
Di kamar Ubaydillah dan Lintang...
Sudah hampir dua jam Ubaydillah merayu Lintang yang duduk di tempat tidur dan ia tidak boleh mendekatinya, sebalik nya Lintang pun tidak mau mendekati nya, Ubaydillah pun tidak boleh bergeser dari tempat ia berjongkok, dan hukuman untuk Ubaydillah berjongkok tempat nya di pojok dekat pintu , namun posisi mereka saling berhadap hadapan, sesekali saling memandang .
Tadi saat Lintang di bawa masuk ke dalam kamar, Ubaydillah tak sengaja membuat kepala Lintang terbentur pintu, hingga ia terbangun karena sakit dan terkejut, yang seharus nya Ubaydillah memberikan hukuman ini terbalik malah Lintang yang menghukum nya.
Ubaydillah ingat kejadian tadi dan senyam senyum sendiri : tadi saat masuk, pintu yang semula terbuka lebar tiba tiba bergerak hampir menutup berbarengan dengan Ubaydillah masuk membopong Lintang dan jduuk,duughh.. pintu mengenai kepala Lintang, "awwwss Astagfirullah" Lintang turun dari gendongan Ubaydillah, "Ayang Davi.... Iiih mengapa kepala Lilin di ciumin ke pintu, sakit niih, atau mau balas dendam ya, karena Lilin tadi pergi begitu saja!, sudah asyeeekk mengobrol dan pandang pandangan dengan wanita lain, bukan nya minta maaf ini malah kepala istrinya sendiri di biarkan di cium pintu, Ayang Davi jahat! " cerocos Lintang protes
"Sudah ber orasi nya?!" ucap Ubaydillah lalu Ia memajukan wajah dan bibir nya berniat mencium Lintang, namun Lintang menutup mulut nya dengan telapak tangan nya dan ia berniat keluar kamar namun Ubaydillah mencegah nya, dan akhir nya Ubaydillah harus memilih berjongkok di pojok atau Lintang yang keluar, dan Ubaydillah memilih berjongkok menahan pegal.
"Ayang sudah dong marah nya, masa mau membuat suami nya di biarkan mojok sampai pagi, lebih baik
kita mojok berdua saja yuk!"
"Malas!,biar saja, ini hukuman untuk suami yang matanya rekreasi ke cewek yang bukan mahram nya " ucap Lintang.
"Waaaw horor ada ya mata ber rekreasi"
Ubaydillah malah meledek nya
"Ayang Dav, tidak lucu" teriak Lintang.
"Ssstt Yang nanti mengganggu Nana dan A'a" ucap Ubaydillah.
"Poko nya nikmati saja jongkok di situ sampai pagi, biar kapok tuh matanya tak rekreasi lagi ke cewek lain, jangan duduk, jangan bergerak apalagi pergi ya, Lilin mau bobo dulu , good night suamiku sayaaanng muach" Ucap Lintang dan sun jauh.
Namun baru saja Lintang merebahkan tubuh nya Ubaydillah berteriak, "aaaa Ayang tolong dong, aduuhh kraam.." ucap Ubaydillah
"Jangan bercanda Yang Dav" ucap Lintang namun tak ada jawaban dari Ubaydillah.
Dan Lintang pun kembali bangun, ia lihat Ubaydillah tengah meringis seperti menahan sakit, "Astagfirullah Ayang Dav, kenapa?" tanya Lintang.
Ubaydillah terlihat pucat dan berkeringat, akhir nya Lintang merasa khawatir dan menghampiri Ubaydillah "Ayang berdiri ayok" ajak Lintang, "boleh Yang?" tanya Ubaydillah.
"Iya boleh" jawab Lintang, akhirnya Ubaydillah pun berdiri dan di papah oleh Lintang menuju tempat tidur.
"Apa yang sakit Yang?" tanya Lintang.
"Ini kaki kram Yang, dari paha ke betis" jawab Ubaydillah.
