
Hari jum'at, adalah hari libur Afnan dan Ubaydillah dari bisnis bisnis nya, dua hari kedepan adalah bakti mereka pada pesantren.
Pukul 6:30 saat Hasna dan Afnan sarapan, "By jangan lupa ba'da sholat jum'at ada janji kan dengan dokter Anne" ucap Hasna, bertaut manja di pangkuan Afnan.
"Iya sayang, tidak lupa koq, aaaa dulu nih maem nya " ucap Afnan sembari memasukan mihun ayam suir kecap ke mulut Hasna dan tentu saja ke mulut nya.
" By nanti naik mimbar mata nya di jaga ya, pokok nya jaga mata jaga hati" ucap Hasna penuh penekanan.
" iya sayang, lagi pula ibu ibu semua apa yang mau byby lihat" ucap Afnan santai.
"Ikhh byby, ibu ibu sekarang kan modis modis looh, buktinya kalau selsai tausiah pasti banyak ibu ibu berpose dengan byby, lalu hasil potonya di upload deh ke masing masing sosmed , caption nya : alhamdulillah dapat berfoto dengan ustadz ganteng, ada lagi caption nya begini iiihh ustadz tamvan pujaan hati" mulut Hasna menirukan gaya para ibu ibu itu bicara yang membuat Afnan terkekeh dan gemas.
" Hehe, kamu ada ada saja, muah ( cun bibir Hasna yang sedang berceloteh) , koq sayang bisa tahu sosmed para ibu ibu itu?, byby saja malah tidak tahu" ucap Afnan setelah mengecup bibir Hasna dan membuat Hasna berhenti bicara.
"Ya tahu dong, kan kak ubay yang beri tahu, ada juga group chat ibu ibu hubbul wathan koq , ya byby mana tahu masalah sosmed, memang nya byby buka buka sosmed apa, yang byby buka kan selain email pasti bursa saham" tutur Hasna.
"Waaah kak ubay perlu di hukum nih!" seru Afnan.
"Kok harus menghukum kak ubay by?" tanya Hasna tak mengerti.
"Ya iya dong, karena dia sudah jadi provokator, gara gara dia memperlihatkan sosmed ibu ibu itu ke sayang, kesayangan byby jadi cemburu kan , istri polos nya byby yang hobby nya balapan liar dan buat suami nya cemas, sekarang putar arah menjadi mak gosip itu kan gara gara dek utun berjenggot , hehe " ucap Afnan me ngekeh
" Iih jangan di hukum kak ubay nya, ya bagus kan kak ubay sudah memberi tahu, jadi Nana dapat lebih waspada agar byby tak genit dan jalan jalan pandangan nya " rajuk Hasna
" Tidak sayang, lagi pula byby bahagia jika sayang cemburu, kan jadi lebih perhatian, jadi lebih mem protect byby, iya kak ubay betul sudah beri tahu sayang masalah sosmed sosmed itu agar sayang dapat pantau informasi apa saja kan" ucap Afnan.
"Pokoknya awas saja byby hukum kak ubay , ingat ya by, sekarang personil pasukan Nana sudah lengkap di tambah Adrian, dan Angela, maka geng Nana full power, jika byby macam macam habislah byby" ancam Hasna, ia menatap tajam mata Afnan.
"Waaw attuuutt... Ada pasukan power ranger di ponpes ini, " goda Afnan sembari tertawa kecil.
"Seriuss bybyyyy " ucap Hasna kembali, pelan namun pasti.
"Iya serius, ahhahahehe, cup pipi Hasna, cup hidung Hasna, cup tangan Hasna " Afnan malah tertawa dan mengekeh , ia merasa ada saja tingkah lucu istri gemes nya, lalu ia kecupi beberapa bagian wajah Hasna.
"Sudah Habis maem nya, nih minum dulu" tawar Afnan, dan Hasna pun meminum teh manis hangat madu yang di sodorkan Afnan.
