
Yaaang Innalillahi... Teriak Ubaydillah dan ia turun dari kudanya setengah melompat, lalu ia raih Lintang ke dalam pangkuan nya dan ia mendekap nya, diikuti oleh Afnan, dan Afnan Segera menelpon Devano.
Tuuutt tuutt (nada tunggu)
Halo om ini Adrian .. (Adrian yang mengangkat tlp)
"Ya Adrian, tolong beri tahu Dev, bawa Mobil masuk e area lapangan berkuda, masuk dari samping arah lapangan bola, tolong cepat, darurat!"
"Baa.. Baik om" jawab Adrian (terdengar nada panik dari suara Afnan, dan sambungan telepon terputus begitu saja).
"Dev masuk ke jalan samping itu,cepat Dev sepeti nya darurat!"
"Okke yan..."
Di area lapangan berkuda....
"Ah ha....A..yaang Da.. Av "Ap.. Pa Li..Li..nn su.. Su..su dah d..di..aakk..iira..** ya" tanya Lintang terbata , ia tersenyum Nanar melihat Ubaydillah.
"Tidak Yang tidak, Ayang masih di bumi,tolong bertahanlah, tetap bicara, kita ke rumah sakit" ucap Ubaydillah.
"A.. Tolong A, lama sekali ini Dev" teriak Ubaydillah.
"Sebentar lagi Dek, sabar dulu" Afnan berusaha menenangkan Ubaydillah.
"Neng... Neng sadar Neng tolong tetap sadar" ucap Afnan ia berusaha membuat Lintang tetap sadar, ia rangkul bahu Ubaydillah.
"Ya.. aanng Daav.. Tee.. rii.. mm.. kk.. siih" tangan Lintang menggapai pipi Ubaydillah dan membelai nya lembut dengan tangan nya yang makin melemah dan kini tangan itu betul betul terkulai seiring tubuh nya yang sudah tak berdaya di dalam dekapan suaminnya, Lintang tak sadar kan diri.
"Yang jangan begini, Yaaanng" teriak Ubaydillah.
"Astagfirullah, "Bismillahir rohmaanir rohiim, Laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil azhiim"
Artinya:" Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Agung", ucap Afnan, ia berusaha menenagkan Ubaydillah agar tetap tawakal dan berserah diri pada Allah.
"A... Lilin"
"Dek, tawakal, pasrah InshaAllah Neng Lilin akan baik bak saja"
Tak lama Devano pun tiba, " Dek, Anta lebih dulu ke rumah sakit,A'a nanti menyusul setelah semua kuda kuda ini aman di tempat nya dan pamit pada Nana dan Umi" ucap Afnan sembari membukakan pintu mobil di susul Ubaydillah masuk menggendong Lintang, dan berucap "Iya A".
"Dev ke rumah sakit!" seru Ubaydillah,"
"siap bang" ucap Devano.
Ubaydillah, Devano dan Adrian menuju rumah sakit sedangkan Afnan mejinakan kuda yang tadi Lintang Naiki dan sudah berhasil ia masukan ke dalam kadang , beberapa kuda lain nya pun sudah berada di dalam kandang ia di bantu oleh para pengurus kuda, kini Afnan sudah berada di rumah utama,Elyavira masih terlihat di rumah utama duduk merangkul Hasna bersama Angela, Umi seperti nya belum tahu apa yang terjadi , Karena belum pulang berkegaiatan di luar area Ponpes.
"Assalamu'alaikum..." ucap Afnan.
"Wa'alaikumsalam" jawaban mereka
"Byyy... Melihat Afnan baru saja masuk Hasna menghampiri dan menghambur dalam pelukan nya.
"Sayang bagaimana keadaan sayang dan twins utun?" Afnan memabalas pelukan Hasna lalu ia elus perut Hasna, ia khawatir dengan keadaan Hasna dan dampak kejadian tadi terhadap calon anak anak nya.
"Alhamdulillah Mimma dan twins utun baik baik saja" ucap Hasna.