"Ya sudah luruskan kaki nya" pinta Lintang.
Ubaydillah pun meluruskan kaki nya dan Lintang mencoba menekan telapak kaki nya Ubaydillah ke arah dalam "aaarrggg, heesstt aaahhh... Astagfirullah"
"Bagaimana?"
"Alhamdulillah sudah baikan Yang" ucap Ubaydillah.
"Maafkan Lilin Ayang Dav, sudah menghukum Ayang Dav dengan cara seperti itu" ucap Lintang berdiri di hadapan Ubaydillah dan merundukan kepala nya.
"Sudahlah jika itu membuat Ayang Lilin senang dan dapat Memaafkan A'a Dav tidak apa apa, tapi A'a Dav merasa tidak bersalah" ucap Ubaydillah menarik Pinggang Lintang dan menempel padanya lalu Ubaydillah mengangkat Lintang duduk di pangkuan nya.
"Ya salah nya Ayang Dav sudah dekat dekat dengan kak Elya, Lilin kan.."
"Hehm.. Cemburu kaaann?"
"Heee, Lilin malu" ucap Lintang membenamkan wajah nya pada bahu Ubaydillah.
"Ayang Lilin terimakasih sudah mencemburui A'a Dav, tapi sungguh A'a Dav tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Nona El kecuali membantu mencarikan pekerjaan dan kebetulan cv serta keahlian nya masuk ke dalam kandidat yang Di butuhkan , kalau memang A'a Dav ini mau dengan Nona El, mengapa A'a Dav tidak sama dia saja dari sejak awal ia datang tanpa A'a Dav cari, malah A'a Dav berkelana mencari keberadaan Ayang Lilin ke Jakarta kan" tutur Ubaydillah.
Lintang diam mencerna kata kata Ubaydillah yang memang betul ada nya, "tapi Ayang Dav menikahi Lilin terpaksa kan Karena kita sudah bersentuhan" ucap Lintang.
"Tidak, tapi A'a Dav memang jatuh hati dengan Ayang Lilin, apalagi saat Ayang Lilin memberitahukan kalau Devano menyatakan Cinta pada Ayang Lilin, itu kebahagiaan untuk A'a Dav, Karena Ayang Lilin sudah jujur, dan tentu saja A'a Dav tambah yakin, sampai A'a Dav beli lem china" tutur Ubaydillah
"Loh koq beli lem China untuk apa?" tanya Lintang.
"Untuk merekatkan Hati A'a Dav dengan hatimu sayang.. Agar melekat kuat tidak berpindah ke lain hati sayang hehe"
ย "Qolbie laa yaro illaa habieban lahu."
(Hati ini tidak akan melirik selain pada kekasihnya.) ucap Ubaydillah kembali.
"Iih Ayang Dav gombal.. Ahahaha, dan itu apa artinya?"
"Ahahha biar saja, gombal tapi suka kaan.. Hehe ada deeehh" ucap Ubaydillah.
"Yang, tapi Lilin belum tenang jika Kak Elya belum menikah Dan Lilin ingin men jodohkan kak Elya dengan..."
"Dengan siapa?"
"DEVANO"
"MasyaAllah Yang koq punya pemikiran ke situ?"
"Karena hanya Devano yang di benak Lilin" jawab Lintang.
"Tapi Dev masih muda sekali sayang" protes Ubaydillah.
"Loh kita juga masih muda sekali tapi kita sudah menikah, malah Nana Di buat hamil segala oleh A'a Ustadz" ucap Lintang mulai meninggi.
"Ya tapi kan Ayang dan dek Nana itu prempuan, kalau Dev kan laki laki" ucap Ubaydillah membela Adik nya.
"Iihh koq malah belain Dev!"
"Ooohh takut kak Elya ya jadi milik orang ya?" suara naik beberapa oktaf.
"Tidak tidak, okkee besok kita bicara kan kembali, untuk sekarang A'a Dav lelah tolong damai saja yaa, atau mau kita sampai esok sore berdebat terus?"
