
Dokter pun segera tiba dan masuk ke dalam ruangan ICU.“Maaf,,tolong Anda menunggu di luar biarkan kami memeriksanya,” pinta dokter pada Hasna saat sudah sampai di ruangan ICU dan terlihat Hasna sedang duduk di samping Afnan seraya menggenggam tangan kanan Afnan.
“Baiklah dok!,”seru Hasna.
“Nana tunggu di luar sebentar ya Byby Sayang, cepat membaik I Love you,” ucap Hasna. Afnan mengedipkan matanya perlahan seraya tersenyum,ia belum banyak bicara,nampak matanya berlinang air mata. Hasna menghapus nya memakai ibu jarinya,lalu mengecup kedua mata Afnan dan beranjak keluar ruangan.
Dokter serta suster yang memperhatikan itu, mereka saling melempar pandang dan tersenyum.
Dua puluh menit kemudian dokter keluar dari ruang ICU. “Alhamdulillah pasien sudah membaik dan sudah bisa di pindahkan ke kamar rawat inap,” ucap dokter.
“Alhamdulillah,” ucap mereka bersamaan.
“Saat ini kami sedang menyiapkan kamar, tolong di urus saja berkas berkas untuk rawat inap nya,” ucap suster menyambung pembicaraan dokter.
“Baiklah suster,tapi apakah ada kamar VVIP terbaik yang kosong sus? kalau ada,kami minta kamar yang terbaik di sini,” ucap Ubaydillah.
“Sebaik nya Bapak tanyakan saja di bagian pendaftaran pak,mari saya antar,” tawar suster tersebut.
Ubaydillah pun mengiyakan dan setelah pamit pada Abi, Umi dan yang lainnya maka Ubaydillah beserta Lintang menuju tempat pendaftaran untuk mendapatkan kamar yang ia inginkan.
Bersyukur kamar yang Ubaydillah inginkan kebetulan ada yang kosong tepat nya di lantai 5 rumah sakit tersebut.Tak tanggung-tanggung Ubaydillah meminta kamar VVIP Exsekutif. Dan hanya butuh waktu 15 menit untuk mereka menyiapkan kamar(ya begitulah uang bekerja).Afnan sudah berada di ruangan rawat inap VVIP Exsekutif rumah sakit tersebut. Bukan tanpa alasan Ubaydillah memilih ruang rawat inap VVIP Exsekutif yang harga permalam nya mencapai 3,5 juta. Tujuan utamanya adalah agar Hasna dapat menemani Afnan dengan nyaman dan tanpa harus di usir jam besuk karena untuk masuk ke ruang tersebut bebas tanpa terikat jam besuk,dan karena ada ruangan lain untuk Hasna istirahat cukup seperti di rumah. Ubaydillah ingin Afnan dan Hasna nyaman walaupun sedang berada di rumah sakit. Dan juga karena rumah sakit ini terbilang jauh dari Area ponpes maka harus tempat yang tersendiri agar mereka juga dapat menemani.
“Alhamdulillah akhirnya, A'a sadar juga!” ucap Ubaydillah,kini di ruangan tempat Afnan di rawat terlihat wajah kebahagiaan yang sumringah.
“Iya Dek,Alhamdulillah.Terimakasih ya!, A'a sudah di tempatkan di kamar ini,jadi A'a bisa dekat dengan Nana dan Twins utun,” ucap Afnan dengan nada suara yang masih parau.
“Sama- sama A, apapun akan Ana berikan untuk Kakak sebaik Anta A” ucap Ubaydillah.
pak Kyai dan Umi memilih istirahat di kamar sebelah yang masih bersatu dengan kamar itu. Devano dan Elyavira berdiri di samping Lintang.dan Lintang dari setadi bergelayut manja di lengan Ubaydillah.
“Bang Ustadz maafkan kami. Gara-gara permasalahan yang menimpa kami dan bang Ustadz yang menolong kami,malah bang Ustadz yang menjadi korban,” ucap Devano penuh penyesalan.
“Sudahlah Dev, tak usah di sesali. Semua sudah terjadi. Toh Rengga juga memang mengnincar Abang dari awal Dev, saat ini cukup Dev pertahankan rumah tangga Dev,” ujar Afnan.
“Terimakasih banyak bang atas pertolongan dan pengorbanan Abang, InshaAllah bang. Dev makin yakin dan mantap melangkah dengan El bang,dan inshaAllah nanti sore Dev serta Elya ingin ke rumah orang tua nya untuk memohon restu, agar Ayah Elya meng ikhlaskan Elya tetap bersama Dev. Semoga saja dengan bukti kejahatan Rengga,Ayah Elya luluh bang,” tutur Devano.
“Sama-sama Dev.,آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَAamiin ya Mujibassailin “Kabulkan wahai Yang Maha Mengabulkan (Allah SWT) permintaan orang-orang yang meminta/memohon/berdoa atau “Kabulkanlah doa kami, Wahai Tuhan yang menunaikan permintaan.”
“Aamiin Allahumma Aamin,” ucap mereka bersamaan.
“Yang istirahat dulu yuk,” ajak Lintang saat pembicaraan mereka telah terdengar usai.
“Iya Yang ayo!” ucap singkat Ubaydillah.Ia terlihat amat lelah.
“A,,Ana tidur dulu,A'a juga Istirahat,makan yang cukup ya agar cepat pulih” pinta Ubaydillah.
“Iya sana pasti Anta lelah Dek!,Ana sudah ada Nana di sini tak perlu khawatir ya dan Ana merasa sudah jauh lebih baik,” ucap Afnan.
“Syukur Alhamdulillah A, ya sudah Ana ke sana dulu ya,” ucap Ubaydillah.
“Iya Dek,” ucap Afnan.
