Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 127 . Davian Ubaydillah Al-Jaris, Sebetul nya siapa kamu??


Ubaydillah masih Di rumah Lintang, sebetul nya ia sudah pamit akan pulang ke rumah singgah, namun Lintang tidak memperbolehkan nya sebelum Ubaydillah makan malam di rumah nya.


Kini waktu sudah memasuki waktu Maghrib dan Ubaydillah mengajak Lintang serta penghuni rumah lain nya untuk melaksanakan sholat berjamaah Maghrib, para Art Lintang merasa tergakum pada Ubaydillah, ia sudah tampan, sopan Rajin ibadah pula, walau pun belum tahu siapa Ubaydillah namun para Art yakin Ubaydillah memiliki ilmu Agama yang mumpuni, itu terdengar dari faseh nya bacaan bacaan sholat dan dzikir serta doa yang ia lafalkan.


Setelah selsai sholat lalu berlanjut ke meja makan , mereka makan malam satu meja bersama art nya karena Ubaydillah meminta mereka untuk menemani, sesekali terjadi lirikan dan bentrokan pandang dari Ubaydillah dan Lintang.


Astagfirullah Al adzim, ya Allah si iman kira kira berapa persen lagi ini ya , rasanya koq sudah mulai kedap kedip begini notif nya , bisa bisa oleng juga nih hati dan otak ini , ampuni aku ya Rabb,


ucap Ubaydillah di dalam hati.


"Kak Davi, makan nya yang banyak ya,agar kuat Di perjalanan nanti" ucap Lintang


"Iya dek Lilin terimakasih" ucap Ubaydillah tanpa melihat ke arah Lintang ia takut stok iman nya betul betul habis.


"Dek Lilin maaf kak Davi ingin bicara , karena ini juga penting untuk Di bicarkan" ucap Ubaydillah.


"Iya kak silahkan" ucap Lintang.


"Mmm.. ini mengenai nanti kita tinggal setelah menikah, apakah dek Lilin mem punyai pilihan untuk tempat tinggal yang dek Lilin inginkan?" tanya Ubaydillah.


"Kalau Lilin sih ikut suami saja, itu terserah suami mau ajak Lilin tinggal Di mana" ucap Lintang.


"Jika kak Davi ingin kita tinggal Di kota, yang saat ini kak Davi tinggali bersama orang tua kak Davi apa dek Lilin mau?" tanya Ubaydillah.


"Lilin mau saja kak" , Lintang tertunduk malu, belum Halal tapi sudah ngobrolin rumah, fikiran nya jadi aneh aneh.


"Ya sudah, kak Davi berangkat ba'da Isya, dan untuk mahar dek Lintang tentukan saja apa yang harus kak Davi beri sebagai mahar" ucap Ubaydillah.


"Iya kak, hati hati di jalan, Lilin tunggu kak Davi kembali untuk mengkhitbah Lilin" ucap Lintang, terdengar nada suara nya enggan berpisah.


"Iya dek, inshaAllah Kak Davi akan kembali, jika perlu langsung kak Davi Halalkan, atau dek Lilin mau detik ini juga kak Davi Halal kan, agar kita Tak harus kembali berpisah" ucap Ubaydillah begitu yakin.


"Hmm, ingin nya sih, tapi tidak mungkin lah Kak Dav, masih ada orang Tua yang harus kita hormati dan jaga perasaan nya" ucap Lintang.


"Iya sih, baiklah kak Davi pamit ya, Terimakasih sudah menerima kak Davi untuk menjadi calon suamimu" ucap Ubaydillah.


"Iya kak, sama sama " Lintang terdiam, ia merasa berat akan kepergian Ubaydillah, Lintang merasa nyaman berada di dekat nya, ketampanan Ubaydillah, perangai Ubaydillah, cara bicara Ubaydillah seakan telah mengikat hati Lintang, awal nya Lintang menerima Ubaydillah menjadi calon suaminya hanya Karena ia telah Tak sengaja di sentuh Ubaydillah, dan benar seperti yang Ubaydillah katakan bahwa perempuan yang sudah di sentuh laki laki maka sama saja mereka berzina, dan laki laki yang menyentuh nya harus menikahi wanita tersebut , Lintang bergidik jika ingat hukum nya dosa berzina.


"Kak Davi," ucap Lintang kembali , dari awal bicara mereka tidak saling berhadapan , mereka sama sama melihat ke arah lain dengan posisi duduk saling menyamping.


"Iya dek" ucap Ubaydillah


"Maaf, dari mulai kak Davi mengajak Lilin menikah hingga saat kemarin bertelepon Lintang belum mempunyai perasaan apapun terhadap kak Davi,Lintang menerima ajakan kak Davi menikah hanya Karena merasa Di hargai saja oleh laki laki yang sudah menyentuh Lintang walaupun tanpa sengaja hingga ia ingin menikahi Lintang Karena sebuah tanggung jawab" tutur Lintang.


"Iya dek tidak mengapa kak Davi faham akan hal itu, dengan dek Lilin sudah mau menerima kak Davi sebagai calon makmum dek Lilin saja, itu merupakan suatu kehormatan untuk kak Davi" ucap Ubaydillah.