"Tidak Yang" Lintang luluh karena sikap lembut Ubaydillah, Dan mereka akhir nya berbaikan, "kita berdamai ya Yang?"
"Baiklah Yang Davi, tapi minta maaf dulu" pinta Lintang
"Untuk Apa?"
"Kening ku yang sudah Ayang Davi sakiti hingga sedikit benjol nih" ucap Lintang.
"Hehe iya...Hai Kening, Ana minta maaf ya sudah membuat Anti benjol, hihi" ucap Ubaydillah dan mengecup kening Lintang.
"Dan Ayang Dav belum menjawab, Bahasa Arab tadi apa artinya?"
"Artinya ini" cup satu kecupan di pipi, hidung dan kecupan berparalel hingga ke arah yang lain dan mereka mulai masuk ke dalam selimut, seperti nya bermain petak umpet di sana (selanjutnya terserah mereka deh๐๐).
Di kamar Afnan dan Hasna..
Hasna terjaga Karena lapar yang sangat amat, dari lambung menjalar ke ulu hati, sudah tak dapat ia tahan.
"By... By..byby sayang" Hasna menepuk lembut pipi Afnan.
"Hummm"
"Byby tolong bangun dong, Nana Kepingin Maem byyy" ucap Hasna
"Iya.. astagfirullah Al'adzim huuuoommm" (Afnan menguap menutup mulut)
ุงูููุญูู ูุฏู ููููููู ุงูููุฐููู ุฃูุญูููุงููุง ุจูุนูุฏู ู ูุง ุฃูู ูุงุชูููุง ููุฅููููููู ุงููููุดูููุฑู
Latin : Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nushur
Artinya : Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.
"Sayang lapar?"
"Iya by" jawab Hasna.
"Tapi di rumah ini tidak ada makanan , tahan sebentar ya sayang, byby telepon utun berjenggot dulu" ucap Afnan dan meraih ponsel nya pada meja kecil.
Tuuuuutt... Tuuuttt...tuuutt (nada tunggu)
Di kamar Ubaydillah dan Lintang....
(bunyi ponsel Ubaydillah suara sabyan:
Rahman, ya Rahman sa'idni Ya Rahman
Israh Shodri Qur'an
Imlak Qolbi Qur'an
Wasqi Hayati Qur'an)
"Yang itu ponsel nya berbunyi" ucap Lintang
"Biarkan saja itu alarm" ucap Ubaydillah dengan sura berat
"Itu telepon Yang" ucap Lintang
"Astagfirullaaahhh.. Sedikit lagi ampuuunn nih ponsel gak ngerti Sikon, pingin di pecat ya jadi ponsel " ucap Ubaydillah frustasi dengan suara yang ter engah Karena ia sedang membuat Lintang meronta ronta gembira dan dirinya sedang berbina raga bareng Lintang di dalam selimut.
" Iya asalamualikum" dengan nada suara yang parau, Ubaydillah tak melihat siapa yang menelpon , ia masih asik merapat kan tubuh di atas Lintang.
"Dek, keluar kamar temani A'a cari makanan, Nana dan twins Utun lapar" suara di balik telepon.
"Oh ini A'a bro... Ucap Ubaydillah ketika ia dengar suara Afnan, "10 menit lagi ya A" rengek Ubaydillah.
"Heehhmm.. Sekarang keluar! A'a sudah di depan kamar Anta dek "(hekkkkmmm) Afnan menahan tawa menutup mulut nya meng akhiri telepon dan mengetuk pintu kamar Ubaydillah tak henti.
Took took took Deekk Deekk ... Took took "deek deek" Afnan yang baisa nya tak begitu kali ini jiwa jahil nya meronta Karena ia tahu yang sedang terjadi di dalam, kini ia begitu cerewet yang Di buat buat , di luar pintu.. Afnan menahan tawa agar suara nya tak pecah keluar.
