
Mendengar kata *Putri duyung*... Afnan berfikir keras, lalu ia menarik telinga Ubaydillah yang baru saja hendak masuk ke dalam kamar Afnan.
"Aaaa...Adudududuh..Aa..saa..saa..sakiiit Aaaa.... " Ubaydillah meringis.
"Sini kamu," ucap Afnan, lalu ia menarik Ubaydillah ke arah pojok luar kamar.
"Hesssttt... A'a bro.. Lepas toyong.. Toyong ini attit.. Ucap Ubaydillah, secara lebay.
" Hayo, kasih tau Ana.. Anta memasukan perempuan kan ke dalam kamar Anta kan dedek.." Bombardir Afnan.
" Heeeee..A'a... Heeee..." Ubaydillah merasa bingung, harus mengatakan nya atau tidak.
"Jawab dedek !!!!!! " Afnan menatap tajam Ubaydillah.
"Ah,,,IYA A" . Ubaydillah menjawab dengan tegas dan lantang, tegap seperti tentara sedang lapor pada komandan nya.
ia tahu betul sifat Afnan, walau pun Afnan kakak yang baik dan penuh kasih sayang, namun Di saat nya ia harus tegas, Afnan tidak akan main main.
"Dedek... Ya ampuun.. Kamu tuh apa apa an sih?
Sudah berlaku apa saja kamu dek, bersama perempuan itu?."
"Oohh... jangan jangan habis berenang bersama ya?" cecar Afnan.
"Mm.. Bu.. Aahh... A'a" jawab Ubaydillah ragu Ragu.
"Jawab yang betul , Davian Ubaydillah al-jaris!!!!"
Ucap Afnan semakin tegas penuh penekanan.
"A'a.. Sabar yaa.. Iya dedek minta maaf, akan dedek jelaskan oke???.." Ubaydillah berkata sehalus mungkin, dia sudah hafal sifat kaka nya dan Dia sudah tahu apa yang harus ia lakukan, agar kakak nya tenang.
"Gini A'a.... Bla... bla... bla..." Ubaydillah men ceritakan detil sedetilnya apa yang tadi terjadi, "gitu A cerita nya." ucap Ubaydillah.
"Hmmm.. Maafkan A'a dek sudah Ber prasangka buruk , A'a takut kamu tidak dapat menjaga iman mu dek, dan berbuat yang tidak tidak. Ucap Afnan lirih.
" Iya A dedek mengerti koq.. " ucap Ubaydillah.
" Di saat Abi tidak di sisi kita, maka A'a Sebagai pengganti Abi dek, yang bertanggung jawab menjaga kamu" ucap Afnan.
"Iya A dedek mengerti, Terimakasih A.." ucap Ubaydillah.
"oh ya A.. Dedek Ingin menikahi perempuan Itu, dedek ingat kata Abi, jika sudah menyentuh nya maka dia sudah ternoda oleh kita, dedek merasa hina dan berdosa A, dedek malu sama Allah... Smoga Allah mengampuni dedek " ucap Ubaydillah.
"Amin ya robbal a'lamiin, Kamu yakin dek?" Tanya Afnan.
"Perasaan dedek yakin A, entah mengapa sejak awal bertemu, dedek yakin, hati dedek merasa nyaman, sreg gitu lah pokok nya A" tutur Ubaydillah.
"Ya sudah,jika untuk kebaikan sih , A'a psti dukung , kamu coba saja ajak bicara dan cari kebenaran dari perempuan itu, sana kamu mandi dulu, kalau mau mengobrol sama perempuan itu, ajak satpam depan untuk menemani kalian mengobrol, Karena A'a tidak dapat temani , Nana sedang naik fase manja nya, hehe " Heemm.. Tutur Afnan seraya tersenyum.
" Iya A, haddeeeuuh mommy gemezzz Nackal , kapan dewasa nya.. Hihi..
OK A dedek numpang mandi Di sini ya.." ucap Ubaydillah.
" jangan dewasa dulu laah, seruan seperti ini, berasa, muda lagi, kayak punya mainan hehe " ucap Afnan, mengekeh.
