
Pagi hari..
Beberapa hari berikut nya..
Hasna sudah siap siap untuk berangkat ke sekolah..
"Sayang... Makan nya yang banyak yaahh ..
Harus rajin makan sayur dan buah serta susunya di minum Pagi Dan sore ya.."
Ucap Umi kyai sembari mem persiapkan keperluan sarapan Hasna pagi itu.
Hasna betul betul Di perlakuan baik Dan Di perlakuan seperti anak sendiri bukan menantu oleh pak kyai Dan Umi, ia bak ratu Di rumah itu segala keperluan nya di sodorkan di depan Mata..jika saja Hasna adalah orang angkuh dan besar kepala mungkin moment ini akan ia jadi kan ajang menjilat, namun tidak dengan Hasna yang notabene anak rendah hati, jauh dari Kata sombong, angkuh Dan Tidak gila harta.
"Iya umi sayang ...terimakasih"
Ucap Hasna sembari mengecup pipi umi kyai,
Hasna ter kadang pening juga dengan kebaikan umi yang berlebihan, Karena segala nya harus perfect, namun tetap bersyukur ia merasa beruntung mempunyai ibu mertua sebaik Umi.
Afnan baru saja turun dari kamar nya, ia membawa serta tas sekolah Hasna.
"Sayang.. Coba di cek lagi, buku buku dan tugas tugas nya sudah lengkap belum, tadi byby Sudah periksa, tapi takut ada yang tertinggal"
Ucap Afnan.
"Iya by nanti setelah makan by..".
Ucap Hasana
Tak lama Ubaydillah tiba Di ruang makan, tangan nya begitu sibuk dengan barang bawaan nya.
2 ember kecil, 1/2 lusin handuk kecil, 1 pak tisu kering Dan tisu basah, 1pak plastik kecil, botol air mineral besar, Dan tas kecil berisi obat oabtan Dan minyak angin.
"Loh dedek. Kamu mau kerja atau mau mancing dek.. Kok bawaan nya ember.."
Tanya umi, dengan nada kebingungan.
"Kerja lah mi.."
Ucap Ubaydillah
"Itu kerja koq bawaan nya begitu.." Tanya umi lagi
Afnan yang sedang menyuapi Hasna menahan tertawa Dan hanya menyimak Karena ia sudah tahu tujuan dari kelakuan adik nya itu, segala ember dan plastik di angkut pagi ini.
Dan hasna hanya senyam senyum melihat kelakuan adik ipar nya itu.
"Ini my.. Kita kan mau nunggu Nana Di sekolah sampai Nana pulang .. Nah ini alat alat untuk Keperluan A'a kalau kalau nanti A'a kepingin ( uwhek) Di Mobil mi" ucap Ubaydillah
"Ya Allah dek,serepot itu Kamu..
Ck. Ck ck .." Umi menggeleng gelengkan kepala, sembari tersenyum.
Afnan haya senyum senyum lihat rencana dedek nya itu.. Ia mengingat Obrolan dengan Ubaydillah semalam...
*Obrolan Afnan Dan Ubaydillah semalam*---------
"Asalamualaikum dek,"
Di balik pintu kamar Ubaydillah ,
"Waalaikum salam A" ucap Ubaydillah
Seraya membuka pintu kamar nya
"Sudah tidur dek?" Tanya Afnan
"Belum A masih mabar game online .. Masuk A ngobrol Di dalam."
Ajak Ubaydillah
" Emm kamu mabar terus kerjaan nya.. Emang nya Gak jebol tuh otak? "
Ucap Afnan.
"Hihi, usir jenuh laah A'a bro sblm tidur, kalau A'a kan enak punya si gemezzz nackal buat mainan.. Xixixi.." ledek Ubaydillah
"Maka nya,, kamu juga cari dong si gemezzz nackal kayak Nana , biar kamu tahu rasanya sport jantung Dan berdegup tanpa berlari... Hehe ..."
Ucap afnan menyeringai.
"Gak mau ah..jangan segahar si gemezzz nackal, Di bawah nya dikit, boleh pemberani tapi pingin nya yang agak kalem gemezzin gitu .. Yang kalau Di Tatap malu malu meeoong.." ucap Ubaydillah.
"Maaooongg .. Aaarrrggrrr... ucap Afnan....." Menirukan suara Kucing.
". Ahahah ..ahahahah...."
Akhir nya mereka tertawa bersama
Afnan mengikuti Ubaydillah masuk kedalam kamar nya..
Di kamar Ubaydillah...
Kira kira dedek nya setuju atau tidak nolongin A'a..?"
Kalau dedek setuju, mau minta apapun akan Ana turuti...tenang saja." ucap Afnan.
