Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 159. Agar Twins utun terbiasa dengan masakan Biyya


" Mommy itu pandai membaca huruf arab di dalam Alqur'an serta tafsiran nya bang, bahasa arab nya pun lancar karena banyak kolega nya dari arab, dan mommy sudah bertahun tahun mendalami agama Islam, namun baru kali ini mommy mendapat kan Hidayat, Alhamdulillah bang " tutur Devano penuh syukur.


" MasyaAllah" ucap mereka serempak.


Setelah berbincang di meja makan mereka akhiri, maka mereka kembali pada rutinitas masing masing, Ubaydillah dan Lintang sedang bersiap untuk menyeleksi calon pengajar bersama Guru pembimbing senior lain nya, Devano ia sudah berbaur dengan santri lain nya di taman masjid menunggu Ustadz yang akan mengajar ( ngawuruk) mereka mengaji.


Afnan dan Hasna sedang di dalam perjalanan menuju kantor Afnan, sesekali mereka saling melirik dan mereka melempar senyum dan jari mereka kini bersatu bertautan, entah lah perasaan mereka bergetar, menggebu bak ABG sedang jatuh Cinta, mobil Afnan melaju santai, ia menikmati sekali persaan cintanya saat ini, ini terasa bagai sedang berpacaran, jarang jarang mereka hanya berduaan di dalam Mobil.


" Terimakasih sayang sudah mau menemani byby ke kantor, byby punya kejutan untuk mu" ucap Afnan tersenyum.


"Sama sama byby sayang, eemm kejutan apa byy, Nana jadi penasaran niih" ucap nya, ia terlihat bahagia.


"Nanti lihat saja, InshaAllah sayang akan suka koq" jawab Afnan.


"Iya deh byy, Nana tunggu kejutan nya yaa" ucap nya sumringah.


"Hehe ya harus dong sayangg" ucap Afnan dan ia mengecup tangan Hasna dengan tangan sebelah kiri, Karena tangan sebelah kanan masih me megang kendali stir.


Di Aula pesantren...


Ubaydillah terlihat sibuk mulai mewawancarai dan memeriksa berkas berkas lamaran para calon tenaga pendidik tak terkecuali ELYAVIRA, ia berada di antara para pelamar, setelah tiga hari yang lalu ia di telepon oleh sekretaris Ubaydillah dan Afnan yaitu pak Iwan, untuk ia mengajukan Cv lamaran.


Lintang duduk di sebelah Ubaydillah dan ia terlihat cantik dengan memakai hijab pashmina yang ia bentuk cantik , ia lihat cara menggunakan nya di ontub, Matanya ia fokus kan pada setiap wajah si pelamar dan fikiran nya ia tajamkan mengingat nama serta wajah satu persatu calon tenaga pendidik yang sedang di wawancarai Ubaydillah dan para Guru pembimbing senior lain nya, sampai pada Nama Elyavira di panggil, Lintang merasa berdebar, ia ingat betul Afnan dan Ubaydillah pernah menyinggung nama Elyavira


"Yang Davi, sebetul nya sudah mengenal Elyavira ya?" bisik nya pada Ubaydillah


"Iya dulu pernah kenal, bisa di katakan teman lama, Nanti A'a kenalkan, sudah ya nanti saja bicara nya" bisik Ubaydillah kembali.


"Iya yang" Lintang menurut.


Di masjid ponpes....


Devano tengah serius mengikuti pengajian wajib, kini saat nya santri lain membaca Al qur'an dan ia sedang menunggu giliran Ayat yang akan ia baca, Ia harus berkonsentrasi dan bersiap siap Karena biasa nya giliran membaca akan di tunjuk secara acak, namun kali ini ia mendapat giliran ter akhir, hingga tibalah giliran Devano "Akang santri Bule baca tiga ayat terakhir" tunjuk pak Ustadz sang guru pembimbing, mereka biasa memanggil Devano Akang / santri Bule, karena memang dia mirip seorang turis bule.


"Ii iya Ustadz" walaupun menyimak tetap saja Devano merasa terkejut saat dirinya dintunjuk mendapat giliran mengaji, lalu ia mulai Ta'uudd / baca Bismillah, dan Ia membaca surah Al mu'minuun (orang orang mukmin) ayat 116,117,118.


Alhamdulillah.. Sudah lancar ya Akang santri bule, tinggal sedikit perbaikan perbaikan saja, baiklah kajian wajib ini kita akhiri sampai disini,jika ada waktu silahkan bergabung kembali di jam kajian selain jam saya, sesuikan saja dengan waktu bersekolah serta waktu istirahat kalian" ucap pak Ustadz.


Baik Ustadz, jawab para santri serempak, lalu mereka berdiri berkeliling dan saling bersalman seraya membaca allohumarhamna bil qur'an---- dan seterus nya.


Di kantor Afnan...


Setelah sampai kantor, Afnan mulai sibuk bercengkrama dengan berkas berkas nya yang sudah menumpuk di meja, sedangkan Hasna memilih berbaur dengan para pekerja Afnan di restaurant, ia duduk di sebelah kasir mencatat pesanan para pengunjung lalu ia teruskan ke arah dapur.


"Bu Hasna sudah istirahat saja, nanti kelelahan, biar kami saja yang mengerjakan" ucap kasir yang dulu pernah bersikap judes terhadap nya ia sekarang menjadi baik,selain setelah ia tahu kalau Hasna itu Istrinya Afnan Bos mereka, ia juga pernah di bantu Hasna membiayai rumah sakit saat ibunya harus operasi usus buntu.


