
Di kota Jakarta...
Pada suatu sore Ubaydillah sedang menemani Anak anak panti Di di rumah singgah, yaitu **Rumah singgah CAHAYA HARAPAN ** tepat nya rumah Hasna, setelah Hasna menelpon Nurin dan memberi tahu kan akan kedatangan Ubaydillah, maka Hasna, merekomendasikan Ubaydillah untuk tinggal Di rumah singgah selama Di Jakarta, ia Tak mengizinkan Ubaydillah pergi ke Jakarta bila ingin sewa tempat lain atau hotel, alasan nya agar Ubaydillah tak kesepian.
Ubaydillah cepat sekali beradaptasi dengan anak anak panti, ia sudah membaur dan menemani mereka belajar dan bermain sejak hari kedua ia tiba Di rumah singgah tersebut "Adik adik, kakak naik dulu ke kamar ya" ucap nya.
"Iya kak, silahkan" ucap mereka serempak
Ubaydillah pun bergegas menuju kamar yang berada di lantai Atas bersebrangan bersama kamar milik Hasna.
"Hmm..ternyata satu hari ini kamu tidak keluar rumah ya Lilin" gumam Ubaydillah.
Ia sedang mengamati laptop nya yang sudah ia setting mengikuti pergerakan lintang dari empat hari yang lalu.
Tak lama telephone Ubaydillah berbunyi, ia lihat layar ponsel bernama Lilin imut bawell,
Ubaydillah menerima nya.
Ubaydillah : Assalamu alaikum dek Lilin
Lintang : Waalaikum Salam, kak Davian apa kabar?
Ubaydillah : alhamdulillah kabar baik dek Lilin, lalu dek Lilin apa kabar?
Lintang : alhamdulillah kabar baik juga, kak Dav.. Boleh tidak Lintang vidio call kak?
Ubaydillah : belum boleh dek, maaf dek Lilin,
Lintang : loh kenapa belum boleh kak, kan cuma lihat wajah Di layar ponsel
Ubaydillah : tetap saja tidak boleh dek, kita belum halal Tak boleh saling Tatap menatap nanti kak Davian jika melihat wajah mu bisa bisa, kak Davian terjebak dan... دايب فيك dayib fiik ( Aku meleleh dalam dirimu) Hehe
Lintang : apa itu artinya kak?
Ubaydillah : artinya... Nanti kalau sudah halal kak Davian beri tahu
Lintang : sekarang saja kak
Ubaydillah : Nanti saja
Lintang : sekarang
Ubaydillah : Nanti dek
Lintang : uuuhh, vidio call Tak boleh, sekarang bicara bahasa arab artinya menunggu nanti kita Halal, koq lintang serasa sedang berpacaran dengan ustadz ya
Ubaydillah : anggap saja begitu dek
Lintang : amiiiin deh kalau begitu, hihi, ya sudah Lintang tutup dulu telepon nya ya kak.
Ubaydillah : o iya dek
Lintang : assalamu alaikum kak Dav sayaaaanng.
Ubaydillah : waalaikum Salam dek.
Sambungan telfon pun terputus.
"Apa dia bilang????!!!"
"Kak Dav sayaaaanng,?!!!!!"
Alhamdulillah Ya ALLAH
"ooohhhh dek Lilin sayaanng, ya Anti Habibati anti.. yes yes yes..yes
hehe dek Lilin jarak kita sudah dekat deek..
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahagiaan selamanya..."
Begitulah kira kira Ubaydillah berceloteh riang seorang diri sembari menari nari, tarian goyang kanan goyang kiri ke depan dan ke belakang dan berputar putar Di atas kasur.
Karena kelelahan Ubaydillah pun tertidur membawa serta Nama Lintang dalam mimpi nya, hingga waktu Maghrib pun hampir tiba Ubaydillah terbangun oleh suara ponsel nya yang berdering, ketika ia lihat itu adalah panggilan vidio dari Afnan.
"Assalamu alaikum A'a bro, dek Nana" Sapa nya, yang memang Hasna juga Ikut menampakan wajah Di layar ponsel.