"Na kita ke sofa sana dulu ya,biar A'a Dav bisa istirahat,” ujar Lintang.
“Iya Lin,gue juga mau menyuapi A'a Ustadz makan,” tukas Hasna.
Dan kini Ubaydillah sudah merebahkan tubuh nya dengan kepala ia rebahkan di pangkuan Lintang.
“Kita juga duduk di sana Bang,” ucap Devano.
“O iya Dev,” ucap Afnan.
“kami ke sana dulu ya dek Nana,” ucap Elyavira.
“Iya kak Elya,” ucap Hasna.
Devano dan Elyavira pun menuju sofa.
“Ya sayang, sedikit saja ya!,mulut byby tidak enak.
“Iya Byby sayang. Aaaaa,,ayo di buka gerbang nya Aaaa,” Hasna berkelakar dan Afnan tersipu sembari membuka mulutnya dan ia mulai makan.
“Sayang cantik sekali hari ini,tiga hari tidak bertemu koq istri Byby makin cantik yaah” puji Afnan,ia senang sekali melihat Hasna berhijab.
”Terimakasih Byby sayang, Byby juga makin tampan lihat tuh kumis lele nya sudah mulai tumbuh,Byby terlihat tambah sexy,” bisik Hasna. Afnan tambah melebarkan senyumnya.
“Terimakasih sayang,paling jago nih kalau sudah merayu Byby,” ucap Afnan.
“Hehe habis suami nya tampan sih jadi pingin merayu terus gitu,dan tentunya karena Allah ya By . Kalau tidak terus di rayu takut nanti suami nya cari rayauan dan pangkuan yang lain,” ujar Hasna mengekeh.
“InshaAllah tidak sayang!, orang Istri nya sudah cantik begini, untuk apa cari pangkuan yang lain.Satu saja tidak juga habis,” ucap Afnan bergurau.
“Iiikkhh Byby masih sempat bercanda nih, tidak tahu khawatir nya Nana hari kemarin ya?” ucap Hasna.
“Maaf sayang,Byby sudah membuat sayang khawatir,” ujar Afnan, terlihat kesenduan dari mata Afnan.
“Iya By, mungkin memang harus seperti ini jalan nya, sebagai syok therapi untuk Nana By, agar Nana lebih baik dan lebih bersyukur lagi dalam menjalankan hidup ini,” ucap Hasna.
“Heee,,iya sayang!” tukas Afnan.
“Niih satu suapan lagi By,,,Aaaaa,” dan Afnan pun akhirnya berhasil menghabiskan satu mangkuk kecil bubur.
“By,” panggil Hasna lirih.
”Ya sayang,” jawab Afnan lembut.
“Mmmm, inshaAllah Nana akan berhijab untuk setiap harinya mulai saat ini By,dan itu janji Nana karena Allah saat Byby siuman tadi,” ucap Hasna mantap,menatap Afnan penuh binar kebahagiaan.
“MasyaAllah sayang sungguh?, Alhamdulillah. Sini sayang Byby ingin memeluk sayang,” ucap Afnan,mengajak Hasna naik ke tempat tidur nya.
“InshaAllah Nana sungguh-sungguh By,dan Nana tahu diam-diam Byby mengharapkan Nana hijrah kan?” tanya Hasna lirih,saat ia sudah berada di dalam dekapan Afnan pada lekukan tubuh Afnan bagian kiri di antara selang infusan yang masih menempel pada tangan nya. lengan sebelah kanan Afnan penuh dengan perban dan saat ini Afnan bertelanjang dada, karena susah untuk memasukan pakaian,dan kini hanya berbalut selimut. Saat di ruang ICU ia di pakaikan rompi yang di ikat. Namun untuk di ruang rawat inap ini tidak ada rompi seperti itu.
“Hehe,ya seperti itulah. Maaf sayang Byby mempunyai keinginan yang sudah berpaling dari cara berfikir sayang,” ucap Afnan seraya mengecupi kening Hasna.
“Tidak mengapa By, bersyukur keinginan mulia Byby saat ini di qobul oleh Allah Ta'ala,” ucap Hasna.
“Hmmm,, Alhamdulillah hirrobal A'laamiin,Byby mengantuk sayang!” ucap Afnan.
“Ya sudah bobo saja By, mungkin itu pengaruh obat,Nana akan tetapi di samping Byby hingga Byby bangun nanti,” ucap Hasna dan mengecup pipi Afnan dalam.
“Terimakasih,o ya katakan pada Twins utun Biyya bobo dulu,maaf belum sempat mengelus mereka,” ucap Afnan.
“Iya By, mereka akan mengerti. Sudah bobo ya!” Hasna mengelus lembut dada Afnan hingga Afnan kembali tertidur.
--------
Tiga hari kemudian,,
Afnan sudah berada di rumah utama ponpes ,setelah pihak rumah sakit mengizinkan nya pulang karena kondisi nya sudah membaik.
Kini Umi menyambut kepulangan Afnan dengan makan bersama secara sederhana. Tangan kanan Afnan menggunakan arm Sling penyangga tangan agar tidak banyak bergerak agar luka Afnan cepat sembuh.
“A'a ma'em yang banyak agar cepat pulih,” ucap Umi.
“Iya Umi Terimakasih,” ucap Afnan.
Hasna sibuk meladeni Afnan, menyuapi makan,memberi minum, me ngelap sisa sia makanan di mulut Afnan ,Afnan masih belum dapat bebas menggerakkan tangan kanan nya. dan Hasna melakukan itu dengan senang hati serta ikhlas sebagai bakti istri pada suami nya.
***********
Terimakasih banyak sudah membaca, siap Up 5000 kata Episode spesial yang ke 200.
Mohon Do'a, semoga di lancarkan dan di mudahkan ya ,Aamin Yra.