
Menjelang maghrib Afnan baru saja masuk ke kamar nya, namun tak ada kehadiran Hasna di sana.
"Assalamu alaikum sayang" ucap salam dari Afnan.
"Koq tidak ada jawaban, kemana si sayang, biasa nya sudah menyambutku di pintu, dengan berjuta kerinduan nya" gumam Afnan.
Lalu Afnan mencari Hasna di kamar mandi, juga tidak ada.
Sementara Afnan sedang ke bingungan mencari Hasna, pintu kamar Afnan ada yang mengetuk, tok tok tok..
"Assalamu alaikum A, assalamualikum" suara Ubaydillah di luar pintu
"Waalaikum Salam " jawab Afnan sembari membuka pintu
"Ada Apa dek?" tanya Afnan, terlihat kecemasan dari Ubaydillah
"Ada Lintang A, di kamar ini?" tanya Ubaydillah kembali.
"Memang Lintang tidak ada ?" tanya Afnan
"Tidak ada A, ketika Ana pulang dari melatih berkuda, Lintang tidak ada di kamar, biasa nya sudah menanti di sofa " jawab Ubaydillah
"Nana juga tidak ada di kamar dek ketika Ana pulang mengejar di kelas Tahfiz Qur'an " ucap Afnan
"Loh terus istri istri kita hilang gitu A" ucap Ubaydillah.
"Astagfirullah, masa hilang sih dek, sudah di lihat belum mahar sama valentino, ada atau tidak?" tanya Afnan
"Belum A, jawab Ubaydillah, ya sudah Ana lihat sebentar, A'a bro cari di sini ya" pinta Ubaydillah.
"Iya dek, Sudah sana lihat" ucap Afnan.
Ubaydillah pun, pergi ke garasi tempat mahar Hasna dan Valentino di simpan, Afnan sibuk mencari Hasna dan Lintang di setiap penjuru rumah, di kamar Devano dan Angela pun sepi tak ada tanda tanda mereka , bahkan Devano dan Angela pun tidak ada.
Kini Afnan sudah sampai di taman belakang, biasa nya Hasna dan Lintang serta Angela sore hari akan berbincang di taman belakang, namun tidak ada tanda tanda mereka, lalu Afnan ke ruang Ambu.
"Assalamua'laikum Ambu" Afnan berucap salam, "Waalaikum Salam" sahut Ambu Siti, dan keluar dari dalam ruangan Ambu.
"Ada yang bisa Ambu bantu Den?" tanya Ambu Siti.
"Ini ambu, kira kira Ambu tahu tidak Nana, Lintang, Devano dan Angela pergi kemana, mereka tidak ada di rumah ini mbu " ucap Afnan.
"Ambu tidak tahu Den, sejak Den Ustadz kembali dari dokter, Ambu tidak melihat neng Nana turun, dan neng Lintang pun tidak keluar dari kamar" tutur Ambu
"Oh iya Ambu ya sudah, Terimakasih" ucap Afnan.
Lalu Afnan berjalan ke ruang keluarga, dan Ubaydillah baru saja masuk dari arah luar.
"Bagaimana dek?" tanya Afnan.
"Mobil dan motor Nana masih ada A" ucap Ubaydillah.
"Ya Allah, kemana mereka, mana waktu maghrib hampir tiba, telepon mereka dek" pinta Afnan.
"Iya A, Ana menelpon Lintang, dan Anta telepon Nana" pinta Ubaydillah.
Maka mereka pun mulai menelpon istri mereka secara bersamaan, namun ponsel mereka tidak Aktif, begitupun ponsel Devano.
"Tidak Aktif A, nomor dek Lilin maupun Devano" ucap Ubaydillah.
"Nana pun sama dek, nomor nya tidak Aktif "
" Angela dek" ucap Afnan.
"Ana tidak menyimpan nomor Angela A" ucap Ubaydillah.
"A'a juga tidak menyimpan nomor telepon Angela dek" ucap Afnan.
"Ya Allah kemana Istri Hamba pergi" ucap Afnan.
"Iya A, perasaan Ana mulai berdegup, otak Ana mulai berdenyit" ucap Ubaydillah.
"Berdegup tanpa berlari kan dek?" ledek Afnan, padahal ia sendiri pun merasakan hal yang sama.
"Hehe, akhirnya Ana merasakan apa yang Anta rasakan A" ucap Ubaydillah menyeringai.
Astagfirullah aladzim , astagfirullah aladzim,
يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ اِنَّ اللهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ، اِجْمَعْ بَيْنِي وَبَيْنَ …
Ya Jami'an nasi liyawmin la rayba fihi, innalloha la yukhliful mi'at, ijma’ bayni wa bayna....
“Wahai Yang Mengumpulkan manusia pada suatu hari yang tiada keraguan di dalamnya, sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, kumpulkan kembali antara aku dan istriku Hasna Aulia zahrani "
Memang Hasna dan lainnya belum dapat di katakan hilang, namun Afnan tetap bergumam membaca doa orang hilang.
Di lanjutkan dengan doa untuk Istri.
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي
“Wa’alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna’a alaa ainii.
" Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.”
Kini Afnan dan Ubaydillah sedang di sofa terduduk sambil berdoa dan beristigfar, dan tak lama suara Adzan maghrib pun berkumandang dengan merdu.
