Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 145. Syndrome spontan flue


WARNING โš  โš  โš , untuk mblo atau usia pra nikah, baca nya sampai tengah saja ya ๐Ÿ™, karena paling bawah mengandung unsur dewasa๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™๐Ÿ™


Happy Reading.. ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


_______________


. Kini Hasna sudah sampai di rumah papanya...


Setelah ia di sambut hangat dengan papa nya, maka mereka pun larut dengan obrolan ringan.


"Oo ya ..jadi adik nya Nak Ustadz ini, menikah dengan Lintang?" tanya papa Hasna


" Iya Pah, dan Papa, Mama besok sore ba'da Magrib hadir ya dalam acara walimatul Urs nya" undang Afnan pada papa nya Hasna.


"Ya InshaAllah papa akan hadir" ucap papa Hasna.


"Nana menginap di sini ya sayang" ajak Vinny


"Mmm.." Hasna melihat pada Afnan, kini ia seorang istri yang harus meminta izin pada suami nya.


Afnan tersenyum, serta mengangguk lembut, pertanda mengiyakan.


"Baiklah Mah, kita menginap di sini" ucap Hasna setelah mendapat persetujuan Afnan.


"Yeeeyy kak Nana mau bobo di yumah Mia, kak Nana bobo sama Mia ya" tiba - tiba almira


muncul dari kamar nya.


"Miraa, bukannya tadi kamu bobo yaa? " tanya Hasna


"Hehe, Mia Intip kaka hiii" celoteh


Iih kamu nakal, ucap Hasna sembari mengklitik Almira.


________________


Di rumah Lintang......


Ubaydillah sedang mencari alasan jitu, agar dapat masuk kamar lebih cepat, otak nya selalu mengingat aktivitas naik naik ke puncak gunung nya, belum dapat ia realisasikan.


Kini pukul 23 : 45 Kali ini papi Lintang mengajak Ubaydillah menonton pertandingan bola,


" Dav, ada pertandingan bola nih, temani papi ya" ajak nya


"Boleh pih, haaacchh.. Sreekk sreek ( suara hidung jika flue ).. Haaccchh.. Hacchh.." Ubaydillah ingat waktu Hasna alergi bulu Kucing, maka jadilah ia bersin bersin dan pura pura flue.


"Wah, Dave kamu Flue ya?" tanya papi Lintang.


"Haccchh.. Aacchh.. Sreeekkk aaahh.. Ii ya pih ini seperti nya, flue dadakan, syndrome spontan flue pih " alasan Ubaydillah.


"Mmm ada ada saja kamu masa syndrome spontan flue hehe .. Kita ke dokter Dav" ajak papi Lintang


"Aaaa... Acchhh, cukup istirahat saja pih, besok kalau masih berlanjut baru ke dokter" ucap Ubaydillah.


" Oo ya sudah, papi buatkan air teh dan madu ya" tawar papi Lintang


"Nanti merepotkan pih" ucap Ubaydillah.


"Tidak koq , tunggu sebentar ya" ucap papi Lintang, dan berlalu ke dapur untuk membuat teh campur madu.


" semoga cara ini berhasil, ayang Lilin sabar sebentar yaa, A'a ubay sedang memanipulasi papi mu agar melepaskan A'a, untuk malam ini saja, malam-malam Selanjut nya terserah papi deeehh, maafkan Dav ya papi, terpaksa Dav lakukan ini, habis papi nempel terus, sudah seperti matrai dan kwitansi, hihi astagfirullah aladziimm, maafkan hamba ya Rabb" Ubaydillah bicara dalam hati.


"Dav nih teh madu nya, loh koq malah senyam senyum sendiri Dav " ucap papi Lintang sembari menyodorkan gelas berisi air teh dan madu, namun ia merasa heran koq Ubaydillah malah senyam senyum .


"Ooh uhhuk.. Uhuuugghh.. Eekkhh, Terimakasih pih, hehe.. Uhhugg uhhugg" ucap Ubaydillah seraya mengambil gelas berisi air teh dan terbatuk batuk.


"Sama - sama, Loh koq sekarang batuk, batuk baru saja bersin Dav" ucap papi Lintang, ia bingung Karena tadi Ubaydillah bersin bukan batuk


"Adduh lupa!" seru Ubaydillah dalam hatinya.


"Ooh bersin nya sudah berputar haluan pih sekarang menjadi batuk" Ubaydillah beralasan.


"Hehe, sakit koq seperti kapal putar haluan" ya sudah sana istirahat" ucap papi nya Lintang


"Iya pih, Dav ke kamar ya ,selamat malam pih"? Pamit Ubaydillah pada papi Lintang


"O ya silahkan, malam Dav" Ucap papi Lintang.


Di kamar Lintang.........


