
Hasna tidak mau pulang ke rumah utama, ia lebih memilih pulang ke rumah Kayu. Di rumah kayu Lintang dan Ubaydillah sudah berada di sana untuk menyambut Hasna.
"Na, Maafkan gue Na! gue tidak bermaksud untuk merebut perhatian Anak-anak lo," ucap Lintang, ia tahu Hasna cemburu padanya saat tadi ia pergi.
"Tidak Lin! gue yang salah terlalu ke kanak kanakan. Gue mohon maaf ya! seharusnya gue tidak bersikap seperti tadi. Lo yang yang sudah merawat Anak-anak gue selama gue pergi. Sampai lo rela menjadi Ibu susuan untuk mereka. Terimakasih Lin maafkan gue Lin," ucap Hasna seraya memeluk Lintang. Tangis keduanya pun pecah.
cukup lama mereka berpelukan dan menangis, sehingga suara Adzan maghrib pun berkumandang. Barulah keduanya saling melepaskan pelukan. Saling menyeka sisa air mata mereka masing-masing.
"Kak Ubay, Maafkan Nana ya! Nana malu. Bukan nya berterimakasih, malah Nana egois dengan cemburu pada Lintang." ucap Hasna pada Ubaydillah.
"Sudahlah Dek Nana, Sebetulnya tidak ada yang perlu Kak Ubay Maafkan! karena Dek Nana tidak salah apapun," jawab Ubaydillah dengan senyuman tulus dari bibir nya.
"Baiklah, semuanya sudah tenang! Mari Sholat Maghrib dulu. Dek ayo kita berjamaah ke Mesjid," ajak Afnan pada Ubaydillah.
"Mari A'a bro!" tukas Ubaydillah.
"Tunggu by! Nana ikut Sholat berjamaah ke Mesjid," ujar Hasna.
"Lilin pun Yang Dav!" timpal Lintang.
"Masya Allah. Mari." ucap Afnan. Lalu mereka berempat pun bergegas menuju ke Mesjid setelah sebelumnya Hasna mengambil mukena dan Lintang pun memakai mukena milik Hasna.
***
Malam hari, Ba'da Isya dan setelah makan malam, dengan sebelumnya Hasna dan Afnan mengobrol di teras rumah kayu, Hasna yang sudah mengantukpun minta Afnan menemani nya tidur.
"Bobo lah sayang! Byby akan selalu di sini menemani mu," ucap Afnan saat ia lihat Hasna tidak langsung tertidur. Kini mereka tidur di kamar Twins di atas dipan Big size cukup untuk mereka tidur ber empat.
"Iya by, terimakasih," ucap Hasna. Perlahan namun pasti Hasna pun terbuai dengan belaian lembut Afnan sehingga ia pun mulai tertidur. kini Hasna betul-betul sudah pulas.
Afnan dan Ubaydillah yang telah menyusun rencana pun maka ia segera beranjak menuju rumah utama, setelah sebelumnya Afnan betul-betul memastikan Hasna tertidur pulas.
"Assalamuala'ikum Dek, sudah siap?" sapa Afnan pada Ubaydillah yang memang sedang menunggunya duduk di teras.
"Wa'alaikumsalam A! Mari, Twins sudah disiapkan oleh Umi di dalam." jawab Ubaydillah. Afnan pun mengikuti Ubaydillah ke dalam rumah.
"Assalamua'laikum Abi, Umi," sapa Afnan pada kedua orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam A, jawab serempak keduanya. A'a yakin akan membawa mereka malam ini?" tanya Umi
"InsyaAllah Umi. Ini harus dilakukan agar Twins tidak semakin jauh dengan Nana," jawab Afnan
"Ya baiklah A, lakukan yang menurut mu terbaik," ucap Abi. Silakan bawa Twins, perlu Abi antar?" tanya pak Kiyai kembali
"Terima kasih Abi, Umi sepertinya dengan Dedek utun saja," ucap Afnan
"Baiklah, Twins ada di kamar, silakan sayang," ucap Umi mempersilahkan Afnan membawa Twins.
Ternyata, rencananya Afnan adalah membawa Twins pulang ke rumah kayu, agar Twins dekat dengan Hasna.
Akhirnya Afnan dan Ubaydillah pun membawa Twins menuju rumah kayu, setelah berpamitan pada Abi dan Umi.
Twins yang tertidur pulas mereka tidak tahu bahwa mereka dibawa ke rumah kayu oleh Biyya nya.
"Sudah Dek, nanti Ana yang merapikan mereka," ucap Afnan saat Twins sudah diletakkan diatas tempat tidur, di sebelah Hasna
"Baik A, Ana kembali ya! semoga cara kita ini berhasil," ucap Ubaydillah.
"Aamiin ya rabbal Alamiin Dek, Syukron..Insya Allah besok keadaan akan membaik," ucap Afnan optimis.
"Afwan A'a bro! sudah ya Ana pergi, Assalamua'laikum," pamit Ubaydillah.
"Wa'alaikumsalam, jawab Afnan.
