
Beberapa hari berikut nya...
Setelah selsai sholat shubuh berjamaah di masjid , Afnan dan Ubaydillah serta Devano baru saja keluar masjid dan mereka berjalan bersama menuju rumah utama.
" A.. Masa hukuman Nana sudah selasi belum?" tanya Ubaydillah.
"Harus nya sih pagi ini selsai Dek" jawab Afnan
"Hukuman untuk Lintang bagaimana dek?" tanya balik Afnan.
"Sudah dong dari semalam, kita habis bertanding tari India A'a bro, pakai kostum jaring ikan segala tuh Lilin, lihat dong rambut Ana nih klimis dan wangi" pamer Ubaydillah.
"Issh pamer, hehe Anta tuh dek ada ada saja " ucap Afnan geleng geleng kepala, " lagi pula nyolong starts Anta dek, biasanya kita kan janjian dek, menghukum mereka saja kita janjian kan , eh waktu nya selsai malah ngeduluin gak memberi kode sama A'a nya" protes Afnan.
"Maaf A'a bro lihat Lintang berkostum jaring ikan dan menari India mana tahaaan hihi" bela Ubaydillah
"Hukuman apaan sih bang, bertanding tari India, kostum jaring ikan, apa si tuh ?" Devano bertanya tidak mengerti.
"Aah anak kecil mana tahu, maka nya nikah, nanti jadi tahu" jawab Ubaydillah.
"Hehe, memang kalau aku nikah sudah pantas belum bang?" tanya Devano kembali.
"Pantas saja Dev, dari segi usia tidak ada masalah, nah dari segi nafkah kira kira kamu. Sudah sanggup belum?" tanya Afnan.
"Hehe, siap lah bang, gak lihat nih otot aku, bukannya otot mencerminkan keperkasaan?" ucap Devano, pamer otot lengan nya.
" Fiktor, Mesum Ah ha ha.. Astagfirullah..." Ubaydillah dan Afnan berteriak pada Devano lalu tertawa .
Devano hanyalah nyengir onta, ia salah tingkah " Dev.. Dev..kalau itu sih Nafkah batin, nah ini maksudnya nafah lahir, biaya hidup gitu Dev" ucap Ubaydillah.
"Hehe, iya bang, ummm.. Aku siap lah bang, aku punya penghasilan koq dari cafe, ada beberapa toko kain dan distro bang, aku juga main saham bang adalah beberapa" tutur Deva.
"Waah good Dev, ya sudah carilah calon nya , memang kamu siap nikah muda?" tanya Afnan.
"Mm.. Siap sih bang dan kalau ada Dev suka cewek dewasa bang, usia selisih 5 atau 6 tahun tak masalah, kan Dev bisa manja manjaan, kalau yang seumuran malah nanti saling egois, bertengkar melulu" tutur Devano.
"Wah serius Dev ? " tanya Afnan
" Serius bang " jawab Devano pasti.
"Bagus juga femikiran kamu, ya sudah semoga ucapan mu menjadi doa, dan kita doakan deh, biar doa mu terkabul Dev" ucap Afnan.
" Aamiin ya robbal a'lamiin" ucap mereka serempak.
Akhir nya mereka sampai di rumah, Ubaydillah langsung masuk ke kamar nya, begitupun Devano dan Afnan, rumah terasa sepi tanpa Abi dan Umi, mereka belum juga kembali dari luar kota, Umi sedang mendampingi Abi berdakwah, sebetul nya Abi sudah tak ingin menerima tawaran berdakwah di luar kota, namun Abi tidak enak untuk menolak dan ia ingin tetap membagi ilmu ilmu nya lewat dakwah , Abi tidak memikirkan bayaran apapun Karena bagi Abi, beliau tidak menjual ilmu agama yang ia kuasai apalagi di namakan menjual agama demi keuntungan, Abi tidak melakukan itu, terkadang Abi harus mengeluarkan kocek sendiri saat undangan datang dari pelosok Desa kecil dan mereka mengganti biaya bahan bakar biasa dengan hasil bumi, namun Abi tidak pernah menolak ataupun mengeluh Karena niatan Abi adalah Lillahi ta'ala.
