
Keesokan Harinya,tepat nya pukul 10 pagi, Afnan sudah terlihat segar sehabis mandi,dan Sholat Dhuha,ia meninggalkan Hasna yang masih tertidur di dalam tenda setelah pukul 6 pagi tadi Hasna kembali tertidur.
Ubaydillah, Lintang, Devano serta Elyavira sudah pergi dari pagi ke kantor Ubaydillah yang terletak di Hotel milik Afnan, untuk menyelidiki dalang penyebar foto dan Vidio Devano.
kini rumah kecil sudah kembali bersih setelah room boys dan room girls membersihkan nya pagi-pagi sekali.
“Assalamu'alaikum pak Afnan,kami pamit pak pekerjaan kami seperti nya sudah Selesai” seorang room boys menghampiri Afnan yang memang pintu kamar masih terbuka.
“Wa'alaikumsalam, baiklah terimakasih dan ini bonus tips untuk kalian” Afnan menghampiri mereka dan memberikan 10 lembar Uang merahan pada salah satu room boys ,itu untuk dua orang room boys dan satu orang room girls pada room boys tersebut.
“Terimakasih pak” ucap mereka
“Ya sama sama” balas Afnan dan ia hendak menghampiri Hasna ke arah tenda.
“Pak maaf kami menemukan foto ini tadi,hampir saja terbuang” ucap salah satu room girls sembari menyodorkan sebuah foto.
“Oh iya terima kasih” ucap Afnan,meraih foto dan mengamati nya,agak lama Afnan tertegun memandanginya.
Room boys dan room girls sudah meninggalkan rumah itu,Afnan duduk di kursi makan sembari memandangi foto tersebut,hingga ia menyadari sesuatu,lalu ia raih ponsel yang ia letakkan di atas meja makan dan dengan cepat ia buka galeri foto di ponsel nya.
Terlihat ia tersenyum lalu menggeleng gelengkan kepalanya,heehhhmmm..
“Hehe,dasar si gemes nakal!”
“Ini kan foto diriku waktu usia belasan, Ahaha jadi aku cemburu pada diri sendiri,aiisshh hemmm bidadari labilku ,habis aku di kerjainya,ahahaha, Astagfirullah.” gerutu Afnan seorang diri sambil tertawa kecil, menutup wajah nya dengan satu telapak tangan,saat ini ia merasa lucu ,kesal ,gemas menjadi satu.
“Ya aku ingat ini bayi perempuan adalah Nana saat usianya kurang lebih satu tahun,mereka memanggil nya baby Nana waktu itu,ia menangis dan saat ku gendong ku ajak bermain, ku lantunkan Asmaul Husna,serta ayat ayat pendek dan Sholawat Nabi ,lalu ia diam bermain dengan ku dan ia mengecupi bibirku dengan bibir mungil nya gemas sekali berkali kali sembari tertawa tawa ,mungkin ia fikir bibir ku mainan nya, MasyaAllah terimakasih ya Allah, engkau telah mempersiapkan calon Istri yang memang dari kecil sudah kau pertemukan, berkali kali pula bertemu tanpa sengaja,Ya Rabb entah rasa Syukur mana yang harus hamba ucapkan untuk memuliakan namamu ,subhanallah adada kholqih" (Maha suci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya) ucap Afnan dengan suara lirih dan mata terpejam.ia begitu bersyukur pada Allah dan ucapan dzikir ini lebih afdhol dari ucapan "subhanallah" saja.
kini Afnan bergegas menghampiri Hasna, ia tersenyum licik,kini ia punya rencana menggoda balik Hasna yang sudah menggoda dan mengerjai nya hampir satu bulan ini dan sukses membuat nya cemburu.
Di dalam tenda,ternyata Hasna sudah terbangun dengan ponsel di tangan nya sedang tertawa tawa, seperti nya ia sedang menonton cartoon lucu.
“Assalamu'alaikum sayang”
“Wa'alaikum salam Byby sayang,dari mana saja Byby, koq lama sekali Nana dan Twins utun sudah lapar by” ucap Hasna dengan nada manja seperti biasanya.
“Maaf sayang,Byby kan mandi dahulu ,lalu sholat Dhuha,itu makanan nya sudah tersedia kan tinggal Ma'em saja” ucap Afnan ,saat makanan yang ia pesan dari restoran milik teman nya sudah terhidang lengkap di meja Panjang tepat di mulut tenda.
“Tidak mau,maunya di suapi” ucap Hasna kembali.
“Iya sayang nya byby, InshaAllah Istri
Sholehah Dunia Akhirat, yang cantik,yang imut,yang bawel, cerewet dan manja nya tidak sembuh juga,ayo Byby yang suapi,mau maem apa ini?” tawar Afnan dari luar tenda.
“Ahahah Nana paket lengkap ya by,bawa semua yang ada by” tawa Hasna,saat mendengar Afnan berceloteh memuji sekaligus meledek dirinya.
“Ya pasti lengkap,kalau tidak lengkap Byby tidak jatuh cinta dong, hehe” timpal Afnan,lalu ia masuk ke dalam tenda membawa dua buah piring berisi nasi dan lauk pauk nya.
“Hihi, terimakasih Byby sayang,love you by” ucap Hasna.
“Love kamu juga sayang,ayo ma'em lalu nanti mandi,wangi tubuh mu semeriwing nih” ucap Afnan menutup hidungnya.
“Iiiihhh enak saja,tubuh Nana wangi tahu ,niiihh cium saja!” protes Hasna lalu mengangkat ketiak nya.
“Coba Byby cium dulu apa benar wangi” ucap Afnan lalu ia dekat kan hidung nya pada arah ketiak Hasna,namun saat Hasna lengah,Afnan mengigit lengan Hasna dekat ketiak dengan gemas nya dan ia hisap hingga memerah.
