Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps. 178. Dev, Akan Menikahi Dia!


Keesokan harinya Lintang sudah pulang ke rumah dan ia di sambut secara sederhana, Karena mereka sedang prihatin dengan berita miring di pesantren.


Hampir satu minggu kemudian...


Lintang sudah kembali pulih, hasil dari pertemuan tertutup antar pengurus ponpes mengenai permasalahan Devano adalah, bahwa Devano harus bertanggung jawab yaitu dengan MENIKAHI Elyavira.


“Tidak Granny, Mommy please, apa tidak ada cara lain selain menikah?” rengek Devano.


Elyavira pun ada di ruangan itu, ia hanya tertunduk diam bagai terdakwa sedang mengikuti persidangan.


“Dev, ini sudah keputusan terbaik dan atas keputusan bersama , mungkin jika kejadian ini tidak viral dan kejadian nya bukan mengatas namakan pesantren, maka masihlah dapat di maklumi,namun Dev tahu sendiri kan berita yang tersebar” ucap Ubaydillah.


“Iya Bang, Dev faham, tapi....”


“Sudahlah Nak, mungkin Ini jalan nya untuk mu, Granny tahu Dev masih jauh dari kata siap, namun Nama mu sendiri sedang tercoreng dan menjadi bahan perbincangan, maka tolonglah Nak, dengan kesadaran, Granny mohon agar Dev mau menikahi Nona El” bujuk Granny lembut.


“Iya sayang, setelah Dev melafalkan ijab Qobul maka Mommy akan melafalkan dua kalimah syahadat, mungkin ini jalan dari Allah, sebagai hadiah untuk Mommy saat Mommy berhijrah , Mommy di dampingi Anak anak yang sholeh dan sholehah” Ucap Mommy dengan bahasa Indonesia masih bernada bule.


“But Mom, please...” ucapan Devano terhenti, matanya berkaca kaca.


“Dev, siap tidak siap nampak nya kamu harus siap sayang!, Daddy mengajarkan Dev untuk menjadi manusia yang berbudi luhur dan ber tanggung jawab kan” ucap Daddy ikut membujuk Devano.


Devano tak dapat berdebat lagi, ini hasil dan keputusan terbaik dari perundingan keluarga dan para pengurus ponpes, pernikahan ini harus segera di langsungkan demi menghindari Fitnah yang lebih keji di masyarakat.


“Iya Dev, kita lakukan mengantisipasi berita menyebar keluar ponpes dan akan memicu Fitnah yang lebih keji, karena si penyebar foto belum di ketemukan” ucap Afnan.


Hasna dan Lintang terlihat mengapit Umi, pak Kyai terlihat tenang, papi dan Mami Lintang pun ikut terlibat di dalam musyawarah keluarga tersebut, walaupun hanya sebagai pendengar.


Orang tua dan kakak Elyavira pun sudah berada di ruangan tersebut saat hari kemarin di kabari kejadian yang menimpa putri nya, dan mereka memang harus terlibat dalam musyawarah keluarga itu.


Untuk sesaat keadaan hening, hingga suara Devano memecah kesunyian.


“Hmm.. Baiklah, kalau itu yang terbaik, Dev Akan Menikahi dia!”, tunjuk Devano pada Elyavira tanpa melihat ke arah Elyavira.


“Alhamdulillah, kamu serius kan Nak?” tanya Granny.


“Dev serius tapi Dev hanya ingin menikah dengan sederhana” ucap Devano.


“Alhamdulillah hirrobbal a'lamiin” ucap mereka serempak.


_______


Keesokan Harinya, para tamu sudah hadir di masjid pesantren untuk menyaksikan pernikahan Devano dan Elyavira, termasuk kedua orang tua Elyavira dan kaka nya telah ikut bergabung, Elyavira sudah memakai gaun pengantin yang terbilang sederhana namun terlihat cantik.


Kak El cantik sekali, ucap Hasna dan Lintang, kini mereka berdua terlibat menyiapkan keperluan Elyavira, Lintang dan Hasna sebetul nya ikut sedih jika kejadian pernikahan Devano Karena kejadian nya yang menggegerkan area pesantren, bukan hal macam Ini yang mereka harapkan sebetul nya andaikan pun Elyavira harus menikah dengan Devano.


“Kak Elya, selamat ya” ucap Hasna dan Lintang.


“Terimakasih dek Nana dan dek Lintang” ucap Elyavira.


“Dek Nana dan Dek Lintang, maafkan kak Elya, hampir saja kak Elya mendzolimi kalian yang sudah begitu baik dan sayang terhadap kak Elya” ucap Elyavira kembali.


“Sudahlah kak El, yang sudah berlalu biarlah berlalu, semua sudah kita lewati, saat Ini kita bermawas diri, kita perbaiki keburukan kita untuk menjadi lebih baik, tolong kita perbaiki sikap saja kak El agar kita tetap menjadi saudara” ucap Hasna.


“Iya kak El, eh salah Dek El hihi, kan Kak El calon adik nya kita ya Na” ledek Lintang, dan membuat Elyavira tersipu malu, saat Ini ia belum memakai cadar nya, Karena di depan Hasna dan Lintang ia mengizinkan mereka berdua melihat wajah nya tanpa cadar.


