Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 196. A Bertahanlah.


Doorr,,,,


Doorr,,,


Terdengar tiga kali tembakan.Dengan satu orang Rengga terkapar,ia mencoba menembak polisi.Namun meleset.


Satu tembakan lagi berhasil merobek seragam kebesaran polisi di bagian dada, beruntung polisi itu memakai rompi anti peluru.


maka kekacauan pun terjadi di depan pintu masuk,saling baku hantam antara polisi dan anak buah Rengga.


Dan dengan satu bidikan polisi dari arah pagar,sebutir timah panas bersarang di betis orang nya Rengga,ia terkapar di lintai.


Polisi mendobrak paksa pintu utama,dan dengan kekuatan penuh oleh beberapa polisi maka pintu pun terbuka.


Di halaman belakang vila Rengga.Afnan, Ubaydillah,dan polisi Imron sedang mengintai mencari keberadaan Rengga, terdengar gelak tawa laki laki dan perempuan dari dalam seberang kolam renang, beberapa perempuan bertubuh sexy memakai bikini sedang asik melayani para lelaki yang bertubuh tambun dan agak botak di samping kolam. alunan musik sayup sayup dari lantai dua pun mengiang di telinga mereka bertiga.


“Astagfirullah,, Ya Allah Ampuni hamba siang siang lihat pameran bikini ,” ucap Ubaydillah.


“Astagfirullah ya Allah ampuni Hamba pula,” gumam Afnan.


“Hehmmm dari zaman jahiliyah Sampai zaman Amaliyah Antuma tuh pasti gemetar kalau lihat perempuan berbikini” Imron berbisik pada Afnan dan Ubaydillah.


“Horor!!!!!”ucap Ubaydillah.


“Lebih horor dari nyi Kunti” ucap Afnan. Membuat polisi Imron mengekeh.


“Nana maafkan mata Byby, sudah selingkuh dari tubuhmu,ya habis bagaimana nih masa jalan nya harus menutup mata?” gumam Afnan.


“Iya Ayang Lilin maafkan A'a Dav juga, Mubazir juga kalau di cuekin hihi. Astagfirullah Al adzim,” gumam Ubaydillah.


“khhmmmffff, Astagfirullah kalian tuh biasa ya kalau sedang genting pasti ada saja kekocakan nya dari dulu,” ucap polisi Imron menahan tawa sedikit frustasi, berbicara setengah berbisik dan bersandar pada dinding, mengacak rambut nya dengan tetap menyeringai bak kuda poni.


“Ini foto kakak nya Furqon.Nama nya Nandia!” ucap Afnan memberikan ponselnya pada Ubaydillah dan polisi Imron.


“Perhatikan wajah nya dengan jelas!,seperti nya ia di sekap di lantai atas” ucap Afnan.


“Oke,sudah!” ucap Ubaydillah dan polisi Imron.


Sebelum Afnan masuk ke vila,Furqon mengirim foto kakak nya terlebih dahulu. Kini Furqon menunggu di mobil beserta Devano,pak Mahli dan Nirwan.


Afnan tidak mengizinkan mereka ikut serta ke dalam vila, mereka di tugaskan Afnan menghubungi ketua RT setempat dan mengumpulkan warga sekitar untuk membantu mereka,memang vila milik Rengga agak jauh dari rumah warga sekitar.


“Jangan bergerak!!!” terdengar perintah polisi dari dalam.


Terdengar suara riuh dari dalam dan polisi pun sudah sampai di kolam renang serta mengamankan para perempuan sexy dan para cowok hidung belang tersebut.


Polisi Imron berbicara pada rekan nya melalui earphone yang terpasang pada telinga nya.


“Amankan jalan mohon izin masuk, sepertinya ada sandra di lantai atas.”


“situasi Aman!” jawab polisi rekan nya Imron.


“Masuk!” ucap Imron,kini wajah garang nya muncul.Ia siapkan pistol di tangan nya.


