Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 235. Bertanding Skateboard


"Hehe.. sepuluh hari terakhir Ramadhan, Byby hendak I'tikaf di Mesjid sayang," ucap Afnan. (i’tikaf ialah berhenti 'diam' di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, Islam, berakal, suci dari Hadats Besar. Semata-mata niat beribadah kepada Allah. secara waktu, afdhalnya ber I'tikaf dimulai pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, dan masuk ke masjid sebelum waktu maghrib di malam ke 21 Ramadhan dan keluar dari masjid pada malam Idul Fithri. Lebih bagus pagi hari langsung menuju tanah lapang untuk Sholat Ied jika di tanah lapang.


Selama berdiam diri di masjid ini hendaknya mu’takifin (orang-orang yang ber I'tikaf) memaksimalkan rangkain ibadah; shalat wajib, shalat-shalat sunnah, berdzikir, membaca Al-Quran, dst, tidak hanya memperbanyak tidur, atau ngobrol kesana-kemari, atau sibuk dengan hp-nya.


"Hingga nanti idul Fitri tiba. Kak Ubay pun sama meninggalkan Neng Lilin dan Arsya untuk sementara." ucap Afnan.


"Oh, seperti itu! Nana sih bagaimana baiknya saja! tapi koq, tahun lalu Byby hanya 5 malam I'tikaf nya?" tanya Hasna. "Loh, kan Ramadhan tahun lalu, sayang sedang hamil besar dan keluar flek itu. Maka dari itu hanya sebentar."


"Sebetulnya I'tikaf itu tidak harus bulan suci Ramadhan, namun lebih baiknya memang bulan suci Ramadhan dan di sunahkan 10 malam terakhir Ramadhan, sesuai sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan jika I'tikaf di sepuluh malam terakhir bagai beri'tikaf dengan beliau (Rasulullah SAW).


مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ


Artinya:


"Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir." (HR Ibnu Hibban).


"Dan semoga saja Rezeki Byby mendapatkan


Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam itu," ucap Afnan.


"Aamiin," timpal Hasna.


Lailatul Qadar sebagai malam turunnya Al-Qur'an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Malam ini lebih utama daripada malam 1.000 bulan. Nabi Muhammad menyebutkan, Lailatul Qadar ada pada setiap Ramadhan (H.R. Abu Dawud). lebih rinci lagi "Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan" (H.R. Bukhari).


Meskipun Lailatul Qadar menjadi rahasia Allah, umat Islam diberi petunjuk untuk memprediksi kapan malam tersebut tiba, yaitu, keesokan hari setelah Lailatul Qadar, Tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terik menyilaukan" (H.R. Muslim)


Selain itu, tanda Lailatul Qadar adalah pada malam hari langit sangat bersih. Hawanya tidak dingin maupun tidak panas. Keterangan ini diperoleh berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Rasulullah bersabda tentang (tanda-tanda) Lailatul Qadar (yaitu) malam yang mudah, indah, tidak (berhawa) panas atau dingin, matahari terbit (pada pagi harinya) dengan cahaya kemerahan (tidak terik)" (H.R. Bukhari)


Kemuliaan Lailatul Qadar


Dalam Surah Al-Qadr:3-4, Allah berfirman bahwa Lailatulqadar atau Malam kemuliaan "lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan,"


Dosa-dosa manusia yang sudah dilakukan terdahulu pun bisa diampuni ketika ia menjalankan salat malam pada malam tersebut. Sebagaimana keterangan dalam hadis, "Barangsiapa salat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau" (HR. Imam Bukhari).


Afnan sudah selesai memasak. Hasna membantu menyiapkan teh manis hangat madu. "Sayang, jika sahur harus di akhir waktu beda halnya dengan buka yang harus di awal waktu," ucap Afnan.


"Loh memang kenapa By?" tanya Hasna.


"Santap Sahur di Akhir Waktu Lebih Baik, karena ada manfaatnya, yaitu santap sahur di akhir waktu agar tubuh cukup kuat menahan lapar saat berpuasa dari pagi (waktu subuh) hingga petang (waktu magrib). Santap sahur sebaiknya dan sangat dianjurkan pula dilakukan di sepertiga akhir waktu sahur, yakni sekurang-kurangnya 15 menit sebelum waktu imsak tiba."


"Hal ini berdasarkan anjuran dari hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu,"


بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ


Artinya: "Segerakan lah berbuka dan akhirkan lah sahur."