Dengan tergesa Ubaydillah turun dari tempat tidur dan menyelimuti Lintang yang sedang menertawakan nya karena Ubaydillah mengenakan pakaian sampai terjatuh lalu bangkit dan meringis sambil menyeringai.
Cklek.. (pintu di buka Ubaydillah)Afnan sedang bersandar santai pada Dinding menyilangkan sebelah kaki pada kaki sebelah nya.
"Assalamu'alaikum, Ahlan ya shodiqi (Hai sob)" ucap Afnan menyeringai,
"Wa'alaikumsalam , Ahlan Akhi kabiir
(Hai bro)" ucap Ubaydillah,
"Kayfa haluk Akhi shogiir?" (apa kabar kamu dek?) tanya Afnan, masih menahan tawa melihat kekacauan pada Ubaydillah.
"hoooo pasti Anta sedang mimpi berlari ya dek" ledek Afnan, "hehe iya, berlari tanpa menjejakan kaki" ucap Ubaydillah tersenyum hambar, "Astagfirullah eyyem, satu sama ya dek ucap Afnan penuh kemenangan, ia tahu Ubaydillah sedang menggantung seperti apa yang pernah Afnan alami, jadi saat ini terbalas sudah pembalasan tentang gantung menggantung nya.
"Hehe, maafkan Ana A'a bro, menggantung itu ternyata membuat otak berkabut" Ubaydillah menyeringai, ia menyadari kesalahan nya di waktu lalu, "selamat A'a bro untuk keberhasilan nya membalas ana, hehe" ucap Ubaydillah kembali
"Terimakasih dek, heee.. Ya sudah ayo antar A'a, mencari makanan, tapi ke mana ya" ajak Afnan.
"Ke dapur kantin saja A, biasa nya dapur kantin rame jam segini, ada saja santri putri yang hendak sahur" ajak Ubaydillah.
"Wah ide bagus dek, ya sudah ayok" mereka menuju dapur kantin dan benar saja, kantin terlihat sibuk dengan beberapa orang di dalam, bukan hanya santri putri santri putra pun ada, untuk santri putra mungkin ketika puasa Ramadhan mereka sedang sakit hingga batal berpuasa dan saat ini mereka hendak nenggantinya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Afnan dan Ubaydillah.
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka serempak
"Ustadz.." Sapa mereka dan bergantian mencium tangan Afnan dan Ubaydillah.
"Ustadz ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala kantin.
"Iya bu, apa bisa saya dapatkan makanan untuk istri saya, ia merasa lapar! " ucap Afnan.
Dan kepala kantin pun mengerti apa yang Afnan butuh untuk istrinya yang sedang hamil, "tentu saja Ustadz, Tapi saat ini kami hanya memasak nasi goreng kornet dan kwetiau goreng " ucap kepala kantin.
"Oh tidak mengapa bu itu juga cukup" ucap Ubaydillah, dan kepala kantin menyiapkan nasi goreng, kewitau goreng serta buah Apel yang sudah ia bersihkan dan potong potong.
Kini Afnan dan Ubaydillah Sudah berada di rumah Kayu, waktu menunjukan pukul dua dini hari, Ubaydillah kembali ke kamar dan lihat Lintang sudah berpakain lengkap dan tertidur pulas, "yaa Ayang Lilin mengapa tak kau tunggu A'a Dav, malah bobo, heemmm" terdengar nada kecewa dari Ubaydillah dan iya ikut tidur Karen rasa kantuk yang teramat.
Di kamar Afnan... "Sayang nih byby bawakan makanan, ayo maem dulu" ajak Afnan "Iya by terimakasih, Nana dan twins sudah kelaparan sekali" ucap Hasna,dan setelah lihat menu makanan yang Afnan bawa, tambah menggugah selera nya saja.
__________________________
Keesokan harinya.....
