Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 206. BUY ONE GET TWO FREE


Di building tempat Elyavira,,,,


Pukul 1 malam Devano terbangun. Karena kelelahan sehabis menemeni Afnan dari tambak, ia tak sengaja sehabis maghrib tertidur, ia sadar saat ini sudah pukul 1 malam. Saat perutnya yang belum makan merasa keroncongan.


Ia lihat Elyavira tengah terlelap di sisinya.


"Ya Allah aku lapar sekali," gumam Devano.lalu ia beranjak dari tempat tidur tanpa membangunkan Elyavira, menuju ke arah dapur, ia mencari makanan apa yang ada di dapur.


di meja makan terdapat tudung saji, ia lihat isi di dalam tudung saji itu,pasta, ayam bakar dan omelett. "Masya Allah sepertinya Amih sudah menyiapkan makanan tadi sore, apa aku yang betul-betul pulas ya sehingga susah untuk di bangunkan," gumam Devano.


karena lapar yang amat sangat maka setelah berdoa untuk makan, maka pasta yang sudah dingin pun ia makan, lalu ia makan beberapa potong ayam bakar dan sepotong omelet. setelah ia rasa cukup mengenyangkan perut nya, dan berucap doa penutup makan, maka ia kembali ke kamarnya.


Devano meraih ponselnya dan ia lihat ada 2 panggilan tak terjawab dari Ubaydillah.


"Ada apa ya bang Dav nelpon tadi sore," gumam Devano.


Elyavira yang merasakan gerakan di tempat tidur,maka ia pun terbangun hanya dengan membuka mata, ia lihat Devano sedang duduk di sisi tempat tidur membelakangi nya.


Elyavira pun bangun dan duduk dengan perlahan lalu dengan pelan-pelan tanpa Devano sadari ia menghampiri Devano dan memeluknya dari belakang.


"Apih sedang apa sih? tengah malam begini koq duduk termenung sendiri?" bisik Elyavira di telinga Devano.


"Astagfirullah Amih membuat Apih terkejut saja!" protes Devano lembut, karena ia terkejut tiba-tiba ia dipeluk dari belakang dan mendengar suara berbisik di telinganya.


"Hehe Maafkan Amih sayang, sudah mengejutkan Apih," seringai Elyavira sembari mengecupi rahang Devano.


"Ini Sayang ada panggilan tak terjawab dua kali dari bang Davi ,kira-kira Ada apa ya!" ucap Devano.


"Coba Amih lihat Pih," lalu Elyavira meraih ponsel Devano dan ia lihat panggilan itu sekitar pukul 7 sore hampir setengah delapan saat waktunya sholat Isya.


"Astagfirullah Pih, maaf ini panggilan nya berbarengan ketika Amih menelpon Kak Eza, tadi ponsel Amih baterai nya lowbat. Dan Amih memakai ponsel Apih deh menelpon kak Eza! Maaf ya pih, telepon dari bang Dav jadi tidak terangkat," ucap Elyavira dengan nada penyesalan.


"Iya sayang tidak apa-apa koq, biar Nanti Apih tanyakan Jika bertemu saat sholat tahajud," jawab Devano sembari menyandarkan tubuhnya pada Elyavira yang masih memeluknya.


"Maaf juga ya Apih Sayang, Amih tidak izin dulu kalau tadi Amih menggunakan ponsel Apih untuk menelpon. Habis sayang bobonya lelap sekali, sampai dibangunkan untuk makan pun, tidak juga bangun padahal sudah Amih klitiki loh, hehe," ucap Elyavira, lalu ia menyeringai.


"Tidak mengapa sayang, tidak perlu meminta izin. Milik Apih itu berarti milik Amih juga!Pakai saja seperlunya, nah itu dia Apih juga bangun, karena terasa lapar dan terima kasih ya Mih,sudah membuat kan makanan yang enak," ucap Devano.


"Loh pih,Apih makan makanan dingin?" tanya Elyavira.


"Tidak masalah sayang, dingin sedikit koq," jawab Devano.


