
Hari ke tiga di Madinah,
Hasna, Afnan dan jama'ah Umroh, melaksankan Sholat Subuh di Masjid Nabawi, dan setelah itu kembali ke hotel untuk sarapan pagi.
"By, Hari ini masih di Madinah ya?" tanya Hasna.
"Iya sayang, mari Byby suapi. Ma'em yang cukup ya! karena hari ini kegiatan kita akan cukup padat." ucap Afnan.
"Iya Byby sayang, lihat! Nana cantik, tidak By?" ia memakai kerudung model mukena warna Putih ber payet tak lupa topi bundar dan kacamata hitam terlihat manis sekali.
"Cantik sayang! I love you kekasih hatiku!"
"I love you too..Uumm Byby, menggemaskan, hihi," cup Hasna mengecup bibir Afnan. Niat Hasna awalnya mengecup pipi, namun Wajah Afnan menoleh ke arah nya. Alhasil bibir Afnan akhir nya yang kena kecup.
"Terimakasih sayang! satu kecupan sayang itu, sudah mengisi daya semangat Byby sekitar 50%," ucap Afnan tersenyum.
"Betul By?"
"Betul sekali."
.
"Tapi..Nana hendak mengecup pipi bukan bibir!" ucap Hasna.
"Oh begitu yah! ya sudah ulang kembali. Yang tadi berarti tidak sah," ucap Afnan. Dengan polos nya Hasna menuruti permintaan Afnan.
Cup, lagi-lagi bibir Afnan. "Bybyyyyy!!"
"Astagfirullah, iya sayang," ucap lembut Afnan dengan mimik tanpa salah seraya menyuapi Hasna makan.
"Byby, jangan menoleh. Nana hanya ingin sun sayang di pipi, bukan sun mesum di bibir!" protes Hasna.
"SubhanAllah, maafkan sayang. leher Byby ingin nya menoleh" ucap Afnan.
"Baik, silahkan di ulang! yang baru saja berarti tidak sah juga," ucap Afnan.
"Oke, di hitung! agar Byby tahu ada aba-aba," seru Hasna.
"Ya sudah, Mimma cantik. Ayo hitung."
"Wajah Byby diam! tetap menyamping," Hasna menahan wajah Afnan dengan tangan nya agar tetap menyamping, dan lalu ia mulai menghitung. "Satu, dua ,tiga," cup.
"Eeumm, uuuummm.. Bb..Bb..By..byyyyy," mulut Hasna malah terperangkap dalam mulut Afnan. lalu Hasna dorong wajah Afnan pelan hingga bibir nya pun terlepas.
"Iikkhh Byby jahat! Nana malas sun Byby. Ya sudah tidak jadi sayang Byby nya. Dasar Ustadz mesum, Ustadz ngeseliiinn!" gerutu Hasna. Ia beranjak dari pangkuan Afnan, menuju tempat tidur dengan cemberut dan ia duduk di sisi tempat tidur.
Tadi Afnan menarik wajah nya mundur secara tiba-tiba, lalu ketika Hasna hendak mencium pipinya maka ia malah mengerjai Hasna dengan membuka bibir nya lebar. Hingga bibir Hasna malah mendarat pada mulut Afnan.
"Maaf sayang. tadi ada kesalahan teknis," bujuk Afnan. ia bahagia sekali dapat mengerjai istri labil Sholehah nya. "Ya sudah ma'em lagi yuk!" ajak Afnan.
"Tidak mau!"
Hasna masih cemberut dan tidak berkata apapun, tatapan tajam mematikan dan sinis ber kerling melirik Afnan yang berada di sampingnya.
"Ya sudah, kalau begitu hanya Byby yang bicara dengan Twins," ucap Afnan. ia ngeloyor kembali ke sofa, lalu menyambung kan Vidio call pada ponsel Umi.
"Assalamu'alaikum Umi. Masya Allah Twins. Ini Biyya sayang!" sapa Afnan.
"Wa'alaikum salam A, Twins itu Biyya kalian. Nana nya mana sayang, Umi rindu ingin melihat nya."
"Ada Umi, sedang ngam..."
"Assalamu'alaikum Umi, Twins!" Dengan setengah berlari Hasna menghampiri Afnan dan merebut ponsel dari tangan Afnan.
Lalu dengan sembarang ia duduk di pangkuan Afnan tanpa peduli wajah putih Afnan yang berubah memerah. Akibat menahan linu karena Hasna dengan kasar menduduki Aset paling berharga nya.
