Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 140. Byby genit


Sebelum waktu maghrib tiba, tamu sudah mulai lengang.


"Sayang pulang yuk, memang mau kalah starts malam pertama ya sama utun berjenggot" , bisik Afnan pada Hasna


"iiissshhh byby apa sih malam pertama , malam kesekian kali by, heee" , ucap Hasna kembali berbisik


"Tapi bagi byby masih saja terasa malam pertama" Afnan masih berbisik di telinga Hasna ketika mereka sama sama memakan buah dan duduk di sofa yang agak jauh dari kerumunan.


"Byby genit, tambah mesum lagi hehe" ucap Hasna


Ubaydillah dan Lintang masih sibuk menyalami tamu yang mengucapakan selamat pada mereka.


Pak penghulu yang dari tadi ikut jamuan Makan, kini ia pun pamit, sebelum pamit pak penghulu memberi selamat serta membacakan doa untuk si pengantin baru.


"Maaf tadi bapak belum memberi selamat pada kalian" ucap pak penghulu.


بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْكَمُاَ فِيْ خَيْرٍ


Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir.


Artinya: “Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majjah).


Terimakasih pak atas doa nya, ucap Ubaydillah.


Pukul 5 : 00 sore semua tamu sudah pulang, kini tinggalah keluarga inti saja, Rombongan pak Kyai berpamitan pulang ke rumah singgah.


"Kami pamit pak Fendri" ucap pak kyai


"Loh menginap di sini saja pak Kyai" , tawar papi Lintang


"Iya Umi, menginap di sini saja toh," mami Lintang ikut menawarkan.


"Terimakasih banyak kami pulang dulu ke rumah singgah, besok siang kami kembali untuk membiarkan walimatul Urs " ucap pak kyai


"Iya ibu terimakasih banyak, tapi kami harus kembali ke rumah singgah" ucap Umi.


"Yaaaahh, hmm baiklah, besok siang kami tinggu, pintu rumah ini selalu terbuka lebar " terdengar nada penyesalan dari mami Lintang.


"Ya sudah Bapak, Ibu kita pergi dulu, titip anak kami ya, jika Nakal sentil saja, hehe" ucap pak kyai terkekeh.


"Waaah mana mungkin di sentil , menantu idaman gini sih harus di sayang hehe" ucap papi Lintang.


Mereka serempak terkekeh pada akhir nya.


"Lin, gue pulang ya, ayo gue serahkan elo ke kak ubay" ucap Hasna pada Lintang


"Terimakasih ya Na, lo sudah hadir di nikahan gue, iihh seneng nyaa sahabat gue akhir nya kembali, jaga nih calon keponakan gue ya" ucap Lintang seraya memeluk Hasna.


Di sudut lain Ubaydillah tak lepas dari pelukan Afnan, ia serasa ingin di tinggal jauh oleh Afnan, bagaimana pun sehari hari ia selalu bersama Afnan dan kini harus terpisah Karena pernikahan.


"A maafin dedek ya, dedek sudah terbagi saat ini" ucap Ubaydillah


"Hee, dek tidak mengapa A'a senang kamu sudah menikah, memang nya kamu akan selalu jadi obat nyamuk buat kita (dia dan Hasna) " ucap Afnan.


"Hehe ya tidak" ucap Ubaydillah.


Tak lama Hasna menghampiri mereka..


"Kak ubay, nih Lintang nya sudah Halal, silahkan di ambil dan di bawa" ucap Hasna menyatukan tangan Lintang dan Ubaydillah, lalu meraih tangan Afnan dan ia menautkan jarinya pada jari Afnan.


"Terimakasih dek Nana" ucap Ubaydillah.


"Ya sudah kita pamit dek, kamu jangan nakal di sini, atau kalau nakal kamu di buang oleh pak Fendri ke atalantik hehe" canda Afnan


"Tidak lah A, enak saja, bapak mertua ku itu baik nya gak ketulungan tau, mana mungkin aku di buang nya hehe" Ubaydillah menimpali lalu terkekeh.


"Dek kita pamit" , ucap umi pada Ubaydillah.


"Sudah Dek, malu itu ada mertua dan istri mu"


Ucap Umi lirih sembari mengelus punggung Ubaydillah.


"Iya Umi" Ubaydillah melepaskan pelukan nya, dan menyeka air mata nya


Lalu bergantian kini ia memeluk Abi nya, ia tersedu hingga tubuh nya berguncang, " Abi terimakasih atas segalanya" ucap Ubaydillah, samar samar ia ingat saat ia di angkat dan gendong oleh Abinya ketika sedang berdiri menangis di tengah jalan malam itu, Abinya meletakan serta memeluk Ubaydillah di pangkuan nya, menyelimuti nya dengan sorban yang ia kenakan dan tak hentinya pak kyai bersholawat hingga Ubaydillah tenang dan tertidur pulas, ia ingat saat di mandikan Abinya, di ajak main, bercanda, bahkan ia sering menaiki tubuh Abinya ketika sholat, Karena Ubaydillah menganggap abinya mengajak nya bermain naik kuda dan Abinya tidak pernah marah, ia juga ingat saat ia berulah membanjiri masjid dengan Air dan sabun, namun Abi tak marah hanya berkata 'Utun hati hati nanti jatuh' dengan lembut nya, lalu ia menggendong dan membawa nya pulang.