“Hehe, Terimakasih...” kini mereka berpelukan, tiga hari yang lalu Elyavira mengakui jika awal nya ia tertarik pada Afnan dan kesemsem dengan Ubaydillah, dan setelah meminta maaf pada Afnan serta Hasna, dan Ubaydillah serta Lintang maka mereka Memaafkan dengan lapang dada dan kini mereka sudah menerima Elyavira masuk menjadi keluarga mereka.



Kini riasan Elyavira pun sudah siap, dan di sisi lain Devano pun sudah berpakain stelan jas yang di persiapkan oleh Granny, seserahan sederhana sesuai permintaan Devano, Granny pesan dari seorang kenalan lama di kota S Ini.


“Granny apa harus semewah Ini stelan yang harus Dev kenakan?” tanya Devano pada Granny.


“Hai boy, you look handsome, ayolah ini hari bersejarah, kamu harus memakai stelan yang cukup baik” Grandad ikut bicara.


“Tapi Grandad, Dev tak meminta yang semewah ini!”


“Comeon Baby, Sudahlah sayang itu mengapa terlihat mewah, Karena kamu yang kenakan, Handsome nya Mommy and Daddy!” timpal Mommy nya.


“Berarti yang tamapan hanya Dev nih, dan Dav tidak tampan?, jelas - jelas Dev sudah mencuri ketampanan Dav” ucap Ubaydillah memecah ketegangan.


“Hai Honey, no no.. Kamu tetap tampan, and you're both so handsome oke (kalian berdua sangat tampan)” ucap Mommy.


“Ya so pasti handsome dong, siapa dulu daddy nya iya tidak, hehe”


Nampak nya semua persiapan sudah selesai, kini tinggal pelaksanaan ijab qobul saja, Elyavira baru saja memasuki Masjid di apit oleh ibu dan kakak nya turut serta Hasna dan Lintang di dalam group para perempuan yang duduk di pisah dari para laki laki, Devano tak terlihat semangat sama sekali, walaupun ia sudah terlihat gagah dengan stelan jas nya, ia menyandar di Dinding masjid dan pandangan nya menatap intens Elyavira yang baru saja duduk di seberang ia berdiri, entah apa yang Devano fikiran dari raut wajah nya tak terlihat senang sedikit pun.


“Cheeh perempuan, Nikah, aaahh, apa Karena ucapan gue yang pernah di anggap Doa ya oleh bang Davi dan Bang Ustadz.


OMG, bahkan gue belum tau wajah calon istri gue, aaaarargghhh” teriak frustasi Devano dalam hatinya.



“Dev, ayo..pak penghulu sudah menunggu” ajak Afnan.


“Dek, tolong Ikhlas, Abang yakin akan ada kebahagiaan untuk mu, Abang tahu kamu anak yang baik Dev, inshaAllah kamu di pertemukan jodoh yang baik pula” Ubaydillah tetap menyemangati adik nya yang terlihat murung.


Devano hanya menganggukan kepala dan ia ikut Melangkah dalam apitan Afnan dan Ubaydillah.


“Bang, Dev ke toilet bentar ya, Nervous nih, hihi” pamit Devano pada Ubaydillah dan Afnan sebagai pendamping nya.


“Ya sudah, tapi jangan lama ya Dev, kasihan para tamu sudah menunggu” ucap Afnan.


“Siap bang” Devano pun pergi ke toilet, Afnan dan Ubaydillah ikut duduk bergabung dengan para laki laki, setelah sebelum nya memberitahukan pada pak penghulu, bahwa Devano sedang ke toilet.


15 menit Devano belum kembali, Afnan dan Ubaydillah Sudah mulai resah, "Dek, Devano lama amat” bisik Afnan.


“Iya A, kemana ya Devano” ucap Ubaydillah.


“Atau Ana lihat saja ya A” tawar Ubaydillah.


“Oh boleh dek, takut nya ada apa apa” ucap Afnan.


Lalu Ubaydillah pun beranjak menuju toilet dan setelah sampai toilet, ia tak menemukan Devano atau siapapun, hanya ada petugas kebersihan yang sedang membersihkan toilet.


“Pak, maaf lihat laki laki masuk sini pakai stelan jas warna abu abu?” tanya Ubaydillah.


“Oh jas yang ini?” bapak itu mengambil jas dari tong sampah yang sedang ia angkat.


“Astagfirullah, ia pak... Ini jas milik adik saya.”


“SubhanAllah, orang nya kemana ini” gumam Ubaydillah.


Tak lama santri putra masuk ke dalam toilet,


“Ustadz, sapa santri tersebut”


“Hai Akhy Damar,” ucap Ubaydillah


“Ustadz sedang apa di sini?” tanya santri Damar


“Nah kebetulan, Akhy kan sering mengaji atau belajar Kitab dengan Devano, pasti Akhy kenal kan” tanya Ubaydillah.


“Ya kenal Ustadz, baru saja Ana bertemu Akhy Dev di parkiran Ustadz” ucap santri putra tersebut.


“Lalu kemana sekarang?” tanya Ubaydillah.


“Sudah pergi dari sekitar 10 menit lalu Ustadz” ucap santri putra tersebut.


“Pergi?!”


“Syukron Akhy Damar” ucap Ubaydillah terkejut dan ia bergegas menemui Afnan.


“Afwan”


Di dalam masjid.....


“A, Devano kabur!”


“Astagfirullah Al adzim”


************


Terimakasih banyak sudah membaca 🙏 😍


Jika berkenan tolong like, vote, rate, komen👌🙏😍