
Hingga suara deheman menghentikan aksi drama kolosal mereka!
Ternyata ia adalah Fendri Samudera papih nya Lintang, ia adalah salah satu pemilik sebuah perusahaan travel besar di Indonesia, yaitu Samudera Bening traveller, dan ia baru saja memergoki Devano dan Ubaydillah bersitegang di pintu pagar.
"Eheemmm.... Oh jadi kalian yang sudah buat anak saya menangis pagi pagi begini, enak betul yah pagi pagi kasih anak orang sarapan air mata.." ucap Fendri
"Dia uncle" tunjuk Devano pada Ubaydillah.
"Eh, dia juga om" tunjuk Ubaydillah pada Devano.
"Stooop !!!!!"
Seru Fendri.
"Ii iya uncle" ucap Devano
"Ba biik om" ucap Ubaydillah
"Masuk!!"
Titah Fendri bernada dingin.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Lintang, tepat nya di ruang tamu.
"Suittt!!" ucap Fendri kembali, masih bernada dingin sembari melipat kedua tangan nya di dada.
Devano dan Ubaydillah saling berpandangan, lalu mereka mengikuti titah Fendri yaitu ber suit, dan Hasil nya Devano yang menang.
"Baiklah Dev, kau yang menang, silahkan menemui Lintang " ucap Fendri.
"Terimakasih uncle" ucap Devano sumringah.
"Lima menit Dev" teriak Fendri, ketika Devano berjalan hendak menemui Lintang.
"Silahkan duduk" tawar Fendri pada Ubaydillah.
"Terimakasih om" ucap Ubaydillah sembari duduk di sofa, diikuti Fendri duduk di hadapan Ubaydillah.
"Hemmm, jadi pekerjaan mu seorang guru ngaji atau Ustadz?"
Fendri membuka suara dan bertanya.
"Eee.. Bukan om, ustadz itu hanya Gelar yang para santri sematkan saja, Karena saya ikut andil mengajar di pesantren milik Abi saya" tutur Ubaydillah.
"Lantas, apa pekerjaan mu?" tanya Fendri kembali.
"Saya berbisnis kecil kecilan om, tepat nya berbisnis di bidang resto, bersama kakak laki laki saya" ucap Ubaydillah
"Uuuumm, good" bacakan saya surah AL- MULK, kalau lulus saya izinkan kau
menikahi anakku"Titah Fendri
"Tapi om, Lintang nya sudah menolak menikah dengan saya" ucap Ubaydillah
"Ahahaha.. Lintang di dengerin , ssstt ..Lintang itu munafik, saya papih nya dan saya lebih kenal dia daripada kamu,
maka nya belajar lah pada saya jika ingin mengenal Lintang" Ucap Fendri sembari duduk santai serta menyilangkan kaki.
"Lintang itu bukan orang yang mudah mengingkari janji, dia sudah berjanji akan menikah dengan mu kan?" tanya Fendri
"Iya om, maafkan saya om semua salah saya," ucap Ubaydillah penuh penyesalan.
"Ya sudah, maafkan Lintang juga ya, maka dari itu Untuk kedepan nya jadikanlah semua kejadian pagi ini sebagai pelajaran" ucap Fendri.
"Iya om, saya sudah Memaafkan Lintang koq, Terimakasih om" ucap Ubaydillah.
"Ya sudah Al MULK... Silahkan"
ucap Fendri mempersilahkan untuk Ubaydillah membacakan surah Al Mulk
.
"Ya" ucap Ubaydillah singkat, lalu ia mulai membaca surah Al Mulk:
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1*
تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2*
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3*
ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4*
ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
5*
وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلْنَٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَٰطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
6*.
Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
"Cukup !!" seru Fendri lirih.
"Sodakallah hul adzim"
Ubaydillah tersenyum dan mengangguk pelan.
"Oke , saya rasa, saya sudah menyukai kamu, bawa orang tuamu nanti siang ba'da Dzuhur, Langsung ijab qobul saja, saya ingin menitipkan anak saya pada orang yang tepat, saya rasa kamu orang yang saya cari selama ini, ucap Fendri tersenyum berbinar.
"InshaAllah om, saya akan mencintai dan menyayangi putri karena Allah," ucap Ubaydillah penuh keyakinan.
"Dan InshaAllah semoga Allah mengizinkan, nanti siang Ba'da Dzuhur, saya akan membawa orang tua saya ke rumah ini untuk menikahi putri Om" ucap Ubaydillah dengan senyum kelegaan.
"Dek Lilin akhir nya papimu sendiri yang menyetujui pernikahan kita, tunggu dek Lilin sayang, A'a akan membuat kita segera Halal"
Gumam Ubaydillah dalam hatinya.
Papih nya Lintang ini, orang nya tidak suka bertele tele, kalau suka ya suka kalau tidak ya tidak, ia tegas, berwibawa namun bersahabat dan ramah.
Tak lama mamih nya Lintang menghampiri, Arimby Larasati adalah Nama Mamih Lintang.
