayang hehe, Byby hanya mandi tadi pagi," ucap Afnan menyeringai.
"Astagfirullah Byby jorok iikkhh," pekik Hasna. Sepertinya gelagat Hasna sudah mulai kembali seperti sebelum nya. "Ya sudah Nana siapkan air hangat dahulu ya by, untuk Byby mandi."
"Terima kasih sayang, Byby melihat Twins dahulu," Ucap Afnan. setelah mereka kembali berpa*utan B*b*r cukup lama, maka Hasna pun ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Afnan mandi. Dan Afnan menghampiri Anak-anaknya.
--------
Tengah malam twins terbangun dan itu Afsha. sebetulnya Afnan mendengar salah satu anaknya menangis. Namun sesuai saran dokter Anne ia harus pura-pura tidur. hampir 5 menit salah satu anak nya menangis, dan kembali disusul oleh salah satunya dan kini keduanya menangis. Hingga tangisan mereka terdengar cukup lama, sebetulnya Afnan tidak tega namun ia menunggu akankah Hasna bangun dan menghampiri bayi mereka.
Afnan merasakan pergerakan dari Hasna yang berada dalam pelukannya. "Astagfirullah twins menangis," gumamnya, lalu Hasna meng geserkan tangan Afnan yang sedang merengkuh tubuhnya. Sebelum beranjak tak lupa ia kecup pipi dan kening Afnan. Lalu ia beranjak menghampiri anak-anaknya.
Afnan hanya mengintip. Ia ingin tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.
"Uuuu sayang,,,kenapa sayang? haus yaa mari Mimi," celoteh Hasna. Lalu ia angkat Afsha dan ia memberikan nya Asi. dan setelah Afsha selesai maka ia beralih pada Afkha.
Afnan yang memang sudah bangun kini ia beranjak dari tempat tidur menghampiri Hasna. "Hai Sayang sedang memberikan ASI yah, Maaf ya sayang Byby tidak bangun terlebih dahulu," ucap Afnan merangkul serta mengecup Hasna. padahal saat ini ia merasa senang melihat Hasna mau mengangkat bayi mereka dan menyusuinya.
"Tidak apa-apa Biyya sayang, kan ini sudah menjadi kewajiban Mimma sebagai ibu! O ya By, bisakah kita kembali ke rumah kayu?" tanya Hasna seraya mengecup kilas bibr Afnan.
"Boleh aja sayang! tapi nanti ya setelah kita melaksanakan aqiqahan twins," ucap Afnan tersenyum penuh kelegaan.
"Terimakasih Biyya sayang," ucap Hasna yang saat ini menyandarkan tubuh dan kepalanya pada dada Afnan masih dengan Afkha meminum Asi.
"Iya Mimma sama-sama," Afnan tetap memeluk Hasna dengan membelai kepala Afkha. ia tidak ingin menyinggung sikap Hasna yang berubah belakangan ini, saat ini ia hanya ingin menikmati kebersamaan mereka seperti kemarin-kemarin, semoga saja besok hari Hasna tak berubah kembali.
*******
Beberapa minggu kemudian, rumah utama sudah ramai dengan para sanak family dan keluarga, serta sahabat-sahabat mereka. Hari ini diadakannya acara aqiqahan untuk Afkha dan Afsha.
"MasyaAllah Twins kalian tampan dan cantik," ucap Granny yang juga ikut hadir saat ini.
"Hehe Terimakasih Great-Granny," ( Nenek Buyut)," ucap Hasna. Granny ingin dipanggil seperti itu. Untuk Ninen dan Kiki mereka minta di panggil Upa dan Upi. Untuk Mama Hasna ia minta di panggil Nema( Nenek Mama) dan untuk Ricky Grandad . untuk Papa Hasna Pamu (opa muda) dan Vinny Mamu (Oma muda). Sedangkan Almira tak kalah ia ingin di panggil Antyk (Aunty cantik). dan celoteh Alamira membuat semuanya tertawa.
Untuk Umi dan Abi tetap Umma dan Abba. untuk Ubaydillah dan Lintang tetap di panggil O'om dan Aunty Lilin. untuk Devano serta Elyaviraira ia ingin dipanggil Uncle Dev dan Ante El. dan Adrian ingin di panggil Paman Ian, agar Indonesia sekali katanya.
Ba'da Dzuhur acara Aqiqah pun di mulai dengan Ubaydillah yang sedikit memberikan pencerahan.
"ASSALAAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,,,"
"BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM, ALHAMDULILLAAHIROBBIL AALAMIN, ASHADU ALLAA ILAAHA ILLOLLOH, WA’ASHADU ANNA MUHAMMADARROSUULULLOH, ALLOHUMMA SOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, AMMA BA’DU ,"
"Yang saya hormati ,"
"Orang tua kami Bapak Kyai Qorry Al-jaris Umi Afiqoh Khumaira."
"Kakak kami Ustadz Afnan Al-Jaris beserta Istri."
"Bapak-bapak/Saudara-saudara undangan yang mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin ya Robbal A'lamiin."
"Puji serta syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga pada Siang ini Bapak dan Ibu, sanak saudara, sahabat, saudara dan saudari sekalian, dapat memenuhi undangan dan hadir di kediaman kami pad hari ini yaitu dalam acara aqiqahan dari putranya Ustadz Afnan beserta istri yaitu Ustadzah Hasna, Alhamdulillah yang mana dikaruniai sepasang bayi kembar yaitu putra dan putri yang diberi nama:
ADZRAFFA KHAYRU AL-JARIS dan ADZAWDA NAFSHA AL-JARIS. dengan nama panggilan AFKHA dan AFSHA. Baiklah hadirin. Saya selaku perwakilan dari tuan rumah! hanya ingin memohon Doa untuk para keponakan saya ini, agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Berbakti pada kedua orang tua nya dan diberikan kemudahan oleh Allah di jalan hidupnya. Aamiin Aamiin ya Robbal Alamiin."
" Baiklah saya hanya akan sedikit mengulas tentang apa itu aqiqah. dalam bahasa Arab Aqiqah itu: عقيقة, transliterasi: Aqiqah. adapapun Aqiqah adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT. mengenai bayi yang dilahirkan. menurut Samurah bin Jundub, nabi bersabda,
كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (Hadis riwayat Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dishahihkan al-Albani)."
"Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakadah, dan ini adalah pendapat jumhurulama menurut hadis riwayat Imam Ahmad Berdasarkan anjuran Rasulullah SAW dan praktik langsung beliau. “Bersama anak laki-laki ada akikah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (maksudnya cukur rambutnya).” (Hadis riwayat Imam Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)."
"Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus adalah artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir. Rasulallah SaW bersabda “Maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan),” adalah perintah, tetapi bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan lakukan.” (Hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). Perkataan dia, yang artinya: “Ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunah."
" Kemudian Ibnul Qoyim menyebutkan tafsir hadis Samurah bin Jundub di atas, "Tergadai artinya tertahan, baik karena perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain… dan Allah jadikan aqiqah untuk anak sebagai sebab untuk melepaskan kekangan dari setan, yang selalu mengiringi bayi sejak lahir ke dunia, dan menusuk bagian pinggang dengan jarinya. Sehingga aqiqah menjadi tebusan untuk membebaskan bayi dari jerat setan, yang menghalanginya untuk melakukan kebaikan baik akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya." (Tuhfah al-Maudud,
hlm. 74)."
"Adapun untuk aqiqah itu adalah seekor kambing. Tentunya tidak sembarang kambing,menurut syari'at Islam mengajarkan kepada kita bahwa jenis kambing untuk aqiqah itu sama dengan kambing untuk kurban yaitu kambing gebas yang sudah berusia 2 tahun jika kambing jawa harus sudah berumur 1 tahun atau sekalipun belum, tapi ada giginya sudah lengkap.
"Demikian pula banyaknya kambing yang disembelih untuk aqiqah telah diatur oleh syari'at Islam yaitu apabila bayi yang lahir itu laki-laki maka aqiqah penyembelihannya dua ekor kambing. Jika perempuan maka satu ekor kambing. Hal ini mengandung syari'at bahwa dengan melaksanakan aqiqah berarti orang tua telah mengamanatkan kepada anaknya tentang hak dan kewajiban yang akan dilaksanakan nanti. Antara anak laki-laki dan perempuan itu tidak sama baik dalam tugas keagamaan maupun kemasyarakatan. Bapak dan Ibu setelah kita melaksanakan aqiqah itu berarti kita sudah menjalankan amanat Allah untuk bertakwa kepadaNYA."
"Demikianlah sedikit ullasan dari saya. sekiranya dapat dimengerti dan untuk mempersingkat waktu maka dari itu saya tutup sambutan dari saya. terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf
atas segala kekurangan dan kekhilafannya.
"UUSHIIKUM WANAFSII WA-IYYAAYA BITAQWALLOOHI, WASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WARAROKATUUH".
Sambutan dari Ubaydillah pun selesai. Rangkaian acara dilanjutkan dengan bacaan shalawat Nabi dan lain-lainnya. lalu acara puncaknya yaitu gunting rambut. dan seluruh rangkaian acara pun selesai.
