Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 185. Umi tenang ya


Beberapa hari kemudian....


Siang itu gerbang pesantren penuh sesak warga dan wartawan dari pihak media cetak maupun Online,tujuan nya adalah memburu kebenaran perihal foto serta Vidio Devano ,Vidio dan foto nya ternyata sudah naik ke media, dan tersebar sejak Devano menikahi Elyavira, entah siapa pelakunya.


Dan judul yang terbit pada media adalah: "Di sembunyikan nya sang pezina oleh pemimpin ponpes Hubbul wathan”


“Astagfirullah Al adzim..maaf saudara saudara ini ada perlu apa ramai ramai mencari pengurus ponpes ini?” tanya security ponpes.


“kami ingin bertemu pengurus sekaligus pemilik ponpes ini, jangan kalian sembunyikan ya,ponpes ini ternyata telah melindungi pezina ,dan kami khawatir akan membawa pengaruh buruk pada santri dan anak anak muda yang lain nya sekitaran sini.” ucap salah satu warga.


“Kami wartawan pak dari media Terbit pagi,dan hanya ingin mengorek kebenaran tentang berita perzinahan di ponpes ini” ucap salah satu wartawan.


“Tolong saudara saudara tenang dan jangan bertindak anarkis,baiklah saya akan memberitahukan Rama Ajengan (pak Kyai) terlebih dahulu” pinta sang scurity.


lalu ia bergegas ke rumah utama ponpes dengan gerbang ia tutup dan kunci, khawatir akan terjadi hal yang tidak di inginkan,kini security itupun sampai di rumah utama. setelah berucap salam ,ia lihat Umi yang membukakan pintu.


“Assalamua'laikum” ucapan dari sang security.


“wa'alaikumsalam” jawab Umi.


“Loh ada apa pak, seperti nya ada hal penting?” tanya Umi.


“I...Iiya Umi Nyai,mohon izin bertemu Rama Ajengan,saya di minta para warga dan wartawan agar Rama Ajengan menghadap mereka” ucap security.


“Astagfirrulaah Al adziim,memang ada permasalahan apa pak,koq ada wartawan?” tanya Umi dan ia meras terkejut mendengar kata wartawan.


“Anu Umi Nyai, katanya masalah perzinahan atau apa saya juga kurang mengerti Umi Nyai” tutur scurity.


”SubhannAllah, Astagfirrulaah,cobaan apalagi ini ya Allah” gumam Umi ,ia menutup mulut nya dengan sebelah tangan tanda terkejut.


“Umi ..Umi nyai baik baik saja?” tanya security itu ketika ia menangkap gelagat Umi yang sedikit tersentak.


“InshaAllah pak saya baik saja,namun Rama sedang istirahat selepas Dzuhur tadi ,jika begitu bapak lebih dahulu kembali ke gerbang,tolong di urus saja pak keadaan di gerbang, jika bapak merasa kewalahan mengurus nya seorang diri,kerahkan para pembimbing dari pihak santri putra pak, usahakan cegah para santri keluar dari Asrama, nanti Saya dan Rama menyusul ,saya harus membangunkan nya terlebih dahulu” tutur Umi.


memang ba'da Dzuhur biasa nya para santri akan tidak terlihat beraktivitas karena mereka di beri waktu istirahat hingga pukul dua siang ,maka segala aktivitas akan kembali berlangsung di bidang nya masing masing setelah pukul 2 siang hingga pukul 11 malam,kecuali aktivitas di luar ruangan seperti panahan,berkuda ,bimbingan tadabur alam , Pramuka,dll nya maka akan berakhir menjelang Maghrib.


”Baik Umi Nyai, saya permisi kembali ke gerbang, Assalamua'laikum” pamit pak security.


“wa'alaikumsalam” sahut Umi.


Umi pun berlalu masuk ke dalam rumah untuk membangunkan pak Kyai.


“Abi , Assalamua'laikum” ucap nya dari ambang pintu,Umi menghampiri Abi yang sedang terlelap.


“Abi..Abi..tolong bangun Bi!”


“Bi...bangun Bi” Umi mengelus pipi pak Kyai lembut , seraya memanggil pak Kyia lirih dalam membangun kan nya.


“Hmmm.. Astagfirullah,Ya Allah” gumam Abi sembari membuka matanya perlahan,lalu ia duduk dan mengucapkan doa bangun tidur.


“Umi ,ada apa?” tanya Abi pelan.


Lalu umi duduk di samping pak Kyia,dan Umi menggenggang kedua tangan pak Kyai.Abi mengerti ada sesuatu hal tidak main main yang akan di sampaikan Umi,maka dari itu Abi harus mempersiapkan diri.


Abi menatap Umi,lalu mengangguk pelan seraya tersenyum,menandakan ia sudah siap mendengar dan menerima hal atau kabar baik suka maupun duka.


