Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 172. Otak nya Terkilir


Di kamar Lintang...


"Alhamdulillah akhir nya kita kembali berdamai pak" ucap pak Kyai.


"Iya Ama yayi Alhamdulillah, saya gelap mata tadi, maafkan papi Dav papi khilaf" ucap papi Lintang.


"Iya pih, Sama sama Dav dapat maklum koq"


"Ama Yayi maaf nih saya bicara di sini, mengenai Istri saya, alhamdulillah seperti nya sudah mendapatkan hidayah dan hendak melafal kan kedua kalimat Syahadat, lalu apa yang harus kami lakukan Ama?" tanya Daddy Dedrick pada pak Kyai.


"MasyaAllah.. Alhamdulillah" Ucap pak Kyai, Umi dan yang lain serempak.


"Itu tergantung bapak dan ibu mau nya kapan, dan di mana" ucap pak kyai.


"Secepat nya Ama Yayi, dan untuk tempat...


Honey, where?" Daddy bicara pada pak Kyai lalu bertanya pada Mommy singkat, ia yakin mommy Devano sudah faham akan pembicaraan dengan Pak Kyai.


"in ponpes" jawab Mommy Devano.


"Baiklah, silahkan bapak dah Ibu berkunjung ke ponpes kapan pun bapak dan Ibu inginkan" ucap pak Kyai.


Berbarengan dengan itu, Afnan, Hasna, Devano, Angela dan Adrian masuk ke dalam kamar rawat Lintang, sebelum nya Afnan berkirim pesan Pada Umi menanyakan keadaan di dalam.


"Assalamu'alaikum" ucap Afnan dan yang lain nya.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka serempak.


"Mommy I miss you" Tiba tiba Devano berucap rindu dan menghampiri mommy nya yang kini duduk di sofa bersama Umi.


Devano kini memeluk mommy nya dengan nyaman ia sandarkan kepanya di bahu mommy, walaupun tidak Ia katakan, namun saat Ini Devano sedang menenangkan dirinya yang gundah akibat kelakuan duo labil perusuh di pelukan hangat mommy nya.


Bagi yang lain ini sudah menjadi hal yang biasa, namun bagi Elyavira itu pemandangan yang langka dan indah maka dari itu ia tertegun menatap anak dan ibu yang saling memeluk.


Akhir nya suasana hangat tercipta di kamar rawat Lintang.


Hingga para orang tua berpamitan untuk meninggalkan tempat itu, orang tua Lintang ikut pulang ke ponpes dan mommy Aaralyn serta Daddy Dedrick pulang ke vila mereka yang berjarak 30 menit dari ponpes.


"Ayang makan dulu ya, nih A'a Dav suapi" ucap Ubaydillah.


"Tapi mulut Lilin masih pahit Yang" ucap Lintang.


"Ya tetap saja harus makan ayo sedikit saja, agar Ayang cepat pulih dan dapat pulang Yang" bujuk Ubaydillah.


"Iya Yang terimakasih" lalu Lintang mau memakan makanan nya.


"Dek, malam ini A'a tidak menemani ya, malam ini A'a ingin pulang ke rumah kecil" ucap Afnan.


"Yaah sepi dong A di sini" terdengar nada penyesalan dari Ubaydillah.


"Kita yang temani deh Om, ya Dev?!" ucap Adrian, lalu bertanya pada Devano yang sedang asik main game duduk santai di sofa.


"Ah oke" ucap Devano hanya melihat kilas ke arah Adrian.


"Dan Antuma nih?" tanya Afnan pada Angela dan Elyavira, dengan permintaan Hasna Afnan menatap wajah Elyavira yang terlihat hanya mata saja, dan Elyavira nampak sangat terkejut serta salah tingkah.


"A.. An.. na.. " ucap Elyavira gugup.


"Hmmm" Afnan menghela Nafas dan cepat cepat memalingkan wajah,jika bukan Hasna yang meminta maka ia tidak akan pernah melakukan itu.


Hasna hanya ingin membuktikan bahwa bicara Elyavira dalam tidur benar adanya tanpa harus bertanya langsung, Karena Hasna yakin Elyavira tidak akan menjawab jujur,dan dari gelagat Elyavira maka seperti benar adanya.


"Kita ikut di sini, tidak kah mengapa?" bicara logat khas bule Angela.


"Oh tentu Ange kan seru banyak yang menemani" ucap Lintang yang Sudah terlihat segar.


Ubaydillah saat ini tertidur di pangkuan Lintang, setelah menyuapi Lintang maka Ubaydillah pun merasa amat mengantuk setelah tiga hari kurang tidur dan istirahat Karena menjaga Lintang ia ikut naik ke atas temat tidur pasien dan berbagi tempat tidur dengan Lintang.


Ya sudah Ana pulang ya, Untuk Dev, Drian, Ange, dan Nona El tolong jangan berdekatan, jaga jarak, ingat kalian bukan mahram satu sama lain.


