Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
IEps. 148. Penyambutan untuk Lintang


Ba'da Ashar akhirnya Afnan, Hasna, Ubaydillah dan Lintang telah sampai dengan selamat di pondok pesantren.


Ubaydillah membawa Lintang ke rumah utama, Umi sudah menyiapkan acara penyambutan untuk Lintang, hanya acara kecil kecilan, lebih ke acara makan malam saja sebetul nya.


"Assalamu alaikum" ucap mereka serempak.


"Waalaikum Salam" sambut Umi dari dalam rumah di iringi dua ambu.


"Alhamdulillah anak anak Umi sudah sampai dengan selamat" ucap Umi sumringah.


"iya Umi alhamdulillah" ucap Afnan.


"Abi tidak di rumah Mi?" tanya Ubaydillah, Karena tak melihat kehadiran Abi, biasa nya Abi tak lepas dari twins jika mereka sedang ada di rumah utama.


"Abi, tidak ada sayang, tadi pagi pergi sama paman Arlen ( kakek Hasna) melihat tanah wakaf untuk membangun sekolah di kampung sebelah" jawab Umi.


Terlihat Qeenan dan Queena sedang asik berlarian.


"Assalamu alaikum twins" sapa Afnan


Waalaikum Salam Amca ( paman).


"Amca, teyze, hadi bizimle oynayalım ( paman, tante, kemarilah bermain bersama kami) " seru Qeenan.


"Daha sonra canım, teyzen yorgun, (nanti ya sayang , tantemu masih lelah)" ucap Afnan


"Yaaaoo..okke" mereka serempak kesal dan kecewa, lalu mengiyakan.


Twins Qeenan dan Queena:



"Yaaah jangan kecewa begitu dong sayang, nanti setelah Auntie istirahat yaa, kita main" bujuk Afnan.


"Baik paman" , jawab keduanya lalu mereka berlalu dan bermain kembali.


Adreena dan suaminya baru saja turun dari lantai Atas.


"Baru sampai De?", tanya Nizam(suami Adreena).


"Iya mas, baru saja sampai " jawab Afnan ( Nizam ini orang jawa, maka, nya Afnan memanggil nya mas).


Gambaran Nizam dan Adreena:



"wah , lumayan pegal Dek, bawa mobil sendiri kan?" tanya Nizam sembari duduk di sofa.


"Iya mas, mana macet juga tadi" jawab Afnan.


"Kak, Afrina pada kemana ini kak" tanya Afnan pada Adreena.


"Loh kan, mereka sudah pulang tadi pagi, Bang Handi (suami Afrina) tidak bisa ambil cuti terlalu lama" jawab Adreena.


"Oh begitu, sayang ayo ke kamar kamu harus istirahat" ajak Afnan.


"Iya sayang istirahat dulu, nanti makan malam jangan lupa makan bersama ya, kan menyambut kehadiran Lintang" ucap Umi.


"Baik Umi, ya sudah Nana naik dulu ya, kak Adreena, mas, kak ubay, Lin naik dulu ya" pamit Hasna.


"Iya" ucap mereka serempak.


"Ayo by" ajak Hasna pada Afnan.


"Iya ayo, semua A'a ke kamar dulu, twins Amca istirahat dulu ya, Qeenan nanti ikut Amca ya berjamaah ke masjid" tak lupa Afnan pamit pada si kembar.


"Iya A, okke Amca" ucap mereka dan Qeenan.


Afnan dan Hasna naik ke kamar mereka.


"Kami pun pamit ya, kak, mas Umi" Ubaydillah menyusul pamit pada mereka.


"Iya dek, silahkan istirahat dulu" ucap umi


"Iya dek" jawab Adreena dan Nizam.


"Lintang ke kamar ya Umi, kak, mas" pamit Lintang.


"Iya sayang, jangan sungkan ya, semoga Lintang kerasan di sini" ucap Umi.


"Iya Lin" ucap Adreena dan Nizam.


Ubaydillah dan Lintang pergi ke kamar Ubaydillah, ketika pintu di buka terlihat kamar Ubaydillah sudah di sulap menjadi kamar pengantin.


"Waaahh, kamar pengantin Yang" ucap Lintang.


"Hehe Umi.. Umi.. Pasti kelakuan Umi nih " Ubaydillah tersenyum sumringah.


Setelah masuk ke dalam kamar dan menutup Pintu, tanpa aba aba Ubaydillah membopong Lintang ke atas kasur yang berhias kelopak mawar, wangi kamar pengantin menggugah selera Ubaydillah rupanya, apalagi santapan nya kini sudah tersedia.


"Aaw, Ayang buat Lilin terkejut saja, bicara dulu gitu kalau mau angkat Lilin" protes Lintang sambil melingkar kan lengan nya pada leher Ubaydillah.


"Maaf Yang, habis hiasan dan wangi kamar ini, membuat rasa lapar ku tiba tiba muncul dan ingin segara makan hihi" seringai Ubaydillah.


"Makan di meja makan dong Yang, masa di sini" ucap Lintang yang saat ini sudah berada di kasur.