"Oleh karena itu, santap sahur yang dipepetkan waktunya dengan azan Subuh semakin baik, karena mempunyai ragam keistimewaan dan mendatangkan banyak keberkahan, sebagaimana diketahui,  batas akhir waktu sahur adalah saat masuk waktu salat tersebut, bukan imsak. Dekat dengan waktu subuh, agar tidak tidur lagi sebelum Subuh."


"By, Nanti setelah IdulFitri. Nana pulang ke Jakarta kan?" tanya Hasna.


"Tentu sayang, nanti kan kita pergi sama-sama dengan Neng Lilin dan kak Ubay. Namun setelah tiga atau empat hari IdulFitri ya sayang berangkat nya, karena Ponpes akan banyak kedatangan tamu, ya semacam open house gitu," tutur Afnan.


"Tidak apa-apa By, yang penting pulang dan bertemu Papa, Mama!" seru antusias Hasna.


"Ayok, Ma'em sayang! masih ada waktu 45 menit untuk makan santai dan mengobrol," ajak Afnan.




"Mari by, sini Nana bantu mengambil Nasi dan lauknya," ucap Hasna. Lalu menyendok nasi untuk Afnan. "Terimakasih sayang," ucap Afnan. Setelah itu mereka bersantap sahur.


Di rumah Utamapun Abi,Umi, Ubaydillah dan Lintang tengah bersantap sahur berjamaah dan sesekali mereka mengobrol.


Sedangkan Devano dan Elyavira kini tinggal di Villa Granny, Elyavira akan pulang pergi dari Villa ke ponpes saat menjadi Guru pembimbing. Padahal Devano sudah menyuruh nya berhenti, namun dengan bujuk rayunya, Akhirnya Devano mengizinkan hanya 5 hari dalam seminggu.


***


Beberapa bulan kemudian.


"By, Nana Mandi dulu ya! ada kelas pukul 10, nanti berangkat setelah Sholat Duha," Pamit Hasna pada Afnan. Saat mereka menemani Twins A dan Arsya bermain di halaman belakang rumah kayu.


"Iya, sayang, silahkan! Twins dan Arsya biar Byby yang menemani," ujar Afnan. kini Usia Twins sudah memasuki dua tahun lebih dan sudah berhenti Asi dengan sendirinya. Maka dari itu Hasna dan Lintang sudah mulai berkuliah.


"A'a; Dedek; Dek Acha, Mimma mandi dulu ya sayang," pamit Hasna pada Twins dan Arsya.


"Baik Imma," ucap Twins. "Iyah Imma Ana!" timpal Arsya. Mereka sudah lancar berbicara walaupun kadang terdengar kurang sempurna karena masih cadel khas Anak-anak.


Twins A.



Hobby Twins A dari kecil sudah nampak, menaiki mobil dan motor mainan serta kuda. Mereka sangat senang berkuda, tentunya dengan kuda berukuran kecil.



Arsya sukanya berkuda, memanah dan menembak dengan senjata mainan.




Afkha, Afsha dan si kecil Arsya.



Afsha Pakai kerudung.



------


Hasna pun bergegas untuk mandi, Setelah selesai mandi ia mulai mencari pakaian di lemari. Tiba-tiba Afnan masuk ke dalam kamar. "Loh By, Anak-anak mana?" tanya Hasna.


"Di ajak Abi dan Umi jalan keliling Ponpes, dengan Dek Arsya juga. O yah sayang, Byby ada meeting dengan para pemegang saham resort yang di Pangandaran itu, di Hotel, nanti siang baru dapat hadir melihatmu bertanding," ucap Afnan memeluk tubuh Hasna yang hanya terbungkus handuk sehabis mandi dan sedang menyiapkan pakaian untuk nya ke kampus dan pakaian Afnan serta untuk pergi bekerja.


"Baiklah Byby sayang! Nana juga kan harus masuk kelas dulu nanti hingga pukul dua belas, baru setelah itu istirahat makan dan sholat lalu latihan skate sebentar By," ujar Hasna.


Perkuliahan Hasna dan Lintang sudah dimulai setelah beberapa bulan yang lalu mereka melewati bulan Ramadhan dan berkonsentrasi sebagai ibu rumah tangga di bulan Ramadan, mengurus Suami dan anak mereka. Maka mereka memutuskan untuk berkuliah kembali saat tahun ajaran baru dan kini perkuliahan mereka sudah dimulai sekitar Sepuluh bulan lamanya.


Hasna dan Lintang, menjadi salah satu Famous perempuan gaul bercadar di kampus mereka. Walaupun Lintang hanya berhijab tidak bercadar. Mereka menjadi incaran para laki-laki kampus karena Hasna dan Lintang Aktif berkegiatan di kampus Swasta Islam Itu.


