
Hari hari berikut nya...
Afnan dan Ubaydillah Sudah mulai kembali pada pekerjaan nya, berangkat pagi dan pulang larut sudah menjadi kebiasaan mereka akhir akhir ini, karena tuntutan dari pekerjaan mereka, Ubaydillah makin kewalahan, terkadang ia harus melakukan meeting teleconference nya sebagai PRESDIR di PT. A*R, surat surat electronic yang harus ia balas dengan Segera, tanda tangan digital yang menumpuk yang butuh tanda tangan nya pula dengan segera.
"Astagfirullah A, bisa tua mendadak ini dedek, kalau tiap hari harus begini" keluh Ubaydillah sore itu di kantor Afnan.
"Sabar dek, bersyukur jangan lupa ini ujian hidup kamu sedang bertambah " ucap Afnan, mereka sedang bergantian saling memijat.
"A'a bro jangan bosan bantu dedek ya" ucap Ubaydillah.
"InshaAllah dek, A'a tidak akan bosan dan akan selalu di sisimu, kita cari cara bersama agar dapat meng handle pekerjaan kita dek, jujur Ana tak ingin Anta pergi dari sisi Ana" Afnan diliputi ke haruan
"Loh A'a bro janganlah berfikir Ana hendak pergi, Ana akan tetap di ponpes, Ana akan tetap di Sini bersama A'a bro,kita mendirikan bisnis ini bersama dari awal, kita Bangkit atas dukungan Abi dan Umi, lalu Karena dedek saat ini bertemu dengan keluarga kandung dedek, yang kekayaan nya 10 kali lipat dari kekayaan yang kita miliki, dan A'a fikir dedek akan berpaling begitu saja, A'a bro salah, kini bukan dedek yang harus mengikuti kehidupan mereka tapi mereka yang harus terbiasa dengan kehidupan dedek" Tutur Ubaydillah.
"Terimakasih dek, jujur sejak kita pulang dari Jakarta ada pemikiran yang mengganggu Ana, yaitu orang tua mu dek yang belum sempat bertemu, apa mungkin mereka akan sebijak Granny yang ikhlas kamu tetap di ponpes" ucap Afnan kembali.
"Hmmm, jangan A'a fikirkan ya, kalaupun mereka memaksa dedek untuk tinggal bersama mere, dedek sudah memikirkan bagaimana agar dedek tidak harus mengikuti mereka " ucap Ubaydillah.
"Ya semoga saja dek, aamiin ya robbal a'lamiin" ucap Afnan.
"Amiin" timpal Ubaydillah.
"Pulang sekarang Dek, Ana rindu dengan Nana" ajak Afnan.
"Hehe, dedek pun A, ternyata sekarang Ana merasakan apa yang A'a bro rasakan" ucap Ubaydillah menyeringai.
"Maksudnya dek?" tanya Ubaydillah.
"Ya itu A, merasakan ingin cepat pulang, merasakan rindu pada istri, di sambut istri di rumah, ia betul A keajaiban ya, saat letih pun akan hilang ketika istri mencium tangan dan Ana mencium dahinya saat pulang, apalagi kalau berlanjut ke hal lain, hihi 3 L hilang seketika" tutur Ubaydillah sumringah..
" 3 L apa itu dek?" tanya Afnan
" 3 L ( Lelah, letih, lesu) Hehe" Ubaydillah menjabarkan.
"Mmm, tapi pembalasan Ana membuat kamu menggantung belum terbalas ya dek hehe" ucap Afnan terkekeh.
Ubaydillah saat ini sudah tahu dan mengerti apa itu yang di sebut Afnan menggantung, Karena Hari hari kemarin mereka bertukar pengalaman tentang kehidupan percintaan mereka, bingga pembicaraan menggantung pun jadi bahan pembicaraan mereka.
"Hadeeuuh sebegitu dendam si A'a sama yang menggantung, ahahah aduuh Ana jadi was was hehe", Ubaydillah tertawa dan mengekeh.
"Hehehe, tunggu tanggal main nya pembalasan dari kakang brama kumbara, dedek Rhomaydillah" ucap Afnan masih dengan nada ber gurau.
"Ahha, si A'a ada ada saja, masa brama kumbara menyerang Rhomaydillah" akhir nya mereka tertawa bersama.
" Hahaha, ya sudah, ayo pulang dek" ajak Afnan.
"Ya sudah ayo A" lalu mereka pun pulang menuju ponpes.
Di parkiran pesantren...
"A koq ada Mobil mewah terparkir di parkiran , apa mungkin Abi sedang ada tamu penting atau pejabat ya A ? " ucap Ubaydillah saat melihat beberapa mobil mewah terparkir di tempat parkir khusus tamu.
"Seingat A'a tadi pagi Abi tidak bicara tentang akan kedatangan tamu, dek" jawab Afnan.
"Ya sudah ayo ke rumah utama, nanti juga tahu siapa tamunya" ajak Afnan.
"Iya A" Ubaydillah pun melajukan Mobil nya kembali menuju rumah utama.
Di rumah utama terlihat pintu rumah terbuka lebar, Abi dan Umi memang sedang kedatangan tamu seperti nya.
