
Saat Afnan kembali ke kamar ....
Hasna terlihat tertidur di sofa, ia telah mengganti gaun nya dengan piyama warna maroon, lengan pendek dan celana pendek, ia juga sudah menghapus riasan di wajah nya, kini yang tersisa hanyalah cantik alami di mata Afnan.
"Ya ampun, segitu lelah nya kamu sayang, sampai tertidur di sofa." batin Afnan.
Lalu ia melirik ke arah tempat tidur, terlihat bunga berserakan sekali, Afnan berusaha menyingkirkan bunga- bunga itu dengan tangan nya, dan bunga- bunga itu pun berjatuhan ke lantai.
Setelah kasur nya bersih tanpa bunga, maka ia pun segera mengangkat Hasna ke atas tempat tidur, ia membaringkan nya di atas kasur dengan perlahan.
"selamat tidur sayang, mimpi indah."
Dengan khidmat bersama perasaan bahagia Afnan membisikan sebuah Ayat, di telinga Hasna.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.s Al-Baqarah :255).
Terlihat Hasna tersenyum nyaman dalam lelap nya, ia seperti bayi yang baru saja di nina bobokan. Tekad Afnan Ingin selalu bersama nya,
serta membahagiakan nya.
"Sayang, Aku tidak tahu apa yang kamu alami beberapa tahun belakangan ini, hidup tidak bersama orang tuamu! Inshaa Allah Aku akan selalu membahagiakan mu. Aku akan sabar menanti hingga saat nya kau ikhlas menjadi istriku seutuh nya." ujar lembut Afnan setengah berbisik.
Lalu Afnan mengecup kening Hasna dan ia sempat mencuri kecupan ringan di Bibir Hasna. Tepatnya, itu kecupan pertama mereka.
"Maaf sayang! kalau mau menghukum ku Atas kelancangan si bibir ini, tunggu besok yah .... Hihi." Afnan berceloteh sendiri sambil mesam mesem, Karena yang di ajak bicara nya sudah bertamasya ke pulau mimpi.
Afnan mengekeh sambil berdiri, membayang kan jika si empunya bibir sedang tidak tidur, pasti Afnan sudah di bogem jurus silat sabuk coklat.
Afnan bergidik, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi. Afnan mandi dan berwudhu. Ia belum sholat isya malam ini.
Setelah sholat isya , Afnan membaringkan tubuh nya di samping Hasna, ia masuk ke dalam selimut dan berbagi selimut yang sama dengan Hasna.
"Ya Rabb, izinkan hamba menikmati malam ini, memeluk mahram ku! untuk malam ini saja. Dan maaf Aku telah memeluk nya tanpa ia sadari , Karena malam esok jika ia tahu, mungkin dia akan membogem ku."
"Eemmmmmhh."
Terdengar gumam kecil dari mulut Hasna, mungkin ia sedang bermimpi. Hasna tak sadar mengerakan badan nya, menghadap Afnan, dengan sigap Afnan menjadikan lengan nya sebagai bantal untuk Hasna yang menekuk tangan nya di dada. Afnan mengerti Hasna merasa kedinginan, lalu Afnan menarik nya lebih masuk ke dalam pelukan nya, Hasna terlihat nyaman di dalam pelukan Afnan, kepalanya ia benamkan pada lengan dan dada Afnan. Lalu Afnan melingkarkan tangan satunya pada pinggang Hasna. Ya memang di kota ini cuacanya dingin sekali jika malam tiba, pas Lah untuk pengantin baru.
(thor as 😈😈).
Tak lama Afnan pun ikut terlelap dan tertidur berpelukan sepanjang malam. Hasna tidak sadar sedang tidur di mana, bersama siapa, ngapain aja?! (eh gak ngapa-ngapain ding. Hanya tidur dan di peluk😁)
_______
Pukul 4 subuh ....
Tok .... tok .... tok ....
Suara ketukan di pintu kamar membangunkan Afnan, ia lihat Hasna masih terlelap. Afnan pun tersenyum bahagia, Lalu ia bangkit perlahan dan membaca doa bangun tidur terlebih dahulu.
Doa Berdasarkan hadist riwayat Bukhari, doa bangun tidur pagi sesuai sunnah,
Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur
Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.
Kemudian Afnan melanjutkan dengan melafalkan Dzikir pagi, masih di atas tempat tidur.
Dzikir pagi berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi. Hasan menurut Syaikh Al Albani
Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ
Latin: Alhamdullillahilladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda alayya ruuhii, wa adzina lii bi dzikri
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.