"Dek A'a ke kamar dulu ya, nanti kita cari kembali mereka ber sama sama " ucap Afnan
"Ia A, sama nih Ana juga A rasa nya sudah tak nyaman " ucap Ubaydillah
Sholat maghrib pun usai dan setelah ber dzikir maka Afnan menengadah kan kedua tangan dan membaca Doa selamat versi yang pendek
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Latin: “Allaahumma Antas Salaam, Wa Minkas Salaam, Tabaarokta Dzal Jalaali Wal Ikroom”
Arti “Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang memberi keselamatan. Dari keselamatan. Maha Suci Allah, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan”
Di lanjutkan Doa memohon selamat dari Api neraka, atau juga disebut doa sapu jagat yaitu doa yang sering di ucapkan oleh Rasullullah SAW agar selamat Dunia akhirat dan di jauhakan dari siksa Api neraka":
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Laten :“Robbanaa Aatinaa Fid Dunyaa Hasanah, Wa Fil Aakhiròti Hasanah, Wa Qinaa ‘Adzaaban Naar”
“Ya Rabb kami, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka”
Aamiin...
"Di rumah kayu juga tidak ada A" ucap Ubaydillah yang baru saja sampai sehabis mengecek dari rumah kayu.
"Apa mungkin mereka ke rumah kecil dek" terka Afanan.
"Seperti nya tidak A'a bro, tadi Ana mengecek cctv tak ada tanda tanda bahwa ada orang A'a bro" ucap Ubaydillah.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil,
" Ana lupa tidak mengecek Mobil Devano A'a bro ada atau tidak ya tadi" ucap Ubaydillah.
Afnan masih terus berusaha menghubungi Hasna, "Alhamdulillah akhir nya ponsel Hasna menunjukan titik dek" ucap Afnan kegirangan.
"Alhamdulillah A, coba lihat ada di mana mereka?" tanya Ubaydillah.
"Ini titik nya tidak salah dek" dahi Afnan berkerut sedang berfikir.
"Di mana memang nya" Ubaydillah menepikan mobil nya lalu meraih ponsel Afnan.
"Astagfirullah ini serius A" ucap nya
"Ya memang titik nya dari tadi di situ dek"
Ucap Afnan.
"Ya Allah ada apa dengan mereka, mengapa mereka saat ini ada di sebuah Rumah sakit?!"
Gumam Ubaydillah.
"Afnan kembali menelpon Hasna,namun tetap tak ada jawaban.
" Langsung ke rumah sakit yang tertera pada titik temu dek" pinta Afnan.
"Iya A'a bro" Ubaydillah mengarahkan Mobil nya, ke arah titik temu pada ponsel Hasna tadi.
25 menit kemudian mereka pun sampai di halaman rumah sakit, dan betul saja radar dari ponsel Hasna makin jelas signal nya.
"Dek, betul Hasna di sini lihat nih titik radar nya makin kuat" ucap Afnan.
Lalu mereka mengikuti titik radar yang semakin dekat dari posisi mereka, dan ber akhir di sebuah Mobil merah.
"Radar nya dari mobil ini dek" ucap Afnan.
"Mobil Devano A, tapi kosong" Ubaydillah mengintai dari kaca jendela.
"Berarti Hasna meninggalkan ponsel nya di dalam " ucap Ubaydillah kembali.
"Iya dek, ayo masuk" ajak Afnan.
"Pasti mereka di dalam dek, ayo masuk" ucap Afnan kembali bernada cemas .
"Iya ayo A, ya Allah Ayang Lilin akhir nya A'a Davi merasakan berdebar tanpa berlari, dan otak ngebul tanpa di siram air panas, ini baru tahap seperti ini, bagaimana tahap ekstrem nya, ampuun Gustiii" racau Ubaydillah.
Mereka bergegas ke ruang pendaftaran dan mencari informasi keberadaan Nama mereka, namun tak ada satupun nama mereka terdaftar sebagai pasien di rumah sakit tersebut.
"A lalu bagaimana nih?" tanya Ubaydillah.
"Ya kita masuk saja, ke betulan ini masih jam besuk kita bisa bebas masuk" ucap Afnan.
"Ya sudah ayo A kita susuri lorong Rumah sakit ini, mulai dari lorong ujung sana" tunjuk Ubaydillah.
"Ayo dek" Afnan mengiyakan ajakan Ubaydillah.
Mulai dari lorong yang agak sepi, mereka celingukan dan mengintip setiap ruangan yang agak terbuka atau yang jendela nya tak tertutup, di sebuah ruangan agak remang Ubaydillah melihat pintu sedikit terbuka dan ia melongok ke dalam nya,
" kosong A" ucap Ubaydillah.
"Ya jelas kosong dek, isi nya para almarhum dan almarhumah" suara Afnan agak di beratkan.
"Astagfirullah, Innalillahi.. Malaikat..Izrail"
teriak Ubaydillah dan tanpa fikir ia tuggang langgang, meninggal kan ruangan yang bertulisakan pemulasaraan zenajah
"Dek tunggu...." teriak Afnan sembari menyusul Ubaydillah.
**********
Sedang apa coba mereka di RS..??
😁😁