"Assalamu alaikum sayang" ucap Afnan.
Afnan baru saja masuk ke dalam kamar, tak ada sahutan, Hasna tak pernah mengabaikan ucapan Salam nya, jika sedang marah sekali pun, Afnan tak melihat Hasna di tempat tidur, biasanya selepas sholat shubuh ia akan mengaji di atas sofa atau di atas tempat tidur, 2 malam kemarin Hasna tak dapat tidur nyenyak karena mimpi yang Hampir sama, Afnan melihat mukena yang masih teronggok di atas sajadah, lalu ia meraih dan melipat nya dan menyimpan nya di atas kasur.
"Assalamu alaikum sayang" ucap Afnan kembali.
"Sayang, kamu di mana?" panggil Afnan, lalu ia menuju kamar mandi, dan ia lihat Hasna berada di bathtub tanpa air , " Astagfirullah sayang, koq kamu bobo di sini?" Afnan menghampiri Hasna yang tertidur di dalam bathtub, dan ia menyeringai mengekeh geli lihat kelakuan istrinya, ia tertidur di dalam bathtub menggunakan bantal dan selimut,
" Ber arti, kamu niat sekali bobo di bathtub ya sayang " gumam Afnan.
Afnan mengangkat Hasna dengan hati hati, setelah berada dengan posisi nyaman di gendongan nya, maka Afnan membawa Hasna ke atas tempat tidur dan membaringkan nya di sana, lalu ia duduk di sisi nya, membelai lembut pipi istrinya dan mengecup lembut kening Hasna, setelah puas menyusuri wajah Istrinya, maka Afnan kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah selsai ia duduk di sofa dan mulai mengaji.
Dari mulai Surah Al-Waqiah, lalu surah Ath-thur, surah Qaaf, dan surah At-Takwiir, Afnan melantunkan nya dengan suara yang merdu, dan surah Alqur'an tersebut adalah surah yang dahulu sering dilantunkan Nabi Besar Muhammad SAW setelah sholat subuh.
Kini sudah hampir pukul 7 pagi dan rasa kantuk menguasai Afnan, setelah menyelsaikan ngajinya, maka Afnan ikut berbaring di sisi Hasna, dan tidur memeluk Hasna, ia belum tidur dari saat terjaga, Karena ia dari pukul dua dini hari pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat malam atau qiyamul lail yaitu sholat hajat, sholat witir, (atau sholat tarawih, sholat istikharah) yang di dalam nya dapat juga membaca Alqur'an atau berdzikir.
Nabi Muhammad SAW shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim).
Lalu di lanjutkan sholat tahajjud, ket:🙏( shalat qiyamul lail dan tahajjud itu berbeda ya, jika sholat malam atau qiyamul lail itu dapat di laksanakan pada awal, tengah, atau akhir malam dengan atau tanpa harus tidur terlebih dahulu, dan tahajjud harus di laksanakan setelah tidur, dan di laksanakan di sepertiga malam ).
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Yang dimaksud tahajjud di sini ada kaitannya dengan kata hajada yang berarti tidur malam.
Dan menjelang subuh maka di lakukanlah sholat sunah fajar, tata cara shalat sunnah fajar atau qabliyah subuh tidak jauh berbeda dengan shalat lainnya, Perbedaannya hanya terdapat pada bacaan niat dan doanya.
Shalat fajar yang juga dikenal dengan shalat qabliyah subuh ini merupakan shalat yang dilangsungkan pada saat fajar telah terbit. Shalat sunnah ini walaupun hanya dikerjakan 2 rakaat saja, memiliki keutamaan yang sangat besar.
Dari hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda tentang keutamaan yang terkandung dalam shalat fajar.
"Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya." (HR. Muslim)
Adapun bacaan niat sholat qobliya shubuh :
Ushalli sunnatash-shubhi rak'ataini qabliyyatal lillahi ta'ala."
Artinya:
Bisa juga dengan niat shalat fajar :
"Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala."
Artinya:
"Saya niat shalat sunnah subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Pukul 8:30 Hasna terbangun dan merasa ada yang mengikat kaki nya saat ingin menggerakan kaki , dan itu kaki Afnan yang menindih kaki Hasna, dan ada yang menempel pada perut nya yang telah ter sibak saat Hasna raba itu adalah telapak tangan Afnan , wajah Hasna telah berada di dalam dekapan Afnan menempel pada dada nya dengan kepala nya terletak di lengan Afnan.
" Iihh byby.. kita kan sedang marahan, kenapa juga harus bobo peluk peluk" pekik Hasna dan membuat Afnan terbangun, ia menatap Hasna dengan lembut " emm ada apa sih sayang koq bicara nya keras begitu, byby terkejut nih, padahal sedang mimpi indah loh" ucap Afnan lembut seraya berpindah ke pangkuan Hasna dan merebahkan kepala nya menghadap perut Hasna yang memang kancing pyama Hasna ia buka tadi, Karena ingin menyentuh anak anak nya, lalu Afnan mengecupi kulit perut Hasna, sesekali ia hisap pelan hingga Hasna meringis menahan sakit dan geli.
"Nana kan tadi sedang protes dan demo, kecewa sama byby, koq Nana sedang bobo di bathtub malah di pindahkan ke kasur sih byy..
Batal dong demo nya Nana" ucap Hasna kesal, dan melajukan bibir nya.
"Demo pagi pagi buta, lagi pula mana ada orang demo di dalam bathtub, hehe.. Neeeng aya aya wae da salira mah 👈sunda ( Neeng ada ada saja kamu tuh), ucap Afnan menyeringai.
" Sawios , protes kanggo akang ustadz nakal memang harus aya aya wae👈sunda ( biarkan, demo buat kang ustaz nakal harus ada ada saja)" jawab Hasna.
"Waah sudah pandai bahasa sunda yaah nakal nya byby niih" ucap Afnan seraya duduk dan menarik Hasna kedalam pelukan nya, " Memang apa yang membuat sayang berdemo hingga bobo di bathtub?" tanya Afnan.
"Iyaaa doong, kan les private dengan Umi" ucap Hasna, "uuummm Nana kesal dengan byby, kasih hukuman nya lama, kan sudah lebih dari tiga hari, tapi byby belum bobo dengan Nana, byby belum sentuh Nana, maka nya Nana mau mogok bobo di kasur, jadi bobo di bathtub saja, padahal kata Lintang kak Ubay dan Lintang sudah baikan dan semalam mereka menari India dan Lintang mengenakan gaun jaring ikan, Nana kan ingin juga by nari nari india begitu" rajuk Hasna.
"Ah ha ha... Astagfirullah, jadi permasalahan nya tari india dan jaring ikan, haduuuhh Neng Lillin lampu bocor nih ya, cerita cerita tari india dan jaring ikan, hingga sayang sampai mogok bobo di kasur dan malah bobo di bathtub deh gara gara jaring ikan dan tari India, ya Allah.. Astagfirullah.. sayang maafkan byby yah, semalam byby pulang malam dan lihat sayang sudah tertidur, makanya byby tidak tega untuk membangun kan sayang" bujuk Afnan.
" Iya sudah, tapi kan seharusnya byby seperti saat ini bobo nya peluk Nana, masa tetap bobo di sofa, Nana rindu di sentuh dan bobo di peluk byby" ucap Hasna memaikan jari jemari Afnan.
"Loh kan tiap hari byby sentuh, belai dan sun" ucap Afnan.
"Iya sih, tapi kan itu cuma perut Nana saja, Karena byby sentuh dan sun twins utun" ucap nya sembari men dekap Afnan.
