Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 131. Bahagia menikah dengan mu


Masih di restaurant....


"Oooohhh ya ya... Seperti nya sekilas ingat, si handal berpanah kan?" tanya Ubaydillah


"Hehe...bisa di katakan seperti itu" ucap Elya


"Tapi dulu belum berhijab seperti nya, kalau tidak salah itu juga Nona El" ucap Ubaydillah


"iya kak , saya mulai menutupi diri dengan hijab sekitar tiga tahun lalu dan menggunakan cadar sekitar dua tahun lalu" beber Elya


"SubhanAllah, alhamdulillah sudah ber hijrah ya" ucap Ubaydillah.


"Alhamdulillah kak" sambungan Elya.


"Maaf kak saya sudah lancang datang ke restaurant ini untuk menemui kak Ubaydillah"


Ucap Elya.


"Oh tidak masalah Nona El, restaurant ini terbuka untuk siapa saja termasuk Nona El"


Ucap Ubaydillah.


"Terimakasih kak Ubaydillah sudah mau menemui saya" kata Elya


"Hehe, ya Karena Nona mencari saya, jadi saya ingin tahu maka nya saya menemui anda Nona" ucap Ubaydillah


"Hehe,, dua bulan lalu saya Kembali dari turki dan sudah satu bulan tinggal dengan kakak saya di kota ini, selain memang ingin menemui kak Ubaydillah dan kak Afnan juga saya sedang mencari pekerjaan " tutur Elya


"Oh begitu, tapi Nona tahu dari mana kalau saya dan kakak saya ada di restaurant ini ? "


Tanya Ubaydillah


"Jujur saja selama di turki, setelah kalian pulang 4 tahun lalu, saya selalu mencari infomasi tentang kak Ubaydillah, awal nya sulit mencari keberadaan kalian, namun dua tahun lalu saya mendapat informasi kalian dari forum pengusaha muda sukses dan berbakat" tutur Elya


"Seperti itu kah, Nona Elya?" tanya Ubaydillah


"ya Allah, cobaan apa lagi ini, si Iman saja belum full hamba isi, masa mau lowbate lagi sih Astagfirullah , dan kenapa juga harus perempuan - perempuan berspesies langka yang muncul di hidup ku ya Allah, pertama si gemezzz nackal yang hobby nya membuat dagdigdug tanpa berlari, ke dua si duyung imut bawell yang suka nya melakukan penganiayaan, dan sekarang muncul lagi si cadar sang pendekar panah, ya Allah mengapa setelah hamba, memutuskan untuk menikahi dek Lilin, malah ada beberapa belalang berusaha hinggap, dan apa mungkin mereka mempunyai niat menghisap sari sari bunga hatiku, ooohh dek Lilin si imut bawell pujaan ku, tenang saja kau akan tetap menjadi yang ke dua, A'a ubay pastikan tidak ada yang ke tiga apalagi ke empat dan seterus nya, kau hanya akan tetap yang kedua karena A'a ubay UHIBBUKI FILLAH karo anjeun, maka nya kamu yang ke dua Karena no wahid hanya ALLAH yang A'a ubay cinta, eh tapi yang suka ambil sari bunga itu kupu-kupu atau belalang ya?????!!!! Celoteh Ubaydillah di dalam hati nya.


"Mmm...iya kak Ubaydillah, oh maaf panggil saya El atau Elya saja, dan kak Afnan apa kabar kak?" tanya Elya.


"Alhamdulillah kabar nya baik, dan kini sudah menikah" ucap Ubaydillah


"Oh begitu, alhamdulillah saya ikut bahagia kak" Ucap Elya, terdengar sedikit nada kecewa , namun seperti nya ia pandai menyembunyikan nya.


"Baiklah Elya, masih banyak pekerjaan yang menunggu saya, jadi nikmati hidangan anda, saya harus kembali ke meja kerja saya, mungkin lain kali kita dapat berbincang kembali" ucap Ubaydillah


"Oh silahkan kak Ubaydillah, Terimakasih atas waktu nya" ucap Elya


"Sama - sama Elya, dan untuk masalah pekerjaan, nanti saya rekomendasikan, tolong tinggal kan saja nomor telepon Nona El, nanti jika tidak saya yang menghubungi Nona El, maka sekretaris saya ini yang akan menghubungi" tunjuk Ubaydillah pada pak Iwan.


"Terimakasih kak Ubaydillah" ucap Elya


Ubaydillah kembali ke pekerjaan nya dan Elya kembali pada hidangan nya.


______________________


Malam hari di rumah utama, tepat nya di kamar Afnan....


"Byby koq sekarang perut nya bulat, mau menyaingi perut Nana ya?" Tanya Hasna, saat hasna bersandar pada dada Afnan mengelus perut afnan yang terasa Sudah mulai membulat, saat ini mereka sedang berbincang santai sembari bermesraan di atas sofa setelah sebelum nya makan malam dan sholat isya berjamaah.


Kini Hasna boleh lega, setelah hampir dua pekan jarang terjamah suami nya karena kesibukan di ponpes, maka kali ini jadwal Afnan sebagai guru pembimbing sudah longgar dan ia sudah Kembali memilki suami nya secara utuh.


