
Se... Se.. Sedaaang...” Ubaydillah gugup tak dapat menjawab pertanyaan Lintang dengan lantang , Karena Ia baru menyadari bahwa ia telah membuat Lintang terkejut karena kehadiran nya yang taba tiba saja.
"Kak Davi, tolong jelaskan, apa maksud dari semua ini?" tanya Lintang.
"Hemm.. Jadi begini dek Lilin, kak Davi ini adalah Adik dari suami nya Nana, yaitu Ustadz Afnan, nah orang nya yang sedang kamu aniaya ini," Ubaydillah menepuk bahu Afnan, dan Afnan menoleh ke arah Lintang.
Lintang tak percaya yang baru saja ia pukul pukul itu adalah suaminya Nana dan ustadz pula, ia menutup mulut nya yang menganga lebar serta mundur beberapa langkah
" Kalau ini kakak nya kak Davi berarti kak Davi itu putra nya seorang Kyai dong?" tanya Lintang masih belum percaya
"Bisa di katakan seperti itu, loh Koq dek Lilin tahu kak Davi putra seorang Kyai?"
Jawab Ubaydillah dan kembali bertanya
"Karena Lintang baru saja kembali dari pondok pesantren kalian, dan beberapa orang di sana yang memberi tahu!" serunya setengah berteriak
Kini waktu sudah menunjukan puku 5: 30 pagi
"Apa! dek Lilin baru saja kembali dari pesantren, loh bukannya semalam kak Davi telepon Dek Lintang sedang menonton televisi?" Ubaydillah malah terkejut dan balik bertanya.
"Aahaha, tukang bohong kena di bohongi, asal kak Davi tahu ya, tadi itu Lilin sedang di rest area, dan itu suara bising dari kendaraan lain bukan suara televisi" tawa Lintang terlihat puas Karena sudah membohongi Ubaydillah.
"Please jawab Lintang kak, itu berarti kak Davi juga bukan seorang sopir pribadi, melainkan seorang ustadz juga?" tanya Lintang
"Dek, kalau itu bisa kak Davi jelaskan" bujuk Ubaydillah.
Abi dan Umi saling berpandangan karena merekapun tak tahu kalau Ubaydillah mengaku seorang sopir.
Afnan menarik Hasna untuk duduk di sofa,dan tetap berada dalam rangkulan nya, ia berjaga jaga takut Lintang kembali menyerang nya, serta Afnan memberi isyarat pada Mbak Nurin agar membawakan Hasna minum.
"Maaf dek Lilin, kak Davi mohon maaf, kak Davi tidak bermaksud mempermainkan dek Lilin, kak Davi hanya ingin dek Lilin menerima kak Davi apa ada nya tanpa embel embel apapun, dan kak Davi bahagia ketika dek Lilin dan orang tua dek Lilin menerima kaka Davi yang hanya seorang sopir" Ubaydillah menjelaskan.
"Lalu, apa kalian sudah tahu kalau aku ini..." ucapan Lintang terpotong oleh suara Ubaydillah.
"Sahabat nya Nana, Maksud dek Lilin kan, ya kami sudah mengetahui dari sejak dek Lilin meninggal kan secarik kertas dan dek Nana membaca nya, lalu ia mengenali dek Lilin, awal nya kami ingin membuat kejutan, namun siapa sangka malah kami yang terkejut" tutur Ubaydillah.
"Ber arti saat kak Davi menemui Lintang di rumah, kalian bekerja sama.. ingin membuat Lintang terlihat bodoh, hah ??!! hikzz hikzz teriak Lintang lalu bertanya dan mulai menangis kembali.
" Tidak dek, sama sekali tidak, itu murni usaha kak Davian untuk menemukan dek Lilin, awal nya Nana ingin membantu, Namun kak Davi menolak nya, jika dek Lilin tak percaya, dek Lilin boleh tanyakan pada Mbak Nurin dan seisi rumah singgah ini, karena hampir dua pekan kak Davi berada di sini berusaha menemukan keberadaan dek Lilin" tutur Ubaydillah.
Lintang menatap tajam mata Ubaydillah dan ia lihat kebenaran dari sorot mata nya.
"Lalu, jika kalian satu keluarga, maka orang tua kalian?" tanya Lintang, berharap yang ia fikirkan salah.
"Ya, kami baru saja tiba semalam di rumah ini, bertujuan mengkhitbah dan menghalalkan kamu dek" ucap Ubaydillah.
"Itu ber arti orang tua kalian ada di sini?" ucap Lintang bertanya pelan, namun Ubaydillah Masih dapat mendengar.
"Ya, mereka bersama kami dan berada di sini, tepat nya.. mereka lah orang tua kami" tunjuk Ubaydillah menggunakan jari jempol nya, ia menunjuk pada arah dan posis Abi serta Uminya berdiri di lantai Atas tepat di muka anak tangga.
"Astagfirullah...jadi.." Lintang tak percaya lalu ia mundur seraya menggeleng gelengkan kepala, ia merasa malu, kesal, kecewa.
"Kak Davian jahat sekali, kalian jahat!!!