"Tidak apa apa mbak Wilda, saya jenuh kalau harus duduk saja" ucap Hasna.


"Iya bu, nanti kelelahan bagaimana, kita takut di marahi pak Afnan" ucap seorang waiters yang dari tadi lalu lalang membawa catatan pemesanan dan mengantar pesanan , di restaurant dan Hotel tidak semua orang tahu kalau Afnan adalah seorang Ustadz, mereka tahu nya Afnan hanya seorang pebisnis, perhotelan, resort, restaurant, toko pakaian ( butik), perikanan,dll,hanya orang Orang inti dan terdekat Afnan yang tahu ia sebagai Ustadz.


"Tidak kak Lani, tenang saja pak Afnan sudah memberikan izin koq, ia tidak akan marah" jawab Hasna tersenyum.


"Iya deh bu, tapi kalau terasa lelah jangan di paksakan ya bu" ucap pelayan laki laki yang baru saja tiba membawa piring kotor.


"Iya bang Reno, tenang saja, hehe.. O iya ayo semangat kerja nya, mau saya traktir pizza tidak nih buat makan siang, atau request deh mau di traktir apa?" tanya Hasna.


"Semangat dong bu, kalau di traktir mah apa saja boleh bu, hehe" ucap Wilda.


"Iya bu, tuh si Lani apalagi, di traktir racun aja dia mah mau bu Hehe " ucap Reno.


"Hehe ada ada saja kalian" Hasna ikut terkekeh.


Tak lama Afnan keluar dari ruangan nya, ia berjalan ke arah Hasna, terlihat akan menghampiri Hasna.


"Sssttt Reno berisik.. ada pak Afnan tuh, ucap Lani.


Dan benar saja Afnan menghampiri Hasna,


" Pak..... " sapa Wilda, Lani dan Reno dengan senyum ramah, Afnan membalas ramah senyuman mereka dan menganggukan kepala.


"Sayang sudah lapar ya, maaf byby baru selsai tanda tangan dan nge cek Berkas" ucap Afnan pada Hasna, "Mmm.. Sedikit by" ucap Hasna, "ya sudah sayang mau di masakin apa?" tanya Afnan.


"Apa yaaa" Hasna berfikir sejenak, "mmm Nana mau kepiting lada hitam yang pedas , sama steak by" ucap Hasna.


"Oke, sayang tunggu sebentar di dalam ya, byby ke dapur masak yang sayang iginkan" ucap nya pada Hasna.


"Chef saja by yang masak, jangan byby" ucap Hasna merasa tidak enak, " Tidak apa apa sayang, byby ingin kamu makan hasil masakan byby bukan orang lain, a****gar twins Utun terbiasa dengan masakan Biyya" ucap Afnan.


"Ya sudah, tapi Nana tunggu di sini saja by", ucap Hasna, ia menyerah pada keinginan Afnan.


Baiklah, senyaman mu sayang, ucap Afnan tersenyum, namun saat hendak melangkah ke arah dapur, ada seorang laki laki menghampiri Afnan.


"Assalamu alaikum pak Afnan" ucap nya.


"Waalaikum Salam pak Natta" jawab Afnan,


"Semua yang bapak inginkan sudah siap pak" ucap nya, "oooh begitu pak Nata, lalu pesanan saya bagaimana pak?" tanya Afnan, itu juga sudah ada, sopir hotel sudah mengambil nya tadi pak "ucap pak Nata,


"Baikalah pak Wiranatta terimakasih atas bantuan nya, nanti saya hubungi pak Nata ba'da dzuhur" ucap Afnan, "Baik pak" ucap pak Wiranatta atau pak Natta, ternyata ia adalah ayah nya Adrian, pak Wiranatta Ahmad yang bekerja di hotel Afnan sebagai manager hotel.


Afnan pergi ke dapur dan setelah di dapur ia mulai memasak yang Hasna inginkan, para chef sudah faham jika afnan tidak ingin mereka yang masak jika untuk istrinya, mereka hanya membantu menyiapkan bahan makanan yang afnan butuh.


Satu jam kemudian masakan Afnan pun selsai dan ia meminta pelayanan restaurant membawakan nya, Hasna masih berada di area kasir.


"Sayang mau maem di mana?" tanya Afnan


"Oh sudah matang, ya by" jawab Hasna.


" Sudah " ucap Afnan.


" Ya sudah di meja pojok sana saja by, semua nya.. Saya makan dulu ya, pesanan untuk kalian sebentar lagi sampai" ucap Hasna pada para pegawai Afnan.


"Iya bu terimakasih" ucap mereka bersamaan.


Hasna berjalan menuju meja yang ia tunjuk, "Memang kamu pesan apa sayang untuk mereka?" tanya Afnan sambil berjalan menuju meja.


"Pesan pizza by" jawab Hasna, "ooh itu" ucap Afnan singkat, dan kini mereka sudah berada di meja yang mereka tuju, tak lama hasil masakan Afnan pun sampai meja.


Hasna mulai mencicipi makanan yang di buat Afnan, "mmmm...enak sekali byyy, Terimakasih banyak, dedek maem yang banyak ya, ini masakan hasil tangan nya Biyya" ucap Hasna sembari mengelus perut nya.


"Ya sudah maem yang banyak, sama sama sayang, dedek twins sayang sehat ya naak sekarang maem yang banyak ya biar tumbuh sehat dan kuat" Afnan mengelus perut Hasna, dan kini mereka menikmati makan siang tanpa bersuara lagi.


********


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