
Maaf kalau pemirsah bingung dengan nomor episode, ini langsung longkap ke 122 , itu Karena ada kesalahan dari awal, sebetul nya tidak ngaruh sih, namun agar sedap Di pandang mata saja yaaa... 🙏 😍
O ya sebelum lanjutan kisah ini, thor hanya ingin meluruskan dari prasangka yang bergulir ya, bahwa pemikiran readers tentang Hasna yang belum berhijab itu, mungkin dari bayangan readers itu pakaian Hasna jika di ponpes itu seronok (kalau b. Malaysia seronok itu seru ya), kalau B. Indonesia itu fulgar lah, Hasna ini jarang berseliweran Di area Ponpes ya , dia hanya akan keluar si saat saat tertentu saja, sehari harinya Dia habiskan Di sekolah dan Di kantor Afnan, dan jika Di ponpes ia hanya diam Di rumah atau kamar.
Mm.. Gini deh thor kasih visual cara berpakain Hasna ya bila hang out... Ini untuk seru2an saja yaaa, biar otak readers tak membayangkan Hasna berpakain seronok atau fulgar dan berseliweran Di area Ponpes dengan PD nya:
Ya begitulah kira kira gambaran nya, please no bully author 🙏👌😍💐
Mulai lagi yuk👉
Hasna : Hacchhh..acchhh..aaccchh
Afnan :
اَلْحَمْدُلِلّهِ~
(Alhamdulillah)
Artinya: Segala puji bagi Allah SWT.
يَرْحَمُكَ اللهُ~
YARHAMUKALLOOHU
Artinya : Semoga Allah memberi rahmat kepadamu
Afnan menyahuti bersin Hasna dengan DOA.
Dan Hasna ikut berdoa dalam hatinya :
يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيَصْلِحُ بَالَكُمً~
YAHDIIKUMUL LOOHU WA YASLIHU BALAKUM
Artinya : Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan membaguskan keadaanmu
Hasna masih saja bersin, ia mundur dan menjauh, dari tempat Afnan memainkan Kucing itu.
"By, maaf Nana bukan nya tidak suka kucing atau benci, tapi ya begini nih.. HAcchii.. Acchh." Terlihat wajah Hasna memerah, kepala nya mulai sedikit pusing, hidung nya langsung panas seperti sedang terkena flue.
"Kalau dekat dekat kucing, suka bangkis bangkis terus by, hacchh.. Hacchh. "
tutur Hasna Masih dengan bersin.
"Tidak apa apa sayang, maaf juga byby tidak tahu kalau kamu alergi kucing, maka nya byby bawa pulang kucing nya, habis lucu" ucap Afnan .
"Alergi Nana tidak hanya Karena kucing by, pokok nya yang berbulu halus gitu by, termasuk boneka" ucap Hasna.
"Tapi sama byby tidak alergi sayang, byby juga kan berbulu halus Hehe." Afnan malah menggoda nya.
"Iihh byby, malah bercanda , hacchii.. Hachhh.." Hasna me lempar bantal ke arah Afnan.
"Maaf sayang, ya sudah byby ke bawah dulu, kucing nya biar di pelihara Di area taman belakang, Nanti minta tolong Umi atau Ambu yang kasih kan makan" ucap Afnan.
"Iya by, Terimakasih haccchh,hacchh" ucap Hasna masih saja bersin .
Afnan lalu turun ke lantai bawah, ketika Afnan baru saja Sampai di pijakan terakhir anak tangga, ia melihat Abi ,Umi dan Ubaydillah baru saja masuk ke dalam ruang keluarga, seperti nya mereka baru saja pulang dari aula.
" A,, kucing siapa?" tanya umi
"Tadi sewaktu A'a pulang dari aula, kucing ini mengikuti A'a Terus Mi, ya sudah A'a bawa pulang, eh gak tau ya Nana alergi bulu kucing, tuh sedang bersin bersin terus Di kamar, makanya nih kucing mau A'a bawa ke taman belakang, biar Di sana saja , ada rumah rumahan kecil kan Di sana " ucap Afnan.
"Ya sudah A sana bawa kebelakang," ucap Umi.
" Iya A, kasian Nana kalau alergi, tempat kan Di rumah rumahan kecil saja" ucap pak kyai.
" sini A, biar dedek yang bawa ke belakang, A'a balik lagi ke kamar temani Nana" Ubaydillah menawrakan diri untuk membawa Kucing itu.
"Iya nih dek, Terimakasih" ucap Afnan seraya menyerahkan Kucing itu pada Ubaydillah.
Lalu Afnan pamit pada Abi serta Umi nya dan ia bergegas naik kembali menuju kamar nya.
" uuuhh kasihan sekali Nana, Bi.. Ayo kita lihat Bi," ajak Umi.
"baiklah Mi mari," ucap pak kyai, Dan meraka pun berdua pun menuju kamar Afnan, Di susul Ubaydillah yang baru saja masuk sehabis dari arah belakang.
Di kamar Afnan....
Terlihat Hasna terduduk Di Atas kasur, ia menyandarakan tubuh nya pada kepala dipan.
"Sayang, sudah baikan?" tanya Afnan.