Berat badan Afnan memang naik beberapa kilogram, setelah Hasna hamil nafsu Makan nya bertambah dan aneh-aneh saja mau nya, betul apa yang Ubaydillah katakan, sekarang Afnan makan nya jorok, memang untuk rasa mual sudah jarang ia rasakan hanya jika terlalu banyak santan dan minyak saja di makanan nya, maka itu memicu nya mual, dan justru Hasna si ibu hamil selera makan nya biasa - biasa saja.


"Hehe, ber arti itu tanda nya byby bahagia menikah dengan mu sayang, memang sayang keberatan jika byby gemuk ya?", tanya Afnan lembut.


"InshaAllah tidak sayang, hati byby tetap padamu, biarkan byby menikmati masa masa ini ya, nanti setelah twins baby lahir byby akan kembali nge Gym koq agar tubuh byby sexy lagi" bisik nya.. cup, Afnan mengecup telinga Hasna.


"Uuuhh byby makin love deehh dengan byby, kita saingan bulat bulatan ya by hihi " goda hasna kembali berbisik di telinga Afnan sembari meniup nya perlahan, dan sukses membuat bulu perbulu afnan merinding disco, serta membangkitkan gejolak afnan untuk bergoyang dumang di atas kasur bersama Hasna malam ini.


Afnan tak ingin membuang wktu goyang dumang nya, maka denga satu kali angkat Hasna kini sudah berada di gendongan nya menuju tempat tidur.


"Aw byby Nana takut jatuh, turunkan by, biar Nana jalan sendiri by" ucap Hasna.


"Tdak mau, biar byby gendong saja, tenang tidak akan jatuh sayang" ucap Afnan.


Kini mereka telah berada di atas kasur dan afnan mulai mengajak Hasna untuk berkeringat tanpa nge gym, Afnan mulai menarikan jari jemarinya di atas kulit Hasna yang sudah tak berbenang, kini mereka mulai memasuki fase di mana berteriak tanpa di sakiti, dan ber suara kepedasan dari mulut mereka namun tanpa memakan cabai.


Saat suasana mulai memanas serta berbagai bunyi bersahutan sebagai efek yang timbul menyertai aksi mereka berdua, mulai dari suara erangan, desahan dan teriakan kecil, tiba tiba saja suara pintu Afnan di ketuk.


Took tookk took ... "Assalamu'alaikum A'a bro, sudah tidur ya?" terdengar suara gaduh Ubaydillah di balik pintu.


"Astagfirullah Utun berjenggot gak tahu sikon nih, ada apa coba malam - malam begini nyariin" ucap Afnan.


"Ya sudah by, lihat saja dulu mungkin ada hal penting" ucap Hasna


"Biarkan saja sayang, tanggung begini, duh masa gantung sih acara nya, kan gak seru" ucap Afnan penuh penyesalan.


"Sana by, kasihan Kak ubay" titah Hasna.


"Ya baiklah" ucap Afnan terdengar nada terpaksa,


Lalu Afnan berpakain kembali, dan menutupi tubuh Hasna dengan dua rangkap selimut hingga leher, Afnan mengacak rambut nya seakan dia baru saja bangun tidur.


Cglekk Afnan membuka pintu, ia lihat Ubaydillah dengan setumpuk kertas dan laptop di Tangan nya ,


"Oooummhaaoo, ada apa dek, tanya Afnan sembari menguap namun ia menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan nya


" Ini A'a bro butuh tanda tangan " ucap Ubaydillah


" Mmm.. Ya sudah ayo di ruang kerja saja" ajak Afnan pada Ubaydillah ke ruangan yang percis di sebelah kamar nya, ia ingat Hasna hanya berbalut selimut di kamar, jika ia ajak Ubaydillah masuk ke dalam kamar.


Di lantai atas rumah utama ini terdapat beberapa kamar dan ruangan, namun tidak ada yang menepati, hanya jika kedua kakak mereka pulang maka lantai atas ini akan ramai.


" mana dek yang harus di tanda tangani, memang tidak bisa besok dek?" tanya Afnan.


"Bisa sih Hehe, tapi Ana mau curhat A'a bro" ucap Ubaydillah menyeringai


"Hadeeuuh di fikir ada penting apa coba, ganggu acara orang saja" ucap Afnan setengah menggerutu.


"Acara apa memang A'a bro, terus itu keringat sampai basah begitu, perasaan cuca malam ini dingin di ambang normal deh A" Ubaydillah merasa heran


" Acara tidur dan A'a baru saja nge gym sambil tidur tau" ucap Afnan sedikit ketus.


"Maaf Aa bro, maafkan lah dedekmu ini Hehe"


Ubaydillah memohon dan mengekeh.


"Ya sudah mau curhat apa dek?" tanya Afnan.


"Itu A tentang belalang yang mulai bermunculan dan berseliweran" ucap Ubaydillah.


"Belalang????!!" dahi Afnan berkerut tak mengerti dengan ucapan Ubaydillah.


************


Masih nyambung.. Semoga tidak bosan ya, Terimakasih sudah membaca 🙏🙏🙏😍😍😍😇😇😇😇💐💐💐