“Maju!!!” ajak Afnan.Dan kini mereka bertiga menyelinap masuk melalui samping kolam renang yang menuju tangga ke lantai atas.


Buk,,whuzzz!! sebuah serangan menghantam angin saat seorang laki-laki ber perawakan tinggi hendak membogem Ubaydillah, dan Afnan menarik nya.


Bughh, brugg,,dua kali tendang di dada dan perut orang itu tumbang.


whuzz,,whuzz,,pow,,buk,,buk,,brugh,,


satu orang lagi yang agak pendek menyerang Ubaydillah. Dengan tendangan memutar dua kali bertubi di dada dan perut, akhir nya orang itu tersungkur.


Polisi Imron berdiri di tangga masih dengan pistol ia acungkan di tangan kanan nya dengan tetap siaga. Afnan beserta Ubaydillah pun sebetulnya masing masing membawa pistol untuk keadaan terdesak.Pistol jenis G2 Premium yang masih nangkring di Holster nya dan mereka sembunyikan di balik jaket kulit yang mereka kenakan. Pistol ini terbatas hanya untuk anggota TNI Polri. Namun untuk masyarakat sipil dapat memiliki dan membeli nya dengan kisaran harga 40 jutaan dan untuk memiliki benda itu setidaknya harus bergabung dengan Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia) untuk jadi anggota dan mendapatkan sertifikasi penggunaan senjata api. Afnan telah bergabung berkat bantuan dari polisi Imron dengan alasan keamanan diri sendiri.Polisi Imron membantu mereka karena ia tahu siapa Afnan dan Ubaydillah.


Terlihat di ruangan itu berserakan,meja judi,miras alat-alat judi dll nya.


“Oooh di sini rupanya mereka bersenang-senang!” seru polisi Imron menyunggingkan bibir nya.


“Aman!” gerakan bibir Ubaydillah. Ia berkode dengan jari telunjuk dan ibu jari di takutkan berbentuk melingkar.


Dengan cepat mereka naik ke lantai atas.Kini mereka sudah berada di lantai atas.Keadaan sepi karena para manusia manusia dzolim itu telah di gelandang polisi.


polisi Imron lagi-lagi memanggil rekan nya melalui earphone di telinga nya. Tak berapa lama 5 orang polisi sampai di lantai atas. ”Lapor Dan di lantai bawah clear.TO lihai belum tertangkap!” lapor polisi itu pada polisi Imron.


“Tolong di buka pintu kamar itu!” perintah Imron. Pintu kamar pun di buka paksa dan beberapa orang perempuan berada di dalam kamar tersebut sebagai sandra salah satunya Kaka nya Furqon. Dan polisi pun membawa mereka turun.


“Itu Rengga!” Afnan berteriak saat ia melihat sosok mirip Rengga yang ia lihat lewat foto.


“Iya A dia menuju kolam lewat tangga putar,” ucap Ubaydillah.


Terlihat Rengga dengan beberapa orang keluar dari persembunyiannya melewati tangga putar menuju kolam renang lantai bawah.


“kejar Dek!” seru Afnan. Ubaydillah dan Afnan pun berlari mengejar mereka.


Imron beserta 2 orang polisi lain nya menyusul dari belakang.


“Hai tunggu!” terak Afnan dari kejauhan.Saat mereka telah sampai di lantai yang sama dengan Rengga, dan orang nya dekat kolam renang. Rengga sudah dekat gudang menuju arah keluar,jalan yang berlawanan dengan para polisi.



“Waauuw tamu terhormat tanpa di undang mengantarkan nyawa nya sendiri nih,” ucap Rengga yang menghentikan langkah kakinya. Prok prok prok tepung tangan dari Rengga. dan dengan santai ia bersandar pada dinding.( tap pan bentar ,,waaoow Author ngiler lihat si Rengga🤤🤤,babang Rengga sama Eikye aja yuk daripada jadi Raja judi mending kita jualan Es campur,mak mak pasti antri terdepan tuh🤭🤪✌️😆😆)


“Ooo jadi ini sosok orang pengecut yang berani nya main belakang buat memfitnah orang lain” ucap Afnan Lantang.