"Hmmm...syukur Alhamdulillah" terdengar hembusan nafas kelegaan dari Afnan.
"Lalu bagaimana dengan Lintang by?"
Afnan memejamkan mata sebentar, sebelum bicara, Ia menarik nafas dalam dan menghepaskan nya perlahan lalu menunduk lesu, "Neng Lilin... tak sadarkan diri" ucap Afnan lirih penuh penyesalan.
"Tidak Byy.. Hikss Hikss" , ucap Hasna tidak kalah lirih dan terisak, kembali memeluk Afnan.
"Baiklah sayang tolong bersabar ya, Do'a kan Neng Lillin agar cepat sadar dan semoga tidak terjadi apa apa!"
Hasna hanya menganggukan kepala.
"Sayang tolong istirahat saja, Byby menyusul Utun berjenggot ya ke rumah sakit ya, ia butuh pendamping sayang" ucap Afnan.
"Nana ikut byyyy" pinta Hasna
"Tidak sayang, nanti saja ya tunggu kabar dari byby, kalau keadaan sudah stabil nanti sayang byby jemput untuk melihat Neng Lilin" bujuk Afnan.
"Byyy Nana ikuuutt" jurus manja nya setengah rengekan ia keluarkan.
"Sayaaanng!"
Suara lembut Afnan penuh penekanan, tatapan mata nya tajam penuh permohonan, membuat Hasna Tak dapat berbuat apa apa.
"Baik by Nana menunggu kabar dari byby."
akhir nya Hasna mengalah.
"Angela dan Nona El tolong temani istri saya selagi saya ke rumah sakit, Karena Umi sedang tidak ada di rumah" pinta Afnan
"Ok Brother Ustadz" ucap Angela
"InshaAllah إِنْ شَاءَ اللهُ Ustaazu" ucap Elyavira dengan wajah nya menunduk, ia sedang menahan gejolak perasaan nya terhadap Afnan dan ia ingin berusaha Ikhlas dan menerima perlakuan Afnan terhadap istrinya, dari awal ia tahu Afnan sudah menikah namun mengapa perasaan nya sesakit dan sekecewa ini.
"Astagfirullah Al-adzim, ya Allah ya Rabb jauhkan aku dari sifat al-fakhsya(dalam alqur'an di artikan sifat, dan Perbuatan tercela atau dosa yang paling jelek)
رَبِّيْٓ اَنْ يَّهْدِيَنِيْ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ - ٢٢
robbiii ay yahdiyanii sawaaa`as-sabiil
"Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar."(QS. Al-Qasas 28: Ayat 22)
"Untuk Nona El, seperti nya Ukhti juga butuh menenangkan diri, jadi untuk hari ini kelas pelatihan Ukhti, di gantikan Ustadzah Airin"
"Ah.. I.. Iya Ustadz, شُكْرًا لَك syukran laak(terimakasih banyak)" Elyavira terperanjat, ia terkejut saat sedang membatin.
"Afawan" ucap Afnan tanpa menoleh pada Elyavira, tatapan nya tetap fokus pada Hasna, ia takut istri nya akan cemburu, namun ia harus bicara pada Elyavira.
Ya sudah byby antar ke kamar yuk, sekalian mengambil kunci Mobil, byby pinjam maharmu ya sayang, Mobil byby di pakai Aby, dan bawa Mobil Aby terlalu besar" ucap Afnan, merangkul Hasna menuju kamar mereka.
"Pakai saja by", ucap Hasna.
Setelah mengantar Hasna ke kamar, dan membuat Hasna senyaman mungkin di kamar lalu ia berganti pakain, Afnan pun pamit ke rumah sakit, "Sayang byby pergi ya, butuh apapun jangan turun, telepon Ambu saja, oke".
Pesan Afnan.
"Iya byby sayang, syukran.. Syukran yaa zawjii, habiibii (terimakasih suamiku, sayang) ucap Hasna tersenyum malu.