"Ya sudah byby berangkat ke masjid ya, mau mantau anak anak tahfiz Qur'an dahulu, nanti malam mereka setoran hafalan pukul berapa, soalnya kan ada beberapa anak Maju di kompetisi antar provinsi sebelum ke tahap Nasional " ucap Afnan.
"Oh iya by, Nana juga ingin belajar masak dengan Lintang dan Angela" ucap Hasna, kini ia memainkan dagu Afnan yang ia tarik perlahan.
Hasna turun dari pangkuan Afnan, lalu ia berjalan menuju lemari untuk mengambil jubah dan kopiah Afnan, sedari tadi Afnan hanya mengenakan t-shirt dalam dan celana Karena Hasna melarang Afnan mengenakan jubah dahulu alasan nya nanti kusut.
"By pakai jubah nih , dan sini Nana bersihkan dulu wajah nya" ucap Hasna sembari menarik Afnan duduk di bangku meja rias nya menghadap ke arah cermin, memang seperti itu ritual Afnan jika hendak bekerja di kantor nya , bertausiah atau mengajar, Hasna selalu membantunya merapikan diri, seperti saat ini, ia membersihkan wajah Afnan dengan cairan pembersih wajah, lalu ia oles serum wajah dan cream anti Uv pada wajah Afnan, lalu ia sisiri rambut Afnan, setelah rapih ia bantu Afnan menggunakan jubah dan kopiah nya, maka ritual pun selesai, kini Afnan siap ber aksi sebagai Ustadz, padahal beberapa menit kemudian olesan Hasna akan luntur karena air wudhu yang Afnan akan ambil sebelum masuk ke dalam masjid, namun demi menyenangkan Hasna, ia turuti saja kemauan Hasna.
"Byby pergi ya sayang" ucap Afnan, lalu Hasna meraih tangan kanan Afnan dan mengecup nya, Afnan kecup kening Hasna, kedua kelopak mata, kedua belah pipi dan hidung, ber akhir kecupan di bibir.
"Assalamu alaikum sayang" pamit Afnan.
"Waalaikum Salam" jawab Hasna.
Lalu Afnan keluar lewat balkon kamar nya yang mengarah ke tangga putar.
"By koq tidak lewat tangga dalam? " tanya Hasna karena melihat Afnan keluar lewat balkon, biasa nya tangga putar yang arah balkon hanya di gunakan ketika keadaan darurat atau ketika pulang larut.
"Hehe, sekarang di lantai atas ini ada perempuan lain sayang, bukan byby fanatik tapi tetap saja dia bukan mahram byby, tidak nyaman bila bertemu muka, jika tidak menyapa lebih tidak sopan lagi kan" ucap Afnan, yang di maksud prempuan lain adalah Angela, ya memang Umi mempersilahkan Angela dan Devano tidur di dua kamar kosong lantai atas, yang semua kamar ada delapan buah, termasuk kamar Afnan dan ruang kerja Afnan, serta satu ruang keluarga.
"Oh begitu, ya sudah" ucap Hasna.Afnan pun berlalu, namun Hasna memanggil nya kembali.
"Byy" panggil Hasna.
"Iya sayang" Afnan menoleh, masih di ambang pintu. Hasna menghampiri Afnan dan memeluk nya dari belakang.
" By jangan bohongi Nana dengan selingkuh ya, bicaralah terus terang jika ada wanita lain yang byby ingin nikahi , siapa dia, perkenalkan pada Nana, jika byby mampu adil dan bijak dalam hal lahir bathin, maka dengan Ikhlas Nana akan dampingi byby untuk menikahinya" ucap Hasna, air matanya mulai turun bergulir melewati pipi mulus nya.
" Hey, byby tak pernah berfikir sejauh itu sayang, koq sayang sampai ke arah situ fikiran nya" ucap Afnan, bicara sembari memandang wajah Hasna dan tangan nya menggenggam kedua tangan Hasna.
"Nana takut di bohongi, sesakit apapun lebih baik jujur dari awal, Agama memperoleh kan laki laki menikah kembali dan Nana tidak ingin berdosa karena menghalangi keinginan suami bila ingin menikah kembali, namun tolong jujur jangn nanti tahu nya ketika setelah nikah " tutur Hasna.