Sedangkan pembawaan Hasna yang cuek dan tak jaim, maka itu membuatnya begitu di idamkan laki-laki. Banyak yang belum tahu kalau Hasan dan Lintang sudah mempunyai suami dan Anak. Suatu hari photo Hasna yang sebelum memakai hijab tersebar di jejaring social group kampus tersebut. Entah siapa pelakunya. Untuk beberapa wanita mencibirnya.


Tidak hal yang sama untuk beberapa pria. Justru malah mereka mengejar Hasna. Afnan sempat di landa cemburu pada awalnya karena pesan masuk di ponsel Hasna yang mengajaknya berkenalan. Hingga Afnan beberapa kali mengabaikan pekerjaan nya dan memilih menunggu Hasna di parkiran Kampus selama Hasna belajar di dalam.


Tentu saja Afnan tidak mengakui kalau ia sedang cemburu. Afnan beralasan kasihan kalau Hasna bawa mobil sendiri. Padahal Hasna selalu berangkat dengan Lintang. Hasna merasa lucu dan berusaha meyakinkan Afnan tentunya dengan rayuan luar biasa nya yang selalu membuat Afnan tak kuasa dan lagi-lagi luluh di pelukan Hasna.


Afnan dan Ubaydillah tidak pernah membatasi para Isteri mereka untuk berkegiatan dan bergaul. Malah dengan senang hati Afnan serta Ubaydillah membuatkan mereka wadah atau tempat untuk mereka belajar bersama di arena pesantren atau rumah kecil.


Bahkan beberapa dari teman-teman Hasna ada yang memilih mendalami Agama di Ponpes Hubbul Wathan dan banyak dari orang tua teman Hasna dan Lintang memondokan Adik-adik dari mereka di Hubbul Wathan Minal Iman.


Hari ini Hasna akan bertanding skateboard di area skatepark kampus nya sebagai pasangan kolaborasi Adrian. Awalnya Hasna menolak saat Adrian mengajaknya untuk kolaborasi pertandingan skateboard antar kampus, namun Afnan malah mendukungnya, ketika Hasna mengatakan tidak mau macam- macam lagi dan saat ini ia mengatakan hanya ingin menjadi Istri dan Ibu yang baik.


Justru Afnan mengatakan: "Kamu sudah menjadi Istri dan Ibu yang baik! tapi kamu juga harus menjadi Istri dan Ibu yang hebat dan pemberani dalam konteks yang baik."


Maka dari itu Hasna memberanikan diri untuk menerima tawaran Adrian.


Siang hari..


Halang rintang untuk berseluncur skateboard sudah di rancang sedemikian rupa. Hasna dan Adrian, sudah siap di arena sebagai pasangan Adrian untuk berkolaborasi mencetak skor, dari permainan skateboard mereka.


"Insya Allah Yan, gue siap!" jawab Hasna.



"Yan, koq lo lesu Begitu?" tanya Hasna saat Melihat Adrian kurang bersemangat.



"ANGELA, kan?"


"Iya Na! sudah berbulan-bulan tak ada kabar, bahkan doi gak bisa di hubungi. Padahal setidaknya, gue ingin dia melihat gue saat ini walaupun hanya di Vidio call," ucap nya Adrian. Tatapan nya jauh entah kemana.


"Yan, sudahlah! kalau memang kalian jodoh, Insya Allah akan di pertemukan dengan Indah pada waktu nya. Apalagi lagi lo selalu setia menunggu Angela kembali. Ayo dong Semangat!" ucap Hasna.


"Thank you, Na! Gue sudah Semangat sekarang. Ya sudah gue ganti baju dulu ya," pamit Adrian.


"Oke Yan, gue tunggu di skatepark ya, sembari nunggu Ustadz, doi juga koq belum datang," ujar Hasna.


"Ya Na!"


Adrian berganti pakaian dan Hasna ke area skatepark. Terlihat Lintang dan teman-teman pendukung nya sudah berada di bangku penonton.




"Lin, Doakan agar gue lancar dan gak gugup," ucap Hasna. "Semangat Na! Insya Allah, lo akan baik-baik dan lancar," Jawab Lintang.


"Ya sudah, sana Na! siap-siap, gue dukung dari sini, sama hal nya saat beberapa minggu lalu, lo mendukung dan menyemangati gue di arena pacuan kuda," ucap Lintang


"Baiklah Lin, Terimakasih!" Hasna dan Lintang saling berpelukan untuk semangat Hasna.


Pertandingan pun di mulai, kini mereka sedang menunggu giliran, Nama mereka pun hanya selang beberapa orang lagi akan di panggil, untuk mulai beraksi. Adrian dan Hasna mulai bersiap siap.