“Lebih baik kalian menyerah.Kalian sudah di kepung!” seru Ubaydillah.


“Ahhahahaha,,, tak semudah itu kalian melumpuhkan Rengga Adipati!.Cukup hanya kakak gue,Ringgo b*doh yang dapat kalian tangkap dan kalian bukan hanya memenjarakan nya tapi kalian sudah berhasil membunuh dia!” tawa Rengga membuat bulu perbuluan berhamburan terkejut.


“Ow Jadi anda adalah adik dari Ringgo Adipati?” teriak Afnan tak kalah garang.


Ringgo tiada karena ulahnya,yang mengkonsumsi mor*in berlebihan hingga OD. Bukan karena siapapun!” seru Afnan.


Dan setelah isyarat yang Rengga beri,maka orang Rengga yang berjumlah tujuh orang itu mulai maju.


Dan Ubaydillah serta Afnan mulai bahu membahu meladeni mereka.


Pakh,,,bugh ,,whuzzz ,,jdag,,whuzz,whuzz.


Bugh,salah satu orang Rengga jatuh tersungkur di tangan Afnan,dan awww brughhh,satu orang lagi tersungkur di tangan Ubaydillah.


setelah 4 orang tersungkur akibat bogeman Afnan dan Ubaydillah,dan tiga orang di tangan polisi Imron serta rekan nya,kini ke 7 orang itu sudah di amankan polisi ke mobil polisi.Warga sudah berkerumun di depan Vila.


Devano dan yang lain nya sedang berharap harap cemas menantikan Ubaydillah dan Afnan yang tak kunjung jua keluar dari vila.


Di dalam vila halaman belakang,,,


“Kurang ajar kalian!” Rengga merasa geram lalu menyerang Afnan dan Ubaydillah.


pakh,,whuzz,bugh,bugh ,whuzz ,,whuzz (anggap suara perkelahian 🙈).


“Menyerahlah Rengga Adipati,Anda sudah kami kepung!” teriak polisi Imron.ia menunjuk Rengga dengan tegas.



“Rengga Menyerahlah!”


“Ia Rengga stop,tolong menyerahlah baik baik!” ucap Afnan.


“Heh,tidak semudah itu,”cibir Rengga. ia mengeluarkan pisau dari balik saku celana nya.


Rengga mulai memainkan pisau itu ia tak peduli pada peringatan polisi Imron, Rengga mulai menyerang Afnan dan Ubaydillah.


whuzz , prak siing ,,pisau Afnan tangkis memakai gelas berr yang tergeletak dekat kolam.


“Hei Rengga berhentilah!,” ancam polisi Imron kembali.Lalu ia mengacungkan pistol nya membidik Rengga karena ia lihat Ubaydillah dan Afnan mulai kewalahan.


“Awas Dek!!!” tiba tiba saja Afnan mendorong Ubaydillah saat ia lihat pisau mengarah pada jantung Ubaydillah


Jresshh,,Srekkhh,pisau menggores menusuk di tarik dan dengan cepat kembali menggores lengan kanan atas Afnan yang tidak tertutup jaket karena tersibak saat mendorong Ubaydillah.


“Awshh ,,Allahuakbar” Afnan meringis dan menyebut nama Allah dengan lantang,


Dorr,,satu bidikan Imron mengenai bahu kanan Rengga dan Trang,, pisau pun tejatuh ke lantai.Rengga memegangi bahunya dengan tangan kirinya, ia jatuh berlutut menahan sakit.darah segar mulai mengalir dari bekas bidikan Imron.