Hasna mendengar Afnan hendak mengatakan kepada Umi bahwa ia sedang ngambek. maka tanpa pikir panjang Hasna berlari untuk menyelamatkan nama baik nya di hadapan Umi.
Namun tanpa ia sadari, bukan sofa yang ia duduki dengan kasar! melainkan tubuh bawah suaminya. yang saat ini masih meringis menahan sakit.
"Awwsshh, huumm!" gumam Afnan masih menahan linu, matanya terpejam, kepalanya mendongak menyandar, pada sandaran sofa.
"Wa'alaikum salam," ucap Umi.
"Umi apa kabar? Twins sayang, sedang apa?" Pekik bahagia Hasna senang dan santai. ia tidak menyadari ada yang sedang teraniaya di bawah dudukannya.
"Alhamdulillah kabar baik sayang! Twins sedang bermain, baru saja selesai ma'em buah. Bagaimana perjalanan Umroh nya?" tanya Umi.
"Alhamdulillah Umi, berjalan lancar," Hasna mengobrol dengan Umi serta sesekali menyapa twins yang sedang asik bermain. karena waktu di Indonesia sudah menjelang siang, dan waktu nya Twins tidur. Maka Hasna meng akhiri Vidio call nya.
"Byby kenapa dari tadi diam saja? bukan nya Byby yang memulai vidio call nya? hanya salam terakhir saja Byby bicara dengan Umi dan Twins," cakap Hasna, masih tak sadar sudah membuat suaminya menahan sakit. Hampir saja pusaka suaminya tumpul mendadak.
"Aamm, hee..ini nya Byby sakit sayang," tunjuk Afnan pada area privasi nya, malu! sembari tertawa hambar.
"Astagfirullah, Mungkinkah karena Nana main duduk begitu saja ya By?" pekik Hasna, ia baru saja menyadari apa yang ia duduki secara kasar tadi.
"Huumm, hee... Huuuffff." Afnan menghela nafas dan terpaksa mengiyakan. setidaknya agar Hasna tahu kalau ia baru saja menahan rasa neg,sakit dan linu.
"SubhanAllah, maafkan Nana ya Byby sayang! Nana ceroboh," Hasna merasa bersalah. lalu ia kecupi wajah suaminya yang masih terlihat semburat merah dengan nafas yang masih ia atur.
"Sudahlah sayang! mungkin ini balasan untuk Byby. Karena telah mengerjai mu sayang. Maafkan Byby juga ya, habis Byby suka sekali sih menggoda mu seperti tadi. Sungguh itu menggemaskan sayang."
"Uumm Byby, hihi Nana jadi malu." Cup! kali ini bibir nya mendarat sempurna di pipi kanan Afnan.
mereka kembali menyantap sarapan nya. Hingga suara ketukan di pintu hotel, yaitu dari ketua rombongan yang meminta agar mereka bersiap-siap untuk melakukan ziarah.
Setelah sarapan, jama’ah berkumpul di lobi hotel. Hari ini akan Ziarah ke luar kota Madinah. Arahan nya hari ini mereka akan mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, pabrik Al-Qur’an, Jabal Magnet, dan berakhir di Kebun Kurma. Dan kembali saat Dzuhur untuk sholat dzuhur di Masjid Nabawi dan setelah itu jama’ah kembali ke hotel untuk makan siang serta beristirahat.
"Alhamdulillah, Jama'ah hafidzakumullah (semoga Allah menjaga kalian). kita telah sampai di Masjid Quba," ucap sang pembimbing Umroh.
"Masya Allah. Alhamdulillah." ucap jama'ah serempak.
"Masjid Quba Ini adalah, Masjid yang di bangun pertama kali oleh Rossululloh SAW. Setelah Rossululloh SAW menyelesaikan berhijrah nya dari mekah ke Madinah." tutur pembimbing kembali.
Masjid Quba, Madinah Al-Munawaroh.
"Masjid Quba dibangun pada 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Masjid ini berdiri di atas kebun kurma seluas 1.200 meter persegi. Kemudian, masjid direnovasi sehingga luasnya saat ini mencapai 5.860 meter persegi sehingga dapat menampung 20 ribu jamaah." pembimbing, terus memberikan penjelasan tentang Masjid Quba.
"Dalam proses pembangunan Masjid Quba, Nabi Muhammad SAW ikut terlibat sendiri membawa bahan-bahan bangunan Masjid ini loh Ibu dan Bapak. Bahkan, Tubuh Rossululloh SAW dipenuhi debu dan pasir, Masya Allah." penjelasan kembali pembimbing.