"Kalau hidangan yang ini sih, maem nya memang harus di kamar biar terasa lebih nikmat hehe" senyuman nakal Ubaydillah membuat Lintang bergidik.


"Aku bersih bersih dulu" ucap Lintang, lalu bergeser hendak ke kamar mandi, namun percuma Ubaydillah telah lebih dulu menahan nya dengan serangan dadakan pada bibir Lintang, hingga mereka tak kuasa menahan untuk tidak melakukan apa yang harus di lakukan Selanjut nya.


Di kamar Afnan...


"By kaki Nana pegal sekali, pinggang Nana panas" keluh nya setelah mereka mandi bersamaan sebelum nya (hanya mandi).


"Ya sudah mari byby olesi minyak oles teraphi" ajak Afnan


Hasna menuruti ajakan Afnan, ia duduk di tempat tidur bersandar pada susunan bantal yang telah di persiapkan Afnan se nyaman mungkin


Lalu Afnan mulai mengolesi minyak teraphi dengan lembut penuh kasih sayang pada perut hingga pinggang lalu ke betis da kaki Hasna , Afnan sedikit memijat kaki Hasna, setelah terlihat Hasna cukup relax, maka ia berpindah memijati bahu Hasna dan kini Afnan mendekap Hasna di dalam pelukan nya, selelah dan seletih apapun pelukan Afnan akan mampu menjadi obat penenang untuk Hasna.


"Sayang perut nya tidak terasa apa apa kan?" tanya Afnan sembari mengelus perut Hasna yang sudah dapat di elus memutar kali ini, Karena sudah mulai membulat.


"Alhamdulillah tidak By" ucap Hasna, tangan nya mengelus dada Afnan yang belum sempat mengenakan baju, Hasna saja masih menggunakan kimono mandi.


"Ya sudah, tapi besok tetap harus kontrol ya" ucap Afnan.


"Iya byby sayang, tapi kan besok byby sudah mulai sibuk dengan pekerjaan byby" ujar Hasna.


"Tidak apa apa sayang, byby masih dapat antar sayang koq, apalagi utun berjenggot kan sekarang sudah mulai konsentrasi bekerja, sudah tidak akan berkelana jauh, sekarang dia berkelananya antara kasur dan kamar mandi Hehe" ucap Afnan bergurau.


"Hiii, byby bisa saja, memang betul seperti itu by?" tanya Hasna.


"Iya.. tidak percaya ayo kita intip sekarang ke kamar nya, pasti sedang berkelana di tubuh Lintang hehe " ucap Afnan berbisik sembari menyeringai dan mengecup lembut telinga Hasna, yang sukses membuat Hasna bergelinjang geli.


"Iih byby fulgar" ucap Hasna mengelus pipi Afnan.


"Ya sudah bobo sebentar yuk, tubuh byby juga terasa pegal dan lelah nih" ajak Afnan.


"Mmmm.. Memang byby tidak mengikuti kak ubay berkelana di tubuh Nana" bisik Hasna malu , Karena biasa nya jika sudah dengan suasana seperti ini bersantai berdua di kamar, pasti akan ber akhir dengan kisah asmara ku dan asmara mu.


"Uuuuhh mau sekali, tapi byby tidak tega sayang, kan sayang sedang lelah dan kasihan mungkin debay nya juga lelah" ucap Afnan seraya mengecupi pelipis Hasna.


"Tidak apa apa koq by, kan pelan pelan saja itu nya" ucap Hasna mempertemukan kan kedua ujung telunjuknya sembari menunduk dan tersipu malu.


"Memang nya yakin?" tanya Afnan kembali


"Yakin by, iiihh byby kelamaan berfikir nya" lalu Hasna begeser dari pelukan Afnan dan ia dorong tubuh Afnan hingga terjengkang di kasur dan Hasna mulai menyalurkan keberanian nya, ia awali dengan kecupan yang berlanjut ke tahap L*m***n di bibir afnan hingga Afnan terkejut, istri nya yang biasa nya manja dan malu malu kini malah berubah buas dan beringas, berkali kali Hasna memulai dan memulai kembali menodai bibir nya, hingga pertahanan iman Afnan runtuh, ia terbuai dan terbujuk untuk mengimbangi keberanian Hasna bertindak lebih jauh,memenuhi kamar itu dengan suasana eksotis dan erotis.


Ba'da Maghrib kini keluarga pak Kyai sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malam bersama.


"Lintang selamat datang di rumah kami di ponpes Hubbul wathan ini, ucap Abi,yang sudah kembali sebelum maghrib tadi.


" Terimakasih Abi dan Umi" ucap Lintang.


"Alhamdulillah anak anak kita sudah mendapatkan pasangan semua" ucap Umi.


"Alhamdulillah mi" timpal pak Kyai.


Ayo Lintang maem yang betul, Nana sayang harus banyak maem sayur dan buah ya sayang.


"Iya Umi sayang" ucap Hasna, membalas perhatian dari Umi.


Kini mereka melanjut kan makan malam nya dengan penuh suka cita.


******


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍


Next Episode Daddy dan Mommy Ubaydillah akan berkunjung ke ponpes.. Mau lihat doong tampan nya Daddy dan syanteek nya


mommy 😉...🆙💪