"Bagaimana mih?" tanya Fendri, ia menanyakan keadaan Lintang
"Sudah tidak menangis lagi pih, tuh sedang bicara bersama Devano" ucap Arimby
"Oh jadi ini yang bernama Davian, loh Davian masih ada pertalian saudara dengan Devano?" tanya Arimby
"Oh tidak ada tante, saya saja baru mengenal nya tadi," ucap Ubaydillah.
"Mungkin cuma kebetulan mirip saja" ucap Arimby.
"Ya sudah, silahkan jika ingin bertemu Lintang" ucap papi nya Lintang.
"Baik, Terimakasih om, tante saya permis menemui Lintang"
"Silakan Nak Davian" ucap kedua nya.
Ubaydillah pun menghampiri Lintang yang sedang bersama Devano di ruang keluarga.
"Assalamu alaikum dek Lilin" , Ubaydillah berucap salam.
"Waalaikum Salam" jawab Lintang dan Devano serempak
"Dek Lilin maafkan kak Davi, kak Davi tak bermaksud mempermainkan dek Lilin" Ubaydillah berbicara tanpa melihat Lintang.
"Sudahlah kak, Lintang juga salah, maafkan Lintang juga kak" ucap Lintang dingin
"Alhamdulillah kalau dek Lintang sudah Memaafkan kak Davi, kak Davi pamit nanti ba'da Dzuhur kembali lagi bersama orang tua kak Davi" ucap Ubaydillah, dan hanya di beri anggukan kepala oleh Lintang.
Devano pun ikut pamit, kini Devano dan Ubaydillah telah berada di luar rumah Lintang, setelah berpamitan pada orang tua Lintang.
Devano mengeluarkan motor nya dari halaman rumah Lintang, yang ia titip dari kemarin, Karena saat ke kota S mereka menggunakan Mobil Lintang, yang Kini ia tinggalkan di rumah Hasna.
"Wedeeh boleh nih anterin ke rumah Nana," ucap Ubaydillah pada Devano.
"Enak aja, lo fikir gue tukang ojek apa" , ucap Devano,.
"Ayolah Bro, lo kan sahabat nya Hasna, gue adik ipar nya Hasna, otomatis lo jadi sahabat kakak gue , nah itu ber arti lo juga sahabat gue dong" ucap Ubaydillah
Devano menggaruk garuk pipi nya sambil berfikir, namun bukan kata kata Ubaydillah yang ia fikiran, tapi seperti ada ikatan antara dia dan Ubaydillah, walaupun ia saat ini merasa kesal, kecewa, Karena Ubaydillah yang dipilih Lintang sebagai calon suami, namun ia tak sanggup marah di dalam hatinya.
"Ya sudah, naik.. Tapi ingat lo ya, gue masih jadi rival elo Karena sudah ambil Lintang dari gue, terus kesalahan lo yang ke dua Karena lo udah nyolong muka gua buat lo jiplak sampai kita mirip" ucap Devano
"Heh, rival, Liat ya Sampai gue Sah jadi suami Lintang, gak akan gue kasih lo seenak nya menemui Lintang, dan masalah wajah, mungkin elo yang nyolong muka gue tu, kan gue jelas lebih tua dari lo , secara orang ganteng, banyak yang mau jadi duplikat dari wajah gua " ucap Ubaydillah sombong.
" Uwheek.. Narsis lo Bro, lebih ganteng gue, kali, aaahh ayo naik, kasihan gue sama musafir, kalau harus jalan kaki" ucap Devano
"Ahahaha pandai sekali, Al mazhu(bercanda yang baik) Anta bro, syukron" ucap Ubaydillah
"Apaan tuh bro?" tanya Devano
"PR!" seru Ubaydillah
"Hadeeuuh gue sudah Lulus kali, masih aja di beri PR" ucap Devano.
Mereka telah sampai di rumah Hasna.
"Oh iya, mobil Lintang tolong lo bawa ke rumah Lintang bro, kunci masih di dalam" ucap Devano ketika menurunkan Ubaydillah
" Ok nanti gue bawa , thankyou bro Atas tumpangan nya" ucap Ubaydillah pada Devano.
"Woles bro, tapi gak gratis , lain kali gue tagih bayaran nya " seringai Devano sembari berlalu..
Umi yang khawatir sedari tadi, mendengar suara Ubaydillah, maka ia menghampiri Ubaydillah setengah berlari.
"Bagaimana sayang dengan Lintang?" tanya Umi.
"Lintang baik baik saja Umi, kita bicara di dalam ya," ajak Ubaydillah pada Umi seraya membawa Umi masuk
Di ruang keluarga terlihat wajah wajah cemas dari Abi, Afnan, Hasna dan yang lain nya.
"Bagaimana Dek, iya tun?" tanya Afnan dan pak kyai.
"Orang tua Lintang sudah menerima, malah orang tua Lintang menginginkan kita ke rumah nya ba'da Dzuhur dan langsung Ijab qobul, Abi, Umi, A!" seru Ubaydillah senang setengah berteriak.
ALHAMDULILLAH
ucap mereka serempak.
************
Terimakasih sudah membaca 🙏
Dan terimakasih sudah Vote Like komen, tanpa kalian para Readers tercintah, apalah Author ini, Terimakasih sudah sabar menunggu 🆙 😍🙏😇💐