Lalu setelah Ubaydillah pergi. Afnan masuk kedalam dengan tak lupa mengunci pintu. Ia masuk ke dalam kamar Twins. Afnan menatap mereka yang sedang tertidur pulas dengan senyuman nya.
Kemudian Afnan membenarkan posisi tidur ketiganya yaitu baby twins dan Hasna. Ia buat posisi mereka tidur menyampingi tempat tidur, Hasna ia angkat dekat kepala dipan. Sedangkan Twins ia baringkan di tengah dan di antara mereka.
**
Pukul satu dini hari,
Hasna merasa bermimpi saat Afkha tebangun dan terdengar rengekan kecil dari mulut mungil Afkha. "Astaghfirullah, TWins..Mimma sampai bermimpi dan mendengar suara rengekan kalian! hemmm, A'a Kha, Dede Sha sedang apa kalian di rumah Umma dan Abba?" gumam Hasna dengan telinga yang mendengar, namun matanya terpejam.
"Namun suara Afkha tidak juga hilang. "Eh tunggu! koq suara Twins nya dekat sekali?" Hasna bertanya tanya dan mengerutkan dahi, ia baru saja membuka kedua kelopak matanya secara perlahan dan tak lupa membaca doa bangun tidur.
karena ia takut salah, namun ia beranikan diri untuk menoleh, dengan posisi tubuhnya yang telentang. Hasna terkejut matanya sedikit terbelalak dan mulutnya menganga dengan pemandangan yang ia lihat. "Allahuakbar." Ia menepuk pipinya perlahan, "Tidak! ini sungguh nyata, bukan mimpi."
Hasna segera bangun dan duduk, ia lihat Afkha pun sedang duduk. Tangan mungil Afkha sedang menarik narik kain sarung Afnan yang belum sempat ia ganti dan tertidur di samping Afkha.
"Loh koq Twins ada di sini? atau Byby yang membawa mereka kemari yah?" Hasna bergumam pada dirinya. Ia teringat kata-kata Afnan tepatnya janji Afnan sebelum maghrib kemarin, ketika Afnan menemuinya di dekat danau.
"Sayang! A'a Kha," ucap Hasna lembut. Ia takut Afkha akan menangis histeris Jika ia dekati dengan segera. Afnan masih terlihat pulasnya begitupun dengan Afsha, ia masih pulas dengan ibu jari yang ia hisap seperti menghisap botol susu.
"A'a hendak Mimi?" tanya Hasna selembut mungkin sembari ia turun dari tempat tidur. Afkha tak lepas memandangi Hasna dengan mata indahnya. Ia menatap Hasna intens seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Um mo," ucap Afkha kembali. Hasna tidak mengerti. Lalu ia naik lagi ketempat tidur dengan perlahan dan duduk berhadapan dengan Afkha.
"A'a Kha, ini Mimma. A'a panggil siapa? Umma? atau Mimom Lilin?" Afkha hanya diam. Namun tanpa Hasna prediksi Afkha menggapai lengan Hasna dan menyeringai memamerkan gigi nya yang sudah tumbuh beberapa.
"Sayang!" Hasna menitikan air mata lalu ia raih Afkha kedalam dekapannya dan tidak ada penolakan dari Afkha. Hingga Hasna kecuapi pipi embul nya Afkha. Tidak berontak ataupun menangis.
"Mum mum," ucap Afkha kembali, membuat Hasna berpikir karena tidak mengerti. Namun Hasna coba ajak Afkha keluar dari kamar, mungkin nanti akan ada sesuatu yang Afkha tunjuk. Sebelum keluar kamar Hasna membelai lembut kepala Afsha.
Setelah sampai luar kamar. Hasna membawa Afkha ke ruang keluarga dan kebetulan di atas meja ada botol air mineral dan ketika Afkha melihatnya, ia meronta-ronta minta diturunkan dari gendongan Hasna.
Hasna pun membiarkan Afkha turun dan Afkha pun menghampiri botol air mineral tersebut dengan merangkak cepat, lalu ia berdiri di sisi meja berpegangan pada sisi meja dan meraih botol tersebut.
"Masya Allah, A'a Kha ingin Minum?" tanya Hasna dan Afkha pun menyeringai menandakan senang karena Hasna mengerti apa yang dia inginkan.
"Mari sayang, ambil gelasnya dulu di dapur yah!" ajak Hasna sembari mengangkat Afkha kedalam gendong nya dan Afkha pun begelayut manja di dalam gendongan Hasna.
Afkha berlonjak kegirangan. " Mum mum mum," katanya. Hasna pun tertawa melihat tingkah Afkha hingga mereka sampai di dapur lalu Hasna mengambil air minum dari dispenser.
"Tunggu sayang, Mum nya duduk ya dan A'a harus membaca doa dulu. Kalau tidak nanti Allah marah karena A'a Kha tidak pandai bersyukur," celoteh Hasna, ia berusaha ingin menanamkan hal baik dari sejak dini pada Anak anak nya.
بِسْمِ اللهِ
"Bismillah (Dengan menyebut nama Allah.)" ucap Hasna lalu ia sodorkan gelas berisi air putih itu pada menempelkan nya pada bibir Afkha dan Afkha pun meminum nya dengan tenang, hingga menghabiskan seperempat gelas.
