Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 112. Astagfirullah al'adzim


"Hush, Di dengar Nana, Tamat kamu dek ehehehe.." lalu kedua nya mengekeh.


"Ehemmm.. Ada yang sebut sebut nama Nana nih seperti nya.. " Terdengar Hasna berdehem dari arah belakang...


"Eh sayang..." "Eh dek Nana.." Ucap kedua nya serempak saat menoleh ke arah sumber suara..


**************


____________________.


"Hayo sedang menggosip kan Nana ya...??!!!"


"Ehhhheeee sayang, tidak koq sayang, ini kak ubay sedang kasmaran.." Bisik Afnan ketika ia menghampiri Hasna".


"Kasmaran dengan siapa by?" Tanya Hasna


"kurang tahu , insiden di jalan, Di perkirakan sih cewek nya anak Jakarta" ucap Afnan.


"Oooohh ... Betul kah kak ubay?" Tanya Hasna


"Ah... Apanya yang betul dek Nana?" Tanya Ubaydillah tak faham akan pertanyaan Hasna.


"Pokok nya ia aja deh kak ubay , kalau tidak nih.." Hasna mengepalkan tangan nya sembari mengangkat , seperti siap meninju.


"E..ee..iya aja deh daripada bonyok heeee... " ucap Ubaydillah.


Sayang masuk yuk, Di sini angin nya kencang , ajak Afnan.


"Ya sudah ayok by, sekalian temani Nana belajar by, sebelum maghrib." ucap Hasna.


"Oh ya boleh..." ucap Afnan


"Dek sob kita masuk yaaa... Jangan bengong di situ sendiri.. " ucap Afnan pada Ubaydillah.


"Iya.. A'a bro" Tidak lah, dedek mau ke kamar koq". Ucap Ubaydillah.


"Ya sudah.. Tolong sekalian ke pihak dapur, minta di bawa kan makanan ke kamar ya.. ba'da maghrib, sama jangan makanan banyak minyak, A'a masih suka uhek kalau terlalu banyak minyak..." Pinta Afnan


"Siap laksanakan A'a bro.. " Ucap Ubaydillah


Afnan dan Hasna masuk ke kamar sedang kan Ubaydillah beranjak ke kamar nya, yang terhalang tiga kamar lain dari kamar Afnan.


______________


Ba'da isya,.........


Ubaydillah merasa bosan Di kamar, maka ia memutuskan untuk berjalan jalan Di tepi pantai yang berjarak 300 m dari kamar nya.


Saat Ubaydillah sampai di tepi pantai, ia melihat seorang wanita dari kejauhan, itu terlihat dari rambut panjang nya yang berkibas tertiup angin, Wanita itu berjalan menuju ke arah laut, membelah ombak yang menggulung ke arah pantai, makin lama Ubaydillah memperhatikan, dan wanita itu semakin menjauh dari pantai, Ia semakin melaju ke arah tengah laut, Ubaydillah khawatir, ia bersu'udzon terhadap wanita itu..


" Mau apa wanita itu?! Atau mau bunuh diri?!!


Astagfirullah al'adzim " ucap Ubaydillah dalam hatinya.


"Hai Nona... Keluar lah dari air, menepilah, jangan terlalu ke tengah itu berbahaya... Teriak Ubaydillah.."


Namun wanita itu seperti nya Tak mendengar teriakan Ubaydillah.


Ubaydillah kembali berteriak sembari berlari menghampiri wanita itu," Hai Nona keluar lah dari air, kalau hendak bunuh diri jangan Di sini.".. Masih dengan berteriak..


Maka Ubaydillah kembali berlari membelah ombak dan kaki nya yang telanjang itu sesekali menginjak karang, namun Ubaydillah sudah Tak memperdulikan rasa sakit, ia begitu khawatir wanita itu akan bunuh diri.


kini Ubaydillah telah berada tepat Di belakang tubuh wanita itu, dan ia kembali berteriak, "Nona... Hai Nona..sedang apa Anda malam malam begini di Tengah laut.?"


Kali ini wanita itu menoleh terkejut, dan Karena menoleh terlalu cepat dan terkejut ada yang membuntutinya dan berteriak kepada nya , maka ia kehilangan keseimbangan saat ombak menerjang kaki nya..