"Sedikit apanya Pih itukan dari sore loh," ucap Elyavira. Ia merasa bersalah secara Devano kan anak Sultan gitu loh,yang biasanya pukul berapapun ia merasa lapar dia selalu dilayani oleh Art nya. dan setelah menikah dengannya terkadang Devano tidak mau membangunkannya saat malam-malam lapar. dan tak jarang ia menggoreng telur sendiri, dan setelah nya Elyavira merasa bersalah. namun ia salut terhadap suami nya itu. setelah menikah dengannya, Devano mampu diajak hidup sederhana. Ia tidak pernah mengeluh ataupun marah dengan apapun yang ia suguhkan bahkan Devano sangat sabar menghadapinya, yang terkadang sibuk dalam pekerjaan dan tidak sempat menyiapkan makanan.Malah Devano akan secara senang hati membelinya di luar dan ia akan menunggu nya pulang bekerja untuk selalu makan bersama.


"Pih,terima kasih,, Amih sayang Apih , Amih cinta Apih," lalu Elyavira turun dari tempat tidur dan beralih naik ke pangkuan Devano ia bergelayut manja di sana melingkarkan tangannya pada leher Devano lalu ia mengucupi wajah Devano dengan lembut.


"Terimakasih sayang,Apih juga sayang dan cinta sekali terhadap Amih, UhibbukiFillah Amih," ucap Devano seraya memeluk erat Elyavira.


"MasyaAllah Pih, Syukron," timpal Elyavira.


"Afwan sayang,, sudah pukul dua Mih. Apih tahajud ke Masjid ya!" ucap Devano.


"Iya Apih sayang, mari Amih bantu berganti pakaian," ucap Elyara. Lalu ia turun dari pangkuan Devano, ia berjalan ke arah lemari dan mengambil 1 buah jubah berwarna coklat muda.


"Loh Mih koq pakai jubah sih! Apih paling males memakai jubah, repot untuk melangkah," protes pelan Devano.


"Pih,,sekali-sekali dong tidak apa-apa! pasti Apih tambah ganteng deh. bang Davi dan bang Ustadz juga kan sering memakai jubah, coba pakai jubah ini ya sayang yah," bujuk Elyavira.


karena Devano tak tega melihat wajah memelas dari Elyavira, maka ia pun menyetujui memakai jubah tersebut.


"Iya Amih sayang, apa sih yang enggak buat Amih, silahkan pakaikan! Apih sudah pasrah deh, mau diapakan juga oleh Amih sekarang ini. bahkan jika Amih melarang Apih berpakaian, Apih oke koq asal Amih harus bertanggung jawab agar Apih tak Kedinginan yaitu Amih harus siap menjadi selimut hidup untuk Apih," ucap Devano seraya mengedipkan matanya dan tersenyum menggoda.


"Masya Allah suamiku yang polos, rupanya sudah mulai mahir ya menggoda istri nya!" ucap Elyavira menatap Devano dan tersipu malu.


"Iya dong kan istrinya yang mengajarkan," seringai Devano, maksud makin menggodai Elyavira dengan senyumannya.


"Sudah sana berangkat! nanti malah habis nih Amih di goda Apih, lama lama tidak berangkat tahajud deh," protes halus Elyavira sembari tersenyum dan memeluk Devano malu, ia tenggelamkan wajahnya di dada Devano karena ia menyembunyikan wajahnya yang sudah merona merah itu.


"Ciee Amih malu-malu nih! coba lihat wajah malu-malunya, seperti nya sudah mirip tomat matang tuh," Devano makin asyik menggoda istrinya.


"Aaaa,,tidak mau, sudah sana APih berangkat! Amih malu," ucap Elyavira yang masih membenamkan wajahnya di dada Devano seraya menggeleng gelengkan kepalanya, ia tidak mau mengangkat wajahnya karena malu saat Devano menggodanya. Devano begitu gemas di buatnya, ia tertawa mengekeh lalu mengecup puncak kepala istrinya, dan sudah tidak ingin lagi untuk menggoda lebih jauh karena ia pun takut terpancing untuk melakukan hal yang lebih jauh, nanti ia malah akan menunda sholat tahajud nya.