Lintang tidak mau jadi istri nya kak Davian" gumam Lintang, namun Ubaydillah, Devano Afnan dan Hasna masih dapat mendengar.
Lintang berlari keluar tanpa alas kaki, Devano yang melihat Lintang keluar ia mengikuti nya dan Ubaydillah pun melakukan hal yang sama, ia tak ingin Lintang berdua saja dengan Devano, selain itu ia harus meyakinkan Lintang agar tetap menikah dengan nya
"Lintang tunggu" ucap Devano
"Dek Lilin jangan pergi" panggil Ubaydillah
Dan kini mereka berdua saling tarik menarik ketika sudah berada di pintu hendak keluar
"Gue dulu" ucap Devano, yang awal nya dia rela Lintang menikah, namun setelah Lintang berkata tidak mau menjadi istri Ubaydillah, maka bagai angin segar baginya.
"Aduuuh awas, sana.. Lo kan sudah di tolak oleh Lintang" ucap Devano menyenggol Ubaydillah dan ia berhasil keluar terlebih dahulu.
"Anta yang awas, ana yang lebih berhak atas dek Lintang," ucap Ubaydillah seraya menyenggol kembali Devano dan melesat mendahului Devano.
Akhir nya mereka saling mengejar dan menyenggol hingga nafas mereka ter engah engah dan sama sama berhenti, danLintang yang mereka kejar entah kemana, ia sudah tidak nampak lagi di mata mereka.
'Ah elo sih, menghalangi gue, lihat tuh Lintang nya sudah tak terlihat " ucap Devano, masih ter engah menelan ludah nya kelu, mulut nya menganga untuk memasukan oksygen ke dalam paru paru nya, ia membungkuk serta memegangi perut nya.
" Enak saja, Anta tuh yang menghalangi Ana" ucap Ubaydillah, ia pun melakukan hal yang sama seperti Devano.
"Eh tunggu, apa ada di dunia ini orang yang betul betul mirip, selain dari anak kembar?" tanya Devano ketika mereka sudah mulai bernafas Normal dan melirik wajah Ubaydillah yang tepat di samping nya.
"Entah lah, tapi jika Allah menghendaki tidak ada yang tidak mungkin, seperti hal nya ini:
وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ
أُجَاجٌوَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
Arab latin : wahuwallazi marojalbakhroini haaza'azbu furotun wahazamilhu' jajuuwaja'ala baynahuma barjakhan wahijrommahjuro
Artinya ''Dan, Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.'' (QS Al-Furqan: 53).
Apalagi hanya rupa", ucap Ubaydillah.
"Iya juga sih, eh koq lo malah kulsub( kuliah subuh) sih, bagaimana ini acar mengejar Lintang nya?" tanya Devano
"Ya Lanjut dong" ucap Ubaydillah, mereka kembali mengejar Lintang, namun Karena lelah akhir nya mereka hanya berjalan kaki.
"Mmm.. Mungkin gak sih bokap gue selingkuh sama nyokap lo?" tiba tiba Devano bertanya
"Semabarangan, nyokap gue wanita terhormat tau" ucap Ubaydillah, dan ia menimpali sapaan elo gue sama seperti Devano.
"Ya kalau tidak, Bokap lo kali yang selingkuh sama nyokap gue" ucap Devano lagi.
"Gak mungkin lah, bokap gue orang yang santun " bela Ubaydillah.
"Lalu mengapa wajah lo Memplagiat wajah gue walaupun gue terlihat lebih keren dan lebih muda ke Mana mana" ledek Devano
"Yey elo kali yang plagiat wajah gue, sudah jelas usia gue saja lebih tua dari lo, dan yang pasti gue lebih macho dari lo, liat nih otot gue, keren kan" ucap Ubaydillah dengan sombong dan mengangkat lengan nya.
"Chih.. Sombong!" ucap Devano mencibir
Kini mereka telah berada di depan pintu pagar rumah Lintang yang sedikit terbuka dan hanya cukup untuk masuk satu orang saja, maka mereka kembali saling menyenggol.
"Gue dulu" ucap Devano menyenggol Ubaydillah.
"Gue dulu, minggat lo," ucap Ubaydillah kembali menyenggol Devano.
'Enak saja, gue sahabat nya Lintang" ucap Devano memegangi besi pagar dan memblok gerbang yang terbuka dengan tubuh nya
"Hehh.. Gue calon suami nya, Mau apa lo?" cibir Ubaydillah, lalu ia menarik perut Devano dengan melingkarkan tangan nya ke perut Devano (ciee pelukan belakang niyyeh😜😂)
Dan Devano pun berhasil, di tarik mundur oleh Ubaydillah, dan kini ia yang berbalik memblok pintu pagar oleh tubuh nya, terjadilah saling tarik menarik dan saling peluk memeluk.
Hingga suara deheman menghentikan aksi drama kolosal mereka!
********
Ciah apa itu drama kolosal, thor asal nulis nih, padahal kaga tahu artinya, yang tempe merapat deh🙏👌
(🎭 plagiat wajah🙉🙊😅😅).