"Mengunjungi Masjid Quba dan sholat sunnah di dalamnya memiliki keutamaan yang luar biasa Jama'ah yang di muliakan Allah. Di sebutkan, bahwa sholat dua rakaat di Masjid Quba, pahalanya sama dengan ibadah umrah. (HR: Tirmidzi).
"Maka dari itu, sebelum kita bertolak ke tempat ziarah lain nya! untuk itu marilah kita terlebih dahulu melaksanakan salat Dhuha di masjid ini para jamaah sekalian. Bila ada yang batal dari berwudhu. Maka silahkan jika hendak mengambil Wudhu terlebih dahulu," ucap pembimbing.
"Masya Allah By, Nana merinding," ucap Hasna mendengar penjelasan pembimbing.
"Bagus itu sayang, berarti sayang menikmati betul tempat ini."
"Alhamdulillah By, menikmati sekali."
"Sayang batal Wudhu atau tidak?" tanya Afnan
"Seperti nya tidak By, berarti boleh langsung Sholat ya."
"Boleh sayang! ya sudah Byby juga Isha Allah belum batal, mari kita sholat duha," ajak Afnan .
Akhirnya merekapun langsung Sholat duha, karena masih mempunyai Wudhu. Hasna memakai pakaian lengkap dari sarung tangan, hijab syar'i yang menutupi seluruh area atas tubuh nya, masker kesehatan, topi serta kacamata, sarung kaki yang agak tebal hingga bersentuhan dengan Afnan pun tak membuat nya batal berwudhu.
Setelah dari Masjid Quba, di lanjutkan ke Jabal Uhud.
"ALHAMDULILLAAHIROBBIL AALAMIIN, tempat kedua yaitu Jabal Uhud. Tempat ini terkenal sebagai medan peperangan antara umat Islam dan golongan kafir Quraisy yang mencoba membalas kekalahan mereka dalam perang badar. Maka kemudian di sebut perang Uhud yaitu pada tanggal 15 Syawal 3 H (Maret 625 M)." penjelasan pembimbing.
"Namun pasukan panah tergiur dengan ghonimah (harta rampasan perang). Mereka turun melawan instruksi Nabi SAW. pasukan Quraisy segera merebut posisi di atas bukit, dari situ mereka menyerang pasukan Islam hingga menewaskan 70 syuhada. Termasuk Hamzah bin Abdul Muthallib, paman Nabi Muhammad SAW yang sangat dicintainya."
"Nabi Muhammad SAW begitu terpukul dan bersedih karena kehilangan pamannya, maka mereka pun menangisi Hamzah. Pada saat itulah Nabi SAW memberi izin untuk menangisi orang mati, namun bukan untuk meratapi (dengan mencabik-cabik pakaian atau melukai wajah dan tubuh) sebagaimana dilakukan orang-orang Jahiliyah. Demikian lah penjelasan singkat dari saya dan marilah para jamaah kita beranjak ke tempat berikutnya," tutur pemandu umroh.
"Masya Allah By, Nana hampir tak percaya dalam 2 hari sudah sampai di tempat ini," ucap Hasna antusias.
"Alhamdulillah sayang itulah rahasia kebesaran Allah, yuk!" ucap Afnan lalu mengajak Hasna mengikuti rombongan ke tempat berikutnya .
"Yuk!" Hasna tersenyum bahagia, sembari menggadeng lengan Afnan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke masjid Qiblatain.
"Alhamdulillah, Selamat datang para jama'ah hafidzakumullah di Masjid Qiblatain. Yaitu Masjid dua kiblat." ucap pemandu.
"Masjid Qiblatain merupakan saksi dari perpindahan kiblat sholat umat Islam. Dulu, tempat ibadah yang terletak di Al Qiblatain, Madinah, ini bernama Masjid Bani Salamah. Pada bulan Rajab tahun ke dua Hijriyah, Nabi Muhammad mendapat wahyu untuk memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram."
"Ketika itu, Nabi Muhammad sedang melaksanakan Sholat dua rokaat menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Allah SWT menurunkan wahyu yang menjawab doanya selama ini. Wahyu yang terekam dalam surat Al Baqarah ayat 144 itu memerintahkan Nabi Muhammad berpaling ke Masjidil Haram, Makkah."
"Setelah perintah itu turun, Rasulullah mengubah posisi kiblatnya dengan memutar 180 derajat ke arah kiblat baru. Para jemaah segera mengikuti perpindahan arah kiblat itu."
tutur pemandu.