Ubaydillah melihat Lintang belum tidur dan sedang memangku laptop.


"Waaaahh pucuk di cinta, Ubaydillah pun tiba, Alhamdulillah Ayang Lilin belum bobo, pokok nya serangan tengah malam kali ini harus berhasil, " gumam Ubaydillah senang


"Assalamu alaikum istriku sayang" sapa Ubaydillah pada Lintang.


"Waalaikum Salam, suamiku sayang" balas Lintang.


"Belum bobo yang?" tanya Ubaydillah


"Belum kak Dav sayang," jawab Lintang.


"Loh sedang apa koq belum Bobo!" seru Ubaydillah kembali, sembari meraih laptop yang sedang Lintang gunakan.


"Aaahh Kak Dav sayang, itu laporan perincian cafe belumLilin save, nanti hilang laporan nya" rengek Lintang


"Mau laptop nya" ledek Ubaydillah


"Sini ambil kalau mau, tapi nih dulu " Ubaydillah memajukan bibir nya meminta di sun.


"Enggak mau, habis kak Dav jahat, menggangu kerjaan Lilin" ucap Ubaydillah.


"Ooh ya sudah kalau tidak mau, upss ketutup deh, yaahh hilang laporan nya" Ubaydillah mempermainkan Lintang, menutup rapat Loptop nya Lintang, dan tentu saja Ubaydillah sang raja server tak sebodoh itu, tanpa Lintang ketahui dengan satu sentuhan jari, ia telah lebih dahulu menyimpan file milik Lintang ke Flashdisk yang masih menyangkut.


"Uuuuuuhhhh kak Daviiiii , iiiihh itu kan file nya hilaanng" teriak Lintang kesal.


"Huuu uuu ngselin, sebel sebel sebell iihhh, itu kan laporan buat kita besok meeting, Karena cafe sudah terbengkalai sejak Nana pergi" ucap Lintang cmberut.


"Mau kembali tidak laporan nya?" tanya Ubaydillah.


" Ya iya doongg, huuu kak Davian jahat" rajuk Lintang manja.


"Ada syarat nya, kalau terpenuhi nanti laporan nya kembali" ucap Ubaydillah


"Syarat apa" ucap Lintang ketus serta melirik Ubaydillah sekilas dengan sinis, seperti nya ia betul2 ingin sekali menghajar Ubaydillah namun ia tahan.


"Pertama, harus cun seluruh wajahku, lalu panggil aku Ayang Davi, ke tiga temani aku mabar malam ini hingga pagi" ucap Ubaydillah.


"Hmmm, hanya itu?" tanya Lintang sedikit lembut.


"Ya hanya itu untuk malam ini" ucap Ubaydillah


"Loh memang ada malam lain nya?" tanya Lintang.


"Ya tentu ada, ya sudah mau tidak file nya kembali?" Ubaydillah kembali bertanya.


"Sini lihat dulu, kalau memang betul file nya kembali, Lilin akan menuruti kemauan kak Davi" ucap Lintang dan menengadahkan satu telapak tangan nya.


Ubaydillah menyerahkan Laptop nya Lintang pada pemilik ny , "Nih, Bismillah.. simsalabim ada kadabraaa bhuuuuu" Ubaydillah seakan sedang bermain sulap ia meniup laptop milik Lintang dan menyerahkan nya.


Lintang membuka laptop nya dan benar file milik nya masih utuh, Lintang pun tersenyum senang.


"Alhamdulillah masih ada, waaah kak Davi eh Ayang Davi keren bisa mengembalikan file Lintang yang sudah hilang" Lintang memuji Ubaydillah, padahal file nya memang tidak pernah hilang.


Ubaydillah membentangakan tangan nya dengan posisi nya berdiri menghadap Lintang yang duduk di tempat tidur, ia memberi isyarat akan syarat yang ia sebutkan tadi pada Lintang, dan Lintang pun mengerti, maka ia menghampiri Ubaydillah lalu tanpa di perintah Lintang melingkarkan tangan nya pada leher Ubaydillah dan memeluk nya erat dengan posisi nya berdiri di tempat tidur.


"Terimakasih Ayang Davi" bisik nya lalu ia tangkup wajah Ubaydillah dengan kedua tanagn nya, dan berlanjut wajah Ubaydillah ia kecupi tanpa satu bagian pun ia lewati ( mungkin Ubaydillah diam diam les private dengan kelakuan Hasna yang sering mengecupi wajah Afnan jika di mobil, dan kini ia aplikasikan๐Ÿ™‰๐Ÿ˜†).


"Terimakasih sayang atas kecupan nya, sampai banjir nih wajah hihi" ucap Ubaydillah menyeringai dan Lintang malu, ia kembali memeluk Ubaydillah agar wajah nya dapat ia sembunyikan di samping telinga Ubaydillah.