" Ya ampun sayang, jangan bicara masalah pernikahan kembali , serem " ucap Afnan.
" Koq serem bukan nya enak tuh buat laki laki bisa ber istri banyak " ucap Hasna.
" Ya, kurang tahu enak atau tidak, byby kan belum pernah mengalami, lagi pula menikah dan memiliki banyak istri itu seperti nya tidak mudah sayang, oke mungkin dari sisi ekonomi akan mampu tercukupi, namun dari sisi lain kan belum tentu mampu mencukupi misal nya soal hati dan perasaan, dan serem ah Karena byby suka nya type seperti kamu, kalau istrinya byby ada empat lalu seperti kamu semua, maka habislah byby, yang satu balap liar, satu masuk kantor polisi yang lain dengan kenakalan nya juga, hehe apalah jadinya byby ini " tutur Afnan lalu mengekeh.
" Iiihh byby koq malah bergurau begitu" ucap Hasna seraya menepuk dada Afnan, Hasna yang tadi sempat meneteskan air mata malah kesal di buat nya.
" sayang Fikiran nya main jauh siih, coba kalau nyasar bagaimana, byby kan tak pernah berfikir ke arah situ" ucap Afnan.
"Hehehe, maaf by Nana hanya takut saja" ucap Hasna.
" ya sudah, byby mengerti koq, tolong jangan berfikir begitu lagi, byby pergi ya, nanti anak anak tahfiz keburu pada berangkat sekolah" ucap Afnan sembari mengecupi kedua tangan Hasna.
"Iya by, silahkan" ucap Hasna membiarkan Afnan pergi, dan setelah berucap salam Afnan pun berlalu dan Hasna kembali ke sofa, merapihkan meja yang terdapat piring bekas sarapan mereka.
Di kamar Ubaydillah...
"Ayang Lin, aku pergi dulu ya" pamit Ubaydillah pada Lintang
"Hari ini kegiatan nya apa Yang?" tanya Lintang
Mendampingi A'a Ustadz, lalu mengajar di kelas komputer, sholat jum'at dan ba'da jum'at antar A'a Ustadz periksa Kehamilan Nana ke dokter " ucap Ubaydillah.
" O yah, Lilin ikut yaa Yang " pinta Lintang.
"Iya Yang, nanti ikut yaa" ucap Ubaydillah.
"Yeeay terimakasih Ayang Davi nya Lilin I love You" Lintang melonjak kegirangan
"Apa apa katakan sekali lagi" pinta Ubaydillah ketika ia mendengar Lintang berkata I Love you dan ia tak mempercayainya Karena setelah mereka menikah baru kali ini ada kata kata Cinta.
"Hehe I LOVE YOU ayang Davi" ucap Lintang pelan, ia baru menyadari apa yang ia ucapkan tadi.
" Sungguh? " tanya Ubaydillah
Lintang menganggukan kepala pertanda ia.
"Alhamdulillah, Terimakasih Ayang Lilin, A'a Davian juga Love Ayang Lilin" ucap Ubaydillah, lalu mereka berpelukan dan di lanjutkan dengan olahraga bibir kedua nya.
"Ya sudah A'a Davian berangkat ya, Ayang ada kegiatan apa pagi ini?" tanya Ubaydillah
Iya Yang, Lilin mau belajar memasak bersama Nana dan angela, kan nanti masakan nya untuk makan siang, kebetulan Umi sedang ke luar kota dengan Abi" ucap Lintang
"Ya sudah nikmati waktu kalian, A'a berangkat dulu ya, assalamualikum" pamit Ubaydillah seraya mengecup dahi Lintang dan Lintang mengecup tangan Ubaydillah.
"Waalaikum Salam" jawab Lintang.
Ubaydillah pun berlalu ke masjid dan Lintang menghubungi Hasna untuk belajar memasak.
**********
Terimakasih sudah membaca ๐ ๐ ๐
Votes like komen rate๐ช๐๐๐.. Terimakasih lagi๐