"Waalaikum Salam dek sob, jawab Afnan.
" waalaikum Salam kak ubay, bagaimana sudah ketemu belum rumah Lintang nya, jangan lama lama dong kak, Nana kan sudah tidak sabar ingin memberi kejutan untuk Lintang" ucap Hasna panjang.
"Tenang saja dek Nana, titik kordinat nya sih sudah pasti, tinggal kak ubay datangi, kak ubay sedang mencari cara bagaimana Kak ubay datang ke rumah nya tanpa Lintang tahu dulu gitu" ucap Ubaydillah.
"Besok pagi kak ubay akan ajak anak anak panti lari pagi melewati rumah Lintang, semoga Lintang sedang di luar, kan kalau Lintang nya sudah terlihat, maka Sudah barang tentu itu lah rumah nya" ucap Ubaydillah.
"Ya sudah dek, Bismillah semangat terus dek, pantang pulang sebelum halal" ucap Afnan.
"Iya A'a bro terimakasih, inshaAllah pantang pulang sebelum halal" ucap Ubaydillah.
"Ya Allah ini orang berdua apa Coba, mau menikahi anak gadis orang saja koq seperti sedang perang atau apa sih, kok pantang pulang sebelum halal, yang pasti jangan kelamaan kelles kak, nanti jakarta overload Sama bunga, bunga bunga hati kak ubay, hihi"
Canda Hasna yang membuat sukses Ubaydillah tersipu malu.
" Dek Nana bisa saja, heeee" Ubaydillah menyeringai.
"Baiklah A'a bro, dek Nana kak ubay mau mandi dulu ya, sudah mau maghrib" ucap nya.
"Iya dek bro, silahkan" ucap Afnan
"Assalamu alaikum.." Ucap Ubaydillah
"Waalaikum Salam.." Serempak.
Keesokan pagi nya _____
Ubaydillah pagi ini sudah empat kali putar balik melewati rumah yang ia perkirakan rumah lintang, menurut informasi dari Hasna, Lintang tuh paling suka menyiram tanaman Di halaman depan rumah nya jika pagi hari oleh dirinya sendiri.
"Kak pulang yuk, kita haus nih, lapar kak, cape kak" keluh anak anak panti.
Beruntung tukang ketoprak lewat, maka Ubaydillah memberhentikan gerobak ketoprak itu tepat di depan rumah Lintang, dan ia memesan ketoprak untuk anak anak panti agar tidak rewel mengajak pulang.
"bang tolong di buatkan ketoprak untuk kita semua" ucap nya.
"Baik tuan," ucap tukang ketoprak itu, maka mulai lah tangan tukang ketoprak itu berselancar Di atas piring bersama alat penghalus nya, untuk menghasluskan cabai kukus beserta teman teman nya.
Tak lama terdengar bunyi pintu Di buka dari rumah yang Ubaydillah perkirakan rumah Lintang itu dan terdengar suara wanita yang Tak asing Di telinga Ubaydillah.
" mbak tolong di buka kran air nya dong" ucap nya
Sontak saja Ubaydillah berdiri , mengedarkan pandangan pada sumber suara, dan betul saja itu Lintang ia berdiri agak membelakanginya dan sedang menyiram tanaman yang ada Di halaman rumah nya..
Tak Lama lintang pun berbalik hingga wajah nyan nampak dan terlihat Ubaydillah.
"Alhamdulillah benar ini rumah dek Lintang, waaaawww dek Lintang A'a ubay UHIBBUKI, astagfirullah... Astagfirullah.. Ingatlah ubay belum halal" ucap Ubaydillah seraya menelan ludah kelu ia melihat pemandangan pagi dari wajah putih, mulus dan merona hingga bunga bunga pagi itu frustasi Karena kalah cantik, itu kata Ubaydillah sih, namun ia belum boleh meraih nya.
****************
Biarlah ubay sedang kasmaran.. Thor mau Bobo dulu..👋 👋 Byee pemirsah..assalamu alaikum warahmatullahi waabarokatuuh🙏😇😴😴