Ba'da dzuhur Adrian dan Angela serta Devano baru saja tiba di ponpes hampir berbarengan, Adrian membawa sebuah Amlop putih besar,
"Assalamu'alaikum bro" sapa Devano pada Adrian.
"Wa'alaikumsalam, lo dari mana bro?, Hai Ane how are you ?" Dua sapaan sekaligus.
"Dari vila Granny, menunggu Daddy, tapi... Penerbangan nya di undur, maka nya gue balik kesini" ucap Devano.
"Hi Ryan, fine" jawab Angela. Dan kini mereka berjalan berbarengan menuju rumah utama,namun rupa nya Hasna belum pulang dari rumah Kayu dan mereka menyusul nya ke rumah Kayu.
"Assalamu'alaikum" ucap mereka bertiga.
"Wa'alaikumsalam" suara Hasna dan Lintang.
Tak berapa Lama Hasna keluar dan ia melihat Angela, Adrian dan Devano.
"Anggie kamu masuk duluan ayo" ajak Hasna, Angela pun masuk keadalam rumah, "Dan lo ada apa yan? " tanya Hasna pada Adrian.
" Ini Na, gue antar amplop kelulusan punya lo, dan hari senin lo harus hadir di sekolah untuk tanda tangan berkas dan acara promnight perpisahan sekolah dua minggu kedepan di ballroom hotel om Ustadz acaranya dan gue panitia nya, maka nya lo nyumbang dana ya?!" ucap Adrian.
" Iya Yan terimakasih atas infonya, ia nnati gue transfer, sekarang lo berdua pergi dari sini Karena gue sedang sibuk dan hanya perempuan yang boleh Di sini!" ucap Hasna.
" Iya Na, memang kita sedang mencari Abang gue" ucap Devano.
"Kak Ubay dan Ustadz ada di kelas Ilmu Tajwid dan kelas huruf hijaiyah(arab gundul)" ucap Hasna.
"Oke kita kesana ya" ucap Adrian dan Devano, dan mereka pun berlaku, Hasna masuk kembali ke dalam rumah menuju dapur.
"Ternyata Elyavira pun ada di sana sedang mereka sekap. "ayolah kak Elya mengaku saja kalau kak Elya itu suka kedua Ustadz itu kan?"
Introgasi Lintang, dengan pisau di tangan nya sedang ia bolak balik di telapak tangan nya.
"Tidak koq Dek Lintang, Ana hanya kagum terhadap mereka" ucap Elyavira.
"Tapi kan dari kagum itu akan tumbuh rasa suka lama lama cinta" timpal Hasna di ambang pintu, Angela hanya menonton saja.
"Tidak dek Nana, inshaAllah tidak ada perasaan lain selain kagum" ucap Elyavira.
"Baiklah, kalau begitu kak Elya kita tantang menikah agar kita percaya kalau kak Elya tidak ada hati dengan Ustadz berdua itu" ucap Lintang dengan pisau masih di tangan nya ia mainkan.
"Maaf memang antuma ini ada hubungan apa dengan para ustadz itu?" tanya Elyavira.
"Sudah jawab saja kak Elya, mau tidak menikah dengan sahabat kita, dia duplikat nya Ustadz Ubaydillah pasti kak Elya suka" ucap Hasna.
"Entahlah, tolong biarakan Ana keluar, dua puluh menit lagi Ana harus berada di area berkuda, Ana ada jadwal melatih murid Ana" ucap Elya.
"Baik kak Elya, kita bertanding naik kuda sekarang , jika aku menang maka kak Elya harus menikah dengan sahabat kita" ucap Lintang.
"Tapi.."
"Sudalah ayo kita ganti pakian dulu 10 menit lagi kita bertemu di area berkuda" , dan Lintang pun memotong buah pear menjadi 4 bagian dan masing masing bagian ia bagi rata " fungsi pisau ini untuk memotong buah buat kita kak Elya" ucap Lintang melihat Elya seperti nya ketakutan melihat piasau di tangan Lintang.