"Ya,, ya,, maaf Amih sayang. Ya sudah Apih berangkat , sun dulu dong!" ucap Devano.


Cup,,, Elyavira mengecup pipi Devano dengan berjinjit karena tubuh Devano yang lebih tinggi darinya. Devano lupa biasanya Ia yang merundukan sedikit bahunya agar bagian wajahnya mudah untuk di kecup oleh Elyavira.setelah Devano berpamitan padanya, lalu ia pergi ke Masjid dengan hati yang berbunga-bunga.


-----------


Di kamar Hasna dan Afnan.mereka baru saja terbangun untuk melaksanakan sholat tahajud. Afnan akan pergi ke Masjid, dan sedangkan Hasna salat di rumah. Saat ini Hasna sholat dalam keadaan duduk karena perutnya yang sudah mulai membesar menyulitkannya untuk melakukan gerakan sholat secara normal, terlebih ada dua janin di dalam perutnya. Yang makin membuatnya kesulitan untuk bergerak lebih aktif.


"By hendak sholat ke Masjid atau di rumah?" tanya Hasna.


"Byby sholat di Masjid saja sayang," jawab Afnan. "Sayang tidak apa-apa kan jika Byby tinggal sholat di Masjid?" tanya Afnan


"Oh tidak apa-apa by, pergi saja! Nana baik-baik koq," jawab Hasna.


"Kalau butuh sesuatu atau ada apa-apa telepon saja Ambu, sepertinya mereka sudah bangun sayang. tidak membawa ponsel, jika sayang butuh apapun yang mendesak atau ada apa-apa dengan sayang, tolong sayang telepon Ambu atau Umi. Dan jika butuh Byby jangan sungkan untuk minta tolong aku mau jemput bibi di masjid Oke, Byby tidak mau jika ada hal apapun yang mengganggu sayang, namun selalu disembunyikan," Afnan begitu detil.


"Iya Byby sayang , yang tampan, yang baik yang sabar nya tingkat tinggi, karena efek sabar yang terlalu sehingga buka puasanya tidak jadi tadi malam. Oh Byby,, suamiku sayang, suamiku yang sabar, singa jantan ku yang malang!" ucap Hasna, ia tersenyum sembari menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Awas yaaahh Istriku yang nakal ternyata semalam sengaja mengerjai suaminya yah! dan kata-katamu yang baru saja itu sayang, Oh sepertinya kata-kata yang mematikan. yang dapat mencegah Byby sholat ke Masjid . Aaarrrrgg Aauummm," ucap Afnan menggeram menirukan suara singa yang kelaparan.dalam hatinya ia tertawa melihat ekspresi istrinya.


"Byby itu seram, seperti singa sungguhan! pekik Hasna. Lalu Hasna menutup wajah Afnan dengan kedua telapak tangannya, ketika wajah Afnan mulai mendekatinya seolah-olah ia ingin menerkamnya dengan membuka mulutnya lebar-lebar dan menggeram.


"Maafkan Nana Byby sayang! malam sore tadi Nana menunggu Byby, akan tetapi Byby tidak juga kembali, hingga Nana sangat mengantuk sekali,dan tertidur," ucap Hasna.


"Tidak apa-apa sayang, Byby tidak tega membangun mu. Bisa saja Byby membuat mu bangun, namun Byby tidak ingin melakukannya. tapi ingat ya sayang, biasanya kalau orang puasa itu selain buka juga ada sahur saat nanti. dan siap-siap saja singa jantan lapar ini, akan meminta jatah santap sahur! karena buka puasa yang sudah gagal, maka santap sahur tidak boleh gagal, Oke Mimma?" Ucap Afnan, seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Astagfirullah,,Iya Ustadz mesum! yang sudah mengotori otak istrinya yang polos. Istri mu yang polos namun terkadang nakal ini akan menunggu saat singa jantan nya pulang ketika sahur nanti, dan akan menyediakan santap sahur untuk suami mesumnya," ucap Hasna mengekeh dan Afnan pun ikut tertawa


"Iya Mimma sayang,, Terimakasih singa betinaku," ucap Afnan tersenyum lalu mengecup kening Hasna.