*******
Setelah aqiqahan anak-anak mereka. kini Hasna dan Afnan kembali ke rumah kayu karena permintaan Hasna. Ia ingin menjadi keluarga kecil mandiri.
"Uuu Chayang pintar. Nih berdua menungu Biyya pulang bekerja ya, Anteng ya sayang!Mimma masak dulu," celoteh Hasna pada anak-anaknya ia sedang di dapur hanya membuat dadar telur dan itu pun tidak tahu akan kah rasanya enak atau gosong seperti kemarin. Yang akhirnya akan Ambu juga yang memasak untuk mereka, atau Afnan membawakan makanan di restoran.
"Assalamualaikum Mimma,,,Twins kesayangan Biyya," akhirnya suara hangat yang ditunggu-tunggu pun muncul, baru saja masuk dari pintu luar! yaitu Afnan.
"Wa'alaikumsalam Biyya sayang," Jawab Hasna dari arah dapur.
"Twins,,,Biyya pulang!" pekik Hasna lalu ia menghampiri Afnan dengan mendorong Pushchair atau Stroller baby twins.
"Hai Sayang sedang apa sih koq bertiga an saja di dapur,"
"Sedang masak Biyya!"
Masak apa sih kan Biyya sudah bilang tidak perlu masak. Nanti Biyya bawakan atau Ambu yang akan memasak."
"Iya Biyya! ya besok tidak deh.Ya sudah sekarang Biyya mau minum teh, kopi,atau mau mandi, atau yang lain?" goda Hasna
"Nah kalau boleh,Biyya minta yang lain saja deh. Apa tuh ya penasaran jadinya," ucap Afnan tak kalah menggoda ia mengedipkan mata.
"Ih Biyya genit, maksud yang lainnya itu. mungkin Biyya hendak main dulu dengan Twins. Ya kan Twins?"
Seperti mengerti Twins mereka menunjukkan senyuman yang lucu sekali.
"Lalu main dengan Mimma nya kapan nih Mimma sayang?" tanya Afnan sembari menarik Hasna pada pangkuan yang baru saja duduk di sofa. Lalu ia menyesapi pipi Hasna dengan gemas.
"Iiiihhh Byby genit ,malu dengan Twins by," teriak Hasna. Sambil tertawa-tawa karena ia merasa geli oleh kumis Afnan, yang baru tumbuh. Twins Afkha dan Afsha hanya memandang kedua orang tuanya tidak mengerti sedang apa mereka.
Hari itu bertambah lagi, adalah hari kebahagiaan untuk mereka.
*******
Beberapa bulan kemudian , Twins sudah mulai besar. Dan kandungan Lintang sudah memasuki hari perkiraan lahir.
Malam itu,,,
Tepat nya tengah malam,,
"Yang, Lilin sudah dua kali pipis di celana tapi tidak terasa, apa mungkin Lilin hendak melahirkan ya Yang?" ucap Lintang pada Ubaydillah.
"A'a Dav kurang tahu Sayang. Ya sudah tidur saja dulu. Besok pagi kita ke dokter sekarang kita bobo lagi lagi sayang," ucap Ubaydillah dan merekapun tidur kembali.
Namun selang setengah jam Lintang terbangun kembali, karena ia merasa buang air kecil.
"Yang Lilin pipis lagi. Lalu bagaimana?"
"Perut nya sakit atau tidak sayang?"
"Tidak Yang!"
"Ya sudah A'a Dav panggil Umi ya sebentar."
"Iya Yang, jangan lama!"
"Baik."
Ubaydillah pun keluar kamar. Ia hendak menanyakan pada Umi perihal Lintang yang sudah buang air kecil 3 kali namun ia tidak merasakan itu sebagai hal buang air kecil.
"Ada apa Dek?" tanya Umi setelah Ubaydillah mengucap salam dan Umi membukakan pintu.
"Itu Mi Lilin pipis sudah tiga kali. Dan kakatanya Lilin tidak merasakan itu sebagai pipis seperti biasanya, tiba-tiba sudah basah."
"Astagfirullah, mungkin Lilin aka melahirkan sayang,"
**********
Masih dalam proses Episode akhir Readers.
Maaf Readers jika tulisan nya kurang menarik, Thor nya sedang sedih .Karya Author ada yang memplagiat atau menjiplak di platform Watpadd. dan itu sama percis dari judul dan isi. Hanya Nama tokoh nya saja yang di ganti nama depannya, nama belakang nya sama.
terimakasih banyak sudah membaca🙏🤗😍