NB : Bangun dari tidur merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Maka dari itu, dianjurkan untuk membaca doa bangun tidur dan doa pagi. Makna doa usai bangun tidur dan doa pagi adalah agar manusia senantiasa bersyukur kepada Sang Pencipta. Pasalnya hidup dan mati hanyalah milik Allah SWT.
Setelah membaca doa bangun tidur dan doa pagi, dengan rasa kantuk yang masih menguasai, ia membuka pintu.
Ubaydillah sudah rapi dan beriri dengan gagah di sana,
"Assalamu'alaikum .... pengantin baru." goda Ubaydillah.
"Loh, kan kita hendak ke luar kota pagi ini, ada janji dengan kontraktor pembangunan waterpark di sana." jawab Ubaydillah.
"Oh yaaa! Asif, laqad nasit ya sadiqi." (maaf saya lupa sobat.") tidur larut semalam , sampai waktu tahajud pun terlewat! karena terlelap. Ya Allaaahh." terdengar keluh penyesalan.
"La ba'sa akhi (tidak mengapa saudara ku) Ana faham pengantin baru gitu, Hihi."
ucap Ubaydillah sembari menyeringai.
"Ah Anta tuh..ya sudah, berangkat pukul berapa?"
tanya afnan
"Pukul enam, o yah nih koper Nana, buku-buku, tas sekolah serta pakaian sekolah sudah berada di dalam," ucap Ubaydillah
"Terimakasih Dek sob! gercep juga Anta ya sob."
"Iya dong .... semalam pas kakek Nenek nya Nana pulang. Ana ikut mereka, mengambil pakaian Nana." ucap Ubaydillah dengan bangga nya.
"Ya sudah, Ana hendak siap- siap sholat berjamaah di Mesjid," ujar Afnan.
"Ok! Ana ke masjid duluan ya A'a bro."
"tafadhol تفضل (dibaca tafaddo,arti : silakan). syukron!" (terimakasih). ucap Afnan.
"Afwan. A'a bro ustadz!" balas Ubaydillah.
"Assalamu'alaikum ya akhi."
"Wa'alaikumussalam ya sadiqi."
Lalu Afnan masuk kembali ke dalam kamar setelah menutup pintu, dan ia meletakan koper yang berisi pakain Hasna di dekat lemari. Sebelum ia mandi, Afnan menghampiri tempat tidur, ia lihat Hasna masih sangat terlelap.
Ia duduk di samping tempat tidur menatap Hasna. Mungkin ini akan menjadi kebiasaan baru Afnan.
Tiba tiba Hasna membuka mata, dengan nada suara yang masih parau khas bangun tidur, ia bertanya.
"Ustadz, sedang apa di situ?"
"Mmm .... memandangi Istriku," jawab jujur Afnan seraya tersenyum kearah Hasna.
"Ikhh Ustadz sedang berfikir mesum yah?" pertanyaan konyol Hasna. Lalu ia menarik selimut hingga ke leher nya. Menutupi seluruh tubuhnya hanya kepalanya saja yang terlihat. Afanan mengekeh melihat kelakuan Istrinya.
"Loh kok Nana ada di tempat tidur? Ustadz .... semalam Nana tidur di sofa koq!"
"Entahlah, mungkin tidur berjalan," jawab Afnan dengan enteng nya.
"Tapi Ustadz tidak berbuat macam macam kan?" tanya Hasna dengan nada suara yang tidak bersahabat.
"Tidak Koq! hanya satu macam saja! Hehe." Afnan malah meledek Hasna.
"Ikkiihh Ustaaaddzzz!" pekik Hasna kesal.
"Sssttt .... Masih pagi loh! apaan sih kamu teriak-teriak! nanti jika ada yang mendenger, mereka fikir, kamu sedang di apain-apain lagi sama aku!" seru lembut Afnan.
"Ya sudah, bobo lagi saja, kamu lagi gak sholat kan?"
"Hu'uh." Hasna memajukan Bibir nya dengan mengangguk cepat.
"Aku tinggal berjamaah ke Mesjid, tidak apa-apa kan?" tanya Afnan memastikan.
"Tidak mengapa koq Ustadz! pergi saja, Nana mau bobo lagi. Hiiiiiii!" Hasna menyeringai lucu.
"Baiklah, Aku mandi dulu." Afnan membelai lembut kepala Hasna lalu mengecup kilas kening nya. Tidak ada penolakan dari Hasna.
********
Naik lagi hayoo!
Loh ngapain Thor?
Like dong 🤭 tidak lupa juga
Vote, komen
Terimakasih ....