"Ya sudah Byby ganti pakaian dulu. Oh ya Ini jubah baru loh by belum dipakai, kemarin


Nana belikan ketika pulang kontrol Twins utun," ucap Hasna


"Ya sudah sayang mari Byby pakai," pinta Afan. Lalu Hasna membantu Afnan jubah yang katanya baru itu.


"Waah seperti biasanya, by pantas sekali. Ukurannya, warna cocok di kulit Byby. Pas tambah tampan," puji Hasna sembari memiringkan wajahnya. Mengangkat jarinya yaitu antara jari telunjuk dan ibu jari yang ia takutkan, sehingga membentuk huruf O yang pertama oke. sesuai permintaan Hasna Afnan memakai jubah yang sama persis dengan Devano, nanum Afnan tidak mengetahui nya . Devano pun tidak mengetahuinya jika ia memakai jubah yang sama Afnan.


"Sayang mari Byby antar mengambil air wudhu terlebih dahulu, sebelum Byby berangkat ke Masjid," ajak Afnan.


Seperti biasa. Afnan menemani Hasna berwudhu karena ia takut jika Hasna berwudhu sendiri akan terpeleset dan jatuh. Setelah ia selesai menemani Hasna berwudhu maka ia pun pergi ke Masjid. di bawah ia berpapasan dengan Ubaydillah saat Ubaydillah keluar dari pintu depan. Dan Afnan baru saja turun menuruni tangga putar yang biasa ia lewati.


"Assalamu'alaikum Dek," sapa Afnan.


"Wa'alaikum salam A'a," jawab Ubaydillah


"LOH!",,,, mereka saling menunjuk karena pakaian yang mereka kenakan sama persis. dari mulai warna,model dan segalanya sama persis.


"Sepertinya si gemez nakal dan si imut bawel kita itu membeli pakaiannya satu toko dek Sob," seru Afnan sembari tertawa kecil.


"Iya A'a bro koq bisa mirip sekali, satu toko dan satu produk seperti nya. atau mungkin mereka korban promosi online beli satu gratis satu," timpal Ubaydillah ia pun tak kalah mengekeh geli.


"Iya Dek, mungkin mereka sedang berhemat ,mengirit pengeluaran untuk biaya melahirkan. Kira- kira bonus nya itu, punya Ana atau punya Anta dek?" tanya Afnan pada Ubaydillah, setelah mereka sama-sama keluar pagar dan berjalan berdampingan menuju ke Masjid sambil tertawa-tawa menertawakan pakaian mereka yang kembaran.


Namun dalam keadaan tertawa pun, mereka tidak lupa membaca doa hendak pergi ke masjid. bacaan doa yang biasa dibaca Rasulullah SAW, pada saat berangkat menuju masjid. "Baca bersama dek," ucap Afnan. lalu mereka berdua melafalkan doa itu, sama-sama seperti ketika mereka masih kecil. Namun bedanya tidak sambil teriak-teriak.


بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيم


اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِّىْ نُوْرًا


Alloohummaj-'al fii qolbhii nuuroon wa fii lisaanii nuuroon wa fii bashorii nuuroon wa fii sam'ii nuuroon wa'an yamiinii nuuroon wa'an yasaarii nuuroon wa fauqii nuuroo wa tahtii nuuroo wa amaamii nuuroon wa khofii nuuroon waj-'al lii nuuroon


Artinya : "Ya Allah, jadikanlah dihatiku cahaya, pada lisanku cahaya dipandanganku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dari kananku cahaya, dari kiriku cahaya, dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya, dari depanku cahaya, belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya." (H.R. Bukhari dan Muslim)


Ubaydillah sedang mengingat Lintang ketika memakai kan ia jubah itu, saat bangun tidur tadi.