"Ada apa sayang? kamu baik- baik saja kan?" tanya Afnan ketika melihat Hasna hanya diam saja.
"Tidak apa-apa koq By. Nana baik-baik saja!hanya sedang membayangkan Masya Allah. saat Rosulullah SAW tiba-tiba mendapat Wahyu untuk berbalik arah kiblat merinding sekali Nana." ucap Hasnah. matanya berkaca-kaca terharu.
"Iya sayang Alhamdulillah, kita dapat berdiri disini, saat ini." ucap Afnan. Lalau mereka saling pandang sama-sama tersenyum bahagia.
perjalanan ziarah berlanjut ke Pabrik Al-quran.
"Alhamdulillah, sampai juga di pabrik percetakan Al'quran terbesar di dunia. Di sini, sekitar 18 juta eksemplar Alquran diproduksi setiap tahun. Pabrik percetakan Al'quran ini diresmikan Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada tahun 1984. Didukung 1.300 pekerja, pabrik beroperasi selama 24 jam. Puluhan juta eksemplar Alquran dicetak dalam 78 bahasa.
Jutaan eksemplar kitab suci dalam berbagai bentuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh wilayah Arab Saudi. Serta puluhan negara di dunia." penjelasan pemandu umroh.
Perjalanan ziarah pun, dilanjutkan ke Jabal magnet.
"Para jama'ah, Jabal Magnet merupakan sebuah bukit yang berada di luar kota Madinah. Yaitu jarak nya 60 kilo meter dari kota Madinah, Arab Saudi. Lokasinya sendiri bukan lagi berada di Tanah Suci."
"Di lokasi ini, banyak keanehan yang terjadi. Di bukit ini, mobil bisa berjalan sendiri tanpa mesin dinyalakan walau jalan menanjak para jama'ah. Sebagian warga Madinah menyebut nya Wadi al-Baidha atau Mantiqa al-Baidha (lembah putih). Konon kabarnya, keanehan itu karena adanya daya magnet yang kuat di antara gunung- gunung yang berada di sana. Nanti kita akan mencoba nya dengan menaiki Bus." penjelasan pembimbing.
Mereka pun mencoba menaiki Bus, untuk mengetahui apa betul Bus itu akan berjalan sendiri tanpa dioperasikan oleh sang supir. Betul saja mobil itu bergerak sendiri, seperti hal nya mobil saat sedang di kendarai sang pengemudi. berjalan lurus tanpa dikemudikan dan itu terlihat sang sopir sempat keluar sejenak dari kursinya.
"Masya Allah. Luar Biasa, Maha besar Allah!" gumam Hasna. Namun Afnan secara jelas mendengar nya. Afnan tersenyum menatap Istrinya yang terlihat sumringah. Ia ikut bahagia.
sampailah rangkaian ziarah mereka itu di kebun kurma, yang tumbuh berbagai jenis kurma.
"Para jama'ah kita sudah sampai di kebun Kurma, dan kali ini yang akan menjelaskan yaitu pengelola kebun kurma," ucapan pembimbing.
"Baiklah, Kebun kurma ini di yakini sudah ada sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah dari Mekkah. Ada sekitar 1.600 pohon kurma tumbuh di perkebunan." penjelasan pengelola kebun kurma. Kini mereka sudah berada di dalam saung-saung yang tersedia.
"Pohon-pohon kurma ini adalah dari jenis terkenal seperti ajwa, sekki, dan sokari. Memang bagi orang yang tidak tahu. akan bingung bagaimana membedakan jenis pohon kurma, seolah semuanya sama."
"Tetapi letak yang bisa membedakan mana pohon kurma ajwa, sekki, atau sokari dilihat dari bentuk daunnya. Bila dilihat lebih detail ternyata benar daun kurma berbeda-beda ada yang daunnya rapat dan ada juga yang daunnya tidak terlalu rapat."
"Lihat saja daunnya untuk membedakannya, pasti terlihat kurma dari jenis apa," kata pengelola kebun kurma yang bernama Al Barokah Husam bin Hamdan Al Harby."
Setelah rangkaian perjalanan Ziarah selesai, mereka kembali ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Lalu setelah selesai mereka makan siang dan kembali ke hotel, untuk beristirahat.
Terlihat Hasna kelelahan, namun Ia tetap bahagia. "sayang lelah ya? mari Byby pijiat." Afnan menarik kaki Hasna, meluruskannya. lalu ia mulai mengolesi minyak yang beraroma terapi dan mulai memijatnya.