"Ya sudah ayo siapkan ponsel nya mulai mabar, mau mabar Game online apa, Lilin temani sampai pagi" ucap Lintang.


"Mabar nya tidak pakai ponsel yang" ucap Ubaydillah.


"Lalu kalau tidak memakai ponsel pakai apa dong?" tanya Lintang.


"Mmm.. Pakai Boddy kita" bisik Ubaydillah menggoda dan ia kecupi telinga Lintang, hingga Lintang kegelian.


Lalu Ubaydillah mulai mendekatkan bibir nya pada bibir Lintang, dan mulai mengklik aplikasi mabar nya melalui bibir Lintang dengan penyatuan dan penekanan bibir nya hingga Lintang merasa hanyut dalam permainan tarik menarik bibir, dan kini berlanjut pada level berikut nya yaitu permainan sentuhan, dengan sentuhan jari jemari yang mulai aktif membuat APL game Ubaydillah mulai memanas dan menegang hingga mereka di sibukan aktifitas saling serang menyerang dalam mabar nya, serangan demi serangan terus berlanjut higga server memanas dan butuh pendinginan, yaitu puncak permainan, Ubaydillah mulai membimbing Lintang, saat ini mabar nya berpindah, mereka mula naik naik ke puncak Gunung, Ubaydillah menapaki gunung kembar yang Linrang bawa kemanapun, dan itu awal dari hasrat yang mulai memuncak,lalu Ubaydillah mulai mengajak Lintang untuk menaikan level nya ke tahap buka bukaan, menyongsong dingin nya malam dengan peluh yang mulai berjatuhan suasana mulai memanas padahal mereka tak sedang berdekatan dengan sumber api, samar samar terdengar suara gaduh, suara gaduh bukan dari keributan, dan suara desah bukan karena gelisah. Mereka sudah betul betul menjejaki larut malam dengan suara suara aneh yang mereka ciptakan sebagai kode kenikmatan yang hakiki, kenikmatan surga dunia.


Kini Lintang sudah dalam dekapan Ubaydillah dan berada di bawah penguasaan Ubaydillah, Lintang sudah siap di Aniaya Ubaydillah tanpa harus harus lapor polisi nantinya..


Di awali ucapan ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู (Bismillah..


ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูุจู’ู†ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannabnaassyyaithaana wa jannaabi syaithoona maarozaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


"Aaaaahhhkksss .. Sakiiit, Yaangg" seiring Doa yang Ubaydillah ucapkan maka teriakan dan tangisan Lintang menyambut doa tersebut.


Ubaydillah diam sejenak, ia membiarkan Lintang menangis setelah menggigit dada nya, dan kini ia block bibir Lintang dengan bibir nya agar suara Lintang tidak bocor kemana pun, setelah di rasa Lintang cukup tenang, maka Ubaydillah melanjutkan mabar nya dengan guncangan guncangan yang membuat Lintang dan diri nya berdebar dan menjerit tanpa menonton film horor.


Berlanjut pada doa berikut nya, di mana saat Ubaydillah mulai menabur benih pada rahim Lintang, dan sebuah kepuasan yang timbul untuk Ubaydillah.


ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู€ู€ู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู€ู€ู„ู’ ู†ูุทู’ููŽุชูŽู€ู€ู†ูŽุง ุฐูุฑู‘ ููŠู‘ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠูู‘ู€ู€ุจูŽุฉู‹


Tulisan latin: "Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyabath".


Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)


Akhir nya petualangan Ubaydillah sampai pada titik finish kemenangan, dari mabar dan naik naik ke puncak gunung nya, kini mereka berlabuh di dermaga kasih sayang ken*k*at*n sebagai pasangan suami istri seutuh nya.


Dengan Ubaydillah masih bermanjaan bersama Lintang, ia mengecup dalam kening Lintang dan beberapa tetes air mata berjatuhan membasahi pucuk dahi Lintang.


"Terimakasih Ayang Lilin" ucap nya lembut setengah berbisik


"Ya sama sama Ayang Davi" timpal Lintang.


Dan mabar mereka di tutup kembali dengan Doa sebagai penutup level ke 1, karena ternyata Ubaydillah melanjutkan mabar nya ke level-level berikut nya hingga pagi dan membuat Lintang menyerah dan membuat mereka tertidur bersama pada akhir nya.


ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ู’ู€ูŽู€ู€ุงุกู ุจูŽุดูŽู€ู€ู€ุฑู‹ุง


Tulisan latin: "Alhamdu lillaadzhii khalaqa minal maa i'basyoraa".


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air m*n*i ini menjadi manusia (keturunan).


***************


Bagi yang sudah berumah tangga semoga faham dari doa doa yang tertera di atas, biar pun tak di jelaskan secara gamblang.


Maaf Up ter lelet, ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