Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 132. Dinikahkan secepat nya


"Belalang apa sih dek, A'a tak mengerti?" tanya Afnan


"Itu belalang wanita dan belalang laki laki A yang mulai berseliweran, hihi"


"Haduduh dek, kurang jelas deh, udah gangguin orang malam malam, malah


cengar cengir gitu lagi" ucap Afnan sedikit kesal


Hehe, begini A...


*pertama * Ubaydillah menceritakan tentang Lintang yang mendapat kan pernyataan cinta dari sahabat nya, namun Lintang tetap akan menikah dengan nya.


"Oh syukurlah kalau Lintang tetap memilih mu dan akan menikah dengan mu dek, saran Ana lebih cepat lebih baik dek, Halalin Lintang nya, mungkin Tak perlu Khitbah dek, Khitbah nya langsung saja gitu, di hari yang sama dengan ijab qobul"


"Mmm.. Begitu ya A, seperti nya harus bicara kembali dengan Abi A'a bro, besok deh Ana bicara dengan Abi dan Umi" ucap Ubaydillah.


lalu Ubaydillah menceritakan tentang ELYAVIRA..


"A'a bro masih ingat tidak sama gadis El, yang pernah kita tolong karena di ganggu para bandit receh di dekat pusat perbelanjaan sehabis cari buku sekitar lima tahun lalu?"


Tanya Ubaydillah.


"ELYAVIRA ???!!! " .. Gumam Afnan, ia sedang mengingat ingat tentang kejadian skitar


lima tahun lalu.


"Itu loh A, gadis si pendekar berpanah" ucap Ubaydillah membantu memberi petunjuk agar Afnan ingat.


"Mmm.. Seperti nya sekilas sih ingat" ucap Afnan, ya memang sekilas mengingat nya namun agak samar.


"Iya dedek juga, susah payah mengingat nya"


Ucap Ubaydillah.


"Memang nya ada apa dengan si pendekar panah itu dek?" tanya Afnan, yang memang tidak mengerti, mengapa Ubaydillah tiba tiba saja berbicara mengenai gadis itu.


"Ya tidak ada apa-apa sih sebetul nya, tapi tadi siang gadis itu mencari kita A" ucap Ubaydillah


“Oh mencari kita, koq bisa?” tanya Afnan.


"Jadi begini" Ubaydillah menceritakan ELYAVIRA bahwa tadi siang ia datang ke restaurant (singkat cerita) Ubaydillah sudah selsai menceritakan ELYAVIRA.


"Uuoomm jadi ini yang kamu sebut belalang, ada ada saja kamu dek, anak bujangan sama anak gadis orang kamu istilahin belalang, ehekkkk" Afnan terkekeh.


“Ya sudah dek besok kita bicara lagi, masalah pekerjaan untuk Elya, seperti nya ada pekerjaan yang cocok untuk nya yang sesuai dengan bidang dan keahlian Elya, kita bicarkan dulu dengan Abi, sekalian kamu bicara masalah mempercepat pernikahan” ucap Afnan


"Ya baiklah A'a bro, tidur lagi sana" ucap Ubaydillah


"Heemm, gara-gara Anta nih dek, acara tidur Ana jadi menggantung, lihat saja Nanti dek ada tanggal main, di mana tidur kamu akan menggantung juga hehe" ucap Afnan dengan kekeh picik nya.


"Apa yang menggantung nih A'a bro??!!! , tidur ya tidur saja, pakai ancam ancam sama Ana lagi, hihi" Ubaydillah tidak juga mengerti apa yang di sebut Afnan menggantung.


Akhir nya setelah saling berucap salam, mereka pun berpisah di luar ruang kerja, Afnan kembali ke kamar dan Ubaydillah turun ke lantai utama menuju kamar nya.


Di kamar Afnan....


Ia melihat Hasna masih berselimut seperti tadi saat ia tinggal kan, Afnan sumringah melihat istrinya masih berbalut selimut, ber arti ia menantinya, Afnan setengah loncat naik ke atas kasur, ia berniat menyambung kembali adegan yang menggantung Karena ulah Ubaydillah.


"Sayang, mulai lagi yuk, sayang hai ayok" namun tidak ada jawaban dari Hasna, ketika Afnan melongok ke arah wajah Hasna, ternyata mata Hasna terpejam erat, Hasna tengah tertidur pulas, Afnan mengacak rambut nya frustasi


"Astagfirullah, di tinggal bobo, yah ngenes deh, utuuuuuunn berjenggot, awas kamu dek tunggu pembalasan kakang Brama, eihhkkk"


Afnan kesal sekaligus lucu, ia mengekeh geli.


Akhir nya Afnan memilih tidur, lebih baik menahan yang menggnatung ketibang membangun kan Hasna paksa,


ia tak tega.


____________


Keesokan hari, ba'da dzuhur, setelah mereka makan siang...


Pak kyai , Umi, Afnan, Hasna dan Ubaydillah sedang bercengkrama di ruang tamu, Hasna tak lepas dari Umi, entah apa yang mereka lihat di layar ponsel Hasna, umi dan Hasna saling melempar tawa sesekali.