"Baik om" ucap Adrian


"Don't worry brother Ustadz" ucap Angela.


"Siiip bang" ucap Devano


Sedangkan Elyavira hanya diam duduk di sofa, namun ia terlihat menganggukan kepalanya, lalu merunduk.


Dan Devano menatap intens ke arah Elyavira yang duduk berseberangan dengan nya, namun Elyavira tak menyadari nya.


Hasna menghampiri Lintang.


"Lin balik dulu ya, cepat sehat biar kita bisa ber aksi lagi" bisik Hasna.


"Aamiin yra" ucap Hasna.


"Na, hati hati lo, tadi kata A'a Ustadz mau pulang ke rumah kecil ya?" tanya Lintang.


"Iya Lin, pasti sepi deh kan cuma berdua" ucap Hasna.


"Nah itu yang gue maksud, lo kan cuma berdua, hati hati sama A'a Ustadz, bisa saja lo di sekap lagi memakai baju jaring jaring Sama nari nari gak jelas gitu hihi" ledek Lintang.


"Iiih Lintang, jangan nakutin gue deh" protes Hasna, dan memecah keheningan.


"Huusstt!" ucap Adrian, Devano dan Afnan.


"Ahahahah lucu lo Na" , Lintang tertawa


"Oh nih anak jangan jangan mengalami kegesrekan akut lagi akibat jatuh dari kuda tuh otak nya terkilir , masih sakit Sudah pintar meledek orang nih, hihi" ucap Hasna.


"Ahahah enak aja otak gue terkilir , lo fikir ada gitu tukang urut otak yang terkilir?!"


"Ada!"


"Siapa?"


"Tuuhhh.. ehkekekkk" tunjuk Hasna pada Ubaydillah.


"Ahaahhaa aahh, otak lo nyasar tuh Na .


"Hahaha... Hiiiiii "


"Husssshhh Brisiiikk, kasihan pasien sedang Istirahat tuh " ucap Devano dan Adrian serta menunjuk pada Ubaydillah yang betul betul terlelap hingga tak menyadari apa yang sedang terjadi.


"Sayaaang" panggil Afnan pada Hasna penuh kelembutan namun tatapan mata nya tegas.


"Iya by iya ayo" Hasna mengerti akan arti tatapan Afnan.


"Ok semua kita pulang ya, Assalamu'alaikum"


Ucap Hasna dan Afnan.


"Wa'alaikumsalam" ucap mereka serempak.


"Hati hati om, bang" ucap Adrian dan Devano.


"Iya terimakasih" balas Afnan.


_________


"Kini Afnan dan Hasna sudah berada di rumah kecil dan setelah makan serta mandi, lalu mereka sholat berjamaah, dan awal nya Hasna mengajak Afnan berenang malam malam, namun Afnan menolak, Karena Hasna sedang hamil dan tak baik jika Hasna lama lama di luar ruangan berenang pula ucap Afnan


Dan kini Hasna teringat kata Kata Lintang,dan ketika Afnan lengah pergi ke dapur menyiapkan susu untuk nya, maka ia bergegas mencari pakain dirinya dan Afnan yang longgar yang dapat ia kenakan dan tak tanggung tanggung ia memakai 10 rangkap pakaian dan kini ia sudah berada di atas tempat tidur.


"Sayang minum dulu susu dan vitamin nya" tawar Afnan.


"Terimakasih by" ucap Hasna, dan ketika ia buka selimut maka terlihatlah pakian Hasna yang berlapis lapis.


"Sayang apa apaan ini koq pakai baju nya lapis lapis gitu, nanti sesak nafas dan kasihan dong dedek utun nya nanti kekurangan Oksygen" ucap Afnan.


"Habis Nana takut byyyy"


"Takut apa sih sayang, selama dengan byby tak perlu kuatir dan tak perlu ada yang di takut kan sayang!"


"Takut dengan byby"


"Aih koq, byby?"


"Iya, Nana takut di p*rk*s* byby" pekik Hasna.


"Ahahahah... astagfirullah sayaang, mana ada" Tawa lucu Afnan , memecah keheningan kamar itu.


Lalu Afnan meyakinkan Hasna, malam ini hanya akan tidur!, maka dari itu ia melepaskan pakaian yang Hasna kenakan satu persatu dan Hasna tak menolak, dan Hingga pakain yang paling dasar pun yang menutupi kulit Hasna Afnan ikut lepaskan, dengan alasan tak sengaja.


"Iiihh byby koq di lepas semua?"


"Maaf sayang, tolong di maklumi byby khilaf, khilaf dalam halal Hehe"


"Umm byby nakal niih"


Efek khilaf Halal dan akhir nya tanpa di sengaja pula, malam ini Hasna tak menolak menari kasur di balik selimut berdua Afnan, akibat Khilaf halal, Hasna pasrah untuk mengikuti ke khilafan yang Afnan ciptakan.


**********


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