"Sudah sudah" ucap pak kyai, walau berat Ubaydillah melepaska pelukan nya .


Semua yang melihat adegan itu merasa terharu.


Sekali lagi Ubaydillah memeluk Afnan, "Terimaksih A, Terimakasih A'a nya Ana yang terbaik," ucap nya, ia ingat segala nya, di ajari sholat, mengaji, berkuda, bela diri hingga mengendarai mobil dan motor dan lain lain nya.


"Sama sama dek, ya sudah kamu baik baik di sini, jadilah suami dan mantu yang baik" ucap Afnan.


Ubaydillah pun memeluk kedua kakak perempuan nya.


Drama pamitan pun selsai dan kini mereka sudah berada di luar rumah menuju mobil.


Afnan dan Hasna di sibukan dengan Twins Qeenan dan Queena.


"Ev şampiyonuna gidelim" (ayo pulang jagoan) ucap Afnan seraya menggendong Qeenan


Dan Afnan pun tak lupa mengajak Queena


"Eve güzel gel, teyzenin elini sar" ( ayo pulang cantik, rangkul tangan tante mu) ajak Afnan pada Queena yang terlihat manyun Karena Qeenan Afnan gendong, namun ia kembali sumringah saat ia di peluk Hasna lalau menyodorkan tangan nya untuk ia pegang.


Kini Qeenan berada di gendongan Afnan dengan tangan sebelah dan tangan sebelah nya merangkul bahu Hasna dan Queena bergelayut manja di lengan nya Hasna.


Kini Hasna dan Afnan telah berada di kamar Hasna.


"Eee mau kemana," tarik Afnan pada tangan Hasna saat Hasna hendak meninggal kan nya ke kamar mandi, lalu Afnan membawa Hasna duduk di pangkuan nya.


"By sudah mau maghrib, Nana mandi dulu" ucap Hasna.


"Iya.. tapi mandi bersama ya" ucap Afnan seraya membuka hijab nya Hasna dan setelah meletakan Hijab nya Hasna di sebelah nya, ia raih resleting gaun Hasna, satu kecupan di pipi Hasna , Maka satu tarikan pendek resleting, satu kecupan di hidung Hasna, maka satu tarikan pendek resleting, begitu seterusnya tiap satu kecupan maka satu tarikan pendek resleting.


Karena menurut Hasna itu terlalu lama dan ia sudah tak sabar ingin mandi maka tanpa aba aba ia L*m*t bi*ir Afnan, dan Karena Afnan terkejut oleh ulah istrinya itu, maka resleting pun tertarik panjang, hingga terbuka lebarlah gaun Hasna dari punggung hingga ke bawah pinggang , dan itu keuntungan besar untuk Afnan, ia hanya tinggal mengait kan satu telunjuk nya pada kerah depan gaun Hasna lalu menarik nya, maka gaun bagian atas Hasna pun sudah turun dan menyisakan penutup bagian dadanya saja, saat Hasna menyadari gaun nya sudah terbuka maka ia berteriak.


"Aaaaaa... Byby.. Jangan di buka di sini Nana malu" lalu Hasna memeluk tubuh Afnan.


"Hehe, masih malu malu saja" ucap Afnan mengekeh, " Ayok mandi" ucap Afnan, " Tidak mauu, tutup dulu tubuhvm Nana" ucap Hasna


dan Afnan makin menjahili Hasna dengan menarik rok bagian bawah Hasna hingga terlepas dan hanya menyisakan hotpans nya saja.


"Aaaaaa byby Tutup pakai selimut, tolong Nana malu byyyyy" pekik Hasna dengan tubuh nya tambah merapat pada tubuh Afnan untuk menutupi bagian dada nya.


"Baru dengar byby, kalau ada orang mandi bawa selimut" ucap Afnan masih meledek Hasna.


"Iiihh byby maksud nya tutup dulu gitu" ucap Hasna...


"Ya sudah ayo mandi apalagi yang mau di tutupi, sudah polos semua ya tinggal mandi iya kan? " tanya Adam


"Ya iyaa sih by, ya sudah kalau begitu byby juga buka baju" ucap Hasna sembari mempreteli pakain Afnan satu persatu,


"Waaaoo dengan senang hati, sok, mangga, silahkan" Afnan bersikap pasrah kegirangan, menanti pakaian nya di lucuti Hasana.


hingga kini mereka kembaran, sama sama menyisakan pakaian dalam saja


Lalu Afnan menggendong Hasna ke kamar mandi, dan merakapun mandi berama sore itu.


************


📝📝📝🆙🆙🆙🆙 Besok yaaa 👌😍