"Yan sebentar, koq Ustadz belum kelihatan ya! gue kan ingin doi lihat aksi gue," ucap Hasna mengedarkan pandangannya pada bangku penonton.


"Sebentar lagi mungkin Na, atau mungkin juga masih ada kerjaan, yang tak dapat di tinggal." jawab Adrian.


Tring.. Suara ponsel Hasna. notifikasi WhatsApp masuk dan saat Hasna buka Afnan berkirim gambar.



"Assalamuala'ikum sayang! Maaf Byby masih di Hotel belum dapat meninggalkan meeting, Kak Ubay yang awalnya hendak pergi, tidak jadi pergi. Byby masih membutuhkan Kak Ubay di sini." \ Afnan


"Ya sudah By. Tidak mengapa, restunya saja agar Nana lancar dan tidak gugup, Cun jauh untuk punggung tangan kanan Byby,mohon Doanya." \ Hasna


"Terimakasih sayang, Byby terima Cun jauhnya. Byby memberikan Doa restu untuk sayang, silahkan sayang ber aksi." \ Afnan.


"Baiklah, Nana sudah hendak mulai By! Nama kami berdua sudah di panggil," \ Hasna.


"Iya sayang! Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam, Byby sayang."


Nana.. Adrian..Huuu...teriak Lintang dan pendukung mereka saat Hasna dan Adrian memulai berseluncur melewati rintangan.


"Ayo Yan. Bismillah...lalu mereka berdoa bersama. Untuk memu


Inna fatahna laka fat han mubina, liyoghfiro lakallahuma takodda min zambika wa maa ta’akhoro wa yutimma ni’matahu alayka wa yahdiyaka siroo tommustakii maa wayan surokallahu nasron aziiz.


“Sesungguhnya kami telah membentangkan bagimu kemenangan yang gemilang. Agar dia mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang. Dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu. Dan dia memberi petunjuk di jalan yang lurus. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang mulia.” (Al-fatah ayat 1-3)


Siap ya Mulai, Priiiiitttt ...


Adrian mulai beraksi ;





Hasna mengimbangi dengan berseluncur jigjag.




Sorak sorrai mengiringi langkah kemenangan mereka.


Piala kemenangan.



"Selamat ya.. Na, Adrian,," ucap Lintang. "Terimakasih Lin," ucap serempak keduanya.


Setelah selesai berganti pakaian Hasna dan Lintang, keluar Kampus bersamaan.


"Na, kita di undang makan oleh Granny, sebentar lagi para suami kita menjemput," ucap Lintang."Ya sudah, menunggu dekat taman kampus saja Lin," ajak Hasna.


"Baiklah Na, mari," timpal Lintang. Adrian yang tidak menunggu kehadiran siapapun, ia sudah terlebih dahulu meluncur ke Villa Granny. Devano, hari ini tidak ke kampus.


"Assalamualaikum," suara Afnan dan Ubaydillah yang baru saja tiba.




"Wa'alaikumsalam," jawab Hasna dan Lintang.



"Kalian, sudah lama menunggu?" tanya Afnan.


"Tidak juga By, mari by," ajak Hasna.


"Kita langsung ke Villa Granny Yank?" tanya Lintang pada Ubaydillah.



"Iya Yank! Anak-anak sudah di sana, tadi Devano yang menjemput ke Ponpes," ucap Ubaydillah.



"Tiba-tiba dua orang Dosen menghampiri mereka. Assalamualaikum, loh, loh.. kayak nya.." tunjuk Dosen tersebut.


"Profesor Andy. Lupa dengan kami rupanya, saya Afnan dan ini Adik saya Ubaydillah," ucap Afnan.


"Iya, Masya Allah, Ustadz Afnan dan Ustadz Ubaydillah. Kalian tambah muda dan saya tambah tua, hehe," ucap profesor Andy.


"Profesor, Sudah lama sekali tidak berkunjung ke ponpes," ucap Ubaydillah.


"Maaf, maklum saja! ya begini sehari- hari, sibuk dengan buku. Insya Allah saat ada Waktu saya akan mampir, saya pun Rindu akan Kyai Qorry. Salam saja untuk beliau," ucap profesor Andy.


"Wa'alaikumsalam, nanti kami sampaikan," ucap Afnan. Profesor Andy dulunya juga mengajar di kampus ponpes, namun ia keluar setelah harus memilih di antara dua kampus, karena usia yang tidak muda lagi maka ia hanya aktif di satu kampus saja yaitu kampus Islam yang saat ini.


Next👉


Mana ayo Vote like rate komen nya .🤗