"Alhamdulillah, sudah by.. Jawab Hasna, namun hcchhh... Hacchh.." Hasna kembali bersin setelah Afnan mendekat pada nya.
"bagaimana A," Tanya Umi..
"Iya A, itu koq masih bersin bersin terus," ucap pak kyai.
"Tadi Sudah baikan umi, tapi pas A'a datang dan mendekati nya, ia mulai lagi Bi, mi" ucap Afnan.
"Mungkin bulu Kucing nya masih menenpel Di baju yang A'a pakai" ucap Ubaydillah.
"Oh iya dek, mungkin, ya Sudah A'a ganti baju dulu" ucap Afnan. Dan afnan pun berlalu menuju lemari, ambil pakaian yang bersih dan membersihkan dirinya Di kamari mandi serta mengganti pakaian nya.
"Sayang, bagiama perasaan nya?" Tanya Umi pada Hasna.
"Masih belum baik Mi" jawab Hasna, kali ini ia memejam kan matanya, wajah nya pucap ia seperti sedang menahan sakit.
"Kenapa sayang?" tanya Umi lagi, Ia tahu Hasna sedang menahan sakit.
"Perut Nana bagian bawah ini sakit mi, seperti ada yang mengganjal" ucap nya.
Tak lama Afnan keluar dari kamar mandi, ia sudah berganti pakaian, pak kyai dan Ubaydillah duduk di sofa.
"A perut Nana sakit katanya, apa tidak sebaik nya kita hubungi doktor Anne" ucap Umi.
"Memang sakit sekali sayang?" tanya Afnan, menghampiri Hasna.
"seperti ada yang mengganjal dan menekan Di bagian bawah sini" ucap Hasna sembari mengelus perut nya yang ia rasa sakit.
"Ya sudah, byby telepon dokter Anne sebentar" ucap Afnan serta me ngambil ponsel nya di atas meja dan menelpon
dokter Anne.
Tuuuut Tuuuut Tuuuut.. Telepon pun Di terima.
Dokter Anne : assalamu alaikum ustadz,ada yang bisa saya bantu?
Afnan : waalaikum Salam dok, maaf mengganggu malam malam begini, istri saya perut nya merasa sakit Dok, awal nya..."
Afnan men ceritakan dari awal hingga perut Hasna terasa sakit.
Dokter Anne : mmm..begitu, bawa ke rumah sakit saja ustadz, kebetulan saya sedang berada di rumah sakit saat ini, baru selsai operasi cessar pasien bersalin darurat.
Afnan : baiklah dok, saya jalan sekarang ya ke rumah sakit. Asalamu alaikum.
Dokter Anne : baik saya tunggu, waalaikum Salam.
Sambungan telepon berakhir.
"Dek tolong Siapkan Mobil, kita ke rumah sakit" ucap Afnan pada Ubaydillah.
"Iya A," ucap Ubaydillah
"Abi dan Umi juga Ikut A, ya kan Bi" ucap Umi dan pak kyai mengiyakan.
Kini waktu menunjukan pukul 11: 45 menit malam, mereka ber empat pun menuju ke rumah sakit.
Dan kini mereka sudah berada di ruangan dokter Anne, dokter Anne ini cantik walaupun usianya sudah kepala tiga, ia mengenakan hijab, setelah memeriksa dengan seksama , dokter Anne berkata..
"Tak perlu khawatir, ini normal koq hanya kram, mungkin karena efek bersin yang berlebihan juga, dan saat kram begini memang bagi Kehamilan pemula pasti terkejut Karena lumayan ngilu rasa nya"
"oh gitu dok" , ucap Afnan yang berdiri di samping Hasna yang sedang berbaring dan Afnan mengelus kepala Hasna.
"Sayang , byby lupa belum mengenalkan dokter Anne, dokter Anne ini istrinya polisi Imron dan kita pernah sama sama mondok di jombang" ucap Afnan.
"Oh begitu by, saya Hasna Aulia dokter," Hasna memperkenalkan diri.
"Saya Priyayi Annessta , dan biasa Di sapa Anne, orang taunya dokter Anne" ucap dokter Anne ramah.
Coba kita USG saja ya ustadz, agar dapat tahu dengan maksimal hasil pemeriksaan nya. Ucap dokter Anne dan me persiapkan alat USG.
Lalu USG pun berlangsung, pak Kyai, Umi dan Ubaydillah ikut masuk setelah Afnan memberi tahu akan USG, mereka sebelum nya menunggu Di luar ruangan.
Dokter Anne menjelaskan secara detail apa apa saja yang tertera Di layar monitor, dari isi kandungan Hasna.
"Semua bagus ya ustadz, Ama, Umi...usia Kehamilan ny sudah memasuki 7 pekan dan selamat Ustadz serta keluarga, ini ada dua titik Gumpalan janin , itu berarti baby twins ustadz" ucap dokter Anne.
"TWINS BABY, DOK? "
Tanya Hasna Sumringah.
ALHAMDULILLAH HI RIBBIL A'LAMIN
Ucap mereka serempak
************
Nanti up lagi ya.. Break dulu 👌, maaf kalau bab ini membosankan. 🙏😍
"