“Bi tadi pak security ke sini,menurut nya di gerbang ponpes penuh wartawan serta warga dan mereka sedang mencari Abi, seperti nya ada kaitannya dengan prihal insiden Devano dan neng Elya” ucap Umi lirih.


“Astagfirullah Al adziim, A'a dengan Utun dan anak mantu kita di mana Mi?” tanya Abi.


“A'a dengan Untun pergi ke Hotel,seperti nya ada kegiatan untuk malam nanti Bi,dan Nana ,Lintang dan Angela ikut serta, mungkin mereka akan menginap di Hotel atau pulang ke rumah kecil Bi ,sebab malam ini ada acara perpisahan sekolah Nana di hotel, jadi Umi melarang Nana pulang malam ke sini Bi ,kan tidak baik untuk wanita hamil malam malam berada lama di jalan” tutur Umi.


“Alhamdulillah...Abi harus menemui mereka,dan tolong telepon A'a, tanyakan Devano dan Neng Elya berada di mana saat ini,jika situsi tidak memungkinkan larang Devano dan Neng Elya pulang ke ponpes untuk sementara,biar Abi yang menghandle warga dan wartawan, Abi akan membuat kesepakatan bersama mereka mencari jalan tengah agar konflik ini tidak berlarut-larut” tutur pak Kyai.


“Baiklah Abi, Umi temani Abi menemui mereka” ucap Umi lirih.


“Umi di sini saja , biarlah hanya Abi yang menemui mereka, inshaAllah Abi tidak sendirian Mi,akan ada pengurus dan staf pesantren lain nya,yang akan mendampingi Abi.” ucap Abi menenangkan Umi.


“Tapi Bi..” ucap Umi ,terlihat kecemasan dari wajah nya.


“Umiiii...” ucap pak Kyai,seraya menarik tubuh umi lembut dan lalu ia memeluk nya ,memberikan ketenangan dari pelukan nya.


“Umi tenang ya, inshaAllah tidak akan terjadi apapun,Abi kan sudah sering menghadapi warga dan wartawan sebelum nya, saat kejadian A'a di fitnah memp*rkosa cleo malah itu lebih buruk kan kejadian nya.” Abi melekat kan Erat Pelukan nya pada Umi.


Umi terisak di pelukan pak Kyia,lalu ia melepaskan diri dari pelukan pak Kyai,


“Hmmm..maaf Abi ,Umi lupa hehe, terimakasih Abi yang selalu dapat menguatkan Umi,mari Umi bantu berpakaian” Ucap Umi ,lalu ia membantu pak Kyia mengenakan jubah nya ,melilitkan kain Sorban yang ia bentangkan pada bahu pak Kyai, lalu ia tarik ujung nya menjuntai ke depan dada pak Kyai,tak tertinggal Umi bubuhkan peci di kepala pak Kyai,lalu ia sodorkan sandal pada kaki pak Kyai,dan pak kyai mengenakan nya.


kini pak Kyai nampak Gagah dan berkharismatik dengan pakaian kebesaran nya.


”Terimakasih Umi” ucap pak Kyai seraya mengecup kening bagian atas Umi.


“sama sama Bi, pergilah..Doa Umi akan menyertai” ucap Umi lembut ,ia peluk satu kali lagi pak Kyai,lalu ia kecup pipi pak Kyai, setelah ritual berpamitan ala pak Kyai selesai, tak lupa pak Kyai mengambi Wudhu sebelum ia keluar dan ia mengerjakan sholat Sunnah setelah berwudhu sebanyak 2 rakaat.(Maaf tidak saya perjelas di bab ini, InshaAllah akan saya tulis tentang sholat 2 rakaat setelah berwudhu di bab lain nya , terimakasih.)


Pak Kyai selalu menjaga wudhunya ,setiap batal berwudhu maka ia akan kembali berwudhu,tujuan nya selain mengikuti Sunnah Rossul juga agar ia selalu dalam keadaan bersuci dari hadast ,jadi ia tidak akan terhalangi saat akan memegang mushaf, maka bisa langsung membaca. Kala ingin laksanakan shalat sunnah, maka dengan mudah pula bisa melakukannya. Inilah yang didapat dari orang yang selalu menjaga wudhu dan di anjurkan sholat dua Rakaat setelah berwudhu.


Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata:


يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِى إِلَى الْجَنَّةِ مَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَطُّ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى


“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”


Bilal menjawab:


يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ


“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)


Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.


Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh, hal. 20).


Semoga kita dimudahkan dalam menjaga wudhu. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.


