Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 115. mungkin kah kita berjodoh?


"Eh non cantik" , ucap pak satpam, "apa kabar non?" Ucap nya kembali.


"Saya baik pak" , jawab Lintang ramah.


"Pak, mau kopi" , tawar Ubaydillah


"Oh.. Boleh atuh pak ubay.." ucap satpam itu


Setelah menuang kopi ke dalam cangkir, satpam itu, berpamitan untuk minum kopi Di tangga saja.


"Mmmm..dek Lintang, tadi sampai mana?"


Tanya Ubaydillah.


"Aammm.. Sampai mana yaaa... Lintang juga lupa kak Davian.." Jawab nya.


"Ya Sudah, maaf.. boleh kak Davian bertanya, ucap Ubaydillah.


" Oh silahkan kak.. " Seru lintang.


" Dek lintang bilang bobo Di Mobil, memang ny kenapa koq tidak sewa kamar saja? " Tanya Ubaydillah.


" Aku tidak ada uang kak.. " jawab Lintang.


" Ah kak Davian koq tidak percaya sih..maaf dek, jika Di lihat dari mobil kamu, tidak mungkin jika dek Lintang itu Tak mampu sewa kamar.. " Ucap Ubaydillah.


" Hehe ... Aku tak bawa uang lebih , kemarin waktu berangkat dari Jakarta, aku teledor kak, aku salah ambil tas, ternyata dompet, ponsel dan kartu tanda pengenal serta SIM, ada Di dalam tas yang tertinggal, dan Di dalam tas yang aku bawa hanya ada uang 600 ribu, mungkin itu uang sisa belanja bulan lalu yang ku lupa ada Di tas itu," tutur Lintang.


'Aahahahaha...maaf kak aku tertawa, jadi lucu dengan hidup ku satu hari ini, tas salah bawa, Aku salah arah, kecipratan air lubang jalanan, mobilku tergores, ada yang berfikir aku Akan bunuh diri lagi.. Heesss.. Lucu.."


Lintang tertawa dan menyeringai.


Ubaydillah melihat lintang tertawa lepas, ia begitu mengaguminya," ya ampuuuunn,putri duyung bawel tertawa nya, membuat iman ku berguguran,, astagfirullah.. Astagfirullah... "


Ucap Ubaydillah dalam hatinya.


" Maksud dek lintang salah arah?" Tanya Ubaydillah.


"Iya kak, harus nya waku aku mampir ke pasar tradisional untuk membeli pakaian itu belok ke kiri, tapi aku malah lurus ikutin verboden, nah pas sampai pertigaan tanpa plang, maka aku ambil kiri, ikut filing awal nya, tapi koq malah sampai sini.. Heee" .. Tutur Lintang, lalu tersenyum.


" Dek.. Lintang maafkan kak Davian ya, hemmm.. Andai kak Davian Tak menyiprati air dari lubang jalanan..." Ucap Ubaydillah penuh penyesalan.


"Sudah lah kak, siapa yang tahu ada kejadian seperti itu. Ambil hikmah nya saja, bersyukur aku tersasar ke resort ini , ada kak Davian yang menyelamtkan aku.. Jika tersasar nya ke arah lain kan tidak tahu juga apa yang akan terjadi", Tutur Lintang.


mungkin kah kita berjodoh?" Tanya Ubaydillah.


"Kurang tahu kak," jawab lintang merunduk malu.


Ubaydillah tak berani menatap, detak jantung nya mulai Tak stabil.


"Dek Lintang, maaf kalau kak Davian Lancang, Karena kejadian tadi Di laut, maka kak Davian ingin mempertanggung jawabkan semua nya dek" ucap Ubaydillah mantap dan pasti dalam kata kata nya.


"Maksud kak Davian, pertanggung jawaban macam apa ?" Tanya Lintang Tak mengerti.


"Menikahi mu dek," ucap Ubaydillah tegas, kali ini ia dengan berani menatap wajah lintang dengan sorot mata penuh pengharapan.


"Tapi kaakk.." ucap lintang menggantung.


"Dek.. Menurut Abi nya kak Davian, jika wnita dan laki laki yang bukan mahram bersentuhan maka itu adalah perbutan zina, dan harus di nikah kan, Karena wanita itu sudah ternoda" tutur Ubaydillah.


"Tapi kak, itu hanya bersentuhan bukan bersetubuh.. Mungkin tidak menjadi masalah" ucap Lintang meyakinkan.


"Tapi kak Davian merasa bersalah dan merasa malu, dek.. Kak Davian merasa berdosa sudah menyentuh tubuh mu.." ucap Ubaydillah.


"Mm.. Terimakasih kak Atas perhatian nya, jujur Lintang merasa tersanjung dan terhormat ada laki laki yang begitu jujur dengan keimanan nya, tapi Lintang belum berfikir ke arah pernikahan kak, Lintang masih kecil, usia baru saja menginjak usia 18 tahun bulan kemarin, dan Lintang baru saja selsai ujian , surat kelulusan saja belum Lintang dapat.. " Tutur lintang.


" Hehe... Kamu tahu tidak dek, kakak Ipar nya kak Davian, saat ini usia nya belum genap 19 tahun, dia sama masih sekolah SMA , saat ini ia sedang masa tenang untuk menghadapi ujian minggu depan, dan ia juga sedang hamil, tapi seperti nya pernikahan mereka lancar lancar saja.. Tutur Ubaydillah.