"MasyaAllah sayang sudah semakin pintar rupanya, Afwan ya habbiibaati, yaa zawjatii aljamilati(sama sama istriku sayang yang cantik)" ucap Afnan, sembari mengecup ujung hidung istrinya. terselip bahagia di hati kecil nya, istri nakal nya kini sudah dapat masuk ke dalam komunitas nya, yang dulu hanya tahu thank you dan Thaks a lot, kini ia faham kata syukron dan di tambah embel embel lain nya.
" Nana tidak mau kalah dengan kak El" ucap nya pelan setengah berbisik.
"Hmm mulai lagi niiiihh.. Tapi ini cemburu membawa berkah ini judul nya sayang, hehe " tersenyum menggoda.
"Iih byby apa sih, tapi petaka untuk Lintang" ucap Hasna..
"Ya ya ya.. Oke byby berangkat sekarang ya.. Asalamua'laikum" pamit Afnan.
"Wa'alaikumsalam salam, hati hati by jangan ngebut" suara Hasna kencang.
"Iya sayang, inshaAllah" balas Afnan dan Segera turun ke lantai utama.
Di lantai utama ia melihat Angela dan Elyavira, "Antuma naiklah, tolong temani istri saya" ucap Afnan.
"Hasanaan Ustadz(baiklah)" ucap Elyavira dan mereka naik ke kamar Hasna, sedangkan Afnan pergi ke garasi mengambil mahar Hasna dan melaju menuju rumah sakit.
Di rumah sakit...
Tukt tukt tukt.. Niiitt.. Tukt tukt tukt..Niiiit , haassh hassh (di ruang ICU suara menyayat hati dari vital sign monitor dan monitor ICU lain nya seperti monitor denyut jantung dan ventilator nafas terdengar memilukan sudah terpasang di tubuh Lintang termasuk infus dan kateter urine),Setelah sebelum nya di lakukan rangkaian pemeriksaan terhadap Lintang, berupa tes pencahayaan mata, tekanan pada bagian tubuh lain , MRI, CTI scan.
Ubaydillah tak terlepas dari Lintang, " Yang bertahanlah, kembali lah, kita masih harus melangkah bersamaan untuk masa depan kita,"
Lalu Ubaydillah pun ber Do'a dan ia bisikan pada telinga Lintang, (sebetul nya ini lafalan doa Iftitah yang di sunah kan oleh Nabi Muhammad SAW, di antara beberapa doa Iftitah yang telah di sunahkan lain nya:
Nabi Muhammad SAW juga membaca doa iftitah yang lain, yakni dalam hadist riwayat Bukhari nomor 744, dan Muslim nomor 598).
Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ
الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.
Artinya: Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkan lah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cuci lah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.
Ubaydillah dejavu beberapa tahun lalu saat ia menemani Afnan yang juga koma.
Ia ingat Perkataan dokter saat Lintang dibawa ke ruang ICU.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Ubaydillah.
"Dari pemeriksaan yang telah kami lakukan, Istri saudara tidak mendapat cedera serius, hanya saja ada benturan di kepala serta kelelahan, dan ini yang membuat nya tidak sadara kan diri yaitu semacam trauma benturan dan kelelahan yang membuat nya koma mendadak dan saat jatuh terakhir yang saudara katakan bertelungkup ini hanya keadaan sesak sesaat dan ada luka dalam, kami harap tidak serius Karena darah yang keluar itu hanya satu kali seburan dan lelehan yang tidak terus menerus, nah ini juga penyebab istri saudara tidak sadarakan diri, dari menahan rasa sesak saat jatuh maka ia Tak sadarkan diri, dari GCS (skala coma Glasgow) kemungkin pasien akan sadar dalam 24 jam atau bahkan lebih tergantung dari semangat hidup pasien, teruslah ajak bicara yang indah agar merangsang semangat pasien.
"Terimakasih dok atas penjelasan nya" ucap Ubaydillah dan persaan nya sedikit tenang, mungkin ini hanya butuh waktu untuk Lintang siuman, dan ketukan pintu menyadarakan Ubaydillah dari lamunan nya.
**********
Terimakasih banyak sudah membaca 🙏 😍 💐