"Ya sudah sana mandi" ucap nya lagi.
"Baiklah A'a sayang,, hiiii." ucap Ubaydillah, menyeringai lalu masuk ke dalam kamar Afnan.
"Assalamu alaikum dek Nana, " sapa nya , terlihat Hasna duduk Di Atas kasur sedang di penuhi buku buku serta camilan Di dekat dan pangkuan nya.
"Ah..waalaikum Salam kak ubay.., loh kak ubay habis berenang malam malam begini?" Tanya Hasna, Karena melihat pakaian Ubaydillah basah.
"Iya dek, berenang sama putri duyung bawell hihi.... " ucap Ubaydillah menyeringai.
"Udah sana mandi dek, malah godain istri orang," ucap Afnan.
"Hehe ia A.... Ucap Ubaydillah, sembri berlalu masuk ke kamar" mandi"
"By..kitu kak ubay, serius habis berenang bersama putri duyung bawel??" Hasna penasaran akan kebenaran nya.
"Tak usah di tanggapi serius sayang, mumet Nanti mikirin dedek berjengot mah.. Ingat ingat saja , waktu Ambil air urin ......."
Ucap Afnan.
"Ahahah... Ha.. Ha ... Byby... Perut Nana sakit nih jadi nya, kalau Ingat kejadian itu.. Kak ubay genius, tapi polos ah ha ha... By... Tolong perut Nana sakit hi hi..." belum pun Afnan selsai berbicara, Hasna sudah tertawa, Karena ia merasa lucu mengingat kejadian salah ambil air urin.
" Sayang.. Sayang sudah ah tertawa nya... Nih minum dulu," ucap Afnan, sembari menyodorkan air minum.
" Habis lucu by.. "Ucap Hasna, masih terpingkal.
Tak lama Ubaydillah muncul dari balik pintu kamar mandi, ia memakai celana jeans biru , dan kemeja berwarna putih milik Afnan , dengan lengan nya ia gulung. Afnan hanya geleng geleng kepala.
" A.. Dek Nana, dedek pamit ya ke kamar dulu.." ucap Ubaydillah.
"Iya dek, ingat yang A'a beri tahu tadi" ucap Afnan.
"Siiip A'a bro.." Assalamu alaikum..
'Waalaikum Salam.. "Ucap Hasna dan Afnan..
" Iya sayang, sebentar byby kunci pintu dulu ya.." ucap Afnan.
Di kamar Ubaydillah.....
Ubaydillah baru saja sampai pada pijakan tangga kayu menuju ke pintu kamar nya,
deg...jantung Ubaydillah berdebar, ketika tatapan nya bertemu dengan tatapan lintang, yang sedang duduk berbalut selimut, menghadap ke arah nya..
"Eh kak Davian, maaf ya Lintang minum terlebih dahulu.. " Ucap Lintang.
"O iya dek, tidak mengapa, kakak habis mandi di kamar A'a nya kakak..." Ucap Ubaydillah, lalu duduk Di hadapan lintang.
"Eummm.. Di fikir kak Davian sendiri, ternyata sama kaka ny juga.." ucap Lintang.
"Ia, dia bersama istrinya.." Ucap Ubaydillah
"Oh.. Sudah menikah toh.." Ucap lintang
"Sudah dek, beberapa bulan lalu dan istrinya Sedang hamil saat ini." Ucap Ubaydillah.
"Dek lintang mau bertemu?" Tanya Ubaydillah.
"Mmmm.." Lintang berfikir sejenak, lalu melirik pada jam tangan yang ia kenakan.
"Maaf kak sudah malam, rasanya tidak enak, nanti mengganggu." Ucap Lintang.
"Oh ya sudah lain kali saja" ucap Ubaydillah sembari me nyruput kopi hitam nya.
"Oh ya.. Maaf, mengapa dek lintang Di tengah laut dan mengapa juga bobo Di mobi?" Tanya Ubaydillah.
"Eumm.." Lintang berfikir sejenak, seperti penuh keraguan saat akan berucap.