 Dengan mengucap BISMILLAH secara Ikhlas dan lapang hati ,ia langkah kan kaki kanan nya ,maka pak Kyai pun bergegas menemui wartawan serta warga yang telah berkerumun.


seraya berdoa ,doa ketika menghadapi masalah dan berharap dapat menyelesaikannya dengan mudah, yaitu:


اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي


Latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dun-yaa wal aakhirah. allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fi diini wa dunyaa-ya wa ahlii wa maalii. allahummas-tur ‘au-raatii wa aamin rau-’aatii. allahummah-fadz-nii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yami inii wa ‘an syimaalii wa min fauqii. wa a-’uudzu bi ‘adzmatika an-ughtaala min tahtii.


Artinya: "Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku."(HR. Ahmad 4785, Abu Daud 5074, Ibn Majah 3871).


Keterangan:


-Auratku: mencakup aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang lain.


-Dihancurkan dari bawahku: dihancurkan sementara aku lengah. Bisa dengan tenggelam atau di telan bumi.


Keutamaan:


Ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan doa ini,


Dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca wirid ini ketika pagi dan sore, dan beliau tidak pernah meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia: “Allahumma inni as-alukal ‘afwa…dst.” (HR. Ahmad 4785, Abu Daud 5074, Ibn Majah 3871, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).


Dari Abbas bin Abdul Muthallib, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Ya Rasulullah, ajarilah aku do’a yang harus aku panjatkan kepada Allah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, mintalah al afiyah (terbebas dari masalah) kepada Allah.” Kemudian, setelah tiga hari, Abbas datang lagi dan mengatakan: Ya Rasulullah, ajarilah aku do’a yang harus aku panjatkan kepada Allah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, wahai pamanku, mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad dan dishahihkan Al Albani)


Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, bahwasanya ada seorang yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya: Ya Rasulullah, do’a apa yang paling afdhal? Beliau menjawab: “Mintalah kepada Allah al-afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” Kemudian besoknya dia datang lagi dan bertanya: “Wahai Nabi Allah, do’a apa yang paling afdhal? Beliau menjawab: “Mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat. Karena jika engkau diberi al-afiyah di dunia dan akhirat berarti kamu beruntung.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad dan dishahihkan Al Albani)


Pak Kyai merutinkan doa ini setiap pagi dan sore,dan Sudah seharusnya yang sedang terjadi itu dihadapi, bukan untuk dihindari. Kemudian sebagai seorang Muslim, semua masalah harus dihadapi dengan keimanan serta ketakwaan. “Tidak ada kesusahan dan kesulitan jika Allah bersama kita”


di Hotel milik Afnan .....


Afnan berkali kali menghela nafas,ia tak dapat Fokus dan konsentrasi pada pekerjaan nya,Ubaydillah baru saja masuk ke ruangan Afnan,setelah sebelumnya memeriksa pekerjaan pendesain dekorasi di Ballroom hotel untuk acara nanti malam prom night atau perpisahan dari pihak sekolah Hasna.


“Assalamua'laikum A” sapa Ubaydillah.


“Wa'alaikumsalam,Dek!” jawab Afnan.


”Bagaimana Dek sudah rapi?” tanya nya.


“ baru 85% A, inshaAllah sebelum Magrib sudah rampung” jawab Ubaydillah.


Ubaydillah melihat Afnan tak bersemangat,“A..ada masalah?” tanya Ubaydillah penuh selidik.


“Heehhhmmm..Anta memang selalu peka terhadap Ana Dek” ucap nya menghela nafas.


“berarti ia?” tanya Ubaydillah kembali.


“Humm..ya,Ana sedang merasa jika Nana menyembunyikan sesuatu dari Ana” ucap Afnan.


“Sesuatu apa itu A?” Ubaydillah makin penasaran.


“Foto, Seorang anak laki laki menggendong anak kecil mirip bayi ,dan A'a juga tak melihat secara jelas, karena foto yang A'a rebut,malah di rebut balik lalu di umpetin dan setiap kali A'a intip Nana sedang memandangi fto itu,Nana selalu senyam senyum sendiri” tutur Afnan.


“dan kamu tahu Dek,saat A'a tanya itu foto siapa,Nana berkata itu laki laki yang pernah menyentuh nya, tolong A'a Dek.. A'a galau” ucap Afnan.


“Hihi.. sudah dapat di pastikan A'a bro cemburu” ucap Ubaydillah tertawa.


“Masa sih Dek ini rasa cemburu?!” ucap Afnan tak yakin.


“Ahahh A'a cemburu itu,oke A nanti Ana bantu menyelidiki nya,siapa laki laki dalam foto itu,Ana akan membuat team Investigasi dan Detektif terlebih dahulu” ucap Ubaydillah.


“haduuuh otak Anta Dek, ada ada saja,tapi Ana masih belum yakin ini rasa CEMBURU!”


***********


Terimakasih sudah membaca,tolong ingatan jika saya melakukan kesalahan 🙏😻, jangan lupa vote ,like,komen dan mampir ya ke “Cantik,Tapi Tomboy!”