“Astagfirullah Aaa,,”teriak Ubaydillah saat melihat Afnan terluka,lalu ia menghampiri nya.“A,,bertahan ya.Dedek akan membawa A'a ke rumah sakit,”ucap Ubaydillah,dan ia melihat Afnan terlihat senyum walaupun sekilas,bibir Afnan mulai pucat.darah segar yang membasahi T-shirt putih Afnan terlihat makin memerah,dan Ubaydillah segera membuka jaket dan ia buka T-shirt putih nya untuk menahan darah yang masih keluar dari lengan Afnan. Ubaydillah segara memasang Holster pistolnya pada tubuh nya dan ia kenakan kembali jaket nya tanpa ia kancingkan,dan Ubaydillah tak peduli dengan kedaan dada nya yang terlihat.


“Borgol dia dan bawa ke rumah sakit!” ucap Imron pada rekannya agar membawa Rengga yang sudah bersimpuh dan bersimbah darah. Dan Rengga pun segara di amankan.


”Ayo kita ke rumah sakit Ustadz,” ajak polisi Imron dan mereka memapah Afnan ke luar vila,terlihat kerumunan warga serta para wartawan mengerumuni tempat itu.


“Apa yang terjadi pak, ceritakan lah?” ucap salah satu wartawan.


“Tolong beri jalan, biarkan kami menolong rekan kami terlebih dahulu baru nanti kita adakan sesi wawancara” ucap polisi Imron.


Dengan segera Afnan di bawa masuk ke dalam mobil.


“Den Ustadz kenapa ini?” tanya pak Mahli saat Afnan sudah berada dalam mobil.


“Tertusuk pak ,ayo cepat ke rumah sakit!, darah nya makin banyak ini,” pinta Ubaydillah.


“Ba,,,baik Den,” timpal pak Mahli.Lalu ia tancap gas dengan kecepatan yang ia bisa, segera membawa Afan ke rumah sakit.


“Bang koq bisa sampai luka begini?” tanya Devano. terlihat kepiluan dari tatapan nya.


Afnan hanya tersenyum,dalam hatinya tak lepas ber doa dan ber dzikir.


بِسم الله تربة أَرْضنَا بريقة بَعْضنَا يشفى سقيمنا بِإِذن رَبنَا


Bismillah turbata ardhinaa bi riiqoti ba’dhinaa yusyfaa saqiimunaa bi idzni robbinaa.


Dengan menyebut nama Allah, dengan debu tanah kami, melalui ludah sebagian kami, disembuhkan sakit kami dengan izin Tuhan kami.


Doa ini berdasarkan hadist riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah.


“Dek tolong jaga Nana!” bisik Afnan pada Ubaydillah yang sedang merangkul nya.Mata Afnan terlihat nanar.


“A bertahanlah,, A'a pasti kuat!” -Ubaydillah.


“Bang ayo bertahan bang!” -Devano.


“Ustadz bertahanlah” - Nirwan dan Furqon.


“Dek jaga Umi, Nana dan twins Utun. Auggh,,


Astagfirullah,,


Allahuakbar,,


Laa"ilahaillalah” ucap Afnan pelan,dan seiring dengan kalimah Allah matanya tertutup.kini Afnan tak sadarkan diri.


“A,,A'a,, Astagfirullah,, Innalillahi” panggil Ubaydillah.


“Bang ,bang Ustadz sadar bang!” -Devano.


Terdengar kepiluan dari mereka.Memanggil nama Afnan.


“Ustadz,, Ustadz,,sadar Ustadzz,,” -Furqon dan Nirwan.


“Pak,cari fasilitas kesehatan terdekat,” teriak Ubaydillah pada pak Mahli.


*********


huffss maaf ya tidak memuaskan,tapi lumayan loh 1800 kata lebih,kalau gak caya hitung saja,🤭, tidak like,tidak komen,dan rate tak apalah.yang penting baca sampai tuntas🙏😍. terimakasih para Readers ku yang budiman.