"Ooh.. Usia suami nya berapa tahun kak?.".


Tanya Lintang.


"Mmm.. Begitu ya... " Lintang sedang berfikir seperti apa perempuan itu dan setua apa laki laki itu.


"Kalau kak Davian usia nya berapa?" Tanya lintang lagi.


"Aku 27 tahun.." Ucap Ubaydillah..


"Fikir kan saja dulu dek Lintang, mungkin tawaran ini Tak pantas, kita juga baru saling kenal, namun kak Davian serius dek" ucap Ubaydillah mantap.


"Baiklah kak Davian, izin kan Lintang berfikir, sudah malam Lintang bobo dulu ya.. Ucap Lintang.


Ya, baik lah.. Silahkan bobo di dalam, Kak Davian bobo Di luar, tolong ambil kan selimut saja..


" Iya kak, nanti Di ambil kan,", Terimakasih kak Davian. selamat malam


"Sama sama dek Lintang" . Selamat malam


Lintang pun masuk ke dalam kamar, mengambil selimut Tak lupa jacket Ubaydillah yang tergeletak Di Sofa lintang bawa..


Di luar dingin kak, pakai jacket juga yaaa.. Ucap nya.


Oh...i.iya dek lintang, Terimakasih


Sama sama kak..


Lintang masuk ke dalam kamar, sedang kan Ubaydillah merasa berbunga bunga, ia merasa Di beri perhatian lebih oleh Lintang


, lalu ia menghampiri pak satpam dan ia mengobrol bersamanya.


Di dalam kamar, Lintang.. Masih memikirkan tawaran Ubaydillah untuk menikah, namun Ia ragu , walaupun Ubaydillah itu baik, sopan namun ia belum mengenal siapa Ubaydillah, ia bahagia, ada laki laki yang terang terangan mengajak nya menikah, sebetul nya Lintang pernah berfikir untuk menikah Di usia muda, namun niat itu ia urung kan , Ia belum menemukan pria baik yang memenuhi kriterianya, ia Tak peduli laki laki itu miskin atau pun kaya, yang penting jujur dan baik.


Malam pun berlalu, Ubaydillah tertidur Di bangku luar, ia menutupi tubuh nya dengan selimut. Ia terperanjat oleh lantunan suara adzan..


"Lalu ia mengetuk pintu untuk membangun kan lintang, tok.. Tok...


Assalamu alaikum dek Lintang, assalamu alaikum dek lintang, sudah masuk waktu shubuh.." Ucap Ubaydillah.


Namun Tak ada jawaban dari dalam, ketika pintu ia dorong ternyata Tak terkunci, Ubaydillah pun membuka pintu dengan lebar, namun Tak ada siapapun Di dalam, lalu ia memeriksa kamar mandi, Lintang Tak juga ada di sana.


" Ya Allah, apa Lintang sudah pergi" , gumam nya.


Lintang, Lintang mengapa kamu pergi Tanpa pamit dan jawaban dari pertanyaan ku.ucap Ubaydillah.


Ubaydillah terduduk lesu di sisi tempat tidur, lalu Ia beranjak dengan langkah gontai untuk mengambil air wudhu dan sholat shubuh, tak lupa ia berdoa, agar Allah mempertemukan kembali Lintang dan dirinya Di waktu yang tepat serta indah.


Setelah berdoa Ia Tak lupa membaca al-Quran, ia harus belajar ikhlas kehilangan, walaupun sakit itu harus Ia terima, ia pasrah pada takdir dan kuasa Allah.


Setelah membaca Al-Quran, ia bersandar Di kepala dipan,memory nya masih Di penuh Lintang.. Saat Ia menoleh ke arah meja kecil ia lihat Ada secarik kertas dan uang 10 lembar merahan.


Secarik kertas itu berisi pesan:.


***Assalamu alaikum kak Davian, maaf kak, Aku pergi Tanpa pamit, mungkin saat pesan ini kak Davian baca, aku sudah jauh dari resort ini, Terimakasih Atas kebaikan kak Davian,


O ya kak, uang untuk beli pakaian ternyata masih lebih banyak, maaf aku ambil sebagian untuk bekal ku di jalan dan sisa nya aku kembalikan , aku akan mengganti uang yang kubawa nanti jika kita bertemu kembali, dan mengenai tawaran menikah, setelah aku fikirkan secara seksama, jawaban nya..


AKU TERIMA ..


Namun kak Davian harus berusaha mencariku, clue nya aku tinggal Di Jakarta, kawasan xxxxxx sampai kapan pun aku akan menanti kak Davian meng halal kan ku , jika kita berjodoh InshaAllah pasti kita akan secepat nya bertemu. Amiinn..


Wassalam.


LINTANG PRAMESWARI*.


"Heheee.. Alhamdulillah ya Allah dia menerima ku. Lihat saja Lintang aku akan Segera menemukan mu dan akan ku buat kau Halal untuk ku."


Ucap Ubaydillah setengah berteriak.


*****************


Ya, wiss laah , gantung maning ceritane, paling aku si Thor iki Di nesu I karo reader e.. 🙊✌😁😁😍💐🙏