Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 43. Izinkan Aku Membahagikanmu


"Eh, iya Ustadz! Heeee," Hasna menyeringai dan salah tingkah, Karena malu terpergok Afnan meminum jus dengan cepat.


"Siapa yang datang Ustadz?" tanya Hasna mengalihkan kegugupan nya.


"Itu, Pihak WO, memberi tahu kan untuk siap siap make up nanti ba'da Ashar.


"Ouuh..begitu," ucap Hasna.


"Baiklah, mari makan dulu, sudah aku siapkan," ajak Afnan.


"Nanti saja, Ustadz," tolak Hasna.


"Nanti kapan lagi? atau... malah mau nya di makan, yah?!" ucap Afnan.


"Iikhh apaan sih. Ustadz piktor," ucap Hasna.


"Hehe, piktor!" ucap Afnan.


"Mana? Aku makan sekarang," ucap Hasna.


Hasna dan Afnan, masuk ke dalam kamar lalu mereka duduk di sofa yang sudah tersedia makanan di depannya.


"Nih..Buka mulut mu," pinta Afnan mereka sudah duduk di sofa.


"Ustadz, aku bisa makan sendiri, tak perlu di suapi..memang nya aku bayi?" Hasna cemberut, namun di mata Afnan justru itu menggemaskan.


"Sudah ayok, buka mulut mu, biarkan aku yang melakukan nya. Tolong Izinkan Aku membahagikan mu dengan apa yang ku bisa." ucap Afnan.


Hasna merasa tersentuh dengan kata kata suaminya itu.


"Baik Ustadz, terimakasih. Akhir nya Hasna menerima suapan dari Afnan.


"Ustadz.. Ustadz juga kan belum makan, biar Nana gantian menyuapi Ustadz," tawar Hasna.


"Tidak perlu, biar Aku melakukan sendiri," balas Afnan.


"Ya sudah, kalau begitu, Aku tidak mengzinkan Ustadz membahagiakan aku," ancam Hasna.


"Lho kok begituuu? " suara Afnan lembut.


"Ustadz! Aku memang masih kecil, aku masih belia di mata Ustadz. Maaf walaupun aku menikah merasa terpaksa pada awal nya, dan belajar dari pernikahan orang tuaku, aku ingin menikah satu kali seumur hidup Ustadz.


"Seperti yang Ustadz katakan, harus menerima ketentuan Allah, maka itupun akan Aku lakukan. Semoga Ustadz pilihan ku yang paling tepat dan terbaik dari Allah.


"Aamiiiiiinnn" ucap Afnan


"Tolong Ustadz buat aku jatuh cinta pada Ustadz!!" Pinta Hasna.


Hasna mengambil sendok dari tangan Afnan, lalu menyedok nasi dan menyuapkan pada Afnan.


Afnan tersenyum lega, setidak nya ada awal yang baik dan harapan besar, tinggal bagiamana cara nya untuk membuat Hasna jatuh cinta padanya.


"Baik, aku pastikan kamu akan jatuh cinta padaku!"


"Terimakasih, Ustadz,"


"setidak nya, yang aku nikahi ini Ustadz, ganteng, yaaa lumayan laaahh gak akan malu maluin kalau di bawa ke pasar atau keundangan, dan kalau Lintang serta Devano tahu, sudah pasti nganga ngacay.. Kikikkkkkk.. Uhmm... Hihi"


Hasna, membatin dan senyam senyum sendiri.


"Kembali kasih" Ucap Afnan, sembari menge


"Kenapa lagi sama bidadari nyeleneh ini, apa yang ia fikirkan? Kok senyum -senyum senyum sendiri!" gumam Afnan dalam hatinya.


"Ustadz..aaaa... buka mulut nya," pinta Hasna kembali.


"Aihm..iya...aaa..trima kasih," ucap Afnan.


Akhir nya siang itu, mereka makan saling menyuapi.


***


Visual Ustadz Afnan yaa.. bayangan Author ini sih! di persembahkan untuk Readers gemez. Maaf kalau tidak sesuai harapan, cuma ada ini di gambaran Author 🙊 :




Dan untuk visual Hasna. Ini sebelum memakai hijab, nanti visual berikut nya yang sudah berhijab. Ya kira kira ini yang ada Di gambaran Thor.👌😄




****


Hasna sudah siap dengan gaun yang baru, ia telah di makeup ulang untuk acara Walimatul Urs. Afnan telah lebih dulu ke Aula. Ia akan Menyambut kedatangan Hasna.


"Sayang kamu cantik sekali," ucap Mama Hasna.


"Terimakasih Mah!" balas Hasna.


"Iya sayang, Cantik! Mama sampai pangling hehe" ucap vinny.


"Iya Non, Mbak bahagia liat Non dapat nikah dengan seorang Ustadz," ucap Nurin


"Hehe...terimakasih, Mama Vinny, Mbak nurin," ucap Hasna.


Hasna, di dampingi, Mama nya, Istri Ayah nya,(akur la yaa akhir nya) dan Mbak Nurin.


Sedangkan Ninen dan Kiki nya sudah di Aula.


Hasna mengenakan Gaun berwarna peach. Yang simple namun terlihat elegant. Ia tetap menggunakan cadar, saat ini hari istimewa nya, dan ia tidak mau memperlihatkan wajah nya di hadapan para santri, beserta pengurus ponpes lain nya, untuk urusan besok nya saat ia tak berhijab, itu sih bisa di atur, pikir Hasna.


***


Kini Hasna telah berada di Aula yang cukup luas itu. Aula itu di sulap menjadi ruangan resepsi yang cukup megah, dengan Hiasan bunga di dalam nya, dari mulai pintu masuk hingga pelaminan.



********


Continue....


Like


Komen


Vote.


🙏👌😇😇