Setelah Afnan dan Ubaydillah turun dari mobil, maka mereka pun masuk dengan berucap salam.
"Assalamu alaikum" ucap Afnan dan Ubaydillah berbarengan.
"Waalaikum Salam" jawaban serempak dari dalam.
Hal pertama Ubaydillah lihat, Lintang sedang bermanjaan pada mami nya, Hasna berada di lengan Umi bergelayut manja di sana.
Di ruang tamu tersebut sudah ada Granny, Grandad, Devano, orang tua Lintang, dan tiga orang yang belum Ubaydillah kenal, yaitu satu orang laki laki dan dua orang wanita, wanita yang masih sangat muda dan cantik dan satunya sudah dewasa namun wajah nya tidak kalah cantik.
" My child is really you, Davian? " ( Anakku benarkah itu kamu)" ucap seorang wanita cantik dewasa, tiba tiba menghampiri dan memeluk Ubaydillah.
" Dialah Mommy mu sayang " ucap Granny.
" Mommy??" ucap Ubaydillah membalas pelukan wanita itu.
Ya wanita itu adalah Aaralyn Ryker, ibu kandung dari Davian atau Ubaydillah.
Tak lama seorang pria tampan yang sedari tadi duduk dengan cool dan santai, usia nya setengah baya menghampiri dan ikut memeluk nya,
" seriously you are my Son? " ucap nya, ya itu ayah kandung Ubaydillah, Dedrick Ryker
Mommy nya Davian menangis mengecupi wajah Ubaydillah, lalu memeluk nya kembali.
"Handsome, you are similarly with your grandad and your brother, daddy too, a little "(tampan, kamu mirip kakek dan adikmu, ayah juga, sedikit), ucap nya sembari tersenyum menangkup wajah Ubaydillah dengan kedua tangan nya, dan air mata nya masih mengalir di pipinya.
Ubaydillah melihat ke arah Umi, kali ini Umi terlihat lebih tenang dan nampak wajah keikhlasan dari senyuman Umi.
Afnan menghampiri Hasna yang duduk di samping Umi, Hasna mencium tangan kanan Afnan, lalu Afnan mengecup kilas kening Hasna, dan mereka pun duduk bersebelahan, dengan tangan mereka saling bertaut berada di pangkuan Hasna.
"Dek, orang tuamu sudah menunggu mu sejak siang" ucap Abi.
"Betulkah, mengapa tidak menelpon dedek Bi, kan dedek dapat usahakan pulang dari siang tadi" ucap Ubaydillah.
"No.. Babby no, Mommy asked not to disturbing your work" (tidak sayang, mama tidak ingin mengganggu pekerjaanmu" ucap Mommy Ubaydillah.
"Yes son, We have lost you for 23 years ago, why to lose just a few hours is not able to wait, here soothing, peaceful, your foster parents are really good, may Allah bless them"
( Ya nak, Kami telah kehilangan kamu selama 23 tahun yang lalu, mengapa kehilangan hanya beberapa jam tidak dapat menunggu, di sini menenangkan, damai, orang tua asuh kamu betul-betul baik, semoga Allah memberkahi mereka). Ucap daddy Davian menyambung kata kata mommy nya.
"Thak you Mom, thank you Dad" ucap Ubaydillah.
"O ya sayang, perkenalkan ini adik sepupu mu, usia nya 17 tahun, nama nya Angela Ryker, dia tinggal bersama Mommy dan Daddy mu, Karena sejak usia nya 7 tahun ia telah di tinggal orang tua nya karena kecelakaan pesawat" ucap Granny memperkenalkan Angela pada Ubaydillah.
"Hai Angela, how are you" ucap Ubaydillah menjulurkan tangan nya.
"Hai brother, I'am good" balas Angela.
Angela dan orang tua Ubaydillah sebelum nya sudah berkenalan dengan Hasna dan Lintang, dan kini mereka memperkenalkan pula pada Afnan.
"Sayang kami bahagia, Mengetahui dirimu masih hidup dan tumbuh dengan baik di sini"
Ucap Mommy Ubaydillah, berbicara bahasa Indonesia terbata ala bule.
"Iya Mommy terimakasih, sudah mau menemui Davian, Mommy dan Daddy tinggalah lebih lama di sini" ucap Ubaydillah.
"Kami akan tinggal di villa dalam beberapa hari kedepan sayang, dan Devano serta Angela ingin mendalami agama di pesantren ini, sebelum nanti mereka melanjutkan kuliah" ucap Daddy Davian, berbahasa Indonesia lebih lancar.
Sore itu mereka larut dalam obrolan dan keharuan, di lanjut dengan berjamaah sholat Mahgrib berjamaah, dan Mommy Davian yang Non Muslims tetap di terima dengan baik oleh pak Kyai dan Umi, setelah sholat di lanjutkan makan malam bersama, hingga orang tua kandung Davian dan Grandad, Granny pamit pulang ke Villa mereka.
Orang tua Lintang menginap di ponpes.
Visual Daddy Dedrick :
Mommy Aaralyn :
Angela :
**********
Terimakasih sudah membaca 🙏😍
Like vote komen 👌💙