" Ya ampun A... Anta jangan sungkan sama dedek lah , sampai kapan pun Ana Akan menjadi adik nya A'a bro yang terbaik Dan terdepan buat A'a bro.." ucap Ubaydillah
"Dedek bersyukur dapat hidup layak Di keluarga ini, andai saja bukan Abi yang menemukan dedek, bisa saja dedek jadi gelandangan Di jalan" ucap Ubaydillah kembali.
"Dedek tidak akan minta apapun sama A'a..."
"Abi, umi, A'a kak Afrina Dan Kak Adreena kalian adalah harta yang paling Berharga untuk dedek.. Kalian sungguh tulus me nyayangi dedek, mungkin keluarga kandung dedek saja tidak akan melakukan itu.. Anggap saja dedek balas hutang budi sama A'a.."
Sambung Ubaydillah.
" Dek... Apa apa an sih kamu...tolong jangan katakan itu lagi, tidak ada hutang apapun.
A'a tidak mau mendengar dedek bicara tentang itu lagi... "
Ucap Afnan sembari merangkul Ubaydillah Dan mereka sama sama terisak.
" A'a tahu kamu tidak pernah minta apapun, bahkan Mobil sport yang A'a belikan tahun kemarin sebagai hadaiah ulang tahun mu tidak kamu pakai, malah kamu buat inventaris pesantren, yang siapa saja boleh bawa
hati kamu mulia dek." sambung Afnan
"A'a begitu bahagia saat Abi bawa pulang kamu, seorang adik laki laki yang sudah lama A'a ingin kan, adik yang baik, yang tampan."
"Jujur setelah Umi menjalani operasi Histerektomi (pengangkatan Rahim) Karena prolaps uteri ( semacam turun peranakan akut), A'a sudah tidak punya harapan lagi untuk punya adik apalagi adik laki laki.. Namun A'a tetap percaya... Allah akan memberi jalan untuk A'a punya adik lagi.. Entah itu ambil dari panti atau hal tersakit nya mungkin membuat Abi nikah lagi, Dan Umi telah menawarkan Abi untuk nikah lagi agar A'a punya adik, namun Abi menolak nya.. "
Ucap Afnan lagi.
" Selama bertahun tahun A'a menangis, merengek dalam doa doa A'a, meminta kepada Allah agar membawakan adik laki laki.. Dan akhir nya Allah membawa kamu ke rumah ini..kamu Anugerah untuk keluarga ini dek, jadi tolong jangan bicara begitu lagi, mungkin kita Di bedakan hanya Karena aliran darah Dan lain Rahim, tapi selebih nya kita tidak ada perbedaan apapun..
Siapapun orang yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini A'a berdoa semoga ia di muliakan oleh Allah telah melahirkan Anak sebaik kamu dek.." ucap Afnan.
" Amiin.."
Ucap kedua nya
" Terimakasih A..." Ucap Ubaydillah
" Sama sama dek.. " Ucap Afnan.
" Sudah ah , jadi melow melow malam sih hihihi" ucap Afnan
Lalu bicara kembali...
"Gini dek... Nana kan sudah hampir 4 hari tidak masuk sekolah... Nanti ketinggalan pelajaran, tapi A'a juga khawatir kalau Nana sekolah tidak di awasin takut ada apa apa gitu... Bisa saja kita titip ke Adrian, dedek tau sendiri tempo hari Nana malah di ajak turun di arena track." Tutur Afnan.
" Mmm... Biar dedek fikirkan cara nya
A'a bro, yang bisa seimbang antara kerjaan, sama mantau Nana dan yang terpenting Anta A..Kan A'a sedang uhek uhek terus tuh, jadi harus ada sarana yang membantu A'a, ketika kebelet uhek...
"Okke deh dek...
A'a serahkan ke kamu ya.. A'a sudah tidak dapat berfikir jernih."
Ucap Afnan.
"Siap laksanakan A'a bro, sekarang A'a bro tenang saja, bobo yang nyenyak, masalah besok, dedek yang akan atasi." ucap Ubaydillah.
"Terimakasih dek...."
"Sama sama A..."
*Obrolan semalam end *-------
"Ya sudah dedek sarapan dulu, nih sudah Umi siapkan."
Ucap Umi.
"Terimakasih Umi sayang,," ucap Ubaydillah.
"Sama sama sayang..." Ucap Umi.
"Abi kemana mi?." Tanya Ubaydillah
"Oh.. ,sedang ke perkebunan organik, ada beberapa pekerja baru, yang harus di perkenalkan kepada pak mandor."
Jawab Umi.
"Oh begitu ... "
Akhir nya mereka sarapan bersama dan Di lanjut kan mengantar Hasna ke sekolah.
*************
Hai readers setia, maaf author belum dapat membalas komen satu persatu..
Nanti di usahakan Di balas ya..bukan karena Thor somse ya, namun belum sempat๐๐
Terimakasih sudah membaca, sudah vote sudah like and komen... I love you all๐๐๐๐