“ Bi, baik nya si dedek dinikahkan secepat nya saja, A'a khawatir nanti banyak pengganggu dan Akhir nya pernikahan malah terbengkalai, yang penting Sah saja dulu, Untuk walimatul Urs nanti kan dapat di bicarakan lagi” ucap Afnan.


“Abi sih setuju saja A, namun masalah nya Lintang dan orang tuanya setuju atau tidak?” tanya pak


“Nanti kan kita menemui orang tua nya Bi silaturahmi saja dulu, sambil mem bicara kan masalah pernikahan, rempugan gitu Bi” jawab Ubaydillah


“Ya baiklah kalau keputusan mu seperti itu, kedua kakak mu tolong di telepon, tidak perlu pulang ke ponpes, ketemuan saja langsung di jakarta” ucap pak kyai


“Baik Bi, nanti A'a yang menelpon kak Afrina dan kak Adreena.” ucap Afnan


“Coba utun hubungi dek Lintang, kira kira kapan orang tua nya kembali ke tanah Air, kalau sudah kembali kita siap berangkat ke Jakarta” ucap pak kyai.


“Abi dan Umi Kita menginap di rumah Nana saja tak perlu sewa hotel” ucap Hasna antusias.


“Baiklah nanti kita menginap di rumah Nana saja" ucap pak kyai.


“Terimakasih sayang sudah menyediakan tempat untu kita tinggal sementara”ucap Umi


“Hehe sama-sama umi, lagi pula rumah Nana dan rumah Lintang hanya beda Blok saja umi jadi kan lebih dekat, kalau dari hotel kan jauh ” ucap Hasna


“Iya sayang, alhamdulillah lebih menghemat waktu” sambung Umi


Terdengar Ubaydillah menelpon Lintang, menanyakan kapan orang tua Lintang pulang.


“Besok orang tua Lintang pulang Bi, InshaAllah kalau tidak ada halangan sore sudah ada di jakarta” ucap Ubaydillah


“Alhamdulillah, semoga orang tua Lintang selalu dalam Lindungan Allah Subhanahuwataala ” ucap pak kyai


Amiiinn ya robbal alamin jawab mereka serempak.


Perbincangan mereka pun selsai, dan kini mereka kembali pada aktivitas masing - masing.


Abi dan Umi berpamitan karena ada pengajian sore yang harus mereka hadiri dan Ubaydillah pergi ke restoran serta hotel meneruskan pekerjaan yang belum usai kemarin, Karena Afnan masih harus menemani Hasna apalagi saat ini tidak ada Umi yang menemaninya.


Setelah mereka pergi...


“By Nana Rindu dengan Rumah kayu, ajak Nana ke sana ya by” rengek Hasna, Karena ia merasa bosan di rumah utama.


“Ya sudah mari kita ke rumah kayu sayang”


Ucap Afnan


“Iyeeeeeyy terimakasih by” ucap Hasna antusias sembari memeluk dan mengecup pipi Afnan.


Mereka pun pergi ke rumah kayu


menerobos jalan belakang yang saat ini


sepi, dan tak berapa lama mereka pun Sampai di rumah kayu,rumah kayu yang cantik.


“By, temani Nana membongkar seserahan dari byby untuk Nana, kan belum di bongkar semua, nanti kelamaan di kotak, jadi pada rusak deh” ucap Hasna.


“Iya Nanti byby bantu bongkar, sekarang bantu byby dong bongkar kamu dulu, dan menuntaskan yang menggantung semalam” ucap Afnan


“Iihh apa sih byby geniiiit we.. ”


Hasna meledek Afnan, lalu ia berbalik hendak ke kamar tempat di simpan nya seserahan nya, namun percuma, Afnan dengan sigap sudah membopong Hasna ke kamar lain nya, dari semalam ia mearasa ketar ketir ada hasrat yang terpendam dan belum dapat ia realisasikan


“By turunkan, byby please, Nana takut jatuh, nanti kan dedek utun inji iku jatuh” pekik Hasna.


“Ssstt jangan berisik, nanti ada yang dengar berabe, di fikir sedang terjadi penganiayaan lagi di rumah ini” ucap Afnan


“Memang iya Nana mau di aniaya oleh Byby” ucap Hasna, ketka mereka telah berada di atas tempat tidur.


“Hehe memang sayang, penganiayaan yang hakiki, penganiyaan yang bisa membuat ketagihan dan meminta lebih kalau ini sih” ucap Afnan


Akhir nya mereka pun berajojing siang hari, sama sama melengkapi agar yang masih menggantung semalam happy ending serta finish sempurna menjadi pemenang kenikamatan masing masing antara Hasna dan afnan,karena piala nya, sudah mereka dapat kan yaitu babby twins di dalam rahim Hasna, maka untuk saat ini mereka hanya ingin mencapai bonus pahala serta kebahagiaan sebagai suami istri.


***********


😘😘👌👍🙏🙏😍😍😍😇😇😇