10 menit kemudian mereka sudah berada di pacuan kuda, dan Elyavira tidak dapat menolak ajakan Lintang bertanding,kini mereka telah berada di atas kuda piihan mereka, Lintang menaiki kuda berwarna putih dan El kuda dark chocolate,Hasna dan Angela menjadi penonton.
"Mulai dari sini kak Elya kita lewati empat putaran, siapa yang lebih dulu sampai sini dengan putaran terbanyak maka ia pemenang nya" ucap Lintang.
Mereka pun memulai nya dengan Angela memukul drum besar yang ada di tepat itu sebagai aba aba Karena tidak ada pistol utuk aba aba.
Elyavira memimpin putaran dan saat putaran kedua, kuda yang di tunggangi Lintang mulai aneh, sesekali berdiri dan mendengus kasar lalu kembali berlari dan Lintang menarik tali kekang antara panjang dan pendek agar lari kuda seimbang,namun kuda suara malah merintih makin kencag berputar dan berdiri.
Hingga seorang laki laki datang ia adalah petugas pemeliharaan di area kuda, "Astagfirullah dek itu kuda baru di beli dua minggu lalu, masih dalam tahap observasi, belum bisa di ajak main oleh orang yang belum dia kenal, kuda ini hanya ustadz Ubay dan Ustadz Afnan yang dapat menguasai nya" teriak petugas itu.
"Astagfirullah,kuda Ini makin tak terkendali" ( Khikkhikkhikkhikkhik... Khikkhikkhikkhikkhik.. suara kuda merintih, Huuzzhh.. Huuzzhh berdengus kasar) kuda berputar, berdiri kaki depan nya meronta ronta dan berdiri lalu lari kembali, Lintang yang mahir berkuda pun tetap saja kewalahan, ia berusaha tetap tenang dan mengendalikan kuda nya.
"Lin hati hati, lo turun aja Lin biarin aja kudanya" teriak Hasna.
"Lintang be careful, hati hati" Angela yang merasa khawatir ia ikut berteriak.
"Enggak bisa turun gue Na, kudanya gak mau tenang"
Elyavira berusaha mendekati, namun Lintang memerintahkan nya menjauh takut malah akan fatal akibat nya jika kuda saling bersenggolan.
"Pak tolong hubungi suami saya" ucap Lintang.
"Siapa suaminya Adek ini?" petugas itu tidak tahu.
"Ustadz Davian, eh ustadz Ubaydillah pak" teriak Lintang.
"Oooohhh..." Petugas itu melongo tak yakin
Lintang masih berputar menguasai kuda yang makin brutal.
Elyavira mendengar kata suami ia terkejut dan hanya diam di atas kuda nya.
"Pak cepat, saya harus keluar dari area ini" ucap Lintang.
"Oohh ini, teh Istrinya Ustadz?" petugas
"Ia pak cepat hubungi Ustadz , Nana, Angel gue keluar dari sini, ini kuda butuh tempat lebih luas buat lari, gue berusaha mengendalikan ini kuda sembari menunggu Kak Dav" Lintang memacu kuda itu melompat melewati galangan bambu yang mengitari tempat berlatih.
Tak berapa lama Ubaydillah dan Afnan pun tiba, di susul Devano dan Adrian "di mana istri saya pak?" tanya Ubaydillah.
"Sudah keluar dari area ini ustadz" ucap petugas.
"Astagfirullah.. Kenapa di birakan, maaf Nona El, Ana pinjam kudanya.
Elyavira pun menyerahkan kuda tunggangan nya pada Ubaydillah," A.. Ana mengejar Lintang" ucap Ubaydillah pada Afnan yang sedang menghampiri Hasna dan mengelus serta mencium perut Hasna.
"Pak tolong siapkan kuda satu lagi saya akan menyusul mereka" ucap Afnan pada petugas
"Baik Ustadz" ucap petugas dan bergegas menyiapkan kuda lain nya.