“Byby ,sakit ,gelii” teriak Hasna ,merasa kesakitan pada awal nya lalu kegelian.
“Hehe, sarapan ketiak nya sayang enak juga ya” ucap Afnan dengan mengejek memiringkan kepalanya menertawai wajah Hasna yang menyeringai.
“Iiih dasar Karnivora(pemakan daging),awas ni ya” ucap Hasna dan ia tak kau kalah saat Afnan lengah ia sudah mendaratkan bibirnya pada leher Afnan dan ia membalas perbuatan Afnan yaitu menghisap dalam kulit leher Afnan yang putih dan tentu saja meninggalkan jejak merah membulat.
“Ya ampun sayang ,sudah sudah cukup cukup nanti memerah ini ,kalau Byby ke kantor bisa di tertawakan,iihh Istri nya Ustadz ganas , istrinya Ustadz drakula, pasti begitu asumsi nya” pinta Afnan,ia bergelinjang kegelian dan memeluk pinggul Hasna yang berdiri menggunakan lutut agar ia tidak ter jatuh.
“Ahaha biar... Nana puas , maka nya jangan suka jahilin Nana, kalau tidak mau di balas tuh tanda nya ada tiga,hihi” Hasna menyeringai lalu ia buka kamera ponsel nya ,dan saat Afnan miring miring mengelus lehernya yang basah akibat saliva Hasna,maka satu jepretan Hasna dapatkan dan ia langsung mengirimkan nya pada group PEA(perusuh Elit Asociation) dengan caption:
Tring...pesan gambar pun terkirim cepat.
“Ahahahah si Nana , kasihan tuh bang Ustadz di apain?” Devano membalas.
“Habis gue acak acak,akibat jahil tuh” jawab Hasna.
“Iya tuh Nana ada ada saja, belajar jadi drakula lo ya”Lintang membalas.
“Hihi,wee” jawab Hasna.
dan bla bla bla..
Afanan menyadari Hasna meng-upload gambar dirinya pada group PEA.
“Si sayang pamer hasil nge drakula, Astagfirullah” ucap nya.
“Berbagi by,tuh akibat jahil kan kena di jahilin balik” hehe ucap Hasna.
”Iya akibat jahilin kamu selalu jadi boomerang untuk Byby, terimakasih sayang sudah selalu membuat Byby tertawa bahagia” ucap Afnan,lalu meraih Hasna ke dalam pelukannya dan mengecup dalam kening Hasna.
“Sama-sama by , maafkan Nana ya sudah menjahili Byby” ucap Hasna pelan.
“Sudahlah sayang, tidak mengapa ayo byby suapi” ucap Afnan,lalu menyuapi Hasna dan diri nya,sembari memikirkan cara menggoda Hasna menggunakan foto yang kini ada di tangan nya.
Di kantor Ubaydillah,kini sudah hampir sore
mereka terlihat masih sibuk berkonsentrasi pada layar komputer,di ruangan Ubaydillah terdapat banyak layar monitor,selain untuk memantau CCTV juga berfungsi memantau harga saham dan lain lain nya, Ubaydillah selain ia lulusan Management business syariah,ia juga lulusan IT.
“Sedikit lagi Dev,sudah banyak yang kelacak nih, bantu buka yang ini Dev,ni kode nya , masukan semua sampai loading nya warna biru ,baru masukan alamat server dan link nya, yang ini” ucap Ubaydillah menunjukkan sebuah kertas penuh kode dan coretan.
Lintang dan Elyavira setia menemani suami mereka dari pagi di ruangan itu, hingga mereka tertidur di sofa.
“Bang ini sudah terbuka,lalu bagaimana?” tanya Devano.
“Masukan saja alamat IP ini” ucap Ubaydillah memberikan sebuah alamat server.
Dan tak berapa lama, alamat itu terbuka,
“Bang sudah terbuka nih” ucap Devano,lalu ia melihat hasil pencarian Devano.
“Alhamdulillah Dev,ini alamat IP si penyebar yang pertama kali, dan orang nya percis seperti yang kita lihat di cctv halaman parkir , building dan halaman masjid Dev,sebentar Dev Abang telepon bang Ustadz dulu mau meminta tolong agar pengacara Anton beserta team nya bersiap, seperti nya ini hanya orang suruhan Dev,kita harus cari dalang utama nya” ucap Ubaydillah.
“Oke bang, nanti Dev juga bantu dari team pengacara Dev,kita harus usahakan masalah ini selesai saat Dev mengadakan resepsi pernikahan” ucap Devano.
“InshaAllah Dev, kita usaha dan berdoa ya” ucap Ubaydillah menepuk bahu Devano tanda memyemangati.
Ubaydillah menelpon Afnan.
mengabarkan bahwa mereka telah menemukan si penyebar foto melalui media cetak pertama yang mengunggah nya , setelah telepon tersambung:
“Assalamu'alaikum Dek,
bagaimana?”_Afnan.
“Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah titik terang A,tolong siapkan bang Anton dan team, sepertinya akan ada kendala saat kita menemukan dalang utama nya, dan kabar buruk nya A, si penyebar suruhan itu salah satu santri ponpes kita yang menggunakan akun orang lain di luar ponpes,Ana berkali kali melacak nya dan dengan menyesal itu orang yang sama” _Ubaydillah.
“Astagfirullah Al Adziim,Anta yakin Dek?” _ Afnan.
********
terimakasih banyak sudah membaca 🙏😍,maaf jika mulai membosankan cerita
nya ,bagi yang masih setia menanti Thor ucapkan beribu ribu terimakasih,dan bagi yang sudah bosan serta jenuh kesal dengan tokoh utama,terimakasih sudah membaca!