"Kita bisa memulai hubungan kita dengan cara pedekatan melalui hubungan kekasih atau berpacaran dek, dan kita akan memulainya saat ijab qobul Di nyatakan


SAH serta HALAL " ucap Ubaydillah.


" Iya kak, Lintang juga ingin merasakan masa itu tiba, berpacaran dan jatuh cinta,hihi"


"Hehe,kak Davi juga Sudah tak sabar, astagfirullah" ucap Ubaydillah lalu ber istighfar dalam hati nya.


"Namun kira kira ada hal lain lagi tidak yang membuat dek Lilin mantap menerima kak Davi? " tanya Ubaydillah


"Jujur saja selain rasa kagum akan kejujuran dan sosok laki-laki yang ber tanggung jawab hingga meyakinkan Lintang untuk menerima nya sebagai calon suami hanya Karena telah menyentuh Lintang dan takut akan dosa, yaitu apa yang Di sebut dengan dosa zina, namun hal yang memantapakan Lintang menerima kak Davi yaitu, hasil dari DOA DOA Lintang , ternyata kak Davi lah yang muncul baik di kenyataan maupun Di dalam mimpi" ucap Lintang begitu lugas.


"MasyaAllah dek kak Davi merasa terharu" ucap Ubaydillah.


"Hehe Lilin juga, dan Kak Davi tahu tidak?" tanya Lintang.


"Tidak tahu dek, memang nya hal apa?" Ubaydillah balik bertanya


"Hehe" Ubaydillah hanya mengekeh, dan hal itupun yang terjadi pada nya.


"Ahhai Tak salahkan yang baru saja di katakan dek Lilin, hihi apa perlu ya naik ke atas meja lalu jingkrak jingkrak mengeluarkan ekspresi agar dada ini Tak bergemuruh, haduduh hati oh hati tenang lah" ucap Ubaydillah dalam hatinya.


"A'a bro tolong dedek, rasanya ingin terbang menemui mu saat ini juga, ingin menanyakan mengapa ada taman bunga di dalam perasaan kita, hingga hati kita bertabur bunga padahal kita bukan seorang petani bunga, dedek ingin tahu apa A'a juga merasakan hal yang sama dengan si gemezzz Nackal ?!!"


Gumam Ubaydill kembali dalam hatinya sembari senyam senyum sendiri.


" Kak, kak Davi kak Daviiii, kak Davi baik baik saja kan??? " panggil Lintang setengah berteriak.


" Ah.. Ehm ya, aaahh eh itu dek loncat deh astagfirullah Al adzim " ucap nya, Ubaydillah terkejut oleh suara Lintang yang membuyarkan lamunan nya.


Apa yang loncat kak Dav? Tanya Lintang


" Hati dek, opss astagfirullah" ucap nya, Ubaydillah mendekap mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Hati ????" Lintang Tak mengerti


"Eh heee tidak, bukan.. bukan itu" ucap Ubaydillah dalam keadaan gugup.


"Ya sudah dek, kak Davi pulang ke tempat saudara dulu, ingin berkemas lalu pulang" pamit nya pada Lintang.


"Iya kak silahkan" ucap Lintang.


Dan setelah Ubaydillah pamit pada para Art nya Lintang maka dengan di antar Lintang ke halaman, Ubaydillah pun mengambil Mobil nya, Karena tadi saat ia datang ke rumah Lintang Mobil nya ia parkiran Di ujung rumah Lintang.


Dan setelah berada di balik kemudi ia menghampiri Lintang, untuk berpamitan kembali.


"Dek kak Davi pergi ya" ucap nya pada Lintang tanpa keluar dari mobil , ia hanya membuka kaca Mobil nya saja.


"Iya kak, hati hati Lilin akan tetap menunggu kak Davi kembali" ucap nya, terlihat mata Lintang berkaca kaca.


"Jangan menangis please" ucap Ubaydillah lembut setengah berbisik, namun Lintang mampu membaca gerakan bibir Ubaydillah.


Lintang menganggukkan kepala sambil tersenyum, ingin rasanya ia memeluk Ubaydillah, begitupun dengan Ubaydillah.


"Pergi ya Assalamu Alaikum " ucap Ubaydillah.


"Iya" waalaikum Salam.


Lintang menatap Mobil Ubaydillah yang telah berlalu, lalu ia tersandar akan Mobil sport merah yang Di kendarai Ubaydillah, lalu ia berbicara sendiri merasa ada yang aneh.


'Sopir macam apa itu , koq bawaan nya F***** sport??!!"


" Dan Mobil yang menggores Mobil ku, Mobil berbeda yang ia pakai, Davian Ubaydillah Al-Jaris, Sebetul nya siapa kamu??


Koq aku merasa ada yang janggal dari dirimu??!!!


' Dan aku merasa tidak asing dengan wajah nya, tapiii di mana yaah??!! "


"Bukan, bukan karena kita pernah bertemu sebelum nya"


Lintang masih saja berputar dengan fikiran nya, hingga suara ponsel nya berdering...


To be continue _________


***********


Maaf bila masih banyak typo merusak pandangan mata andah ✌🙏😇😍👌👍