"Terima kasih Byby sayang! Nanti Nana yang gantian memijat Byby."
"Boleh sayang!" akhirnya, siang itu mereka saling memijat satu sama lain. Dari kaki hingga ke pundak serta kepala. Dan setelah keadaan tubuh mereka rileks. Mereka pun terlelap dengan saling berpeluk hangat.
***
Kini sudah hari ke empat, maka sebelum menuju mekkah mereka terlebih dahulu Sholat Subuh di Masjid Nabawi dan setelah itu kembali ke hotel untuk sarapan.
"Sayang sini Byby bantu mengepak pakaian. siang nanti kita akan menuju Mekkah," ucap Afnan.
"Terima kasih By," ucap Hasna sembari memeluk Afnan dari belakang.
"Sama-sama sayang. Jika sayang hendak istirahat, maka istirahat lah saja! nanti sholat Dzuhur masih di Masjid Nabawi sayang," ucap Afnan seraya berbalik dan kini Hasna sudah berada di dalam pelukannya.
"Bagaimana sayang, apa kamu menikmati perjalanan Umroh ini?" tanya Afnan.
"Alhamdulillah By, Nana bahagi dan menikmati sekali," ucap Hasna dan dia ber jinjit mengecup bibir Afnan.
"Jangan memancing di air bening," ledek Afnan.
"koq air bening, bukannya air keruh By, peribahasa nya," tanya Hasna polos.
"Ahahaha, Alhamdulillah sekarang bening, karena otak Byby sedang jernih, dan Iman Byby sedang full power, jadi mode mesum nya sedang tidak on," ledek Afnan sembari mengecup ujung hidung Hasna.
"Alhamdulillah kalau begitu. Semoga mode mesum nya off hingga kita kembali ke tanah air," ucap Hasna tersenyum sembari melepaskan diri dari pelukan Afnan dan ia beranjak ke tempat tidur merebahkan tubuhnya.
"Subhanallah, lalu untuk apa kita berbulan madu sayang? jika mode mesum nya harus off. Lalu on nya ketika kembali ke tanah air," ucap Afnan. sembari menghampiri Hasna dan mulai menggoda Hasna di bawah tubuhnya dengan mengecupi wajah Hasna. Sontak Hasna berteriak-teriak karena tidak mau mode mesum suaminya akan kembali on saat ini.
---
Siang hari mereka melaksanakan Sholat Dzuhur di Masjid Nabawi dan setelah itu jama’ah kembali ke hotel untuk makan siang dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Dengan terlebih dahulu mengambil ميقات Miqat di Masjid Bir Ali.
Miqat (batas-batas yang telah di tentukan) apabila sudah melintasi Miqat yang juga di artikan pertanda dimulainya Ibadah Haji atau umroh maka seseorang yang hendak berhaji atau Umroh perlu Menggunakan Kain Ihram dan berniat, serta mulai membaca Talbiya
Lafaz Talbiyah: “Labbaik allahumma labbaik. labbaik laa syariika laka labbaik. innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”
Artinya: Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
Bacaan Talbiyah di baca pula selama jama'ah dalam perjalanan ke Mekkah. di anjurkan terus menerus dan baru berhenti ketika jama'ah mulai tawaf. Jamaah laki-laki di sunahkan mengeraskan suara Talbiyah nya.
Sedangkan bagi jama'ah perempuan cukup di dengar sendiri dan orang yang berada di sampingnya.
***
Akhir nya mereka pun sampai di Mekkah Al Mukaromah. Dilanjutkan check in hotel dan istirahat sebentar. kamar mereka memiliki jendela besar, yang menghadap langsung ke arah Ka'bah.
"Masya Allah Byby. Ka'bah By," bahagia serta kegirangan Hasna, sambil melonjak lonjak dan memeluk Afnan.
"Iya sayang, sebentar lagi kita akan sampai di sana!" untuk sesaat mereka saling menikmati pemandangan yang sangat indah itu.
Afnan memeluk Hasna dari belakang, Hasna menyandar kan tubuhnya pada tubuh Afnan bagian depan tanpa beban. Afnan dan Hasna menikmati sekali moment tersebut. Hasna meng- genggam kedua tangan Afnan yang kini melingkar di atas perutnya.
Next👉
Mohon maaf jika banyak kesalahan. Di Bab ini ada berbagai gambar, tidak ada maksud lain, itu hanya untuk pemanis semata! agar penglihatan para Readers kesayangan. tidak lah buram karena tulisan🤭🤗