"Lagi sayang?" tanya Hasna. Namun Afkha diam pertanda tidak mau, malah ia berceloteh khas bayi yang Hasna tidak mengerti. "Ya sudah A'a Kha membaca doa sesudah minum dulu ya!" ucap Hasna menuntun Afkha dan Afkha memperhatikan mulut Hasna yang bergerak membaca doa.
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَهُ عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا أُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا
Alhamdu lillahil ladzi ja’alahu 'adzban furotan birohmatihi wa lamyaj’alhu milhan ujajan bidzunubina
"Segala puji bagi Allah yang dengan rahmtNya telah menjadikan air ini segar dan menyegarkan. Dan tidak menjadikan air ini asin dan pahit karena dosa-dosa kami."
"Sudah deh! Alhamdulillah, yuk ke Kamar kembali. A'a kha juga mau Mimi kan?" tanya Hasna, Afkha meraih pipi Hasna dan ia membelainya dengan tangan mungil itu dan Hasna tak hentinya mengecupi pipi dan jari jemari Afkha.
Setelah sampai kamar kembali, Hasna membawa Afkha kembali ke tempat tidur, Afnan yang sebetulnya sudah terbangun dari sejak Afkha merengek ia pun pura pura tidur agar Hasna bangun dan Afkha mau di ambil alih oleh Hasna dan betul saja caranya berhasil.
Hasna lihat Afsha makin merapat kedalam dekapan Afnan, dan melihat Afnan masih mengenakan kain sarung Hasna pun berinisiatif mengganti nya dengan celana piyama.
"A'a Kha tunggu sebentar ya, Mimma menggantikan kain sarung Biyya dengan celana," ucap Hasna seraya meletakkan Afkha duduk di atas kasur dan memberikannya mainan.
Lalu Hasna bergegas ke lemari mengambil sepotong celana pyama. Hasna pun mulai memasang celana panjang itu pada Afnan dan setelah terpasang ia buka kain sarung yang sedari tadi melilit di tubuh bawah Afnan.
Hasna tatap Afnan yang masih terlelap dan kini memeluk Afsha. Lalu ia belai lembut pipi keduanya serta mengecup nya bergantian.
Setelah puas menikmati pipi Anak perempuan dan suaminya, Hasna beralih kembali pada Afkha. "Sini sayang! A'a Mimi dulu ya,lalu bobo lagi."
Afkha bergerak menghampiri Hasna yang baru saja naik keatas kasur. "Mmm..maomm," celoteh Afkha.
"Mimma sayang! Mi..mm..ma," Hasna menuntun Afkha agar mengikuti nya seraya memangku Afkha. Hasna berpikir ia harus sedikit lebih berusaha untuk mengenal Afkha dan Afkha pun harus mengenal dirinya. Setelah Afkha nanti tinggal Afsha yang harus Hasna kenal begitupun dengan Afsha harus mengenal dirinya.
"Ayo sayang panggil "Mi..mm..maa," ucap Hasna. Afkha seperti sedang mengamati bibir Hasna lalu ia bersuara "Mem..mm..mum," ucap nya.
"Mi..mm..mma," tuntun Hasna dengan sabar. Ayo sayang coba ikuti Mimma. "A'a Kha pintar kan, Masya Allah di usiamu yang belum satu tahun A'a sudah pintar sekali," ucap Hasna sembari membuat Afkha berdiri di pangkuan nya.
Afkha meraih pipi Hasna yang sedang menatap wajahnya dengan binar kehangatan dan tanpa Hasna duga Afkha mengecup wajah Hasna sekenanya dengan bibir mungilnya. "Hehe.. terimakasih sayang! cup cup cup Hasna kembali mengecupi Afkha hingga kegelian dan Afkha mengeluarkan tawa renyah nya khas bayi.
"Memm..ma..mem..mah. wakkaka, kkkk," (bayangkan deh kalau bayi tertawa geli. habis mau dubbing kan gak ada kapasitas dubber🤭). ucap Afkha.
"Masya Allah TabarakAllah, A'a Kha panggil Mimma. Iya, sayang Mimma," Hasna melonjak kegirangan.
"Terimakasih Ya Rabb Akhirnya Twins kembali dalam pelukan Hamba," ucap Hasna menangis bahagia.
*****
Terimakasih sudah membaca
Mohon dukungan juga untuk karya Author SORRY I LOVE YOU serta mohon dukungan untuk para Author lainnya.
1.KISAH CINTA SANG HAFIZAH Author Risma Annisa
2.DIARY CINTAKU Author : Fifi Safitri
3.ALMA GADIS GAUL BERIMAN Author: Ayu
PENDEKAR TAK PERNAH KALAH Author : pak guru
Dan sekiranya berkenan bacalah juga para Author yang ber promosi di komentar beranda Author , maaf author tak sebutkan satu persatu karena terlalu banyak. Terimakasih banyak pula untuk Silent Readers gemez nya Author.🤗😍🙏