"aaoouuuaaaa... Astagfirullah.." Ucap nya ketika ia hampir terguling dan dengan cepat kilat Ubaydillah menangkap nya, dan.. Sreggh


BYUUUUURRR mereka berdua terjatuh bersama ke dalam air laut, dengan posisi wanita itu di terduduk Di perut Ubaydillah, punggung nya menindih dada bidang Ubaydillah, posisi nya saat ini terlentang di Atas tubuh Ubaydillah bagian depan dan Ubaydillah memeluk pinggang wanita itu..


"Aaouww,, astagfirullah..." Ucap Ubaydillah dan wanita itupun mengucap istighfar.


Dalam beberapa detik posisi mereka masih dalam posisi yang Sama, dan dengan sigap Ubaydillah menarik tubuh nya untuk Segera memposisikan kedalam posisi duduk, beruntung mereka masih Di area laut dangkal maka air laut hanya sebatas dada dalam posisi duduk seperti itu.


Tangan Ubaydillah masih melingkar pada pinggang wanita itu, kali ini tanpa sadar malah kedua tangan nya ia lingkarkan erat pada pinggang wanita itu dan posisi nya menjadi memeluk erat pinggang wanita itu, dengan posisi si wanita duduk menyamping Di pangkuan Ubaydillah yang kini kaki Ubaydillah sedikit terbuka dengan lutut yang sedikit menekuk, dan wanita itu pun , Karena ia merasa takut akan jatuh... maka secara refleks ia melingkarkan kedu tangan nya pada leher Ubaydillah dengan wajah menenpel antara lengan nya dan wajah Ubaydillah, Karena saat itu Ubaydillah berusaha untuk duduk ia ingat harus menahan wanita itu agar tidak jatuh maka ia menarik lengan wanita itu agar memeluk dirinya dan ia melingkarkan erat tangan nya pada perut si wanita itu.


Ia masih ingat dosa sebetul nya , bahwa wanita itu bukan mahram nya, namun ia berfikir kilat, bahwa ini darurat dan demi sebuah pertolongan serta kemanusiaan semoga Allah mengampuninya.


Untuk beberapa lama, posisi mereka masih sama, mereka masih terengah Karena terkejut saat mereka jatuh ke dalam air laut dan sedikit menghantam karang dan bebatuan kecil.


Wanita itu masih memeluk erat Ubaydillah, berkali kali Ubaydillah menelan ludah dan ia bersusah payah menguasai debaran jantung nya, yang mungkin deburan ombak saja msih kalah kencang dengan debaran jantung nya, bagaimana tidak... tubuh si wanita itu menenpel erat pada tubuh nya dan Karena


t-shirt mereka yang tipis itu sama sama basah, maka mereka pun seakan sedang sama sama bertelanjang , Di tambah apel kembar si wanita yang terasa keras namun kenyal dan hangat itu mengganjal di antara dada Ubaydillah dan dada wanita itu..


Ubaydillah terasa kejang kejang di buat nya, aliran darah nya berdesir, jakun nya naik turun, nafas nya tak beraturan, si ***** terasa mulai mene. gang.. Astagfirullah... Astagfirullah.. Ucap nya dalam hati, ingin rasanya ia melempar wanita itu cepat cepat dari tubuh nya.


"No.. No...Nona.. Apakah Anda baik baik saja?" Tanya Ubaydillah.


"Ii..iya..tuan, saya baik baik saja" ucap wanita itu.


"Baiklah, kalau begitu.. bisa kah Anda melepaskan pelukan Anda dari tubuh saya Nona?" ucap Ubaydillah.


"Ba.. Baiklah tuan, maafkan saya " ucap wanita itu.


Lalu.. wanita itu melepaskan pelukan nya, dari leher Ubaydillah..


Dan Ubaydillah pun melakukan hal yang sama, yaitu melepaskan pelukan nya dari pingang wanita itu.


Saat mereka sudah sama sama melepas pelukan nya, namun tubuh perempuan itu masih berada Di pangkuan Ubaydillah, maka pandangan mereka pun ber temu..


Dan akhir nya mereka sama sama dapat melihat wajah satu sama lain, dari cahaya lampu di tepi pantai walaupun remang namun mereka masih dapat melihat jelas.


Imut bawell...???!!


"Eh.. Aa.. Heee..Loh koq dek Lintang???!!!!" ucap Ubaydillah tersipu .


"Kak Davian ??!!!!!" ucap Lintang.


Ternyata wanita itu Lintang yang sedang bergelayut Di benak Ubaydillah dari sejak mereka bertemu tadi siang.


***************


Hehe.. Ketemu lagi, peluk pelukan lagi.. Ahhay.. 🙈🙊😆😆😍😍👌


🙏👍💞💞💞