"Ya sudah,sekali lagi maafkan byby yaaa" bujuk Afnan dan ia kecup pipi Hasna.
"Iya byby sayang, maafkan Nana juga yaa" ucap Hasna.
"Baiklah, ayo mandi, lalu sholat dhuha, dan sayang ikut byby ke kantor yah temani byby, kak Ubay sedang sibuk menyeleksi calon pengajar" ajak Afnan.
"Ya sudah Nana ikut byby ke kantor , Lintang juga seperti nya akan mendampingi kak Ubay deh, Angela kan sedang pergi ke villa nya granny, jadi di rumah sepi by, Nana rindu dengan Umi by, kapan yah Umi kembali ?" ucap Hasna.
"Mungkin minggu minggu ini sayang, doakan saja semoga Abi dan Umi cepat kembali" jawab Afnan.
Mereka menuju kamar mandi untuk mandi, dengan Hasna Afnan gendong, nanti jika usia Kehamilan Hasna sudah membesar maka Afnan tak dapat menggendong Hasna lagi.
Setelah mandi dan sholat dhuha, kini Afnan dan Hasna sudah siap berangkat ke kantor Afnan, dan saat mereka turun ke lantai bawah, mereka melihat Devano, Ubaydillah dan Lintang sedang makan di meja makan.
"Assalamu alaikum" ucap Afnan.
"Waalaikum Salam" jawab mereka serempak.
"A makan yuk" ajak Ubaydillah, " Iya bang, Na ayo makan" tawar Devano, " hooh Na ayo, mau makan apa nanti gue siapkan" ucap Lintang.
"Belum lapar nih" ucap Hasna.
"Ya sudah sayang duduk saja dulu, byby buatkan susu ya" ucap Afnan, Hasna menurut dengan perintah Afnan, dan Afnan membuatkan susu untuk Hasna, walaupun Lintang dan Ambu telah menawarkan untuk membuat kan Namun Afnan menolak.
"Nih, sayang susu nya minum dulu, maem nya nanti saja di restaurant byby masakan apa yang sayang mau" ucap Afnan.
"Iya by terimakasih" ucap Hasna sembari meminum susu nya.
"Dev apa kegiatan mu hari ini?" tanya Afnan pada Devano.
"Mau Ikut mengaji wajib nanti pukul 10, lalu ikut latihan Anak anak Hadroh di Aula, dan sore hari pergi menyusul Angela ke villa Granny bang, kan Daddy and Mommy akan kembali dari German, dan berita baik nya Mommy akan Ber Syahadat bang, Karena Mommy pernah berjanji jika bang Davian hidup kembali maka beliau akan berhijrah bang" ucap Devano ia tersenyum bahagia dan mata Devano berkaca kaca terharu.
"MasyaAllah, sungguh Dev, malah bang Davi baru tahu?" tanya Ubaydillah terkejut sekaligus senang.
"Iya InshaAllah bang, tapi menunggu Abi dan Umi kembali, karena Mommy ingin Abi Yayi yang menuntun nya mengucap kalimat syahadat" ucap Devano.
"Alhamdulillah...." ucap mereka serempak, Ubaydillah dan Devano berpelukan.
Hasna dan Lintang pun merasa bahagia dan mereka saling merangkul bahagia.
" Aku bahagia bang, akhir nya mimpi Dev ter wujud bang, keinginan Dev sholat berjamaah dan mengaji bersama orang tua kita bang, sebentar lagi terwujud" ucap Devano Lirih dan menangis haru di pelukan Ubaydillah.
Afnan menepuk bahu Devano , "Alhamdulillah, wa syukurilah Dev, selamat ya Dev, semoga semuanya di permudah oleh Allah " ucap Afnan.
"Aamiin ya robbal a'lamiim" ucap mereka serempak.
******
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍, Terimakasih atas vote like rate and komen nya💞