"Maaf dek Lintang... jika kak Davian lancang dalam bertanya! " seru Ubaydillah.
Oh ti..tidak sama sekali kak, jujur baru kali ini aku berbincang sedekat ini bersama seorang pria, baru aku kenal, oom om lagi... Ahahahah.. Upsss..
Maaf kak, hanya bercanda, kak Davian masih terlihat usia 20 han koq.. Hehe.. Ucap Lintang.
" Hihi.. Terimakasih" ucap Ubaydillah tersipu malu Di puji Lintang.
"Serius..tapi kak Davian itu seperti nya baik, Lintang merasa nyaman dekat kak Davian. Ucap Lintang.
"O ya..." Ucap Ubaydillah dengan mata yang berbinar senang.
"Eh he.." Lintang menganggukkan kepala dan tersenyum.... .
"Mmm..begini kak, aku sudah biasa begitu kak, aku sedang merasa sendiri, kini aku merasa kesepian dan merasa hidup seorang diri.. Orang tua ku sibuk dengan pekerjaan nya, terkadang mereka lupa ada aku sebagai anak nya, anak gadis nya yang mulai beranjak dewasa."
Aku hanya Di temani beberapa Art. hehm mungkin mereka lah orang tua ku.
Dulu aku punya sahabat baik, satu perempuan dan satu laki laki.. Kita bersama dalam suka dan duka, maaf kak jika kaka ilfil padaku setelah aku bercerita, itu tidak apa apa,
ini kali pertama aku terbuka masalah pribadiku terhadap orang Lain, entah lah, aku merasa percaya saja sama kak Davian. ..
Jujur , aku bukan perempuan rumahan, bukan anak manis yang hanya diam Di kamar, dulu.. waktu sahabat ku masih bersama sama , setiap malam kita hang out, clubbing, track liar, karaoke.
kita berpetualang Di gelap nya malam, ter kadang berjalan tanpa tujuan hingga kita Tak sadar Bensin Mobil kita sudah habis,heheee..
ya salah satu untuk membuat kita kembali semangat dan menghilang kan beban, yaitu dengan cara ini, kita berjalan ke arah laut, lalu setelah terasa mencapai bagian laut agak dalam kita akan sama sama berteriak.
Hikss... Hikss.. Lintang terisak.
"Maaf dek Lintang," hati Ubaydillah ikut mersa sakit dan sedih..
"Emm.. Tidak apa apa kak,Lintang merasa lebih baik koq" ucap Lintang.
"Lalu ke dua sahabat kamu, saat ini di mana??" Tanya Ubaydillah...
"Ehmmm.. Mereka..., sahabat laki laki ku bernama devano dan lima hari yang lalu setelah selsai ujian, ia terbang ke belanda, nenek nya sakit Di sana, ia harus menemani nya..
Dan sahabat perempuan ku, beberapa bulan yang lalu ia pergi Tanpa kabar, kita kehilangan jejak nya., ucap Lintang
"Siapa Nama.. Sahabat perempuan mu itu? Tanya Ubaydillah.
" Emmm dia.."
" Assalamu alaikum... Pak Ubaydillah..." ucap seorang security.
Waalaikum Salam.. Ucap Ubaydillah dan Lintang bersamaan.
Pak ubay, maaf saya mengganggu, saya mendapat telepon dari pak Afnan, Di tugaskan menemani pak Ubaydillah mengobrol. Sebelum Lintang menyebut nama sahabat nya , tiba tiba seorang security tiba dan menyapa Ubaydillah.
Oh iya pak terimakasih... Ucap Ubaydillah.
**************
Tjieeee... Penasaran yaaaa... Cerita nya blm Usai... Lanjut besok ya... Thor sedang super duper syibuk soal nya, satu episode ini saja alhamdulillah dapat selsai Di sela sela istirahat thor... Mulai nulis pukul 13 :00 siang, dan saat ini pukul 15:30.. Langsung serahkan,waiting review, biasa nya up dalam 1 atau 2 jam..
Terimakasih, masih setia menanti, ππππππππsemoga kita selalu dalam lindungan Allah ππamiin yaa robbal a'lamiin..