Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps. 173. CHIP GPS


Pagi Hari, saat Adzan subuh berkumandang.


“Sayang kamu di mana?”


“Subuh begini koq menghilang?”


Afnan kesana kemari mencari Hasna sembari memanggil manggil nya.


Afnan yang kelelahan tidur pulas hingga ia Tak bangun saat waktunya sholat qiyamullail, dan Ia terkejut saat membuka mata, Hasna tak ada di samping nya. ia Segera bergegas keluar kamar, “tidak mungkin ia pulang ke ponpes atau kembali ke rumah sakit kan?!” masih dalam bicara seorang diri.


Afnan kembali ke kamar, memeriksa kamar mandi yang ia lewatkan tadi, ia berfikir kemungkinan Hasna bobo di bathtub seperti sebelum nya,namun di kamar mandi pun tidak ada, ia lihat kunci Mobil, dompet, ponsel nya, ponsel Hasna dan tas Hasna masih ada di atas meja, pakaian yang ia bukakan semalam, ia hitung hanya hilang satu dan ia ingat itu piyama milik nya.


Afnan kembali mengenakan piyama nya dan kembali keluar, lihat ke dapur juga tidak ada Hasna di sana.


“Astagfirullah Al adzim sayang, harus kah ku pasang CHIP GPS pada tubuh mu untuk memantau kemana kamu pergi?!” teriak Afnan lebih cenderung bergumam, ia merasa gemas kepada Istrinya,dan saat ia melirik ke arah koridor yang menuju meja kerjanya, otak nya mengajak nya kesana dan saat ia sampai di dalam kantor nya ia melihat dari kaca jendela berukuran besar itu lampu di lapangan kecil dan menuju kolam renang yang biasa nya redup kini sudah menyala dan terlihat terang benderang dan ia lihat seseorang sedang berada di dalam kolam renang..


“Astagfirullah sayang!” Afnan bergegas menghampiri Hasna yang sedang berada di dalam kolam renang.


“Sayang, kamu apa apa an Ini?” pekik Afnan saat sudah berada di sisi kolam renang.


“Eh byby Wa'alaikumsalam byy” ucap Hasna santai.


“Astagfirullah, Assalamu'alaikum sayang”


Ucap Afnan. ia sampai lupa mengucap Salam, saat merasa terkejut melihat istrinya sepeti duyung hamil berendam di kolam dalam pagi buta dan memakai piyama milik nya.


“Hehe, Twins utun yang mau by, dari semalam mereka ingin berenang, kalau Nana mana mungkin mau by secara dingin begini” ucap Hasna.


Terlihat bibir Hasna mulai membiru Karena dingin, “sayang sudah ayo naik, itu bibir mu sudah membiru nanti hypothermia” ajak Afnan.


“Sebentar lagi by, Twins utun masih ingin main air” jawab Hasna.


“Ya Allah sayang, lagi pula mengapa tidak mengenakan pakain renang milk sayang , malah harus pakai pyama sih?” tanya Afnan.


"Dingin byyy, tadi Niat nya memakai selimut, tapi malah repot, berat pas sudah kena air!, tuh selimut nya Nana simpan di pinggir kolam" Hasna menunjuk pada selimut yang terburai begitu saja dan sudah basah.


“Ahahhaha... ya Allah ampuni Hamba harus tertawa di waktu subuh mu” Afnan malah tertawa merasa lucu akan kelakuan menggemaskan istri labil nya. yang menurut nya aneh bukan sebab Hasna norak atau kampungan, Karena ia sudah menyiapkan banyak pakaian renang untuk Hasna dari berbagai model, model berhijab hingga bikini sexy, tergantung saat kebutuhan untuk mengenakan nya, dan biasanya saat berenang hanya berdua bersama nya ketika sekedar mampir di rumah kecil ia akan memakai bikini sedikit sexy.


“Ya sudah ayo naik tuh di Masjid sudah sholawatan sebentar lagi Iqomah, nanti sholat shubuh nya kesiangan” ajak Afnan seraya berjongkok.


“Iya by, tolong tuntun Nana naik” pinta Hasna mengulurkan tangan dan Afnan meraih nya dan ketika hendak berjalan menuju pijakan naik Hasna malah menarik nya.


Byuurr burrgghh.... Afnan tercebur kedalam kolam renang, “Astagfirullah” ucap Afnan di dalam hatinya, dan ia sadar sudah menjadi media kejahilan Istrinya, lalu timbul Niat mengerjai kembali.


Dalam beberapa saat Afnan tidak muncul hingga air kolam kembali tenang tanpa gelombang maupun riak, saat Ini senyap yang tertangkap di telinga Hasna.


“Byy, byby.. Koq tidak muncul kembali, byby menghilang kemana?” Hasna mencoba memasuki air dan mencari Afnan di dalam Air, namun ia tidak melihat Afnan, entah hilang kemana suami nya itu.


“Byyyy Iiih Bt deh malah hilang si byby, baru juga Nana kerjai begitu , bagaimana kalau ngerjai nya parah?” gerutu Hasna.


”Memang ada Niat mengerjai byby lebih jauh dan lebih parah dari ini nih?” tiba tiba Afnan sudah muncul dari arah belakang Hasna dan ia memeluk tubuh Hasna dari belakang.


"Byby" pekik Hasna terkejut dan kemudian berbalik memeluk Afnan, awal nya ia takut Afnan hilang betulan.


"Hehe, mau ngerjai yaa, kena byby kerjai balik kaann?!" ucap Afnan menyeringai.


"Hiiii rrrr iiiiyaaa heee", suara getaran dari bibir Hasna.


"Ya ampuun sayang ayo naik kamu sudah kedinginan sekali!" Afnan yang merasa kasihan kepada istrinya, ia semakin erat memeluk dari arah samping dan otak nya berputar bagaimana cara ia menyalurkan hawa panas atau setidak nya hangat instan, dan hanya b*b*r nya lah yang dapat ia gunakan saat ini.


Lima menit sudah b*b*r mereka bersatu dan betautan, saling membalas sebagai penyalur hawa panas instan, dan Itu terbukti efektif saat tubuh Hasna berangsur menghangat.


“Bagaimana sayang?”


“Alhamdulillah sudah lebih hangat by terimakasih , dan tahu tidak?”


“Heeuumm kenapa sayang?” tanya Afnan.


**********************


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍


Rangking merosot tajam! , jika berkenan tolong bantu memperkuat vote, bagi yang sudah vote banyak ataupun sedikit, Thor sangat amat berterimakasih, walaupun Thor tidak dapat membalas satu persatu namun Yakin Allah yang akan membalas kebaikan kalian Reader's of my Novel.