"Sayang tidak apa apa kan?" tanya Afnan lembut menangkup pipi Hasna , saat ini posisi Hasna duduk di bangku kayu dan Afnan berjongkok di hadapan nya.
"Alhamdulillah tidak by, tolong kejar mereka dan selamatkan Lintang by" pinta Hasna
Elyavira yang menyaksikan mereka berdua, bak tersambar petir di siang hari, deg...deg..deg..jantung nya mulai berpacu tak beraturan, ada buliran airmata jatuh di balik cadar nya, ya Elyavira mempunyai perasaan terpendam sejak lama terhadap Afnan.
"Ustadz kuda nya sudah siap" ucap petugas
"Ya sudah sayang, byby pergi menyusul mereka, sayang pulang ya" ucap Afnan mengecup kening Hasna lama, lalu ia menghampiri kuda yang sudah siap dan setelah mengenakan sarung tangan iapaun naik ke punggung kuda, Bismillah... dan ia sudah duduk nyaman di atas punggung kuda.
"Angela, Nona El titip Istri saya, tolong ajak pulang ke rumah utama, dan Dev, drian ikuti kami memakai Mobil ya, lewat jalan belakang jaga jaga siapa tahu nanti butuh kendaraan" ucap Afnan.
"Baik Ustadz, OK ustadz" ucap Elya dan Angela.
"Iya bang Ustadz Dev pakai Mobil" jawab Devano.
"Ya sudah Ana pergi, Assalamu'alaikum" pamit Afnan (hiyya.. Hikhiiikkkk, suara kuda)
"Wa'alaikumsalam" ucap mereka serempak dan berlalu dari tempat itu.
"Jadi dek Nana ini Istrinya Ustadz?" tanya Elyavira, "Iya kak" ucap Hasna singkat.
Di tempat Lintang berada, Ubaydillah hampir mencapai nya "Yang tali kekang nya usahakan stabil" teriak nya.
"Iya Yang sudah, ini bagaimana Lilin sudah lelah Yang" ucap Lintang.
Tak lama Afnan pun tiba, "Anta loncat saja dek ke punggung kuda Neng Lilin" teriak Afnan, ia merasa khawatir melihat Lintang sudah kelelahan.
"Ya sudah Yang, siap ya A'a Dav loncat ke situ" teriak Ubaydillah.
"Iya Yang" namun kuda malah makin tidak tenang kuda mengamuk dan sulit Lintang kendaliakan, Lintang sudah bertambah lelah, kuda makin meronta ronta berdiri dan merintih, berkali kali terus begitu, Ubaydillah pun sedang mencari cara agar ia dapat loncat ke kuda tersebut.
Lintang yang lelah Akhir nya pasrah, ia melihat nanar ke arah Ubaydillah "Ya Rabb jika ini akhir hidup ku, aku ikhlas, Terimakasih sudah mengirimkan laki laki yang luar biasa untukku" Lintang bicara dalam hati dan suara Ubaydillah serta Afnan sudah tak terdengar, ia hanya melihat kilas mulut mereka berucap.
Berbarengan dengan Lintang terpelanting dari Atas kuda dan ia jatuh ke tanah, "Yaaaanng teriak Ubaydillah", dan "Astagfirullah..
Innalillahi Neng Liliiiin" ucap Afnan
"LAAILLAHAILALLOH" kalimah terakhir yang keluar dari mulut Lintang sebelum akhir nya ia jatuh bertelungkup dan tak sandarkan diri, darah segar keluar dari mulut Lintang.
**********
Cung yang masih mau lanjut... Harus nya memang cerita ini sudah End dari episode2 100san namun peminat nya masih ada walaupun jadi garing kayak keripik nih cerita, namun thor tetap semangat menulis untuk para Readers setia yang sudah selalu menanti ๐, Terimakasih sudah membaca ๐ ๐, koreksi jika ada ke khlafan๐