"Ayang bangun yang, katanya mau tahajud di Masjid," Lintang membangunkan


Ubaydillah. dengan malas Ubaydillah pun membuka mata. Ia tertidur pukul 12 malam, karena Lintang mengeluh kepanasan ingin di buatkan Es teh manis maka Ubaydillah pun membuatkan nya , namun Lintang malah meminum Es kelapa yang dibelikan Afnan ketika sore , dan Lintang pun merasa lapar maka Ubaydillah pun di mintai tolong memasak nasi goreng yang super pedas sampai ia sendiri tidak ingin mencicipi. Namun tak berapa lama Lintang mengeluarkan nya kembali, hingga ia kepayahan lalu tertidur dan Ubaydillah pun akhirnya dapat tidur.


"Yang ayo bangun! katanya mau sholat tahajud sayang," ucap Lintang.


"Iya sebentar sayang," Ubaydillah meregangkan otot-ototnya setelah itu ia beranjak duduk.


"Yang hari ini pakai jubah yang baru ya. kemarin baru Lilin belikan bagus deh!sepertinya cocok sekali untuk ayang," pinta Lintang.Tanpa paksaan Ubaydillah pun memakai baju jubah yang yang katanya Lintang belikan itu.


setelah sayang-sayangan sebentar ia pun pergi keluar untuk sholat tahajud dengan meninggalkan istrinya di atas sajadah yang telah Ia hamparkan dan bantu menyiapkan mukena.


"Mimom sayang,, Didad pergi ke Masjid dulu ya! panggil Ambu atau Umi jika nanti butuh sesuatu," Pesan Ubaydillah sebelum meninggalkan Lintang.


Ubaydillah dan Lintang sudah sepakat jika panggilan mereka adalah Mimom dan Didad singkatan dari Mami dan Mommy untuk Lintang yang menggabungkan kedua Panggilan Nenek calon Anak mereka.


begitupun dengan Ubaydillah ia menyesuaikan yaitu panggilan Papi dan Daddy.


kini Afnan dan Ubaydillah pun sampai di halaman Masjid dan mereka berpapasan dengan Devano yang baru saja mengambil air wudhu


"Loh Dev!" ucap serempak Ubaydillah dan Afnan. mereka pun saling menunjuk kearah Devano, begitupun sebaliknya.


"Bang Davi,,,bang Ustadz. Kita koq seperti Three twins ya!" celetuk Devano


Afnan dan Ubaydillah tertawa bersama. Mereka merasa lucu, sepertinya mereka dikerjai para Istrinya untuk memakai jubah yang sama persis.


"Jubah Abang ini baru Dev! Nana yang belikan," ucap Afnan.


"Jubah Abang Dav juga baru Dev! di belikan Lintang," timbal Ubaydillah.


"Jubah Dev, juga baru! Elya yang belikan bahkan tadi Elya yang memaksa agar Dev memakai jubah ini," tutur Devano


"Berarti memang istri-istri kita itu kompak! Alhamdulillah mungkin memang ini Jubah BUY ONE GET TWO FREE," ucap Afnan lalu mereka pun tertawa.


"Ternyata juga sangat perhatian sampai kita mau dicarikan gelas cantik! Kan kalau ada lagi satu yang percis hadiahnya gelas cantik," ucap Devano. dan mereka kembali tertawa bersama hingga mereka akhir nya, masuk ke dalam masjid dengan membaca do'a masuk Masjid


اَللهُمَّ افْتَحْ لِىْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ


alloohummmaf tahlii abwaaba rohamtika


Artinya : Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu


Di dalam masjid pun para santri putra yang melihat Afnan, Ubaydillah dan Devano masuk dengan pakaian yang saman percis maka mereka pun pandangan yang sedikit aneh. koq bisa mereka kembaran pakaian.lalu mereka saling tersenyum melihat kelucuan dari mereka bertiga.


*****


Still Next,,,,